
Helena kembali dengan kereta malam menuju desa. Ia duduk di kereta sembari menikmati secangkir latte hangat. Pandangannya menyusuri setiap jalanan yang dilalui rel kereta.
Menakjubkan sekali, ia serasa kembali bersemangat setelah mengobrol dengan dokter Bianca.
"Kau terlihat senang?" kembali suara Adam membuyarkan senyum Helena. Kali ini ia tidak ingin terlalu jutek pada Adam biar bagaimana Helena harus punya sikap sopan santun. Pria itu pimpinan yayasan pusat.
"Bolehkan aku duduk di sampingmu?" tanya Adam melihat kursi di samping Helena kosong. Helena mengangguk sambil terus memandang keluar.
Matahari hampir tenggelam dan memancarkan sinarnya yang membuat setiap hati ikut merasa teduh. Adam terkesima memandang wajah Helena yang terkena sinar yang memantul di kaca jendela kereta. Sepasang bola mata coklat gadis itu terlihat berbinar, seulas senyum yang mengembang serta kulit wajah yang terlihat kecoklatan eksotis. Rambut keriting Helena seolah ikut bersinar terkena pantulan cahaya.
"Helena kau cantik sekali" gumam Adam. Helena mendengar perkataan Adam itu tapi ia sengaja tidak menghiraukan pria itu.
Kereta terus berjalan dan hari mulai malam. Mungkin tengah malam mereka akan sampai di desa. Adam ikut tertidur di samping Helena. Kepalanya menyandar dengan nyaman di bahu gadis itu.
__ADS_1
Tidak berapa lama kereta tiba di stasiun dan keduanya terbangun. "Kau ikut mobilku saja, hari sudah larut malam" Adam melirik jam tangannya.
"Baiklah kau benar, maaf aku merepotkan mu"
"Tidak masalah, bisakah besok kau mengundangku sarapan di rumahmu?" canda Adam.
"Besok aku ada kunjungan pasien"
"Hei kau baru saja dari perjalanan jauh! kau sebaiknya beristirahat saja. Kunjungan itu bisa di tunda selama satu atau dua hari"
Paginya Helena bangun seperti biasanya hanya saja ia tidak lari pagi. Helena ke dapur membuat minuman hangat dan menggoreng dua butir telur, kentang dan brokoli untuk sarpan.
Ia menikmati makan paginya sembari melihat berita di televisi. Disana muncul keluarga besar Adam yang sedang jadi pemberitaan tentang bisnis mereka yang menggurita.
__ADS_1
Lihat betapa kayanya pria itu dan sekarang ia sedang menyamar menjadi gembel.
Selesai sarapan Helena pergi mandi dan bersiap untuk kunjungan. Ia mengganti pakaiannya dan menyiapkan tas kerjanya. Helena menasukan sebotol air mineral kedalam tas kerjanya. Sesuai anjuran Adam. Ternyata pria itu juga seorang dokter spesialis dan bahkan Bianca mengenalnya dengan baik. Karena itu Helena mulai menuruti ucapan pria menyebalkan itu.
Helena membuka pintu dan menemukan sebuah amplop kecil dari tukang pos. Ia membuka amplop itu dan ternyata isinya adalah undangan dari dokter Reiner untuk menghadiri acara amal yang diselenggarakan di kapal pesiar.
"Oh sial ..." gumam Helena. Ia tahu pasti Adam yang meminta dokter Reiner untuk mengundang dirinya. kalau tidak direktur rumah sakit itu tidak mungkin menyertakan Helena kedalam acara elit itu.
Helena melempar undangan itu ke atas meja dan bergegas pergi untuk melihat pasien-pasiennya.
Ia berjalan kaki menuju rumah Cecilia Yang sedang hamil tua. Mobil Jeep nya masih tertinggal di stasiun.
Sementara Adam baru terbangun ketika jam menunjukan pukul sepuluh pagi. Ia langsung pergi mandi dan berpakaian rapi. Adam memeriksa ponselnya Helena tidak menghubunginya terkait mobil yang masih tertinggal di parkiran stasiun. Adam menymbar jaketnya dan bergegas menuju stasiun dengan naik ojek, Ia akan mengambil mobil Helena.
__ADS_1
Gadis itu pasti.sekarang sedang berjalan kaki untuk mengunjungi rumah pasiennya.