CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Kepulangan Erika


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Seorang gadis cantik berjalan dengan anggunnya di sebuah Bandara dengan menggeret kopernya, seorang pria di belakang gadis itu mengejarnya dengan tergesa-gesa.


"Baby, tunggu!"


Gadis cantik itu menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah sang pria.


"Stop panggil aku Baby, kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi," sentaknya.


"Ayolah Erika, aku ingin balikkan lagi sama kamu. Kamu ga lihat apa, aku bela-belain ikut kamu ke Indonesia supaya aku bisa balikan sama kamu dan bertemu dengan kedua orang tua kamu."


"Hei, berani kamu datang ke rumahku, habis kamu!" bentak Erika.


Ya, gadis cantik itu adalah Erika Adelia Abraham puteri satu-satunya dari Icha dan Edrik (Cinta Pertama dan Terakhir).


"Baby, aku masih cinta sama kamu. Aku ga mau putus dari kamu," rengek pria bernama Miko itu.


"Miko stop, perjanjiannya kita pacaran hanya satu bulan dan setelah satu bulan kita harus putus karena aku sudah bosan sama kamu," sentak Erika.


"Tidak bisa begitu, aku ga mau putus."


Erika tampak kesal dengan pria bule yang ada di hadapannya itu, hingga akhirnya ide pun muncul di otak cantiknya.


"Kamu tahu kenapa aku pulang ke Indonesia?" tanya Erika.


Miko dengan cepat menggelengkan kepalanya..


"Daddy aku menyuruh pulang karena Daddy akan menjodohkanku dengan pria lain, ngerti kamu."


"Tidak mungkin kamu pasti bohong, kalau kamu memang di jodohkan berarti kamu ga kenal dong dengan pria itu? terus bagaimana kalau pria itu jelek dan tidak setampan aku? apa kamu masih mau menerimanya?"


"Astaga kamu benar-benar ya, siapa bilang aku belum tahu pria itu? jangan sok tahu, sudah sering ngobrol dengan dia bahkan setiap aku videocallan sama dia. Satu yang harus kamu tahu, pria itu lebih tampan daripada kamu," dusta Erika dengan sombongnya.


"Kalau begitu, aku ingin bertemu dengan pria itu kalau pria itu memang lebih segala-galanya dari aku, aku janji akan mundur dan kembali ke Amerika," seru Miko.


"Hah...mampus aku," batin Erika.


"Kenapa diam? kamu bohong kan, sudah ketahuan kalau kamu bohong," ledek Miko.


"Oke...aku akan kenalkan kamu sama calon suami aku," gugup Erika.


Erika pun segera masuk ke dalam taksi, dan tanpa di duga-duga Miko pun ikut masuk ke dalam taksi yang sama.


"Hai, ngapain kamu masuk ke sini? taksi masih banyak," kesal Erika.


"Aku kan belum tahu jalannya, aku takut tersesat lagipula kan kamu mau mengenalkan aku kepada calon suamimu. Jalan Pak..."


"Mati aku, kalau sudah begini mau bagaimana lagi? mana ada calon suami, tadi kan aku cuma alasan doang. Ah, si Miko ribet banget sih," batin Erika.


Karma, itulah yang pantas di sematkan untuk Erika. Sifat Erika itu menurun banget dari Daddynya, dulu Edrik seorang playboy dan begitu pun dengan Erika, dia menjadi playgirl dan suka gonta-ganti cowok.


Bedanya, dulu Daddynya memang banyak yang mengagumi dengan wajah bulenya yang tampan tapi kalau Erika entah kenapa dia begitu suka memacari pria-pria tampan tapi Erika punya batas waktu dan itu hanya satu bulan.


Setelah satu bulan, Erika akan memutuskan pria itu dan kembali mencari pria lain begitu seterusnya. Selama dalam perjalanan, Erika tampak berpikir apa yang akan dia lakukan supaya pria bule yang berada di sampingnya itu berhenti mengikutinya.


Jalanan mulai padat merayap, di saat Erika sedang memikirkan cara, Erika melihat seorang pria tampan dengan pakaian Polisi sedang mengotak-ngatik ponselnya sembari menyandarkan tubuhnya ke badan mobil.


Otak cantik Erika pun kembali bekerja, Erika pura-pura mengangkat telepon dan Miko terlihat kebingungan.


"Hallo sayang, oh aku masih di jalan nih kamu ada dimana? kamu juga ada di jalan, lagi tugas ya."


Tiba-tiba Erika pura-pura celingukkan mencari seseorang.


"Oke...aku sudah melihat keberadaanmu, ya sudah aku turun ya," seru Erika.


Erika pun menutup sambungan telepon pura-puranya dan Miko semakin mengerutkan keningnya.


"Oh iya Miko, ternyata calon suami aku sedang menunggu aku, tuh orangnya," tunjuk Erika.

__ADS_1


Miko tampak menajamkan pandangannya...


"Calon suami kamu seorang Polisi?"


"Iya."


"Sudahlah Erika, kamu mengaku saja. Kamu lagi bohong kan sama aku? jangan pura-pura lagi, aku bisa lihat kalau kamu sedang berbohong."


"Jadi kamu ga percaya? oke..aku akan buktikan."


Erika pun turun dari dalam taksi dan hendak menghampiri Polisi tampan itu. Sebenarnya ada keragu-raguan di dalam hatinya dan tak tahu harus berkata apa dengan langkah yang ragu-ragu, Erika pun menghampiri Polisi tampan yang ternyata adalah Rayyan.


"Bagaimana kalau Pak Polisi itu marah," batin Erika di tengah-tengah langkahnya.


Miko hanya melihat Erika dari dalam mobil karena kebetulan saat ini jalanan sedang macet di tambah lampu merah pula.


Erika menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya secara perlahan, baru kali ini Erika merasa gugup berhadapan dengan pria biasanya Erika tidak pernah seperti ini. Akhirnya setelah jarak mereka sudah hampir dekat, Erika langsung berlari dan memeluk Rayyan.


"Sayang, aku sangat merindukanmu," seru Erika dengan raut wajah yang meringis.


Rayyan membeku, dia terkejut tiba-tiba wanita cantik dan **** itu memeluknya.


"Hai, apa-apaan ini? lepaskan aku," sentak Rayyan.


Rayyan berontak dan berusaha melepaskan pelukkan Erika tapi gadis itu bagaikan lintah yang menempel sulit di lepaskan.


"Pak sebentar saja, bantuin aku."


"Tidak, lepaskan aku atau kau akan tahu akibatnya."


"Pak please bantuan aku sebentar saja."


Sedangkan Miko hanya terdiam melihat gadis yang dia cintai memeluk pria lain. Setelah cukup lama, akhirnya Erika melepaskan pelukkannya.


"Terima kasih ya Pak, Bapak sudah menolong aku kali ini," seru Erika dengan mengedipkan sebelah matanya.


Rayyan menaikkan satu alisnya dengan mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan kelakuan gadis blasteran itu.


"Dadah Bapak, terima kasih."


Erika langsung berlari dan masuk kembali ke dalam taksi yang di tumpangi Miko.


"Aku masih belum percaya sama kamu, pokoknya selama kamu masih belum menikah dengan pria itu, aku akan tetap mengejar-ngejar kamu," kekeh Miko.


"Yassalam, keras kepala sekali nih orang," batin Erika dengan mengusap wajahnya secara kasar.


"Wuidih, siapa gadis tadi bro cantik banget mana ****?" tanya salah satu teman Rayyan.


"Cewek gila."


"Cewek gila? maksudnya?"


"Ya aku ga tahu siapa dia, tiba-tiba main peluk aja."


"Tapi kamu suka kan? secara cewek itu cantik, ****, mana bule lagi."


"Apaan sih, sana kembali kerja atau aku kasih kamu SP," ancam Rayyan.


"Ah ga asyik kamu, main ancam."


Teman Rayyan itu pun akhirnya kembali mengatur lalu lintas sedangkan Rayyan tampak terdiam sejenak hingga sedetik kemudian sudut bibirnya tampak terangkat sedikit.


Tidak lama kemudian Erika menghentikan taksinya di depan komplek perumahannya, ia tidak mau Miko sampai tahu dimana rumahnya.


"Pak, berhenti. Ini Pak ongkosnya."


Erika hendak turun dari dalam taksi begitu pun dengan Miko.


"Eitss...kamu mau kemana?" tanya Erika.


"Ya mau turunlah."


"Dasar laki-laki tidak tahu malu, sudah sana pergi jangan ikutin aku terus."


"Tapi kan aku mau tinggal dimana? aku tidak tahu harus kemana."


"Di sini banyak hotel, kamu bisa tinggal di hotel. Pak bawa orang ini ke hotel yang paling jauh dari sini."

__ADS_1


"Baik Non."


"Tapi Baby...."


Erika segera mendorong tubuh Miko supaya masuk ke dalam taksi dan menutup pintunya dengan sangat keras.


"Jalan Pak," seru Erika.


Taksi itu pun mulai melaju meninggalkan komplek perumahan mewah itu dan Erika tampak tersenyum penuh kemenangan. Erika kembali menggeret kopernya menuju rumahnya yang sangat ia rindukan.


"Astaga Non Erika, kenapa Nona jalan kaki?" tanya Pak Burhan.


"Ceritanya panjang Pak, Erika masuk dulu ya capek."


"Sini, kopernya biar Bapak yang bawa."


Erika pun masuk ke dalam rumah dengan wajah penuh dengan keringat.


"Mommy...Daddy...Erika pulang!" teriaknya.


Mommy Icha pun langsung berlari menyambut kedatangan puteri satu-satunya itu.


"Ya ampun Erika, mau pulang kenapa ga bilang-bilang?"


"Mau buat kejutan."


"Wajah kamu kenapa, keringatan kaya gitu?" tanya Mommy Icha.


"Nanti Erika ceritakan."


"Bi, tolong ambilkan minum!"


Tidak lama kemudian, Bi Ria pun datang dengan membawakan air minum.


"Owalah Non Erika sudah pulang."


"Iya Bi."


Mommy Icha mengelus puteri kesayangannya itu dengan penuh kasih sayang.


"Daddy mana, Mommy?"


"Daddy mu masih di kantor kalau jam segini."


"Oh...ya sudah, Erika istirahat dulu ya Mommy capek banget."


"Ya sudah sana."


Erika pun mencium pipi Mommynya sebalum ia pergi menuju kamarnya.


"Tidak terasa, Erika sudah dewasa lagi ya Bi."


"Iya Nyonya, dan sangat cantik mirip dengan Nyonya," sahut Bi Ria.


Mommy Icha pun tersenyum melihat punggung puterinya yang saat ini sudah menghilang di balik pintu.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2