
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Alsya dan Bee hari ini merasa sangat bahagia karena mata kuliah kosong, Alta tidak mengajar di karenakan harus pergi ke rumah sakit setelah mendengar kabar kalau Seno masuk rumah sakit.
"Bee, kamu sudah siap pindah ke rumah Kak Alta?"
"Siap dong, Sya."
"Kamu harus kuat Bee, soalnya Kak Alta itu orang paling menyebalkan di dunia ini. Oh iya, kamu juga tidak tahu kan bagaimana teman-teman Kak Alta?"
"Memangnya kenapa?"
"Kak Alta itu tergabung dalam empat serangkai, terdiri dari para cogan-cogan tapi kelebihan mereka hanya tampan, kaya, dan pinter sedangkan kekurangannya itu banyak salah satunya keempat cogan itu memiliki wajah kaku dan datar kaya kanebo kering ga ada bagus-bagusnya. Keempatnya sangat mahal senyum, makannya mereka pada jomblo semua."
"Hah serius kamu, Sya?"
"Iya, aku serius."
"Untung yang aku hadapi cuma satu orang, coba kalau aku melayani semuanya bisa-bisa aku tua sebelum waktunya," seru Bee.
"Hooh, kadang-kadang aku juga kesal sama mereka kenapa ya mereka itu di ciptakan di dunia ini? seharusnya mereka itu di musnahkan kaya Dinosaurus, jadi tidak membuat para wanita darah tinggi."
"Kamu ada-ada aja."
"Oh iya, kamu sudah bawa barang-barang kamu kan, Bee?"
"Sudah dong, aku cuma bawa baju-bajuku saja sementara lemari, tv, dan perabotan yang lainnya kemarin aku lelang sama tetangga, lumayan kan dapat cuan."
"Dasar mata duitan."
Tiba-tiba ponsel Alsya bergetar, dan ternyata Alta menghubunginya.
📞"Hallo Kak."
📞"..........."
📞"Oke...siap laksanakan."
Tut..tut..tut...
"Tuh kan Bee, nyebelin banget Kakakku main matiin aja ponselnya. Heh dasar kanebo kering, lama-lama aku tenggelamkan juga nih orang ke lautan," seru Alsya dengan menatap layar ponselnya.
"Sabar Sya...."
"Ayo kita pulang, kata Kakakku aku harus bawa kamu ke rumah."
"Siap."
Seperti biasa, Bee mengikuti mobil Alsya dari belakang.
Sementara itu di rumah sakit....
"Seno, aku pulang duluan ya soalnya aku mau Ospek tukang masak baru di rumah aku dulu," seru Alta.
"Darimana kamu dapat tukang masak? aku yakin palingan tuh orang hanya bisa bertahan satu minggu," seru Gibran.
"Kelamaan, palingan juga tiga hari," sahut Rayyan.
"No...kayanya satu hari juga sudah memaksakan diri tuh orang," sambung Seno.
"Apaan sih kalian, kita lihat saja nanti."
"Ga usah di lihat nanti, sudah ketahuan akhirnya bakalan kaya gimana," cibir Gibran.
Tanpa memperdulikan lagi ucapan teman-temannya, Alta pun pergi meninggalkan rumah sakit.
Bee dan Alsya sedang duduk-duduk di tepi kolam berenang yang berada di halaman belakang, mereka berdua tertawa bersama entah apa yang sedang kedua gadis cantik itu bicarakan.
Sesampainya di rumah, Alta mencari keberadaan dua gadis bar-bar itu setelah Alta menemukannya, Alta hendak menghampiri keduanya tapi Alta menghentikan langkahnya saat mendengar obrolan kedua gadis itu.
"Bee, aku tanya sekali lagi..kamu yakin mau kerja di sini? Kak Alta itu orangnya ribet, memang kamu bakalan kuat menghadapi sikap dia yang seperti itu?" tanya Alsya.
"Aku yakin Sya, walaupun aku ga kuat aku akan bertahan. Untuk saat ini aku sudah tidak punya tempat tinggal lagi, dengan aku bekerja di sini aku bisa tidur gratis kan lumayan."
"Kamu itu memang keras kepala."
"Lagipula aku juga butuh pekerjaan, karena aku ingin mengambil kembali akta rumah yang ada di Pak Alta. Itu rumah peninggalan satu-satunya orang tuaku, tapi anak sialan itu malah menjualnya dan sekarang malah hilang entah kemana."
"Kamu yang sabar ya Bee, kalau kamu butuh apa-apa jangan sungkan-sungkan bilang sama aku."
"Terima kasih ya Sya, kamu memang sahabat terbaikku."
"Ehmmm...sudah selesai menggosipnya?" seru Alta membuat kedua gadis cantik itu tersentak kaget.
"Kak Alta, kapan pulang?"
"Barusan."
__ADS_1
"Kok ga kedengaran? tiba-tiba muncul di belakang kita kaya setan aja."
"Ishh..ishh..ishh..Bianca Anggita, ikut saya."
"Baik Pak."
Bee dengan sigap langsung mengikuti langkah Alta, Alta membawa Bee ke sebuah kamar yang bersebelahan dengan dapur.
"Ini kamar kamu."
"Kak, kok kamar Bee dekat dengan dapur sih?" protes Alsya.
"Dia kan bekerja di sini jadi tukang masak, terus kamu pikir dia mau tidur dimana?"
"Ya setidaknya jangan dekat dapur gitu."
"Tidak apa-apa Sya, ini juga aku sudah bersyukur sudah di kasih tempat buat tinggal," seru Bee.
"Tuh, kamu dengar sendiri kan?" cibir Alta.
Tiba-tiba ponsel Alsya berbunyi dan ternyata Mommy Tasya yang menghubungi.
"Bentar ya, aku angkat telepon dulu."
Tidak lama kemudian, Alsya pun selesai dan menghampiri Alta dan Bee.
"Kak, Alsya pulang dulu. Mommy minta antar ke salon, Bee aku pulang dulu ya. Ingat, kamu harus sabar dan kuat menghadapi sikap menyebalkan Kak Alta," bisik Alsya.
"Alsya, Kakak bisa dengar ya."
"Bye semuanya, hidup yang akur ya," goda Alsya.
"Alsyaaaa...."
"Oke Kak, Alsya pulang."
Alsya pun langsung berlari karena takut terjadi hal yang tidak di inginkan mengingat tatapan Alta yang sudah tampak horor.
"Buatkan saya kopi, dan antarkan kopi itu ke ruangan kerja saya."
"Baik Pak."
Alta pun pergi dan Bee segera membuatkan kopi untuk Alta, Bee ingat kejadian tempo hari saat pertama kali Bee bertemu dengan Alta.
Bee segera mengambil termometer untuk mengukur suhu air yang akan dia gunakan. Setelah di rasa pas, Bee pun segera menuangkan air itu ke dalam gelas yang sudah berisi kopi dan mengaduknya.
Bee membawa nampan yang berisi kopi, dan tampak celingukkan.
"Astaga, ruangan kerja Pak Alta di sebelah mana?" gumam Bee.
"Maaf, ruangan kerja Pak Alta di sebelah mana ya?" tanya Bee.
"Kamu tukang masak baru itu ya?"
"Iya."
"Perkenalkan nama saya Bibi Muti."
"Saya Bianca tapi biasa di panggil Bee."
"Neng Bee, naik ke lantai dua pintu di paling ujung itu ruangan kerja Tuan Alta."
"Oh, terima kasih ya Bi Muti."
"Sama-sama Neng."
Bee pun melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja Alta.
Tok..tok..tok..
"Masuk."
"Pak, ini kopi pesanan Bapak."
"Simpan saja di atas meja."
Bee pun membalikkan tubuhnya hendak keluar dari ruangan kerja Alta.
"Mau kemana kamu?"
"Mau keluar, Pak."
"Duduk, saya mau kasih tahu surat perjanjian."
"Hah...surat perjanjian apa, Tuan?"
"Kamu baca sendiri."
Alta melempar map berisi perjanjian yang dia buat ke arah Bee, untuk Bee cekatan sehingga bisa menangkap map itu.
"Ck..dasar ga sopan," batin Bee.
"Baca dengan teliti."
Bee pun duduk di sofa dan mulai membaca poin-poin yang tertulis di atas surat perjanjian itu.
__ADS_1
Isi surat perjanjian :
Pihak pertama : Alta Bastian Bakrie.
Pihak kedua : Bianca Anggita.
1). Batas masa percobaan kerja selama satu tahun, kalau dalam satu tahun pihak pertama merasa puas dengan kinerja pihak kedua, pihak pertama akan memperpanjang kontrak dan statusnya berubah menjadi kontrak eksklusif.
"Yaelah Pak, masa percobaannya lama banget sampai satu tahun? biasanya masa percobaan itu paling lama tiga bulan," keluh Bee.
"Memangnya kenapa? saya ingin tukang masak yang profesional, kalau sekali saja kamu melakukan kesalahan, kamu akan mendapatkan SP dan SP dari saya batasnya hanya tiga kali jadi kalau kamu melakukan kesalahan melebihi tiga kali, saya akan memecat kamu dan perjanjian batal."
Bee tampak cemberut, Bee kembali membaca surat perjanjian itu.
2). Pihak kedua bertanggung jawab membuatkan pihak pertama sarapan, makan siang, dan makan malam.
3). Pihak kedua, setelah melaksanakan tugasnya di larang berkeliaran dan jikalau ada keperluan di luar, itu harus atas izin dari pihak pertama.
4). Apabila pihak kedua mempunyai kerjaan sampingan, batas waktunya hanya sampai jam sembilan malam kalau sampai melebihi jam sembilan, rumah akan terkunci dan pihak kedua tidak di perbolehkan masuk rumah.
"Apa-apaan ini, kok isinya aneh semua," gerutu Bee.
"Kenapa lagi? kalau kamu merasa keberatan dengan peraruran yang saya buat, kamu bisa mundur sekarang juga," seru Alta dengan dinginnya.
Bee tampak mendelikkan matanya ke arah Alta, Bee kembali membaca poin terakhir.
5). Pihak kedua di larang mempunyai pacar atau pun menjalin hubungan dengan lawan jenis selama dalam proses masa percobaan."
"Ini apa lagi, Pak? kok saya ga boleh pacaran sih?" protes Bee.
"Alasannya, kalau kamu punya pacar terus nanti berantem atau pun putus, otomatis kamu akan patah hati dan itu akan mempengaruhi kualitas masakan kamu."
Bee hanya bisa pasrah dengan isi surat perjanjian itu, bagaimana pun saat ini Bee butuh pekerjaan dan tempat tinggal hanya ini satu-satunya jalan supaya Bee bisa melanjutkan hidup, pokoknya paling utama Bee dapat tempat tinggal gratis.
"Oke..saya akan mengikuti semua peraturan yang Bapak buat, tapi saya juga punya permintaan kepada Bapak."
"Kamu berani mengajukan permintaan kepada saya?"
"Beranilah Pak, ini kan Negara demokrasi apa salahnya kalau saya juga menuntut keadilan di sini."
"Katakan, apa permintaan kamu?"
"Masalah gaji, ngomong-ngomong Bapak mau kasih saya gaji berapa?" tanya Bee tidak tahu malu.
"Astaga, kamu berani menanyakan soal gaji?"
"Semuanya harus jelas, padat, dan transparan Pak. Jangan sampai saya sudah bekerja capek-capek di sini, tapi Bapak malah menggaji saya kecil."
Alta terlihat mengusap wajahnya kasar...
"Selama masa percobaan, saya akan gaji kamu tiga juta perbulan dan kalau kamu lulus menjalani masa percobaan, saya akan menaikkan gaji kamu dua kali lipat."
"Idih kecil banget Pak gajinya, Bapak itu orang kaya raya masa gaji saya cuma tiga juta perbulan, ga bisa lebih Pak?" protes Bee.
"Ya ampun, kenapa dari tadi kerjaan kamu protes mulu sih? kamu itu di sini hanya tukang masak, di tambah di sediakan tempat tinggal pula. Kalau begitu, saya akan gaji kamu lima juta perbulan tapi kamu harus bayar sewa kamar tiga ratus ribu perhari."
Bee tampak mengitung-ngitung dengan jari tangannya, hingga akhirnya Bee pun mengalah.
"Kalau begitu saya rugi bandar dong Pak, ya sudah saya terima gaji awal tiga juta perbulan."
"Oke..sekarang kamu tanda tangani surat perjanjian itu."
Tanpa banyak protes lagi, akhirnya Bee pun menandatangai surat perjanjian itu begitu pun dengan Alta.
"Surat itu kamu yang pegang karena itu hanya fotocopyan yang asli saya yang pegang, kalau begitu sekarang kamu boleh keluar dan ingat tepat pukul tujuh malam, makan malam saya harus sudah siap."
"Iya Pak."
Bee pun melangkahkan kakinya dengan perasaan gondok yang menggunung, di depan pintu ruangan kerja Alta, Bee tampak meluapkan emosinya.
"Dasar Dosen menyebalkan, kalau aku ga butuh pekerjaan dan tempat tinggal, aku sudah tenggelamkan dia di Sungai Amazon biar dia di makan sama ikan piranha sampai ga bersisa sedikit pun," geram Bee.
Dengan menghentak-hentakkan kakinya, Bee pun menuruni anak tangga menuju kamarnya. Sepertinya saat ini Bee butuh istirahat karena Bee bakalan butuh banyak tenaga untuk menghadapi sikap menyebalkan dari seorang Alta.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU