Cinta Dokter

Cinta Dokter
Penculikan


__ADS_3

Dokter Luna selesai dengan pekerjaannya hari itu. ia bergegas keluar dari rumah sakit menuju cafe yang tak jauh dari rumah sakit.


Luna menikmati secangkir kopi dan wafel kesukaannya. ia menyantap makanannya sembari memainkan ponselnya. Luna menatap bayangannya di pantulan layar ponselnya. rambutnya yang ia ikat serampangan terlihat berantakan. Luna pergi menuju cermin di samping toilet. ia merapikan rambutnya, membuka jepit kecil dan menggigit jepit itu agar tidak hilang terjatuh.


Luna menyisir rambut panjang bergelombangnya. ia merapikan kemeja putihnya.


Ah kacau sekali bagaimana ada lelaki yang mau menikahi ku!.


Luna selesai merapikan diri ia berbalik dan alangkah terkejut di kejauhan di lihatnya seorang pria sedang memandanginya. pria itu terlihat salah tingkah begitu Luna memergokinya sedang curi-curi pandang. pria itu mengenakan jaket kulit berwarna hitam dan semua yang ia kenakan berwarna hitam.


"Hey siapa kau?". Tanya Luna karena pria itu belum beranjak dari tempatnya berdiri.


"Apa kau penguntit atau kau yang suka mengintip para gadis yang sedang ke toilet ini?!".


Pria itu tidak bergeming. ia menatap tajam ke arah Luna dan menarik lengan Luna dengan kasar. tas Luna terjatuh, pria itu mengambilnya dan membawa tas milik Luna.


Luna duduk di mobil pria asing tadi dan entah akan di bawa kemana. Luna mencoba berontak dan berteriak tapi sontak tangan pria itu mengangkat senjata dan menodongkan ke pelipis Luna.


"Diam". Suara nya membuat Luna bergetar.


Damn!, siapa pria aneh ini...?!


"Kau seorang dokter?". Pria itu bertanya tanpa memandang Luna. ia fokus mengemudi dan melihat jalanan di depannya.

__ADS_1


Lebih baik aku berbohong saja,


"Bukan". Jawab Luna. pria itu tersenyum.


"Jangan membodohi ku, aku tahu kau seorang dokter dan orangtua mu diplomat".


Luna terdiam ia memendam kepanikannya karena pria itu tahu tentang dirinya bahkan keluarganya.


"Mau apa kau kenapa membawa ku kemari?". Pria itu menghentikan mobilnya di bangunan sebuah puncak nampaknya itu vila. pria tadi turun dari mobil dan menarik lengan Luna memasuki vila itu.


"Apa mau mu?!, kau ini siapa?!". Luna berteriak kesal. ia hampir menangis sekarang.


"Athar". Seorang pria muda mendekat. rupanya pria asing menakutkan itu bernama Athar.


"Periksa dia!". Athar meminta Luna memeriksa pria sekarat itu.


"Kenapa dia?, ini luka yang sangat serius". Tanya Luna sembari melihat dan memeriksa pria sekarat itu. ada bekas luka memar di bagian kepala. itu yang membuat pria itu tidak berdaya.


"Apa kemungkinan dia bisa hidup?". Tanya Athar.


"Dia koma, ada cidera di bagian kepalanya yang menyebabkan dia jadi seperti ini".


"Obati dia sampai sadar aku membutuhkan informasi penting darinya".

__ADS_1


"Apa?, kenapa aku harus mengobatinya?". Aku mau pulang cepat antar aku pulang!".


"Kau tetap tinggal sampai dia sadar".


"Apa?!". Athar membawa Luna ke sebuah ruangan dan menguncinya. Luna berteriak minta di bebaskan. ia baru sadar kalau ini adalah penculikan. dan bisa jadi Athar adalah penjahat.


Oh Tuhan bagaimana ini, kenapa aku terperangkap disini. siapa mereka?.


tuk...tuk..


Pintu kamar tempat Luna di kurung terdengar di ketuk.


"Siapa di luar tolong selamatkan aku!".


"Terdengar sura pintu di buka dari luar. bukan Athar yang datang tapi seorang pria yang tadi sempat ia temui di bawah.


"Dokter aku Amar adik Athar, kakak ku membawa mu kemari tadi".


"Bisa kah kau membantuku untuk pulang?, aku mohon dengan sangat". Kata Luna sambil menangis.


"Tenang dokter kau aman disini".


"Siapa dia?, kenapa dia menculik ku disini?, aku bisa melapor pada kepolisian nanti".

__ADS_1


Amar memberikan segelas air putih pada Luna. ia mengajak Luna duduk di lantai untuk bicara.


__ADS_2