CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Kebahagiaan Untuk Semuanya


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Dua belas jam sudah, semuanya harap-harap cemas menunggu hasil operasi Alsya dan Gibran, lampu ruangan operasi pun sudah padam dan itu artinya operasi sudah selesai.


Pintu ruangan operasi pun terbuka, terlihat wajah lelah di kedua dokter tampan itu. Semua orang langsung menyerbu keduanya. Operasi dimulai pukul sembilan pagi dan berakhir pukul sembilan malam, sungguh operasi yang sangat membuat semua orang was-was saking lamanya.


"Bagaimana Mas, keadaan Alsya dan Gibran?" tanya Daddy Alvian.


"Alhamdulillah, operasinya berjalan dengan lancar semuanya baik-baik saja," sahut Dr.Zidan.


"Alhamdulillah."


Semuanya serempak mengucapkan kata syukur karena operasinya sudah berjalan dengan lancar tanpa kendala.


"Terima kasih Mas Zidan, terima kasih Mas Billy," seru Mommy Tasya dengan deraian airmata.


"Sama-sama Mbak Tasya, kami disini hanya sebagai pelantara tetap yang menentukkan semuanya Alloh," sahut Dr.Billy.


"Daddy...."


Zia berlari sembari berteriak dan langsung memeluk Daddynya itu.


"Daddy memang hebat, is the best deh pokoknya," seru Zia dengan antusiasnya.


"Astaga, kamu tidak malu disini banyak orang yang melihat kamu? mana ada tunangan kamu lagi."


Zia hanya bisa cengengesan dan semuanya ikut tertawa melihat kelakuan Zia termasuk Seno yang terlihat menahan tawanya.


"Kok cuma Daddy kamu yang dipeluk? Uncle ga dapat pelukkan nih, padahal Uncle juga bekerja keras loh," seru Dr.Billy.


"Ya ampun, Uncle sudah tua makin ngambekkan deh."


Zia pun beralih memeluk Billy dan semuanya terlihat sangat bahagia.


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Alsya dan Gibran pun dipindahkan ke ruangan rawat. Kedua keluarga memutuskan untuk menempatkan mereka di satu ruangan yang sama supaya tidak ribet.


"Alta, Bee, lebih baik sekarang kalian pulang saja biar Alsya kami yang jaga. Kalian dari kemarin sudah menjaga Alsya jadi sekarang giliran kami yang jaga," seru Daddy Alvian.


"Tapi Daddy---"


"Daddy tidak menerima penolakkan."


"Sudah kalian pulang sana, kasihan pengantin baru bukannya honeymoon malah harus tidur di rumah sakit," sambung Mommy Tasya.


"Bee, ga apa-apa kok Mommy kalau harus jagain Alsya."


"Tidak boleh, sana kalian pulang."


"Ya sudah kalau begitu, tapi Alta mau izin pulang ke rumah Alta kasihan Rega sendirian di rumah," seru Alta.


"Astaga Oppa, kok aku baru ingat ya kalau ada Rega," seru Bee dengan menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Allohuakbar Bee, jadi selama ini kamu ga ingat sama Rega?" tanya Alta heran.


Bee menggelengkan kepalanya...


"Bahkan seingat aku, Rega masih di kontrakan," seru Bee dengan polosnya.


"Kamu ini benar-benar ya, disaat Rega ga ada dicariin sekarang giliran Rega sudah ketemu malah ditelantarkan, untung aku orangnya cepat tanggap," sahut Alta.


"Ya sudah Oppa, ayo buruan kita pulang."


Bee menarik tangan Alta untuk segera pergi dari rumah sakit, membuat semua orang hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Bee.


Sementara itu, Zia tampak bahagia dia dengan manjanya merangkul lengan Daddy Zidan. Hari ini Zia tidak membawa mobil karena sedang di bengkel maka dari itu Zia akan pulang bersama Daddynya.


"Malam Daddy!"


Zia tampak mengerutkan keningnya dan tidak suka dengan panggilan Seno kepada Daddynya.


"Daddy? hai, ini Daddy aku bukan Daddy kamu ngapain kamu panggil Daddy juga," ketus Zia.


"Ishh..Zia, kok kamu ngomongnya kasar sih? Seno itu calon suami kamu, Daddy ga suka kamu bicara tidak sopan seperti itu lagipula apa salahnya Seno panggil Daddy, toh sebentar lagi Seno akan menjadi anak Daddy juga."


"Ih apaan sih Daddy, jodoh itu tidak ada yang tahu banyak juga kok yang sudah tunangan putus ga jadi menikah," seru Zia dengan mendelikkan matanya ke arah Seno.


"Zia, kamu ya..."


"Tidak apa-apa Daddy, biasalah Zia lagi ngambek karena tadi siang aku tidak menemuinya, makanya seperti itu," sahut Seno dengan santainya.


"Hah...."


"Oh begitu, ya sudah sekarang kamu pulang sama Seno saja kalian selesaikan urusan kalian dulu, dan kamu Zia jangan ngambekkan ah ga baik nanti Senonya malah kabur lagi. Seno, Daddy duluan ya dan Daddy nitip Zia."


Daddy Zidan pun melangkahkan kakinya meninggalkan Zia dan Seno.


"Daddy tunggu, Zia mau pulang sama Daddy," rengek Zia.


Zia hendak berlari menyusul Daddynya tapi Seno dengan cepat menarik tangan Zia sehingga Zia jatuh dipelukkan Seno.


"Lepaskan, jangan macam-macam ya kamu Seno."


"Ga macam-macam kok cuma satu macam."


Zia melepaskan tangan Seno dan dengan wajah cemberut Zia pun melangkahkan kakinya menuju mobil Seno.


"Buruan buka, katanya mau nganterin aku pulang," bentak Zia.


"Jangan marah-marah, nanti cepat tua loh."


"Bodo."


Akhirnya dengan terpaksa Zia pun masuk ke dalam mobil Seno. Entah kenapa saat ini Seno sangat ketagihan menggoda Zia, baginya menggoda Zia merupakan hal yang sangat menyenangkan.


Sementara itu, disisi lain...


Alta dan Bee baru saja sampai di rumah Alta, Bee segera berlari dan masuk ke dalam rumah kemudian membuka setiap pintu kamar mencari keberadaan Rega.


"Rega, apa kamu baik-baik saja?" tanya Bee saat membuka salah satu pintu kamar dan ternyata Rega sedang belajar.


"Kakak, akhirnya Kakak pulang juga. Rega kesepian tahu, tinggal di rumah segede ini sendirian."

__ADS_1


"Maaf, Kakak lupa. Apa kamu sudah makan?"


"Sudah, setiap hari Bang Alta ngirim Rega makanan kok jadi Kakak ga usah khawatir."


"Apa? jadi seriusan ini hanya aku yang lupa mengenai keberadaan kamu? maafkan Kakak ya Rega."


"Kakak apa-apaan sih lebay banget, Rega ga apa-apa Kak, Rega baik-baik saja. Oh iya, bagaimana keadaan Kak Alsya?"


"Alsya baik-baik saja dan Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar."


"Syukur Alhamdulillah kalau begitu, ya sudah sana Kakak istirahat kasihan wajahnya sudah ga enak dilihat."


"Ga enak dilihat? maksudnya?" ketus Bee.


"Wajah Kakak lusuh dan acak-acakan, sana istirahat saja."


"Ya sudah, Kakak masuk kamar dulu ya."


Bee pun keluar dari kamar Rega dan melangkahkan kakinya menuju kamar dirinya dan Alta.


Disaat Bee masuk ke dalam kamar, betapa terkejutnya Bee saat melihat Alta yang sudah bertelanjang dada dengan pose menggodanya diatas ranjang.


"Astaga, Oppa apa-apaan sih?"


"Menunggu istriku."


"Memangnya Oppa tidak lelah? kita sudah kurang tidur di rumah sakit, masa kita sekarang mau bergadang lagi," keluh Bee.


"Aku tidak lelah kok Bee, malah sekarang aku sangat bersemangat."


"Haish...Oppa ini."


"Kenapa Bee, kamu ga mau ya? ya sudah kalau ga mau, aku ga bakalan maksa," seru Alta dengan lemas.


"Hei, siapa bilang ayolah."


Bee langsung menghampiri Alta dan dengan senang hati Alta menyambut istrinya dengan semangat. Bee mematikan lampunya dan sudah dipastikan apa yang akan mereka lakukan, kali ini tidak ada suara sama sekali sepertinya mereka sudah tidak saling adu argumen lagi.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2