
π
π
π
π
π
Setelah kejadian ungkapan cinta di jalanan ternyata tidak membuat Erika luluh, justru Erika semakin ketus dan judes kepada Rayyan tapi Rayyan tidak pernah marah justru Rayyan membalasnya dengan godaan-godaannya.
"Erika, besok aku pulang loh ke Jakarta," seru Rayyan dengan melahap makanannya.
"Astaga Abang tahu, Abang itu sudah ngomong puluhan kali aku bosan dengarnya kalau mau pulang ya pulanglah, ga ada yang larang juga malahan aku sudah memintamu untuk pulang dari kapan hari," ketus Erika.
"Kok gitu sih, memangnya kamu ga bakalan rindu sama aku?"
"Idih ogah."
"Kalau aku rindu sama kamu, bagaimana?"
"Itu deritamu, Bang."
"Ya ampun, galak amat. Memangnya kamu mau berapa lama tinggal disini? dosa loh ninggalin suami lama-lama."
"Apaan sih, bawel banget."
Erika selesai makan, dan langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa menoleh kembali kepada Rayyan. Rayyan hanya bisa menghela nafasnya kasar, ternyata memang benar apa yang dikatakan Daddy Edrik, Erika kalau marah lama banget baiknya.
Akhirnya Rayyan pun membersihkan piring dan gelas bekas makan mereka berdua, setelah itu Rayyan mulai memasukan baju-bajunya ke dalam ransel. Sebenarnya Rayyan masih ingin tinggal disana bersama Erika, tapi apa daya perkerjaannya sebagai Polisi tidak bisa cuti terlalu lama.
Sementara itu di kamar, Erika tampak merenung. Sebenarnya Erika juga tidak mau Rayyan pulang tapi mau bagaimana lagi, Erika mengerti pekerjaan suaminya yang memang seorang Abdi Negara. Lagipula Erika juga masih ingin melihat pembuktian Rayyan lebih besar lagi untuknya.
Malam pun tiba...
Tok..tok..tok..
"Erika, aku pulang dulu jangan lupa jaga kesehatan jangan sampai tidak makan lagi aku ga mau istri aku sampai kurus, dan satu lagi jangan terlalu capek bekerja," seru Rayyan.
Malam ini Rayyan akan kembali lagi ke Jakarta, Rayyan berharap sebelum ia pulang bisa mendapatkan pelukkan dari Erika tapi ternyata harapan tinggalah harapan, jangankan memeluk bertemu saja Erika tidak mau.
Rayyan memang sedikit kecewa tapi balik lagi, mungkin ini balasannya karena kemarin-kemarin dia sudah terlalu banyak menyakiti hatinya.
"Aku berangkat dulu, nanti kalau ada libur aku usahakan untuk datang lagi kesini."
Lagi-lagi tidak ada jawaban sama sekali dari Erika, akhirnya dengan langkah gontai Rayyan pun mulai meninggalkan apartemen Erika.
Sedangkan Erika terlihat terdiam di pinggir jendela kamarnya, dia sangat mendengar ucapan Rayyan tapi dia tidak berniat untuk menemui Rayyan. Biarlah hubungan dia dan Rayyan berjalan seperti air yang mengalir dan Erika juga ingin melihat seberapa gigih perjuangan Rayyan untuk mendapatkan cintanya.
Erika melihat mobil Rayyan mulai meninggalkan apartemennya, ada perasaan sedih melihat Rayyan pergi.
"Semoga kamu selamat sampai Jakarta, Bang," gumam Erika.
***
__ADS_1
Tiga bulan kemudian....
Pekerjaan Erika di Purwakarta sudah selesai karena orang kepercayaan Daddynya sudah kembali bekerja. Erika saat ini sedang beres-beres barang-barang miliknya yang akan dibawa karena besok pagi Erika akan kembali ke Jakarta.
Selama tiga bulan ini, Rayyan sering datang ke Purwakarta setiap akhir pekan. Tapi saat ini sudah dua minggu, Rayyan tidak datang bahkan sudah jarang menghubungi Erika.
Erika yang selalu judes kepada Rayyan itu hanya sebatas di mulut saja, padahal dihatinya Erika merindukan juga sosok suaminya itu.
"Bang Rayyan kemana sih, sudah dua minggu tidak kesini? apa dia sudah melupakanku, apa jangan-jangan dia sudah menemukan pengganti aku lagi," kesal Erika.
Mengingat Rayyan sudah menemukan penggantinya membuat Erika sangat kesal, entah kenapa rasanya tidak rela Erika melihat Rayyan dengan wanita lain. Sepertinya Erika mendapatkan karma karena selama ini Rayyan sudah berusaha meminta maaf tapi Erika selalu mengacuhkannya.
"Awas saja kalau dia sampai sudah punya penggantiku, aku jambak dia. Enak saja, setelah dia merenggut kesucianku mau ninggalin aku begitu saja, tidak bisa," gerutu Erika.
Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 malam, Erika pun memutuskan untuk tidur karena besok dia harus bangun pagi-pagi.
Sementara itu, Rayyan saat ini dalam perjalanan ke Purwakarta. Dua minggu ini Rayyan sangat sibuk sampai-sampai dia tidak sempat untuk menemui Erika ke Purwakarta.
"Aku sangat merindukanmu, Erika. Apa kamu juga merindukanku?" gumam Rayyan.
Tepat pukul sebelas malam, Rayyan sampai di apartemen milik Erika. Rayyan sudah tahu passward apartemen Erika, mangkanya Rayyan tidak susah untuk masuk ke dalam.
Apartemen terlihat sudah gelap dan itu tandanya Erika sudah tidur. Perlahan Rayyan membuka pintu kamar Erika, dan terlihat Erika sudah tertidur dengan lelapnya.
Rayyan menghampiri Erika dan mengusap pipi Erika membuat Erika menggerakkan tubuhnya karena merasa ada yang menyentuhnya.
"Bang Rayyan."
"Maaf aku sudah mengganggu tidurmu."
Erika terbangun dan langsung memeluk Rayyan membuat Rayyan terkejut, baru pertama kali ini Erika mau memeluknya setelah berbulan-bulan Rayyan berusaha meminta maaf kepadanya.
Rayyan tersenyum dan mengusap punggung wanita yang saat ini sudah berstatus istrinya itu. Rayyan melepaskan pelukannya dan menatap wajah istrinya yang sangat dia rindukan, terlihat mata Erika berkaca-kaca.
"Hai, jangan nangis."
"Habis kamu nyebelin, kenapa sih kamu suka sekali membuat aku kesal Bang. Dua minggu tidak kesini bahkan tidak pernah menghubungi aku, apa kamu sudah melupakanku dan mempunyai wanita lain?" seru Erika.
Luruh sudah airmata Erika, Rayyan menyeka airmata istrinya itu.
"Jangan nangis, maaf dua minggu ini aku sangat sibuk jadi tidak sempat kesini dan kalau menghubungimu takutnya malah mengganggu kamu karena aku baru bisa nyantai kalau sudah malam jadi aku memutuskan untuk tidak menghubungimu karena takut mengganggumu."
"Padahal aku selalu menunggu telepon dari kamu, Bang," lirih Erika dengan menundukkan kepalanya.
Rayyan mengangkat dagu Erika supaya dia bisa melihat wajah cantik istri bulenya itu.
"Kamu serius menunggu telepon dari aku?"
Erika menganggukkan kepalanya dengan malu-malu.
"Itu berarti kamu sudah memaafkan aku dong?"
Erika kembali mengangguk dengan menundukan kepalanya. Betapa bahagianya Rayyan, setelah berbulan-bulan akhirnya Erika mau memaafkannya. Rayyan langsung memeluk Erika dengan persaaan yang tidak bisa diartikan lagi.
"Terima kasih sayang, terima kasih."
__ADS_1
Cukup lama mereka berdua berpelukan, hingga Rayyan pun melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah sang istri.
"Apa sekarang kamu sudah menerimaku sebagai suamimu?"
Lagi-lagi Erika hanya menganggukan kepalanya..
"Berarti aku sudah boleh dong, mengulang yang waktu itu?"
"Mengulang apaan?" sahut Erika dengan malu-malu.
"Jangan pura-pura, kali ini aku janji tidak akan kasar."
Erika menatap Rayyan hingga akhirnya Erika pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tidak menunggu lagi Rayyan langsung melakukan aksinya. Sungguh malam ini malam yang paling membahagiakan untuk Rayyan, akhirnya Erika benar-benar menjadi miliknya dan Rayyan janji tidak akan menyakiti Erika lagi.
Setelah pergumulan panas mereka, Erika pun tertidur dia sudah tidak sanggup lagi untuk membuka matanya. Rayyan mengusap kepala Erika dan menciumi pucuk kepala Erika.
"Sekarang kamu adalah milikku dan aku janji akan selalu membahagiakanmu, I love you bule gilaku," gumam Rayyan.
Rayyan pun menyusul Erika ke alam mimpinya yang sangat indah.
π
π
π
π
π
Guys, ceritanya mau dilanjutin ga sih? kalau babnya panjang kalian bakalan bosan ga? soalnya baru pertama kali ini, aku nulis novel babnya panjang. Bagaimana menurut kalian? komen yaππ
Mampir ke karya terbaruku "PESONA SI GADIS CULUN" dan jangan lupa dukungannyaππ
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU