
π
π
π
π
π
Hari ini Erika banyak melamun membuat Bee merasa aneh dengan perubahan sikap Erika, tapi Bee tidak mau banyak bertanya biarkan Erika tenang dulu setelah tenang dia bakalan cerita sendiri.
"Bee, bagaimana apa Pak Alta mengizinkanmu?" tanya Erika.
Saat ini Erika dan Bee sedang nongkrong di kantin kampus, setelah mata kuliah selesai kedua wanita cantik itu memutuskan untuk nongkrong sejenak di kantin.
"Iya, walaupun aku sedikit berbohong sih sama dia. Aku bilang bakalan nemenin Kak Zia belanja sama kamu, untung dia tidak curiga," sahut Bee sembari menyeruput es jeruknya.
"Syukurlah."
"Er, kamu kenapa sih? kok dari tadi aku lihat kamu melamun terus ga fokus?" tanya Bee.
Erika menghembuskan nafasnya kasar, kemudian Erika menceritakan semuanya kepada Bee.
"Apa? kok Bang Rayyan kejam banget sih."
"Aku juga ga tahu Bee, sikapnya berubah banget seperti bukan Bang Rayyan yang biasa aku godain. Sekarang jangankan godain dia, menatap matanya saja aku ga berani mana dia sudah nyebut aku wanita murahan lagi," sahut Erika dengan wajah sendunya.
"Kenapa kamu ga jelaskan kalau ucapan Miko itu ga benar."
"Bagaimana mau menjelaskan Bee, dia terus saja menyudutkanku apalagi setelah dia berkata seperti itu jangankan ingin menjelaskan yang ada hatiku sakit tahu Bee."
"Ishh..ishh..ishh..Bang Rayyan, awas ya nanti biar aku yang kasih pelajaran sama dia. Enak saja dia ngatain kamu kaya gitu, bahkan dia ga tahu yang sebenarnya," kesal Bee.
"Sudahlah Bee, biarkan saja dijelaskan pun percuma tapi yang aku bingung, kalau dia menganggap aku wanita seperti itu kenapa juga dia mau menerima perjodohan ini."
"Iya juga ya, aku yakin kalau Bang Rayyan itu suka sama kamu Er."
"Jangan ngaco deh Bee, mana ada suka dengan teganya menghina aku seperti itu."
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, sore ini Bee sudah dijemput oleh Zia.
"Oppa, aku sudah siapkan jas buat nanti malam sekarang aku berangkat dulu ya," seru Bee.
Alta yang sedang fokus dengan kerjaannya langsung mengangkat wajahnya dan menghentikan pekerjaannya.
Alta merentangkan kedua tangannya, kemudian Bee menghampiri Alta dan duduk dipangkuannya.
"Beneran kamu ga mau ikut sama aku?" tanya Alta dengan menatap wajah cantik sang istri.
"Maaf Oppa, kalau aku tidak ada janji duluan sama Kak Zia pasti aku ikut sama Oppa."
"Ingat, pulangnya jangan malam-malam awas saja kalau sampai aku pulang kamu tidak ada."
"Siap Oppaku sayang."
Bee mengecup bibir Alta sekilas...
"Kok cuma sebentar?" protes Alta.
"Kalau lama nanti akan berlanjut sampai beberapa season, aku kan mau pergi."
Alta pun memeluk Bee dengan erat dan mengirup tubuh Bee yang saat ini sudah menjadi candunya itu.
"Oppa, sudah dong aku mau pergi Kak Zia sudah nunggu dibawah ga enak kalau kelamaan."
"Biarkan saja, biar mereka juga cepat nyusul."
__ADS_1
"Haishh Oppa..." rengek Bee.
Akhirnya Alta pun dengan terpaksa melepaskan pelukkannya.
"Aku sudah buatkan cemilan ada di kulkas kalau Oppa mau."
Alta hanya cemberut membuat Bee terkekeh, Bee kemudian bangkit dari pangkuan Alta kemudian kembali mencium bibir Alta kali ini sedikit lama membuat Alta semakin cemberut.
"Aku pergi dulu ya Oppa."
"Ini bagaimana sayang, sudah on fire kaya gini!" teriak Alta.
"Nanti malam saja, bye Oppa."
Bee segera berlari keluar dengan tawanya, sedangkan Alta semakin uring-uringan dibuat kesal oleh istrinya.
"Ayo Kak, kita berangkat," seru Bee.
"Kamu kenapa Bee?"
"Ga apa-apa Kak, hanya habis ngerjain Oppaku saja," sahut Bee.
Mobil Zia pun langsung melesat menuju sebuah gedung tempat akan diadakannya fashion show berkelas itu. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mobil Zia pun sampai.
Ternyata Erika sudah sampai, saat ini dengan santainya Erika duduk di kap mobilnya sembari meminum minuman bersoda.
"Kamu sudah sampai ternyata," seru Zia.
"Baru beberapa menit kok."
"Ya sudah, yuk kita masuk!" ajak Zia.
Ketiga wanita cantik itu masuk dan bertemu dengan sahabat Zia dan merupakan yang mengadakan acara fashion show itu.
"Hai Dinda."
"Hai Zia."
"Din, ini teman aku yang kemarin aku ceritakan."
"Hallo."
Bee dan Erika saling berjabat tangan dengan Dinda.
"Wah, teman-teman kamu seorang model juga ya Zia?" tanya Dinda.
"Bukan, mereka anak kuliahan."
"Wah, tapi kok wajah sama bodynya mendukung banget kalau jadi model apalagi Erika, wajahnya yang bule sangat cantik," seru Dinda.
"Terima kasih Kak."
"Ya sudah, ayo masuk kalian sudah ditunggu tim make up soalnya kalian akan tampil nanti malam disaat tamu-tamu spesialku hadir."
Dinda pun membawa ketiga wanita cantik itu masuk, selama di make up perasaan Bee merasa tidak enak.
"Kamu kenapa Bee? kok wajahnya tegang banget?" tanya Erika.
"Ga tahu Er, kok tiba-tiba perasaanku ga enak ya. Apa karena aku sudah membohongi suamiku."
"Santai saja Bee, urusan Alta nanti biar aku yang ngomong sama dia. Sekarang kamu relax saja jangan banyak pikiran," sambung Zia.
"Oke Kak."
***
Malam pun tiba...
Ketiga wanita cantik itu terlihat semakin cantik dengan gaun yang dipakainya. Gaun yang sedikit terbuka membuat kulit putih mulus mereka bertiga terekfose dengan bebasnya.
__ADS_1
"Kak, kok aku ga PD ya dengan bajunya soalnya sedikit tebuka membuat aku agak risih," seru Bee.
"Kamu sangat cantik tahu Bee, aku yakin tamu spesialku bakalan terpana melihat kalian dan mudah-mudahan saja diantara mereka ada yang nyangkut sama kalian," sahut Dinda antusias.
"Maksudnya?" tanya Erika.
"Aku punya sahabat, mereka cowok semua pengusaha kaya dan sukses tapi sayang kisah cinta mereka tak sesukses seperti bisnis mereka. Aki sudah tawarin mereka cewek dari lokal, bule, blasteran, kearab-araban, tetap saja ga ada yang nyangkut sama mereka," sahut Dinda.
"Wah, jangan-jangan mereka pisang makan pisang," ledek Erika.
Keempatnya pun tertawa bersama...
"Ah, sebentar ya katanya mereka sudah datang aku temui mereka dulu kalian siap-siap."
"Oke..."
Dinda pun menghampiri keempat cowok yang sangat tampan, mereka berpelukkan dan cipika-cipiki.
"Wah kalian tampan-tampan sekali, tapi sayang tidak ada gandengan," goda Dinda.
Keempat pria itu hanya tersenyum...
"Ayo duduk, kalian duduk di kursi VIP paling depan malam ini aku punya model baru cantik-cantik, semoga ada yang nyangkut buat kalian. Kalau begitu aku masuk dulu ya," seru Dinda.
Pembawa acara pun mulai memanggil ketiga wanita cantik itu, perlahan ketiganya melenggak-lenggokkan tubuhnya diatas catwalk layaknya model profesional, ketiganya belum sadar kalau ketiga pasang mata sedang menatapnya tajam.
Sementara itu Alta, Seno, dan Rayyan melototkan matanya bahkan mulut mereka bertiga menganga melihat ketiga wanitanya berlenggak-lenggok didepan semua orang dengan gaun yang sedikit terbuka.
Hanya Gibran yang terlihat santai dan hanya terkekeh saat melihat ketiga sahabatnya bagai kebakaran jenggot itu.
"Apa-apaan ini!" teriak Alta, Seno, dan Rayyan bersamaan.
Bee, Erika, dan Zia yang mendengarnya langsung menoleh, dan betapa terkejutnya mereka melihat para pria itu menatap mereka dengan tatapan sangat tajam.
"Mati aku," batin Bee.
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU