
Tuan Biantoro berkunjung ke rumah sakit keduanya. dokter Smith mendampingi untuk berkeliling. maksut kedatangan tuan Biantoro sebenarnya adalah bertemu Adelia. Adelia nampak berdiri dari kursinya ketika tuan Biantoro dan dokter Smith masuk ke ruang kerjanya.
"Tolong tinggalkan kami sebentar". Dokter Smith beranjak pergi dengan cemas. ia memikirkan nasib Adelia. ia sudah menasehati gadis itu agar menjauh dari anak pemilik yayasan.
"Kau dokter Adelia".
"Benar tuan".
"Sudah berapa lama kau bekerja untuk kami?".
"Sudah sekitar tiga tahun tuan".
Kalau aku harus kehilangan pekerjaan ku disini karena Indra, aku tidak keberatan.
"Kau mengenal putraku Indra?".
"Benar tuan, saya mencintai putra anda". Tuan Biantoro menatap Adelia lekat. berani sekali gadis itu mengungkapkan perasaanya di hadapannya. gadis yang sungguh bernyali, ia sempat menyeret Indra dalam kasus anak kecil yang di aniaya orangtuanya. tuan Biantoro menghela nafas.
__ADS_1
"Aku sampai sesak dengan keberanian mu, pantas putraku mengejar mu dan berani melawan ku".
Adelia terdiam mendengarkan. sudah kepalang tanggung, kalau ia tidak jujur pada perasaannya ia tak akan punya kesempatan lagi untuk mengatakannya.
"Aku punya tawaran untuk mu".
Adelia sudah bisa menduganya, tuan Biantoro akan memberikan imbalan jika ia menjauhi Indra.
"Kau bisa bekerja di rumah sakit utama, dan aku akan membiayai pendidikan lanjut mu sampai selesai, kau juga akan dapat rumah dan kendaraan baru".
Tuan Biantoro tergelak mendengar celoteh gadis di depannya.
"Jika dalam hidup anda hanya ada kedudukan dan status sosial anda tidak akan pernah mendapat cinta tulus dari sekeliling anda tuan".
Pengawal hampir menyeret Adelia karena lancang dalam berbicara. tuan Biantoro segera mencegah dengan satu gerakan.
"Jika anda meminta saya melepaskan Indra untuk wanita lain saya bilang tidak. kecuali memang Indra sendiri yang akan pergi dari saya".
__ADS_1
"Oh kau benar-benar gadis pemberani. belum ada yang berbicara padaku seperti mu".
"Kalau begitu tuan ingatlah saya. saya yang berani mempertahankan cinta saya pada putra tuan. say yang tidak tahu malu ini karena berani sekali menentang anda".
Tuan Biantoro beranjak pergi dari ruang kerja Adelia. rupanya tidak mudah juga membuat gadis itu tergoda dengan tawarannya.
Baiklah jika kau tidak bisa diajak bicara secara halus, aku akan membuat kalian terpisah dengan paksa!.
***
Indra tersenyum mengamati rekaman di ponsel yang di berikan Bima. Bima mendapat rekaman dari temannya sesama pengawal ayah Indra. di video itu terlihat Adelia yang pemberani dan tegas. Indra merasa bersuka cita hatinya mendengar kegigihan gadis itu. ia semakin mencintai Adelia. ia yang harus melindungi gadis itu. karena ayahnya tidak akan berhenti sampi disini. ayahnya pasti akan menggunakan cara lain untuk memisahkan keduanya.
Indra tersenyum melihat ekspresi kesal ayahnya di rekaman itu. ia juga melihat Adelia yang tak kenal takut.
"Gadis ini nyalinya lebih besar dari badannya". Gumam Indra.
Bima ikut tersenyum. ia sempat terkesima pada Adelia. ia yang tadinya tidak peduli dengan siapa Indra akan menjalin hubungan kini ia mendukung Adelia dengan Indra. menurutnya tidak akan ada yang seperti Adelia sekalipun Luna. Bima berjalan menuju mobilnya, ia mengganti jasnya dengan jaket berwarna hitam dan topi hitam. ia berjaga di kediaman Adelia memasang beberapa cctv dan manyuruh anak buahnya untuk berada di seputar rumah Adelia.
__ADS_1