Cinta Dokter

Cinta Dokter
Merindukannya


__ADS_3

silvi menatap kesal kepada freya, bagaimana tidak? setelah pergi dari perusahaan PradanaGrup freya hanya diam dan melamun bahkan saat silvi mengajak freya mengobrol hanya dijawab oh, ya, hmm gitu terus siapa yang tidak kesal coba?


"frey, mending kamu jujur deh, kamu bicarain apa sama vian sampai kamu banyak diam gini? " silvi bertambah kesal karna freya tidak menghiraukannya


"freya!! " freya kaget karna silvi berteriak kepadanya


"iya kenapa silvi" freya menatap heran kepada silvi yang memasang wajah garangnya


"aku tanya kamu bicarain apa sama vian? jujur! " freya menghela nafas mendengar pertanyaan silvi, silvi tidak menanyakan ini sekali atau dua kali bahkan menurutnya sudah puluhan kali sejak mereka pergi dari perusahaan vian


"Enggak bicarain apa apa" freya sambil bersiap menutup telinganya karna dia tahu silvi akan berteriak kencang


"freyaaaa!!!!!!!!! " teriak silvi kesal karna freya masih saja tidak mau jujur


"aku tau kamu mikirin sesuatu dan ini pasti soal vian kasih tau aja padaku ada apa biar aku bisa memberi saran padamu atau jangan Jagan kamu sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu? hingga kamu tidak mau membagi masalahmu padaku? jahat kamu freye" freya mendengus saat mendengar silvi mulai berderama


"udah deh gak usah drama" silvi hanya cengengesan mendengar ucapan frey

__ADS_1


"mangkaknya kasih tahu " ucap silvi yang telah bersiap posisi untuk mendengarkan cerita freya


"Vian memintaku untuk menjaga jarak dengannya" silvi membolakan kedua matanya mendengar ucapan freya


"aduh ini kupingku gak konslet kan? gak salah denger? " freya hanya menggelengkan kepalanya membuat silvi tambah kaget


"Kenapa dia meminta kamu untuk menjaga jarak? " tanya silvi heran karna biasanya silvi sampai mengusir vian yang tidak mau jauh dari freya


"dia tidak mau disebut perusak hubungan orang lain" ucap freya


"dia mengira aku sudh memiliki kekasih" silvi membolakan matanya freya memiliki kekasih? bagaimana dia memiliki kekasih kalau freya menyukai vian memang benar banyak yang menyukai freya bahkan hampir setiap hari ada yang menyatakan perasaannya pada freya tapi dia selalu menolak dengan halus


"Aku heran bagaimana vian bisa mengira aku memiliki kekasih coba " silvi berpikir sepertinya ada yang ganjal


"Adit" freya yang mendengar nama Adit langsung menatap heran kepada silvi apa hubungannya sama Adit coba?


"kenapa sama dia? " silvi mendengus freya masih saja tidak mengerti

__ADS_1


"vian meliht kamu berpelukan dengan Adit mangakkanya dia mengira Adit itu kekasih kamu" freya melebarkab matanya


"bagaimana aku bisa tahu? saat itu aku akan pulang dan melihat vian memarkirkan mobilnya aku sudah bisa menebak bahwa vian akan menjemputmu yang membuat ku heran baru saja dia akan melangkah dia kembali ke mobilnya dan menjalankan mobilnya meninggalkan rumah sakit, aku heran dan melihat ke arah rumah sakit aku melihat kamu sedang berpelukan dengan Adit "freya membelakan kedua matanya mendengar ucapan silvi


" kenapa kamu tidak memberitahuku? "ucak freya yang sudah memasang wajah khawatir


" aku mengira kalian sudah membicarakannya"freya hanya menggeleng membuat silvi menghela nafasnya


"baiklah, berarti kita sudah tahu kenapa vian seperti ini, kamu bicarakan lah dengan dia" freya mengangguk dan melihat ke arah ponselnya berharap pesannya dibalas oleh vian


*vian ku mohon balas, aku merindukanmu ucap freya dalam hati


---------------------------------------------------------------------------------


TerimaKasih. ikutin terus 👍 jangan lupa like, komen dan vote.


baca juga cerita ku yang lain "Cinta Tulus Kita*"

__ADS_1


__ADS_2