CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ada Apa Dengan Alsya?


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Alsya langsung bangun dari tidurnya karena merasakan mual yang semakin sering menyerangnya akhir-akhir ini, bahkan Alsya gampang lelah.


"Aw...."


Alsya memegang perutnya yang terasa sangat sakit dan sedikit membengkak, Alsya sudah tidak kuat untuk berdiri dan akhirnya Alsya malah jatuh tak sadarkan diri.


Sementara itu, Mommy Tasya dan Daddy Al sudah menunggu di meja makan untuk sarapan bersama.


"Dad, Mommy panggil dulu Alsya tumben jam segini dia belum turun takutnya dia malah belum bangun."


"Iya Mom."


Mommy Tasya pun melangkahkan kakinya menuju kamar Alsya, setelah membuka pintu kamar Alsya, ternyata kamarnya masih gelap.


"Astaga, benar kan kalau Alsya masih tidur," gumam Mommy Tasya.


Mommy Tasya pun membuka gorden dan melihat ke arah tempat tidur Alsya yang tampak sudah kosong.


"Loh, Alsya mana? kok sudah tidak ada."


Mommy Tasya pun menuju kamar mandi, tapi dari kejauhan Mommy Tasya melihat kaki Alsya dan langsung berlari menghampirinya.


"Ya Alloh Alsya, kamu kenapa?"


Mommy Tasya dengan paniknya berlari memanggil Daddy Al, dengan cepat Daddy Al mengangkat tubuh Alsya dan membawanya ke rumah sakit.


Sementara itu, Daddy Zidan yang saat ini sedang sarapan sangat terkejut mendapat telepon dari Daddy Al.


"Sayang, Zia, Daddy berangkat duluan ya."


"Ada apa Daddy? kok Daddy seperti yang panik seperti itu?" tanya Zia.


"Ah, tidak apa-apa hanya saja ada pasien yang sudah lama Daddy dan Uncle Billy tangani sekarang sedang kritis."


"Iyakah? pasien yang di ruangan VVIP itu ya Dad?"


"Iya, ya sudah Daddy berangkat dulu."


Daddy Zidan pun mencium kening Mommy Kinan dan Zia bergantian. Daddy Zidan memang sudah menyerahkan rumah sakit itu dikelola oleh Zia dan Daddy Zidan pun memutuskan untuk pensiun tapi untuk masalah Alsya ini ada pengecualiannya.

__ADS_1


Selain Alsya anak dari sahabatnya, Daddy Zidan juga merasa punya tanggung jawab karena Alsya sudah menjadi pasiennya sejak bayi. Bahkan Uncle Billy yang saat ini memang sudah tinggal di Singapura harus bolak-balik ke Indonesia untuk mengecek kondisi Alsya.


Tidak lama kemudian, Daddy Zidan dan Uncle Billy sampai di ruangan rawat Alsya dan segera memeriksanya. Sementara itu Mommy Tasya dan Daddy Al menunggu di luar. Bahkan Mommy Tasya tidak bisa menghentikan tangisannya.


***


Bee baru saja sampai di rumah Alta tapi Alta sudah keluar dengan terburu-buru.


"Oppa tunggu."


"Bee..."


"Oppa mau kemana kok buru-buru?"


"Maaf Bee aku harus segera pergi ada urusan penting, untuk hari ini kamu tidak usah membuatkan sarapan dan satu lagi, hari ini sepertinya aku tidak bisa mengisi mata kuliah jadi mungkin akan digantikan dengan Dosen yang lain."


"Tapi-----"


Cup...


Alta mencium kening Bee...


"Maaf, aku harus segera pergi kamu hati-hati di jalan."


Alta segera masuk ke dalam mobilnya dan dengan cepat melajukan mobilnya dan meninggalkan Bee yang masih merasa bingung.


"Oppa kenapa? kok wajahnya terlihat khawatir banget? apa jangan-jangan ada masalah di kantornya," gumam Bee.


"Bagaimana Mom, Dad, keadaan Alsya?" tanya Alta dengan nafas yang masih memburu.


"Dokter masih memeriksanya," sahut Daddy Al.


Tidak lama kemudian, Daddy Zidan dan Uncle Billy pun keluar.


"Bagaimana Mas dengan keadaan Alsya?" tanya Daddy Al.


"Kalian bisa ikut ke ruangan saya," sahut Daddy Zidan.


Akhirnya semuanya pun mengikuti Daddy Zidan dan Uncle Billy menuju ruangan Daddy Zidan.


"Silakan duduk," seru Daddy Zidan.


Daddy Zidan menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya secara perlahan sebelum membicarakan masalah kesehatan Alsya.


"Keadaan Alsya sudah semakin lemah, bahkan dibagian perutnya sudah terlihat membengkak. Alsya pasti saat ini sudah mengalami gejala yang namanya mual dan muntah dan itu sangat tidak baik untuk ke depannya," seru Daddy Zidan.


"Selama lima tahun ini kami sudah mencari hati yang cocok buat Alsya, tapi memang untuk saat ini pendonor hati itu sudah sangat susah karena permintaan yang sangat tinggi, bahkan jikalau seandainya kami mendapatkan pendonor hati itu pun akan sangat lama karena prosedur transflantasi hati tidak sembarangan," sambung Uncle Billy.


"Ya Alloh, terus kami harus bagaimana Mas?" tanya Mommy Tasya.

__ADS_1


"Tolonglah Mas Zidan dan Mas Billy, berapa pun biayanya akan saya bayar asalkan Alsya bisa mendapatkan donor hati," seru Daddy Alvian.


"Ini masalahnya bukan uang Alvian, kami percaya kalian kalau masalah uang. Tapi disini yang jadi permasalahannya, kami sulit sekali mencari orang yang mau mendonorkan hatinya dan juga hati yang cocok buat Alsya," seru Daddy Zidan.


"Kecuali---" seru Uncle Billy menghentikan ucapannya.


"Kecuali apa Uncle?" kali ini Alta yang bertanya.


"Kecuali kalau ada orang yang sukarelawan mau mendonorkan hatinya untuk Alsya, itu prosesnya akan lebih cepat," sahut Uncle Billy.


Semuanya tampak terdiam...


Diantara Alta, Daddy Alvian, dan Mommy Tasya tidak ada yang cocok kecuali Nasya saudara kembarnya Alsya yang saat ini tinggal di Perancis bersama Vano dan Cherry.


Tapi Daddy Alta dan Mommy Tasya tidak tega kalau harus meminta Nasya mendonorkan hatinya untuk Alsya walaupun secara medis orang yang akan mendonorkan hatinya sebagian besar tidak mengalami apa pun dan tetap sehat.


Sebenarnya Nasya dan Alsya dulu ingin melanjutkan sekolah di luar negeri, tapi pada akhirnya kedua orang tuanya hanya mengizinkan Nasya saja. Alsya memang anak yang kuat, ceria, dan mandiri tapi pada kenyataannya Alsya memiliki penyakit yang dia derita sejak kecil yaitu Liver.


Sebagai orang tua, Alvian dan Tasya sudah melakukan berbagai macam pengobatan. Mereka adalah orang tua yang cekatan, penyakit Liver itu harus di sembuhkan sejak dini maka dari itu Alsya selama ini bisa menjalani hidupnya dengan baik tapi sayang, akhir-akhir ini kesehatan Alsya menurun.


Mommy Tasya, Daddy Alvian, dan Alta saat ini sudah berada di ruangan rawat Alsya. Alsya masih belum sadarkan diri, wajahnya tampak pucat.


"Mom, Dad, apa kita suruh Nasya pulang saja dan biarkan Nasya yang mendonorkan hatinya untuk Alsya," seru Alta.


"Tidak Alta, kamu juga kan tahu Nasya dari kecil sering sakit-sakitan walaupun tidak separah Alsya. Tapi kondisi Nasya tidak sesehat itu untuk melakukan tranflantasi hati," sahut Mommy Tasya.


"Alsya memang anak yang kuat, bahkan dia tidak pernah mengeluh merasakan sakit di depan kita, dia selalu menunjukkan wajah yang ceria seperti tidak terjadi apa-apa," sambung Daddy Alvian.


Ketiganya terdiam sembari memperhatikan wajah Alsya, Alsya yang selalu ceria dan bar-bar itu sekarang sedang terbaring lemah tidak berdaya.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2