
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Bee menghela napasnya lega setelah kedua orang tua Dosennya itu meninggalkan rumah Alta. Saat ini Bee sedang merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur merasa bosan karena tidak ada kerjaan.
Tiba-tiba bayangan tadi malam Alta merawatnya membuat jantung Bee kembali berdetak tak karuan.
"Aduh, jantung aku kenapa sih kaya gini terus?" gumam Bee.
Tiba-tiba ponsel Bee berbunyi, terlihat nama Seno disana.
📞"Hallo...Tuan Seno."
📞"Bee, sekarang juga kamu siap-siap Reza akan menjemputmu."
📞"Hah...memangnya mau kemana, Tuan?"
📞"Mami ingin makan siang denganmu dan merasakan masakkan kamu, aku sudah minta izin sama Alta."
📞"Baik, di jemput aku di rumah saja karena hari ini aku ga ke kampus."
📞"Oke...setengah jam lagi, Reza sampai disana."
Seno pun langsung memutuskan sambungan teleponnya. Bee dengan cepat berdandan seadanya dan sekarang sedang menunggu kedatangan Reza.
"Nona, maaf menunggu lama."
"Ah tidak kok."
Reza pun segera membukakan pintu mobil untuk Bee, Bee pun dengan senyumannya dan dengan senang hati masuk ke dalam mobil Seno.
Di dalam perjalanan, ponsel Bee bergetar dan terdapat notif pesan dari Alta.
📩"Jangan melakukan hal yang macam-macam dan jangan pulang malam, kamu masih belum sehat."
"Cih, apa-apaan ini? memangnya anda siapanya aku Pak Alta yang nyebelin," seru Bee dengan menunjuk-nunjuk ponselnya sendiri membuat Reza yang melihat dari kaca spion terkikik geli.
Tidak lama kemudian, mobil yang di kendarai Reza pun sampai di halaman rumah Seno.
"Wiudih, rumahnya kaya istana gede banget," gumam Bee.
Reza turun dan segera membukakan pintu untuk Bee, terlihat di terasa Mami Seno dan Seno menunggu kedatangan Bee.
"Sayang," seru Seno merentangkan tangannya dengan mengedipkan matanya memberi kode kalau disampingnya ada Maminya.
Bee yang tahu akan kode itu langsung berlari dan memeluk Seno.
"Ingat, beraktinglah kembali aku akan bayar kamu cash sekarang juga kalau kamu berhasil," bisik Seno.
Bee hanya menganggukkan kepalanya, Seno melepaskan pelukkannya dan Bee tersenyum kepada Mami Seno.
"Apakabar Tante!"
"Tante baik-baik saja, ya ampun calon mantu Tante cantik sekali. Ayo kita masuk," ajak Mommy Seno dengan merangkul lengan Bee membuat Bee merasa tidak enak.
Bee hanya bisa mengikuti apa yang Mommy Seno lakukan, saat ini Mommy Seno mengajak Bee ke dapur. Mommy Seno ingin sekali merasakan masakan Bee yang katanya sangat enak.
"Ya ampun Mommy, Bee itu baru saja sampai masa harus langsung disuruh masak sih," seru Seno.
"Tidak apa-apa Tuan, aku sudah biasa kok," sahut Bee keceplosan.
"Apa, Tuan?" seru Mommy Seno Bengong.
"Aduh, mampus aku kenapa bibir ini bisa kelepasan sih kalau bicara," batin Bee.
Seno menatap tajam ke arah Bee...
"Ah, maksud aku Mas Seno. Maaf Tante, aku memang suka memanggil Tuan karena itu panggilan kesayangan aku," sahut Bee meringis.
Bee berharap Maminya Seno bisa menerima alasan tidak masuk akal Bee itu.
"Oh begitu, ya sudah sekarang kamu mau masak apa Bee untuk makan siang?" seru Mami Seno dengan lembut membuat Bee dan Seno menghela napas lega.
Akhirnya Bee dan Mami Seno pun sama-sama memasak, Bee tampak kompak sekali dengan Maminya Seno membuat Seno merasa bersalah.
"Astaga, bagaimana kalau Mami sampai tahu Bee cuma pacar bohong-bohongan aku? bisa gawat ini," batin Seno.
Papi Seno sedang tidak ada di rumah, ia sedang ada urusan bisnis ke luar kota.
"Selamat siang, semuanya!"
Semua orang menoleh ke arah sumber suara..
"Alta...ngapain kamu kesini?" tanya Seno.
"Yaelah ketus banget, memangnya aku ga boleh ya main kesini? Hai Tante, apakabar?"
"Hai Sayang, kabar baik. Kamu kemana saja sudah lama tidak mampir kesini?"
__ADS_1
"Alta sibuk Tante, sekarang kan Alta juga menjadi Dosen."
"Iyakah? wah hebat sekali."
"Ngapain Pak Alta kesini? mana kelakuannya mencurigakan lagi," batin Bee.
"Alta, kebetulan sekali kamu mampir kesini kamu makan siang disini ya sekalian mencicipi masakan calon mantu Tante," seru Mami Seno dengan antusiasnya.
"Siap Tante."
Bee menatap tajam ke arah Alta tapi Alta dengan senyumannya malah mengedipkan sebelah matanya membuat Bee melongo.
"Ada apa dengan Pak Alta? kenapa dia jadi genit kaya gitu?" batin Bee.
Alta dengan bahagianya menghampiri Seno yang saat ini sedang duduk di sofa dengan ponselnya dan duduk di samping Seno.
"Ada apa kamu kesini? jangan bilang kamu mau menghancurkan akting kami," seru Seno dengan menyipitkan matanya.
"Astaga suudzon kamu Sen, aku mau mampir saja kesini memangnya tidak boleh," sahut Alta dengan santainya.
"Tapi kok aku mencium bau-bau mencurigakan ya."
"Ckckck...jangan menuduh sembarangan."
Tidak lama kemudian, Bee dan Mami Seno pun selesai memasak. Keduanya menata semua masakannya di meja makan.
"Seno, Alta, ayo kita makan sama-sama!" seru Mami Seno.
"Siap Tante."
Alta dengan semangatnya langsung menghampiri ke meja makan dan dengan santainya duduk di samping Bee.
"Hai, seharusnya aku kan yang duduk disana," seru Seno.
"Astaga cuma duduk doang, kamu kan bisa duduk dimana saja," sahut Alta.
Bee dan Seno saling pandang satu sama lain dan keduanya bersamaan menatap Alta tapi Alta pura-pura tidak melihatnya.
Bee sangat kesal dengan tingkah Alta kali ini, tingkah Alta yang cuek dan dingin begitu menyebalkan tapi tingkah Alta yang selengean seperti ini justru jauh lebih sangat menyebalkan.
Bee mengambilkan nasi untuk Seno dan menyerahkannya kepada Seno.
"Terima kasih Sayang."
"Sama-sama Sayang."
Mami Seno tampak tersenyum tapi berbeda dengan Alta yang terlihat tidak suka dengan kelakuan Bee dan Seno walaupun Alta tahu itu cuma pura-pura.
Alta menyerahkan piring kosong ke hadapan wajah Bee.
"Buat aku mana?" seru Alta dengan senyumannya yang sangat manis.
"Tapi aku maunya diambilin sama kamu," sahut Alta dengan sengirannya memperlihatkan deretan giginya.
"Apaan sih menyebalkan."
Dengan kesalnya Bee mengambil piring Alta dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauknya. Setelah selesai makan siang, semuanya pun berkumpul di ruangan keluarga.
Bee duduk disamping Seno, Alta yang melihat itu semakin kesal dengan senyum penuh arti Alta pun menghampiri Bee dan Seno.
"Ya ampun, Bee itu yang kamu dudukin apa?" seru Alta.
Bee yang sedang duduk otomatis berdiri dan dengan cepat Alta menyerobot tempat duduk Bee.
"Astaga, kamu kenapa sih Al?" seru Seno dengan kesalnya.
Sementara itu Bee masih berdiri danenatap Alta dengan tatapan kesalnya.
"Hai, kalian itu belum mukhrim jadi ga boleh dempet-dempetan," sahut Alta dengan santainya.
Alta yang melihat Bee masih berdiri dengan wajah yang cemberut langsung menarik tangan Bee sehingga Bee terduduk disamping Alta.
"Kalian itu kenapa sih, dari tadi?" tanya Mami Seno.
"Tidak apa-apa Tante."
"Oh iya, Seno kapan kamu mau melamar Bee? Mami sudah sangat cocok dengan Bee."
"Uhuk..uhuk..uhuk..."
Alta langsung tersedak ludah sendiri dengan ucapan Mami sahabatnya itu, begitu pun dengan Seno dan Bee yang tampak pucat tidak tahu harus jawab apa.
"Ehmm...nanti sajalah Mi, jangan buru-buru lagipula Bee juga masih kuliah," sahut Seno.
"Owalah kamu masih kuliah Bee?"
"Iya Tan----"
"Dia Mahasiswi Alta, Tante."
Alta langsung memotong ucapan Bee..
"Benarkah? pantesan saja dari tadi kalian tampak aneh ternyata kalian sudah saling kenal."
Tiba-tiba ponsel Mami Seno berbunyi dan Mami Seno bangkit dari duduknya untuk mengangkat telepon.
__ADS_1
"Al, sumpah hari ini kamu sungguh menyebalkan," seru Seno.
"Apaan sih, biasa saja kali."
"Jujur, kamu cemburu kan aku dekat-dekat sama Bee?" seru Seno.
Alta dan Bee tampak membelalakkan matanya bahkan saat ini wajah Alta sudah terlihat gugup.
"Ishh..mana ada seperti itu," sahut Alta dengan tawa yang dipaksakan.
Ucapan mereka terhenti karena Mami Seno datang.
"Bee sayang maafkan Tante, Tante harus pergi karena ada arisan. Tidak apa-apa kan kalau Tante tinggal? apa kamu mau ikut sama Tante?"
"Ah tidak Tante, hari ini Bee ada urusan lain kali saja ya Tante."
"Oh ya sudah, Seno, Mami pergi jangan lupa antarkan Bee pulang. Alta, Tante pergi dulu ya."
"Iya Tante, hati-hati."
Mami Seno pun akhirnya pergi, tinggallah Seno, Alta, dan Bee.
"Tuan Seno, aku pulang dulu."
"Tunggu Bee, ini bayaran kamu. Terima kasih untuk hari ini."
Seno menyerahkan uang ratusan ribu ke tangan Bee yang Bee tahu jumlahnya pasti tidak sedikit.
"Wah, terima kasih Tuan."
"Aku harus ke kantor dulu, kamu tidak apa-apa kan naik taksi."
"Iya tidak apa-apa Tuan."
"Woi, kalian melupakanku. Si Bee pulang saja denganku karena dia kan tinggal di rumahku," ketus Alta.
"Ah iya, aku lupa. Ya sudah kalau begitu, aku duluan masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan," seru Seno.
Seno pun masuk ke dalam mobil yang di sopiri oleh Reza dan pergi meninggalkan rumahnya.
"Buruan masuk."
"Ishh..ishh..ishh...iya-iya, dasar."
Akhirnya Bee pun masuk ke dalam mobil Alta, selama dalam perjalanan Bee terlihat asyik menghitung uang yang diberikan oleh Seno.
"Huawaa...banyak sekali bayarannya," seru Bee tersenyum bahagia dengan memeluk uang itu.
"Dasar mata duitan."
"Apaan sih, biarin aja kalau syirik bilang Bos."
Alta menoyor kepala Bee membuat Bee semakin kesal.
"Kamu lupa siapa aku? uang aku banyak ngapain syirik sama kamu."
"Kalau Pak Alta banyak uang, sekarang kembalikan rumahku nanti aku cicil bayarnya."
"Tidak akan."
"Pak Alta itu sudah punya rumah besar ngapain masih ingin mempertahankan rumahku yang jelas-jelas kecil."
"Asalan kamu tahu, aku membeli rumah itu bukan buat diriku tapi buat seseorang jadi sekarang rumah itu sudah ditempati oleh orang itu."
"Ih kok Pak Alta jahat sih, aku kan sudah memohon kepada Pak Alta untuk mengembalikan rumah itu, tapi sekarang malah orang lain sudah menempatinya."
"Cari rumah lain saja, nanti biar aku belikan rumah untukmu."
Bee terdiam menatap Alta dengan tatapan tajam bahkan saat ini matanya sudah berkaca-kaca dan sebentar lagi akan tumpah, Alta yang melihat Bee sedih langsung menghentikan mobilnya.
"Ngapain malah nangis?"
"Bapak itu tidak tahu, betapa berartinya rumah itu bagiku. Kalau aku mau, sudah sejak dulu aku cari rumah baru tapi yang aku mau hanya rumah itu."
Akhirnya tumpah juga airmata Bee, Bee dengan kasar mengusap airmatanya dan langsung turun dari mobil Alta dan menghentikan taksi. Alta hanya bisa menghela napasnya dan mengusap wajahnya kasar melihat taksi yang Bee tumpangi pergi.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU