
sinopsis:
Menceritakan kisah dokter Ivana dan dokter Alan. Kesalah pahaman yang terjadi membuat keduanya bersitegang dan suatu hari rasa benci itu menjadi cinta di antara dokter Ivana dan dokter Alan.
_________
Dokter Ivana seorang wanita mandiri, tegas dan lugas. Ia apa adanya dan sedikit pemalu.
Dokter Ivana baru saja di terima bekerja di sebuah rumah sakit ternama di pusat Kota Baru.
"Bagaimana penampilan ku?" tanya nya pada Dinda teman satu rumahnya. Sejak pindah ke kota baru, Ivana dan Dinda mengontrak sebuah rumah sederhana yang terlihat klasik.
Dinda adalah seorang penulis di sebuah majalah wanita.
"Bagus kau nampak percaya diri" jawab Dinda sembari menikmati sarapan. Secangkir kopi latte dan sandwich mentimun.
Ivana merapikan rambutnya dan mengikatkan sebuah saputangan bermotif bunga ke lehernya. Ia nampak seperti boneka Barbie sekarang. Cantik dan cerdas.
"Kau berangkat siang?"
__ADS_1
"Iya nanti malam aku pulang telat. Kantor baru ku butuh di bereskan" kata Dinda.
"Baiklah aku pergi dulu Din bye..." Ivana meraih tas tangannya dan mantel berwarna krem. Ia berjalan menuju taxi yang sudah di pesan nya untuk mengantarkan dirinya ke tempat kerja.
Sesampainya di pelataran rumah sakit Ivana bergegas berjalan masuk loby beberapa pasang mata mengamati dirinya. Ia bertemu dengan dokter Kief direktur rumah sakit.
"Hai Ivana selamat bergabung" sapa dokter Kief ramah.
"Hai dokter terimakasih atas kesempatan yang telah dokter Kief berikan kepada saya"
"Tentu saja, jangan sungkan Ivana...oh ya kau bisa langsung ke ruang kerja mu. Nanti siang setelah jam makan siang kita ada meeting untuk para dokter jadi kau harus ikut"
Ivana berjalan menuju ruang kerja yang akan menjadi tempat prakteknya. Di meja bertuliskan papa kecil dengan ukiran di bagian pinggir. dr. Ivana spesialis anak.
Ivana mengenakan jas putihnya lalu duduk di kursi kerjanya. Ia berkenalan dengan dua orang perawat yang akan membantunya nanti. Mereka bernama suster Lily dan suster Maiya.
Karena ini hari pertama Ivana bekerja di rumah sakit jadi ia tidak membuka praktek. Besok dirinya baru akan aktif untuk menerima pasien.
Ruang meeting utama rumah sakit.
__ADS_1
Pemilik rumah sakit adalah seorang yang masih muda usianya menjelang kepala empat. Wajahnya masih terlihat segar dan tampan. Ia adalah dokter Alan Heriadi spesialis kardio torax.
Ia orang yang tidak banyak bicara. Dokter Alan adalah dokter handal dan sangat di segani di rumah sakit. Bukan karena ia pemilik rumah sakit tapi karena kemampuannya dalam menangani pasien yang membuat ia di hormati dan di segani.
"Dokter Kief" dokter Alan memanggil direktur rumah sakit ke ruang kerjanya.
"Iya dokter Alan?"
"Siapa wanita yang berbicara dengan mu di loby tadi pagi?"
"Oh dia dokter Ivana spesialis anak di rumah sakit kita. Aku merekrutnya karena ia lolos berbagai tes dan seleksi dari rumah sakit kita"
"Baiklah, aku tidak bisa ikut serta meeting siang ini jadi kau saja yang memimpin meeting nanti"
"Baik" kata dokter Kief dengan santun. Meski usia dokter Kief lebih tua tapi ia juga menghargai dokter Alan sebagai pimpinannya.
Dokter Alan melepas jas putihnya dan mengenakan jaket kulit berwarna coklat gelap. Ia berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Ia berpapasan dengan seorang wanita cantik. dokter Alan melirik wanita itu dari balik kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Ia bergegas menuju mobil sport yang terparkir di tempat khusus lalu melaju cepat meninggalkan pelataran rumah sakit.
__ADS_1