CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Akad Nikah


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Erika dan Nasya jalan-jalan di Mall dengan senangnya, Nasya sudah mulai tidak canggung dan kaku lagi. Nasya adalah anak introvert, dia sempat berpikir sendiri itu lebih baik tapi setelah kenal dengan Bee dan Erika, justru dia merasakan hal yang sangat menyenangkan ternyata mempunyai teman itu lebih bahagia.


Erika dan Nasya berjalan dengan cup es krim di tangan masing-masing, hingga tiba-tiba...


Bruukk...


Nasya lagi-lagi bertabrakan dengan Gibran, membuat es krim Nasya tumpah ke lantai.


"Astaga, lalat pengganggu kenapa sih kamu selalu menabrakku apa jangan-jangan kamu sengaja iya kan?" ketus Gibran.


"Maaf Bang."


Gibran mengerutkan keningnya, Gibran merasa aneh dengan panggilan Abang karena Alsya memanggilnya dengan sebutan Kakak bukan Abang.


Gibran memegang kening Nasya membuat Nasya menghempaskan tangan Gibran.


"Kamu itu salah minum obat atau jangan-jangan belum minum obat, kenapa akhir-akhir ini sikap kamu berubah? biasanya kamu kalau ketemu sama aku itu seperti lintah nempel terus, lah kenapa sekarang kamu seperti tidak kenal sama aku."


"Aku lagi ga mood aja," sahut Nasya dengan memalingkan wajahnya.


"Apa? ga mood? benar-benar aneh, Alsya yang aku kenal itu biasanya kalau moodnya lagi jelek ketemu sama aku itu langsung baik moodnya," seru Gibran.


"Hahaha...percaya diri sekali anda Bang Gibran," ledek Erika.


"Diam kamu bule," sentak Gibran.


"Haishh biasa aja kali Bang," ketus Erika dengan mendelikan matanyanya ke arah Gibran.


Gibran menatap Nasya, Nasya yang tahu ditatap oleh Gibran merasa salah tingkah dan dengan cepat menarik tangan Erika untuk pergi meninggalkan Gibran.


Gibran hanya bisa melongo, tapi tidak bisa dipungkiri kalau saat ini Gibran merasa aneh dengan sikap Alsya bahkan hanya ucapan Gibran saja yang terdengar ketus padahal kenyataannya Gibran sangat merindukan sosok si lalat pengganggu itu.


***


Waktu pun berjalan dengan cepat, hari ini adalah hari dimana Alta dan Bee akan melaksanakan ijab kabul. Bee datang ke rumah kediaman Bakrie subuh sekali dijemput oleh sopir sedangkan Alsya pulang malam dari rumah sakit tanpa ada yang tahu.


Meskipun kondisi Alsya semakin melemah, tapi Alsya memaksa pulang karena ingin menyaksikan pernikahan Alta dan sahabatnya walaupun Alsya tidak akan menyaksikan prosesi ijab kabul mereka secara langsung.


Saat ini Bee sedang di dandani di kamar Alsya, Alsya tampak tersenyum melihat sahabatnya akhirnya menikah dengan Kakak tersayangnya. Alsya menyandarkan tubuhnya dengan wajah yang memucat.


"Kamu cantik sekali, Bee," seru Nasya.


"Terima kasih, Nasya."


Akhirnya Bee pun selesai di dandani, karena Bee jarang memakai make up makanya sekalinya di make up Bee terlihat sangat cantik walaupun hanya riasan tipis.


Bee menghampiri Alsya dan menggenggam tangan Bee.


"Kamu cantik sekali, Bee," lirih Alsya.

__ADS_1


Mata Bee sudah berkaca-kaca, tapi Alsya langsung menggelengkan kepalanya.


"Jangan menangis, ini adalah hari bahagia kamu maaf karena gara-gara aku, kamu dan Kak Alta tidak bisa menggelar resepsi pernikahan."


Bee menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak Sya, aku memang saat ini tidak memikirkan untuk resepsi ijab kabul saja sudah cukup."


"Berbahagialah, kamu harus janji sama aku jaga dan sayangi Kak Alta walaupun dia begitu menyebalkan tapi Kak Alta orangnya baik dan penyayang."


Bee tersenyum dan menganggukkan kepalanya..


"Bee, ayo turun penghulunya sudah datang!" seru Mommy Tasya.


"Iya Tante."


"Ya ampun, menantu Mommy cantik sekali," puji Mommy Tasya.


"Calon Mommy," sahut Nasya.


"Iya, tapi kan beberapa menit lagi Bee akan menjadi menantu Mommy."


"Ya sudah, yuk kita ke bawah!" ajak Nasya.


"Sya, aku ke bawah dulu ya," seru Bee.


Alsya tersenyum dan menganggukkan kepalanya...


Nasya menggandeng tangan Bee bersama Mommy Tasya, Alta dan ketiga sahabatnya menoleh saat suara langkah kaki menuruni anak tangga begitu pun dengan Erika dan Zia.


Semuanya tampak pangling melihat Bee yang tampil dengan sangat cantik dan anggun.


"Ya ampun, Bee cantik banget," seru Erika.


Zia tidak sengaja menoleh dan bertatapan langsung dengan Seno yang saat ini sedang memperhatikan Zia. Zia dengan cepat memalingkan wajahnya, membuat Seno menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Rega yang sudah duduk disamping Alta merasa sangat terharu bahkan matanya sudah berkaca-kaca melihat Kakaknya akhirnya bahagia.


Bee duduk di samping Alta dan Alta seperti orang yang terhipnotis, dia terus saja melihat wajah Bee membuat Bee reflek mencubit paha Alta.


"Aw..."


"Fokus jangan lihatin aku terus," bisik Bee.


Sementara itu Rayyan dan Gibran juga tampak memperhatikan Erika dan Nasya, mereka berdua entah kenapa tidak bisa berpaling dari kedua wanita cantik itu.


"Kenapa jantungku berdebar saat melihat Alsya, padahal sebelumnya tidak seperti ini. Mana hari ini Alsya cantik banget," batin Gibran.


"Si bule gila cantik juga ternyata pakai kebaya kaya gitu," batin Rayyan.


Setelah mendengarkan ceramah sebelum ijab kabul, akhirnya Alta pun melakukan prosesi ijab kabul. Dengan satu tarikan nafas dan lantang Alta mengucapkan ijab kabul dengan lancar membuat semua orang mengucapkan Alhamdulillah.


Akhirnya Alta dan Bee saat ini sudah sah menjadi sepasang suami istri. Tanpa sepengetahuan semunya, Alsya berdiri di balik dinding dan tersenyum sembari meneteskan airmatanya.


"Selamat Bee, akhirnya sekarang kamu menjadi Kakak iparku," batin Alsya.


Alsya menoleh ke arah Gibran, saat ini Gibran sedang tersenyum dan tidak henti-hentinya menatap Nasya.


"Aku sangat merindukanmu Kak, tapi sepertinya kamu sudah mulai menyukai Nasya, pasti kamu suka sama Nasya karena kelakuan dia yang tidak agresif dan sebar-bar aku," gumam Alsya.


Alsya kembali menyeka airmatanya lalu perlahan membalikkan tubuhnya dan kembali lagi ke kamarnya.

__ADS_1


Gibran langsung mendongakkan kepalanya dengan kening yang berkerut.


"Kok aku merasa ada yang memperhatikan aku dari atas tapi siapa?" batin Gibran.


Tidak lama kemudian, acara ijab kabul yang hanya dihadiri keluarga dan teman dekat mereka saja akhirnya berakhir.


Satu persatu tamu undangan mulai meninggalkan kediaman Bakrie. Seperti biasa ketiga sahabat Alta dan para wanita masih belum pulang karena mereka berniat ingin mengganggu Alta dan Bee.


"Oppa, ke kamar yuk!" seru Bee.


"Apa? disini masih banyak orang Bee, jangan sekarang nanti malam saja," sahut Alta dengan wajah yang memerah karena menahan malu.


"Busyet dah, si Bee sudah ga tahan," ledek Erika membuat semuanya tertawa.


"Aishh...kalian kok pikirannya mesum semua, aku gerah ini pengen ganti kebayanya tapi aku ga tahu kamar yang mana," sahut Bee dengan kesalnya.


"Oh..kirain mau anu-anu," seru Gibran.


"Kamu naik saja ke atas, kamar aku di samping kamar Alsya. Kamu sendiri saja ya takutnya kalau bareng sama aku, bakalan terjadi anu-anu," seru Alta.


"Terjadi sesuatu yang diinginkan, iya kan Al?" sambung Rayyan.


"Ya sudah, aku ganti baju dulu."


Bee pun langsung pergi menuju lantai dua menuju kamar Alta.


"Al, kalau begitu aku pulang dulu ya sore ini ada operasi cesar jadi aku ga bisa lama-lama," seru Zia.


"Oh, terima kasih ya Tante sudah datang."


"Iya sama-sama, semuanya aku pulang duluan ya."


Zia pun bangkit dari duduknya dan sedikit menoleh ke arah Seno tapi dengan cepat, Zia langsung memalingkan wajahnya dan segera pergi meninggalkan rumah Alta.


Seno ingin mencegah kepergian Zia tapi lidahnya begitu kelu hingga akhirnya Seno hanya bisa diam dan membiarkan Zia pergi.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2