
π
π
π
π
π
7 bulan kemudian...
Hari ini Zia sudah berada di ruangan bersalin karena sebentar lagi anak sultan itu akan lahir. Seno dengan setia berada di samping Zia menemani istri tercintanya itu.
"Baik Dr.Zia, sekarang waktunya sudah tiba tarik nafas dan buang secara perlahan," seru Dr.Lina.
Zia sudah tahu apa yang harus dia lakukan, Zia pun mulai berusahan mengeluarkan bayinya itu dengan sekuat tenaga. Seno yang ada di samping Zia hanya bisa memegang tangannya dan sesekali mencium kening Zia.
Hingga tidak lama kemudian suara tangis banyi itu terdengar sangat nyaring, membuat Zia tersenyum begitu pun dengan Seno yang langsung memeluk istrinya itu dengan airmata yang menetes.
Seno tidak pernah menangis tapi melihat perjuangan sang istri membuat Seno tanpa sadar meneteskan airmatanya.
"Terima kasih sayang."
"Selamat Dr.Zia dan Tuan Seno anak kalian berjenis kelamin laki-laki dan sangat tampan."
Seno sangat bahagia, setelah semuanya selesai Zia pun dibawa ke ruangan rawat inap semua keluarga beserta sahabat menyambutnya dengan sangat bahagia.
"Akhirnya, Seno junior lahir juga," seru Gibran.
"Heem...dan sebentar lagi kalian juga akan merasakannya," sahut Seno.
Bee, Erika, dan Alsya menghampiri Zia untuk melihat bayi tampan yang diberi nama Sean Megantara itu.
"Tampan sekali, mirip kamu Bang," seru Bee.
"Iyalah Bee, orang yang buatnya aku masa mau mirip tetangga," sahut Seno.
"Idih judes banget deh Kak Seno," sambung Alsya.
Saat ini usia kandungan Erika dan Bee sudah memasuki usia tujuh bulan dan Alsya baru dua bulan lagi giat-giatnya ngidam dan untungnya Alsya tidak seribet Erika dan Bee dalam hal ngidam.
Alsya ngidam seperti ibu hamil pada umumnya tidak ada hal yang memberatkan untuk Gibran, tidak seperti Alta dan Rayyan kadang-kadang mereka sampai kelelahan mengikuti ngidam para istrinya yang nyeleneh dan tidak masuk akal.
"Babynya tampan sekali," seru Erika.
"Apalagi nanti kamu, anaknya bakalan blasteran. Siap-siap baby twins akan segera launching," goda Zia.
"Iya, aku sudah ga sabar pengen lihat seperti apa wajah anak-anakku."
"Anakku juga sayang," sambung Rayyan.
Erika hanya memutar bola matanya malas, Zia memang memeriksa kalau anak Erika dan Rayyan kembar sepasang. Wajar kalau Erika di karuniai bayi kembar karena suaminya Rayyan lahir dengan kembar tiga.
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, semuanya pamit pulang karena sudah sore.
__ADS_1
"Sayang, terima kasih ya sudah memberikanku pangeran tampan ini," seru Seno.
Seno mengusap pipi gembul anaknya yang saat ini sedang minum ASI kepada Zia.
"Ya ampun Nak, jangan banyak-banyak ASInya nanti Daddy ga kebagian."
"Ish...apaan sih Mas, ngaco deh kalau ngomong."
"Hehehe...bercanda sayang, gitu aja marah. Oh iya, habis lahiran aku harus puasa berapa hari?"
"40 hari."
"Apa?"
"Ya ampun Mas, anaknya kaget loh kok teriak-teriak."
"Habisnya lama banget sampai sebulan lebih, kamu bercanda ya?"
"Siapa yang bercanda, memang waktunya segitu kalau ga percaya tanya saja sama Mami kamu."
"Ya ampun, berari selama 40 hari kamu ga boleh toel-toel aku ya."
"Idih, siapa juga yang toel-toel bukannya selama ini Mas yang suka gerayangan tangannya."
"Bahaya nih, sepertinya aku harus pasang alarm di ponselku biar ga kelebihan waktunya."
Zia mencubit perut Seno dengan gemasnya, kenapa setiap pria yang dipikirin selalu saja urusan ranjang tidak pernah memikirkan kondisi istrinya.
***
Bee melahirkan normal dan dibantu oleh Dr.Zia sedangkan Erika harus melahirkan dengan caesar karena karena kondisinya sangat lemah dan dibantu oleh Dr.Lina.
Semuanya terlihat bahagia menyambut kelahiran cucu pertama mereka.
"Keponakan Daddy tampan sekali," seru Rega.
"Woi, apaan Daddy? Daddy itu aku kalau kamu Uncle," sewot Alta.
"Ga mau, pokoknya aku mau di panggil Daddy," ngotot Rega.
"Oke, anakku akan panggil kamu Daddy tapi kamu harus pergi dari rumahku."
"Astaga Bang jahat banget."
"Pilih saja salah satu, mau dipanggil Daddy atau keluar dari rumahku," ketus Alta.
Akhirnya dengan lemas, Rega mengalah..
"Ya sudah Nak, kamu panggil Uncle saja jangan Daddy soalnya Bapak kamu jahat banget," seru Rega.
Semuanya tertawa menyaksikan tingkah Alta dan Rega yang memang tidak pernah akur.
Berbeda di ruangan rawat Erika, baby twins sepasang itu terlihat sangat menggemaskan. Saat ini baby boy digendong oleh Mama Karren sedangkan baby girl digendong oleh Raina kembaran Rayyan.
"Kamu cantik sekali kaya Onty sayang, nanti kalau sudah besar Onty bakalan bawa kamu jadi artis terkenal seperti Onty," celoteh Raina.
__ADS_1
"No, enak saja anakku ga bakalan jadi artis tapi bakalan aku jadikan polwan," sahut Rayyan.
"Tidak, cucu Mama akan jadi dokter seperti Oma Alisya ya sayang," sambung Mama Karren.
"Mending jadi pengusaha saja, uangnya lebih banyak dan pastinya cepat kaya," seru Raihan.
Erika dan Mommy Icha hanya geleng-geleng kepala melihat kehebohan suami dan keluarganya yang memperebutkan profesi apa yang akan dijalani anak-anaknya kelak.
"Sayang, anak kita mau aku jadikan Polisi sama Polwan ya."
"Ya ampun, anak kita baru berojol sayang masih lama besarnya tunggu nanti sudah gede terus tanya keinginan mereka apa jangan dipaksa harus atas dasar keinginan mereka," sahut Erika.
"Nah, betul itu biarkan anak kalian memilih sendiri apa keinginan mereka jangan ada paksaan," seru Papa Zein.
Akhirnya setelah perjalanan cinta mereka yang penuh dengan lika-liku, Erika dan Rayyan pun bisa memberikan cucu untuk orang tua mereka masing-masing.
Kehidupan keluarga mereka pun semakin bahagia, Rayyan ternyata diam-diam sudah membeli sebuah rumah untuk keluarga kecilnya dan itu membuat Erika terkejut karena selama ini Rayyan memang tidak pernah memberitahukan semuanya.
π
π
π
π
π
Maaf ya Novel baruku upnya lama, soalnya alurnya sudah ditentukan pihak Noveltoon dan aku harus nunggu editor untuk upππ
Mampir ke karya terbaruku "PESONA SI GADIS CULUN" dan jangan lupa dukungannyaππ
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU