CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ngidam Ala Bee


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Tidak jauh berbeda dengan Erika, Bee juga mulai merasakan mual dan ngidam. Kalau menurut Zia, ngidam Bee termasuk aneh karena dia tidak mual dengan salah satu makanan tapi disuatu saat dia akan merasakan mual dengan makanan itu.


Misalnya hari ini Bee akan mual mencium bau masakan tapi keesokkan harinya, Bee tidak merasakan mual lagi kalau mencium bau masakan.


Saat ini Bee sedang membuatkan sarapan untuk suami dan adiknya.


"Pagi Kak!"


"Pagi Rega."


"Pagi Sayang!"


"Pagi Oppa."


"Ya ampun, kedua lelaki tampanku sudah siap. Ayo sarapan dulu."


"Sayang, apa kamu sudah tidak mual lagi?" tanya Alta.


"Tidak Oppa, mualnya hanya pas bangun tidur saja sekarang aku baik-baik saja."


"Syukurlah, aku jadi tenang meninggalkan kamu. Aku usahakan pulang sore kalau ada apa-apa cepat kasih tahu aku," seru Alta.


"Baik Oppa."


Kedua lelaki tampan itu pun pergi bersamaan, Bee kembali ke kamarnya hari ini dia hanya ingin bersantai dan bermalas-malasan.


***


Bee menggeliat, dilihatnya waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 siang.


"Ya ampun ternyata dari tadi aku ketiduran," gumamnya.


Bee pun bangun dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mencuci wajahnya.


Diusapnya perutnya. "Aku lapar tapi aku ingin yang segar-segar."


Bee pun menuruni anak tangga dan mencari-cari di dapur makanan, tapi tidak ada yang Bee inginkan. Setelah lama berpikir, Bee pun menoleh ke arah halaman belakang ternyata Bee melihat ada pohon mangga dan kebetulan mangganya sedang berbuah.


Tiba-tiba senyumannya terbit, Bee segera menuju halaman belakang. Tidak berselang lama, Rega pun baru pulang dari kampusnya.


"Assalamualaikum."


Rega tampak celingukan. "Kok sepi sih? Kak, Kakak!" teriak Rega.


Tiba-tiba seorang ART berlari ke arah Rega dengan wajah paniknya.


"Den Rega gawat."


"Ada apa Bi?"


"Itu Nona Bee, di belakang."


Tanpa menunggu lagi, Rega pun segera berlari ke halaman belakang dan betapa terkejutnya Rega saat melihat apa yang sedang Kakaknya itu lakukan.


"Astaga, Kak Bee!" teriak Rega.


Rega dengan cepat segera menghubungi Alta dan memberi tahukan semuanya kepada Alta.


"Edo!"


"Iya Pak Bos."


"Kamu urus dulu pekerjaannya, aku harus segera pulang."


"Baik Pak Bos."


Dengan kecepatan tinggi, Alta segera meljukan mobilnya. Selama dalam perjalanan Alta tidak henti-hentinya menggumamkan nama istrinya itu.


Tidak membutuhkan waktu lama, Alta pun sampai di rumah. Alta segera berlari menuju halaman belakang, disana sudah ada Rega dan beberapa ART yang sedang menatap panik ke arah Bee.


"Ya ampun sayang, apa yang sedang kamu lakukan?" teriak Alta dengan paniknya.


"Aku lagi metik mangga muda Oppa, aku ingin makan mangga muda," sahut Bee.


"Kak, turunlah Kakak kan sedang hamil lagipula itu kan ada galah kenapa Kakak ga ambil mangga itu dengan galah? kenapa meski manjat-manjat segala," seru Rega dengan khawatir.


Ternyata saat ini Bee sudah berada di atas pohon mangga, dia manjat sendiri untuk mengambil buah mangga membuat semua orang tampak panik apalagi saat ini Bee sedang hamil pula.


"Sayang, ayo turun nanti kamu jatuh ingat kamu itu sedang hamil," seru Alta dengan paniknya.


"Kalian itu kenapa sih, kelihatan panik banget aku ga apa-apa kali aku hanya ingin memetik sendiri buah mangga ini, lagipula aku dulu sudah terbiasa manjat-manjat seperti ini," sahut Bee dengan santainya.


"Apaan metik sendiri, Kakak pikir itu stroberi petik sendiri. Ayo turun, biar aku dan Bang Alta yang ambilin mangganya."


"Tapi Kakak pengen yang itu Rega," tunjuk Bee.


"Iya, sekarang kamu turun dulu ya sayang nanti biar aku dan Rega yang ambilin," bujuk Alta.


Akhirnya Bee pun menurut, dengan pelan-pelan Bee turun dan Alta sudah bersiap-siap untuk menangkapnya. Setelah berhasil turun, Bee pun duduk di kursi samping pohon.


"Ayo Oppa ambilin mangga yang itu."


Alta pun membuka jasnya dan menyerahkan kepada Bee.


"Rega, ayo jongkok."


"Kok jongkok?"


"Iya, kamu dibawah biar aku naik ke pundak kamu."

__ADS_1


"Apa? jangan bercanda Bang, tubuh Abang lebih gede daripada aku, nanti kalau tubuh aku makin pendek bagaimana?"


"Sudah jangan banyak protes, ini demi Kakakmu juga memangnya kamu mau apa Kakakmu manjat lagi kaya tarzan seperti tadi," bisik Alta.


Akhirnya dengan terpaksa Rega pun berjongkok untuk mengangkat tubuh Alta, Alta berusaha mengambil mangga yang istrinya inginkan itu.


"Ayo Oppa, yang sebelah kiri sana!" teriak Bee.


"Iya sayang, sebentar susah ini."


"Buruan Bang, berat tahu."


"Sebentar, susah Rega."


Plukkk....


Ada ulat bulu jatuh tepat ke lengan Rega membuat Rega membelalakkan matanya.


"Huawaaaaa....ulat buluuuu!" teriak Rega.


Tanpa sadar Rega berlari dan bruuuggghhh...


Alta pun terjauh ke tanah membuat Alta meringis kesakitan dengan memegang pinggangnya.


"Astaga, Rega!" teriak Alta.


"Ya ampun Oppa, Oppa tidak apa-apa?"


"Sayang pinggang aku sakit, bagaimana mungkin tidak apa-apa."


"Ya sudah, ayo kita masuk nanti aku pijitin."


Bee pun memapah Alta ke dalam, sedangkan Rega masih saja berjingkrak-jingkrak ketakutan walaupun ulatnya sudah diambil oleh tukang kebun.


Saat ini Bee sedang memijit pinggang Alta yang sakit, sedangkan Rega sedang diolesi minyak oleh ART karena tangannya yang memerah dan bentol-bentol akibat ulat bulu.


"Nona, ini mangga yang Nona minta," seru tukang kebun.


"Iya terima kasih, Pak."


"Yaelah, kenapa dari tadi ga minta tolong sama Pak Ade saja kan semuanya tidak akan seperti ini," seru Rega.


"Hehehe...aku lupa," sahut Bee cengengesan.


"Sayang, lain kali jangan manjat-manjat lagi seperti itu kaya tarzan saja pakai manjat-manjat segala."


"Iya Oppa, maaf."


Setelah semuanya baikkan, Bee pun menuju dapur untuk membuatkan makan siang walaupun sudah telat.


Alta dan Rega makan dengan lahap membuat Bee tersenyum senang.


"Ga, kamu ingat tidak di belakang rumah kita yang dulu itu ada sawah dan kamu sama Papa sering cari belut disana," seru Bee.


"Iya, memangnya kenapa? jangan bilang sekarang Kakak mau makan belut," seru Rega dengan tatapan menyelidik.


Bee cengengesan. "Iya, Kakak ingin makan belut kamu mau kan cariin buat Kakak?" sahut Bee dengan wajah memelas.


"Belut itu Unagi Oppa, yang suka Oppa makan kalau pergi ke restoran Jepang," sahut Bee.


"Oh...enak tuh, ya sudah kamu cariin sana Ga, yang banyak ya," seru Alta dengan santainya.


"Aku maunya Rega sama Oppa yang cariin."


"Uhuk...uhuk..uhuk..."


Alta langsung tersedak mendengar keinginan istrinya itu, Alta segera mengambil air minum kemudian meminumnya sampai tandas.


"Sayang jangan bercanda, aku ga tahu bagaimana caranya mencari unagi bentukannya juga aku sama sekali belum pernah lihat tuh unagi kaya apa. Beli aja ya yang sudah jadi, biar ga ribet dan tinggal makan," bujuk Alta dengan lembut.


"Rega jago tuh cari belut, Oppa bisa belajar sama Rega lagipula aku ingin belut yang fres. Ayolah Oppa, demi anakmu ini," rengek Bee.


Alta menoleh ke arah Rega hingga akhirnya Alta pun kalah juga dan dengan terpaksa menganggukkan kepalanya.


"Yeayyy...."


Bee langsung memeluk dan mencium pipi Alta bertubi-tubi membuat Alta senang dan bersemangat. Rega dan Alta pun berganti pakaian, mereka akan mencari belut binatang yang sama sekali Alta tidak tahu bagaimana bentuknya.


Bee duduk di ruangan tv, Rega sudah siap dengan peralatannya dan tidak lama kemudian, Alta pun menuruni anak tangga.


"Ayo Rega, let's go!" seru Alta.


Bee dan Rega saling pandang satu sama lain, mereka merasa terpesona dengan penampilan Alta.


"Oppa mau cari belut apa mau fashion show?" seru Bee.


"Lah memangnya kenapa?"


Rega tertawa dengan kencangnya. "Bang, kita mau ke sawah ngapain Abang pakaiannya seperti itu?"


"Iya tahu mau ke sawah, kamu tidak lihat diluar panas nanti kulitku hitam kalau kelamaan diam dibawah matahari."


"Busyet dah, kaya cewek aja. Panas sore hari itu ga bakalan terlalu panas kali Bang, kalau panas tengah hari baru menyengat," ledek Rega.


"Sama tetap saja panas."


"Sudah-sudah, terserah Oppa sajalah yang penting sekarang kalian cepat berangkat dan semoga kalian dapat belut yang banyak."


"Let's go Bang."


"Sayang, aku pergi dulu do'akan suamimu ini semoga selamat sampai pulang nanti."


"Yaelah, Abang kata kita mau perang pakai minta di do'akan selamat sampai pulang segala."


"Berisik kamu, sayang aku berangkat dulu."


Alta pun mencium kening Bee dan kemudian berangkat menuju rumah Bee dulu untuk mencari belut.


Bee sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah suaminya itu, kostum suaminya lebih pas untuk fashion show dibanding untuk pergi ke sawah. Bagaimana tidak, Alta menggunakan celana jogger, kaos lengan panjang, topi lengkap dengan kacamata hitamnya tidak lupa sepatu kate mahalnya dia pakai.

__ADS_1


Sesampainya disana, Alta memarkirkan mobilnya di halaman rumah Bee dulu. Alta dan Rega pun menuju belakang rumah dan mulai turun, Rega dan Alta berjalan di pematang sawah dengan sangat hati-hati.


"Kamu cari apa sih, Ga?"


"Cari lubang belutnya, Bang."


Setelah menemukan lubangnya, kemudian Rega pun memasukan alat yang khusus untuk mencari belut yang diujungnya terdapat kail yang sudah dipasang umpan berupa cacing.


Alta hanya memperhatikan Rega dengan seksama.


"Kita tunggu sebentar Bang, sampai alat ini bergerak kalau bergerak itu tandanya belutnya sudah nyangkut."


Ternyata benar saja, alat itu bergerak-gerak dan Rega segera menariknya. Satu belut yang lumayan besar Rega dapatkan.


"Yeaayyy dapat!" teriak Rega.


"Huawaaaa...ulaaaaaarrrr...."


Alta yang terkejut langsung jatuh terjungkal ke sawah membuat pakaiannya kotor, Rega hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat Kakak iparnya itu terjatuh.


"Rega, itu ular ngapain kamu nangkap ular."


"Abang, ini yang namanya belut bukan ular."


"Masa sih? itu ular Rega."


Rega mengulurkan tangannya untuk membantu Alta naik.


"Coba Abang lihat, ini beda sama ular."


Rega memberikan belut itu kepada Alta tapi Alta langsung mundur menjauh sembari bergidik ngeri.


"Jangan dekatkan binatang itu kepadaku."


"Ah, Abang payah sama belut aja takut."


Rega pun menyimpan belut itu ke dalam wadah yang dia bawa kemudian Rega kembali mencari belut dengan Alta yang terus mengekor kepada Rega.


Waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sore, Alta dan Rega pun memutuskan untuk pulang dan yang pasti belutnya pun sudah dapat banyak.


Sesampainya di rumah, Bee sangat bahagia sekali karena belutnya banyak. Rega langsung ke kamar mandi untuk membersihkan belutnya supaya Kakaknya nanti hanya tinggal memasaknya.


Begitu pun dengan Alta yang sudah jijik dengan tubuhnya yang bau tanah sawah, tanpa banyak bicara dia langsung menuju kamar mandi.


"Ini Kak, belutnya."


"Terima kasih, ya sudah sana kamu mandi nanti kita makan belut untuk makan malam."


"Asyik...."


Bee segera meracik bahan-bahannya, Bee akan membuat balado belut karena itu adalah makanan kesukaan keluarganya dulu.


Tidak lama kemudian, belut balado pun sudah matang dan bersamaan dengan Alta dan Rega datang.


"Ayo makan, belut baladonya sudah matang," seru Bee dengan semangatnya.


"Asyik, makan enak ini," sahut Rega.


Rega segera mengambil nasi dan belutnya kemudian dia makan dengan lahapnya, berbeda dengan Alta yang tampak bergidik ngeri saat tahu bagaimana bentukan unagi yang sebenarnya.


"Kenapa Oppa? ayo makan, bukannya Oppa suka makan unagi ya."


"Dulu iya tapi sekarang tidak."


"Kenapa?"


"Aku ga suka bentukannya, sangat menggelikan seperti ular."


"Tapi ini enak loh rasanya, ayo Oppa coba dulu."


"Enggak sayang, aku ga mau."


"Oppa, ini demi anakmu loh. Oppa mau anak Oppa nangis di dalam sini," seru Bee dengan mengusap perutnya.


Akhirnya dengan terpaksa, Alta pun mau memakan belut itu tapi dengan syarat harus Bee yang menyuapinya.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Mampir ke karya terbaruku "PESONA SI GADIS CULUN" dan jangan lupa dukungannyaπŸ™πŸ™


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2