CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Malam Ambyar


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Setelah Zia pergi, Seno pun pamit pulang...


"Hai Bule gila, dari tadi makan mulu ayo pulang!" ajak Rayyan.


"Idih apaan sih, kalau mau pulang ya pulang aja ngapain pake ngajak-ngajak segala," ketus Erika.


"Astaga nih anak ga peka banget, kita harus pulang karena pengantin baru mau istirahat."


"Ya sudah kalau mau pulang duluan aja sana, tanggung mau ngabisin salad buah dulu."


"Nih anak ya, kenapa harus pakai kekerasan dulu baru mau nurut."


Rayyan menyeret tangan Erika dan dengan paksa membawanya keluar dari kediaman Bakrie.


"Ya ampun, kamu itu kenapa sih nyebelin banget. Kalau mau pulang, pulang aja ngapaun sih ajak-ajak aku," sentak Erika dengan menghempaskan tangan Rayyan.


"Soalnya kalau kamu ga dipaksa kaya gini, aku yakin kamu ga bakalan pulang, iya kan?"


"Idih, suka-suka akulah memangnya apa urusannya sama kamu."


Erika pun dengan emosi masuk ke dalam mobilnya dan langsung menancap gas meninggalkan kediaman Bakrie.


"Kalian masih mau ngobrol? aku ke kamar dulu ya nyusul Bee," seru Alta.


"Jangan sekarang Al, diluar masih panas nanti nunggu sorean," goda Gibran.


"Apaan sih, apa hubungannya dengan diluar panas? di kamarku adem kok pakai AC jadi ga bakalan kepanasan," sahut Alta.


Alta pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya, sebenarnya Alta memang sedikit lelah mana matanya sudah ngantuk karena tadi malam Alta tidak bisa tidur saking paniknya memikirkan ijab kabul hari ini.


Ceklek...


Perlahan Alta masuk ke dalam kamarnya, Alta dibuat terkejut ternyata Bee sudah molor dengan bibir yang menganga.


"Astaga, nih anak kirain lagi nungguin aku eh nyatanya malah molor," gumam Alta.


Alta pun segera mengganti pakaiannya dan mulai naik ke atas ranjang. Alta merebahkan tubuhnya di samping Bee, Alta memiringkan tubuhnya menghadap Bee dan memperhatikan wajah Bee dengan seksama.


"Tidak ku sangka, ternyata pada akhirnya aku menikah dengan Mahasiswiku sendiri. Mahasiswi yang awal pertemuan begitu menyebalkan dan selalu membuat aku kesal ternyata sekarang sudah menjadi istriku," gumam Alta.


Perlahan Alta membelai pipi Bee dengan lembut, Bee sama sekali tidak merasa terganggu justru dia semakin tertidur dengan nyenyaknya.


Hingga tidak lama kemudian, Alta pun memejamkan matanya dan ikut Bee menuju alam mimpinya.


Sementara itu di bawah, Gibran dan Nasya masih saling terdiam tidak ada yang mau mengawali pembicaraan.


"Sya, apa nanti malam kamu ada acara?" tanya Gibran.


"Eng---gak aga, memangnya ada apa?"


"Aku mau ngajak kamu bertemu, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu."


"Mau bicara apa? kalau mau bicara disini saja."


"Tidak bisa, aku ingin membicarakannya berdua saja."


Nasya tampak berpikir...


"Besok malam aku jemput kamu kesini pukul 19.00 malam, ya sudah kalau begitu aku pulang dulu."


Belum juga Nasya memberikan jawabannya, Gibran sudah pergi dari hadalannya.


"Apa yang ingin dia bicarakan? aku harus bicara sama Alsya," gumam Nasya.

__ADS_1


***


Malam pun tiba...


Setelah makan malam bersama, semuanya berkumpul di ruangan keluarga.


"Bagaimana dengan Alsya? apa dia mau dibawa lagi ke rumah sakit?" tanya Alta.


"Seharusnya Alsya memang dirawat di rumah sakit, tapi Alsya menolaknya dia ingin di rumah katanya," sahut Mommy Tasya.


"Biar Bee yang bujuk Alsya, kalau gitu Bee ke kamar Alsya dulu."


Bee pun melangkahkan kakinya menuju kamar Alsya, terlihat Alsya sedang duduk dibalkon kamarnya dengan memandangi langit malam yang penuh dengan bintang-bintang.


Bee mengambil selimut kemudian menutup tubuh Alsya membuat Alsya tersentak.


"Angin malam tidak baik untuk kesehatan."


"Bee, ngapain kamu kesini? bukannya ini malam pertama kamu sama Kak Alta, sana buat dedek yang banyak," goda Alsya.


"Kondisi seperti ini masih saja bercanda, ada apa? aku lihat dari tadi kamu melamun terus? apa yang sedang kamu pikirkan?"


"Tidak ada?"


"Jangan bohong Sya, aku tahu kamu lagi memikirkan sesuatu cerita sama aku."


Alsya menatap wajah sahabatnya itu...


"Sepertinya Kak Gibran menyukai Nasya."


"Apa?"


"Tadi aku lihat, Kak Gibran terus saja memperhatikan Nasya, aku yakin Kak Gibran menyukai Nasya."


"Sya, Bang Gibran itu tidak tahu Nasya pulang ke Indonesia jadi itu artinya Bang Gibran mulai menyukai kamu."


"Tidak Bee, Kak Gibran menyukai Nasya karena sifatnya yang baik dan manis ga kaya aku yang bar-bar dan agresif."


Alsya menggelengkan kepalanya...


"Kenapa kamu tidak memberitahukannya?"


"Buat apa Bee? bahkan kamu tahu sendiri kalau Kak Gibran tidak pernah menganggapku ada, tapi aku senang kalau Kak Gibran suka sama Nasya karena memang waktuku juga tidak akan banyak."


"Alsya, kenapa kamu selalu bicara seperti itu? aku ga suka Sya, kamu itu harus semangat kamu harus yakin kalau kamu akan sembuh," sentak Bee.


"Tidak Bee, penyakitku parah dan mencari pendonor pun sangat sulit aku sudah tidak punya harapan lagi."


Bee langsung memeluk Alsya dengan deraian airmata, sementara itu Nasya yang awalnya ingin bertemu dengan Alsya dan membicarakan masalah Gibran jadi mengurungkan niatnya karena tidak tega juga melihat keadaan Alsya.


Akhirnya Nasya memilih untuk mengurungkan niatnya dan pergi meninggalkan kamar Alsya. Setelah membujuk Alsya untuk tidur, Bee pun meninggalkan kamar Alsya menuju kamarnya.


Ceklek...


Bee terkejut saat melihat Alta yang saat ini sedang push up, dan melakukan beberapa gerakkan membuat Bee mengerutkan keningnya.


"Oppa lagi ngapain, malam-malam olahraga kaya gitu?"


"Ini bukan olahraga Bee tapi pemanasan, karena olahraga yang sebenarnya nanti sama kamu."


"Pemanasan buat apa?" tanya Bee santai.


"Kita itu harus melakukan pemanasan dulu sebelum olahraga biar tidak terjadi kram otot, kan ga lucu kalau lagi asyik-asyiknya tiba-tiba kram."


"Memangnya kita bakalan ngelakuin apa?" tanya Bee polos.


"Kita kan mau anu-anu, Bee."


"Anu-anu apa?"


Alta menghentikan kegiatannya dan menghampiri Bee yang saat ini sedang duduk diatas ranjang sembari memperhatikan Alta.


"Jangan pura-pura tidak tahu deh Bee."

__ADS_1


"Bukan pura-pura, memang aku ini anak yang masih polos jadi ga tahu apa-apa."


"Ckckck...Bee, aku tadi baca buku mengenai berhubungan suami istri ternyata ada banyak cara yang bisa kita lakukan."


Bee mengerutkan keningnya...


"Kamu mau dengar ga?"


Kemudian Alta pun berdiri di hadapan Bee, dan menjelaskan semua hal yang dia baca mengenai berhubungan suami istri. Alta menjelaskannya seperti dia menjelaskan pelajaran di dalam kelas membuat Bee merasa malas mendengarkannya.


Bahkan Bee sudah menguap terus saking lamanya Alta menjelaskan tentang masalah intim itu. Alta menjelaskannya sangat detail membuat Bee lama-lama kesal juga.


Tiba-tiba, Bee pun menarik tangan Alta sehingga Alta jatuh tepat di tubuh Bee.


"Oppa, kita itu tidak sedang di kampus jadi tidak usah menjelaskannya secara detail."


"Tapi kan kamu harus tahu, Bee."


"Masalah seperti itu tidak perlu dikasih tahu karena nanti juga tahu sendiri, lagi pula aku tidak butuh teori yang aku butuhkan hanya praktek."


"Tapi----"


Saking gemasnya, Bee langsung membungkam bibir Alta dengan bibirnya membuat Alta melotot. Setelah beberapa menit, Bee melepaskan pungutannya.


"Mau dilanjutkan atau tidak, aku sudah ngantuk nih," bisik Bee.


Alta bangkit dari tubuh Bee dan dengan cepat mematikan lampunya setelah itu Alta langsung menerkam Bee.


"Dilanjutlah Bee masa dipending, sudah tegang ini."


"Ya makanya jangan banyak ngomong."


"Iya, sekarang aku sudah diam."


"Ishh Oppa jangan seperti itu."


"Tapi menurut buku seperti ini Bee."


Pletttaaakk...


"Aw, sakit Bee."


"Habisnya buku lagi-buku lagi, sini aku yang ajarin."


Entah apa yang sedang mereka lakukan di tengah kegelapan itu, yang jelas bukan suara d*****n dan e*****n yang terdengar seperti layaknya pengantin baru yang sedang mengecap indahnya malam pertama.


Alta dan Bee malah terdengar saling adu argumen, Alta inginnya ini sementara Bee inginnya itu tapi setelah sekian lama adu argumen akhirnya suara mereka tidak terdengar lagi.


Alta dan Bee memang pasangan konyol, setelah menikah pun begitulah kelakuan mereka dan malam ini dibandingkan malam pertama lebih pas disebut dengan malam ambyar karena semuanya ambyar sudah dengan kelakuan konyol mereka.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2