
Indra duduk di meja kerjanya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang ia bawa pulang. ia teringat pada Adelia. gadis itu terlihat berbeda, ada yang menarik perhatian Indra. tatapan mata Adelia yang sekilas tapi membuat Indra tak bisa lupa. dengan perawakan kecilnya, gadis itu adalah seorang dokter. Indra tersenyum mengenang cara gadis itu makan. baginya Adelia terlihat lucu dan menggemaskan.
***
Adelia duduk di depan meja riasnya. ia menghapus make up tipisnya dan beranjak ke kamar mandi. ia sudah kenyang dengan jamuan makan malam di tempat Bianca dan Gavin. ia teringat samar tentang lelaki yang ia temui di rumah Gavin. ia menyelesaikan mandinya dan berganti baju tidur. sebelumnya ia melakukan perawatan pada kulit wajahnya. usia menjelang kepala tiga. ia tak lagi muda sudah waktunya ia mencari pasangan hidup dan bahagia seperti Bianca dan Gavin. ibunya selalu berusaha mencarikan jodoh untuknya. mengenalkan dengan anak dari sahabatnya tapi sejauh ini Adelia kurang tertarik. diantara mereka banyak yang pengusaha ada juga yang berprofesi dokter seperti dirinya. suatu saat Adelia berharap bertemu dengan pujaan hatinya tanpa terpaksa. ia mengenang cerita Bianca dan Gavin di masa lalu. ia selalu salut dengan cinta keduanya seperti cerita di novel yang sering Adelia baca.
Indra mengunjungi rumah sakit tempat Adelia bekerja. ia mencari Adelia, sebelumnya Indra bertanya pada resepsionis rumah sakit. Adelia sedang ada jadwal pemeriksaan dan sebentar lagi akan selesai. Indra tersenyum mengetahui ternyata gadis itu seorang dokter anak. sesuai sekali dengan posturnya pikir Indra. Indra duduk di ruang tunggu, tak berapa lama Adelia muncul dengan seorang perawat dari ruangannya. di pintu ruang kerjanya tertulis dr. Adelia spesialis anak.
Adelia menghentikan langkahnya di depan Indra yang sedang duduk santai di ruang tunggu.
"Tuan Indra?". Adelia menyapa. Indra bangkit dari duduknya dan mengancingkan jas nya dengan gerakan yang elegan.
"Dokter Adelia".
__ADS_1
"Kau sakit?". Tanya Adel kebingungan. ia melihat lelaki itu yang terlihat bugar dan sehat tapi berada di ruang tunggu dokter anak. setahunya Indra masih lajang dan belum memiliki anak.
"Aku sengaja mencari mu".
Adel makin terkejut, untuk apa Indra mencarinya sampai ke rumah sakit.
"Bisakah kita makan siang bersama?".
Adelia makin di buat bingung oleh lelaki itu.tapi ia mengangguk mengiyakan karena Indra sudah jauh-jauh menemuinya. keduanya pergi ke restoran yang tak jauh dari tempat Adel bekerja. resto yang sederhana dan menyajikan makanna enak. Adel mengamati Indra yang tak terbiasa dengan makanan itu. lelaki itu terlihat canggung dan bingung untuk memakan makannanya.
"Aku ingin berteman dan mengenalmu lebih dekat Adel, apa boleh?".
"Apa kau tidak punya teman?". Indra tergelak mendengar perkataan Adelia. gadis cuek di depannya yang memang menggemaskan.
__ADS_1
"Tentu saja ada, tapi aku ingin berteman dengan mu".
"Baiklah kita berteman, sekarang habiskan makanan mu jangan membuang makanan".
"Baik dokter". Kata Indra berlebihan sengaja bergurau pada Adel, Adel tertawa.
"Lain kali kita akan makan di tempat lain yang kau suka". Kata Adelia, ia paham orang seprti Indra selera makannya dimana, jelas di restoran yang mewah dengan menu berharga tidak wajar untuk kantong Adelia.
"Tidak perlu aku bisa makan di mana saja". Kata Indra membela diri.
Keduanya selesai menikmati makan siang. Indra akan kembali bekerja dan Adel ada janji dengan beberapa pasien. mereka berpisah di pelataran rumah sakit. di mobil Indra semakin terkagum dengan sosok Adelia. gadis lincah yang apa adanya. hari ini dokter itu terlihat cantik sekali dengan tatanan rambutnya. berbeda saat kemarin ia bertemu dengan Adel di rumah Gavin. Gadis itu menggulung rambutnya dan sekarang ia membiarkan rambut ikalnya tergerai indah. Indra menjalankan mobilnya menuju tempat kerjanya. melupakan sejenak tentang Adelia. ia sudah di tunggu untuk meeting siang ini.
"Tuan semua sudah menunggu". Bima sekretaris pribadi Indra segera mengikuti tuannya ke ruang meeting. siang itu Indra memimpin jalannya meeting dengan lancar karena moodnya sedang bagus. beberapa stafnya heran melihat bos mereka tidak seperti biasanya. termasuk Bima yang menatap aneh pada tuannya. biasanya Indra akan marah di meeting mingguan karena melihat laporan pekerjaan yang terkadang kacau, tapi kali ini semua terlihat lancar bahkan Indra banyak tersenyum.
__ADS_1
"Bima ada apa dengan tuan mu?". salah satu Direktur berbisik pada Bima saat keluar dari ruang meeting. Bima hanya bisa terdiam ia sendiri juga merasa aneh. tapi ini perubahan yang bagus menurutnya. jika mood tuan Indra stabil maka perusahaan akan berjalan lebih lancar.