
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Alta membawa Bee menuju teman-temannya...
"Bee, kamu kenapa?" tanya Alsya panik karena melihat Bee menangis.
"Dia tidak apa-apa kok, cuma tadi bilang Bee sakit perut," dusta Alta.
"Hah...sakit perut kenapa? sini biar aku periksa," seru Zia.
"Ah tidak apa-apa Kak, sekarang sudah sembuh kok," sahut Bee.
"Ya sudah, lebih baik sekarang kamu istirahat Bee di tenda sepertinya kamu kecapean," seru Eriska.
Bee pun menganggukkan kepalanya, ketiga wanita sahabat Bee pun mengantarkan Bee ke tendanya.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Seno.
Alta kagum kepada ketiga sahabatnya, mereka tahu kalau saat ini Alta sedang berbohong dan menyembunyikan sesuatu maka dari itu Alta tidak bisa berbohong kepada sahabat-sahabatnya itu.
Alta pun kemudian menceritakan semuanya kepada sahabat-sahabatnya.
"Wah, dimana mereka? biar aku tangkap semuanya," seru Rayyan.
"Tidak sesederhana itu Ray, kita tidak punya bukti untuk menangkap mereka jangan gegabah," seru Gibran.
"Iya, apa yang dikatakan Gibran benar kita harus cari bukti dulu dan menemukan Rega adiknya Bee," sahut Alta.
Waktu pun berjalan dengan cepat, suasana sore ini begitu sangat indah bahkan nanti mereka bisa melihat mata hari terbenam dari sana.
Para wanita sedang memasak untuk makan malam, sedangkan para pria duduk santai dengan secangkir kopi di tangan mereka masing-masing sembari memperhatikan para wanita mereka dengan kagum dan penuh cinta.
Meskipun mereka semua sudah Bapak-bapak tapi tingkat kebucinan mereka itu melebihi para anak-anaknya. Bahkan mereka sangat posesif kepada para istri mereka membuat keempat serangkai geleng-geleng kepala melihat tingkah para orangtuanya yang mereka anggap sangat lebay.
Alta memperhatikan Bee yang saat ini sudah kembali ceria lagi, walaupun masih terlihat sembab di matanya tapi setidaknya Alta merasa senang.
"Guys, disana ada sebuah aliran sungai loh airnya jernih banget kita kesana yuk, mumpung masih terang cuacanya," ajak Alsya.
"Boleh," sahut Bee.
Akhirnya keempat wanita cantik itu menuju sungai yang ditunjukan oleh Alsya. Ternyata benar saja, disana ada aliran sungai yang airnya sangat jernih dengan batu-batu besar yang menambah keindahan sungai itu.
Tidak ada yang menyadari kepergian keempat wanita cantik itu karena mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing begitu pun dengan para pria yang asyik mengobrol ria.
"Ih, airnya dingin banget," seru Erika.
"Seger tahu, Er," sahut Zia.
Keempat wanita cantik itu asyik selfi dan main air sehingga mereka tidak menyadari kalau dari tadi sekelompok anak muda sedang memperhatikan mereka.
__ADS_1
"Gila Ban, mereka cantik-cantik seperti bidadari yang turun dari langit," seru salah satu teman Bani.
Mereka berlima terus saja memperhatikan keempat wanita cantik itu dengan tatapan minatnya.
"Ini saatnya, aku membalas apa yang sudah tadi dia lakukan kepadaku," seru Bani dengan senyumannya.
Kelima anak muda itu menghampiri Bee dan ketiga sahabatnya.
"Hallo para wanita cantik, mau kita temenin," seru Bani.
Bee dan para sahabatnya tampak terkejut dengan kedatangan para anak muda itu.
"Guys, sepertinya kita harus pergi," ajak Zia.
Semuanya hendak beranjak tapi kelima anak muda itu langsung menghadang langkah mereka.
"Kalian mau apa? minggir," seru Bee.
"Tenang dulu Kak Bee, jangan galak-galak kalau Kak Bee marah seperti itu malah tambah cantik," seru Bani dengan mencoba meraih tangan Bee.
"Kamu jangan kurang ajar!" bentak Alsya.
"Wow, ternyata para wanita cantik ini sangat galak tapi justru aku suka."
Keempat wanita cantik itu hendak meninggalkan kelima anak muda yang di yakini kalau mereka sedang mabuk karena tercium bau minuman beralkohol.
Mereka mencoba menghalangi jalan Bee dan ketiga sahabatnya, Erika, Zia, dan Alsya langsung mendorong semuanya hingga terjatuh dan mereka langsung berlari menjauh.
Sementara itu mereka tidak sadar kalau Bee tidak ada, Bee yang berjalan paling belakang terjatuh karena Bani menarik kaki Bee.
"Alsya, Erika, Kak Zia tolongin aku!" teriak Bee.
"Mau kemana Kak Bee, jangan takut kami baik kok lebih baik sekarang kita senang-senang," seru Bani dengan senyumannya.
Bani dan keempat temannya menarik Bee untuk ikut bersama mereka.
"Lepaskan aku, tolong...tolong!" teriak Bee.
Bee berusaha memberontak tapi kelima anak muda itu mencekalnya dengan sangat kuat sehingga Bee tidak bisa melepaskan diri. Airmata Bee sudah mengalir deras dipipinya, perasaan takut menyergap Bee.
"Oppa...tolongin aku," batin Bee.
Kelima anak muda itu menyeret Bee entah kemana.
Sementara itu, Alsya, Erika, dan Zia ngos-ngosan baru sampai di tenda mereka membuat semuanya menatap kearah mereka.
"Ya ampun, kalian darimana? ini makanannya sudah siap, ayo kita makan," ajak Mommy Seno.
"Bee, mana?" tanya Mommy Tasya.
Seketika ketiganya menoleh ke belakang, dan membelalakan mata saat melihat Bee tidak bersama mereka.
"Astaga Bee, mana?" seru Zia panik.
"Bukannya tadi Bee dibelakang kita ya," sahut Erika.
"Kalian darimana?" tanya Alta dingin.
__ADS_1
"Ka--kami habis main di sungai sana," tunjuk Alsya terbata karena takut melihat tatapan Kakaknya itu.
"Bee mana?" sentak Alta.
Ketiganya tampak terdiam dan menundukkan kepalanya.
"JAWAB...mana Bee?" bentak Alta membuat ketiga wanita cantik itu tersentak kaget.
"Ka--kami ti--tidak ta--hu, tadi Bee ada di belakang kami," sahut Erika.
Rayyan menahan Alta yang saat ini sedang emosi dan menatap ketiga wanita itu dengan tatapan seakan-akan ingin memangsa mereka.
Semunya menghampiri ketiga wanita cantik yang saat ini sedang menundukkan kepalanya.
"Kalian tenang dulu, coba ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?" seru Seno dengan menatap Zia.
Zia mendongakkan kepalanya dan melihat ke arah Seno, kemudian Zia menceritakan apa yang sudah terjadi kepada mereka.
"Brengsek, pasti mereka anak muda temannya Rega," seru Alta.
Alta langsung berlari menuju sungai, disusul oleh Seno, Rayyan, dan Gibran.
"Selama kita pergi, kalian diam disini jangan kemana-mana," seru Gibran.
Keempatnya menuju sungai yang dimaksud oleh Alsya, tempatnya tampak sepi tidak ada satu orang pun disana.
"Bee....Bee...."
Keempatnya meneriaki nama Bee tapi sama sekali terdengar sahutan dari Bee. Alta semakin panik karena hari pun sudah mulai mendekati gelap.
Kemudian Rayyan melihat ke arah jalan setapak menuju hutan lindung, disana terlihat jejak sepatu dan Rayyan yakin kalau Bee dibawa kesana.
"Sepertinya Bee dibawa kesana, soalnya disana terlihat jejak sepatu," seru Rayyan.
Tanpa buang-buang waktu lagi, Alta segera berlari ke arah hutan lindung yang ditunjukkan Rayyan disusul oleh ketiga sahabatnya.
Perasaab dan pikiran Alta saat ini sangat takut dan khawatir, dia takut sampai terjadi kenapa-napa kepada Bee.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU