
π
π
π
π
π
Keesokkan harinya...
"Rayyan, nanti malam kamu siap-siap soalnya kita akan makan malam bersama sahabat Papa."
Rayyan menghembuskan nafasnya. "Iya Pa, tapi sepertinya Rayyan akan sedikit terlambat karena hari ini jadwal Rayyan padat banget."
"Tidak apa-apa, yang penting kamu datang."
Di kampus...
Erika tampak melamun di dalam kelas..
"Woi, ngapain pagi-pagi sudah melamun entar kesambet loh," seru Bee.
"Bee, aku bingung harus bagaimana?"
"Lah, ada apa?"
"Aku mau dijodohkan sama Daddy."
"Apa? dijodohkan? kok bisa?"
"Ya bisalah Bee, katanya Daddy sudah pusing menghadapi kelakuanku yang susah diatur."
"Memangnya kamu mau dijodohkan sama siapa?"
"Entahlah, aku juga ga tahu yang jelas doi anaknya sahabat Daddy."
"Ya sudahlah jalani saja, orang tua tidak akan menjerumuskan anaknya pasti Daddy kamu sudah memilihkan jodoh yang terbaik untukmu, Er."
"Lah, masih mending kalau cowok yang dijodohin sama aku tampan kaya Pak Alta, kalau nanti cowok yang dijodohin sama aku sudah tuwir, kepala botak, dan perut buncit, ih amit-amit merinding aku ngebayanginnya juga," sahut Erika bergidik ngeri.
Pletakk....
Bee memukul kepala Erika dengan buku sehingga Erika mengaduh kesakitan.
"Aw, sakit Bee."
"Kamu itu terlalu sering nonton sinetron, seolah-olah dinikahkan sama pria buncit sebagai penebus hutang. Daddy kamu juga mikir kali, masa anaknya yang cantik ini mau dinikahkan sama pria tua yang benar saja."
"Tapi tetap saja Bee, aku ga mau dijodohkan seperti ini. Aku ingin menikah atas cinta ga mau dinikahkan paksa seperti ini."
"Alah, jangan didramatisir deh bukannya kamu itu seorang playgirl seharusnya gadis sepertimu ini gampang jatuh cinta."
"Jangan bawa-bawa gelar deh Bee, sekarang kan aku sudah insyaf."
"Ya sudahlah, jangan sedih gitu lihat saja nanti malam seperti apa pria yang mau dijodohkan sama kamu."
Erika menghembuskan nafasnya kasar, Erika tidak fokus belajar begitu pun dengan Rayyan yang kerjaannya melamun. Mereka berdua sama-sama galau, dan tidak mau dijodohkan seperti itu.
Mata kuliah Alta pun selesai, seperti biasa Bee selalu menunggu suaminya dan membantu Alta merapikan buku-bukunya.
"Bee, aku pulang duluan ya," seru Erika lemas.
"Oke..hati-hati Er, dan semangat!" teriak Bee dengan mengepalkan tangannya diudara.
"Si bule kenapa? tumben lemas kaya gitu, biasanya juga kaya cacing kepanasan ga bisa diam," seru Alta.
__ADS_1
"Dia mau dijodohkan sama orang tuanya."
"Hah...serius?"
"Heem, kayanya orang tuanya sudah pusing dengan kelakuannya yang susah diatur makanya orang tuanya lebih memilih menikahkan Erika."
"Ga kebayang yang jadi suaminya dia, pasti kewalahan tuh menghadapi kelakuan si bule."
"Ishh..ishh..ishh..Erika anaknya asyik loh."
"Sudah ah, yuk kita pulang!" ajak Alta.
"Ayo."
Bee langsung mengalungkan tangannya ke lengan Alta, lagi-lagi membuat semua Mahasiswi gigit jari dengan mupengnya.
"Oppa, kita ke rumah sakit yuk! aku ingin ketemu sama Alsya."
"Siap, apa sih yang enggak buat istriku yang cantik ini," sahut Alta dengan mencolek dagu Bee.
"Ih Oppa, genit deh," sahut Bee dengan malu-malu sembari menggoyang-goyangkan tubuhnya.
Alta hanya terkekeh melihat kelakuan Bee, entah kenapa semenjak menikah Alta jadi murah senyum.
***
Malam pun tiba...
Erika sudah dandan yang cantik, tetap saja perasaannya tidak menentu masih bertanya-tanya seperti apa pria yang akan dijodohkan dengannya.
"Erika sayang, ayo cepat kita sudah telat ini!" teriak Mommy Icha.
"Iya Mom."
Erika pun menuruni anak tangga...
Erika pun memaksakan diri untuk tersenyum, mereka pun segera memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya ke sebuah restoran mewah.
Tidak membutuhkan waktu lama, mobil Daddy Edrik teh sampai. Erika menggandenga tangan Mommy Icha dengan menundukkan kepalanya, dia takut melihat calon suaminya takut penampilannya jauh dari bayangannya.
"Selamat malam Pak Zein, maaf kami terlambat."
"Tidak apa-apa Pak Edrik, mari silakan duduk."
Erika langsung mengangkat wajahnya saat mendengar suara yang sudah tidak asing lagi.
"Loh, Om Zein, Tante Karren."
"Hallo cantik."
"Maaf ya anak kami masih di jalan, tapi sebentar lagi juga sampai kok," seru Papa Zein.
"Tidak apa-apa."
Erika masih syok dengan semua ini, wajahnya terlihat pucat dan tegang.
"Kalau disini ada Om Zein dan Tante Karren, berarti pria yang akan dijodohkan sama aku adalah---" batin Erika.
"Maaf semuanya saya terlambat," seru Rayyan.
Erika kembali menundukkan kepalanya, dia tidak percaya ternyata pria yang akan dijodohkan dengannya adalah pria yang selama ini selalu dia ganggu dan goda.
Rayyan tak kalah terkejutnya dengan Erika, bahkan saat ini tanpa sadar Rayyan menganga merasa tidak percaya dengan semua ini.
"Rayyan, kok tidak sopan sih berdiri seperti itu. Duduk dong," seru Mama Karren.
"I--iya Mom."
__ADS_1
"Nah, kalian pasti sudah kenal kan? ini anak yang akan Papa jodohkan dengan kamu, Ray," seru Papa Zein.
"Apa?"
"Nak Rayyan, maaf sebelumnya Om tidak memberitahukan semuanya kepadamu. Tujuan Om menjodohkan Erika denganmu karena hanya kamu yang cocok dengan Erika. Erika butuh sosok pendamping yang tegas sepertimu biar dia tidak macam-macam lagi," seru Daddy Edrik.
Rayyan menatap tajam ke arah Erika, entah kenapa Rayyan merasa jijik melihat wanita cantik dihadapannya itu. Bayangan Miko mengucapkan kalau Erika sedang mengandung anaknya terus saja terngiang-ngiang di telinganya.
"Apa-apaan ini? jadi aku harus menikah dengan wanita bekas dan aku yang harus bertanggung jawab atas anak yang sedang di kandungnya, yang benar saja," batin Rayyan.
"Kenapa dia menatapku seperti itu, membuat aku takut saja," batin Erika.
Tidak tahu kenapa, tatapan Rayyan akhir-akhir ini sangat menakutkan jangankan untuk menggoda Rayyan, sekedar menyapanya saja saat ini Erika tidak berani bahkan nyalinya sudah ciut duluan.
"Sayang, Mama setuju kalau kamu menikah dengan Erika dia cantik dan pintar," seru Mama Karren.
"Ya, cantik dan pintar maksudnya pintar menggoda pria," batin Rayyan dengan senyuman sinisnya.
"Nak, apa kamu mau menikah dengan Rayyan?" tanya Papa Zein.
Erika menundukkan kepalanya, dia tidak tahu harus menjawab apa.
"Hmm...maaf Om, kalau Erika terserah anak Om saja," sahut Erika gugup.
"Cih, sungguh sangat menjijikan kalau orang tuaku tahu kamu wanita bekas dan saat ini sedang hamil anak orang, aku yakin mereka akan langsung pergi dan membatalkan semuanya. Tapi aku tidak sejahat itu, aku akan melihat sampai mana kamu mau menipuku dan keluargaku," batin Rayyan.
"Bagaimana Rayyan, apa kamu setuju dengan perjodohan ini?" tanya Papa Zein.
"Baiklah Pa, Rayyan mau dijodohkan dengan Erika," sahut Rayyan.
Erika langsung mengangkat wajahnya, dan tatapannya langsung bertemu dengan Rayyan. Rayyan tersenyum sinis membuat Erika mengerutkan keningnya, Erika melihat kalau kali ini bukan Rayyan yang biasanya.
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1