
π
π
π
π
π
Satu minggu kemudian....
Alsya saat ini sudah sampai di rumah, hati Alsya sangat bahagia akhirnya bisa pulang juga ke rumah. Gibran sangat setia menemani Alsya, walaupun kondisi dirinya juga belum terlalu baik.
"Kakak bukannya istirahat malah nemenin aku disini."
"Masa calon istri aku pulang dari rumah sakit ga jemput sih."
"Iya, tapi kan kondisi Kakak juga belum sehat benar jadi aku juga bisa maklumlah."
"Aku sudah baik-baik saja kok. Oh ya, nanti malam ada fashion show rekan bisnis aku, Alta, dan Seno kami bertiga diundang untuk menghadiri fashion shownya, namanya Dinda dia sahabat kita bertiga bahkan Rayyan pun kenal kok, selama ini yang buatkan jas kita berempat itu dia. Bukan jas saja sih, semua baju kita pun dia yang desain tapi kayanya aku absen kali ini karena ingin menemanimu saja disini."
"Ishh..ishh..ishh..ga boleh seperti itu, kalau diundang ya harus datanglah apalagi Kak Dinda itu sudah berjasa kepada kalian, aku ga apa-apa kok lagipula kan sekarang aku sudah ada di rumah jadi banyak yang jagain aku disini."
"Seriusan ga apa-apa kalau aku datang kesana?"
"Haishh..Kakak ini, ga apa-apalah datang saja."
"Ya sudah, tapi maaf ya ga bisa ngajak kamu soalnya kamu baru saja pulang dari rumah sakit."
"Iya ga apa-apa."
Sementara itu di kediaman Alta dan Bee...
"Bang, memangnya kenyang cuma sarapan tiga lembar roti?" seru Rega.
"Ini gaya hidup sehat, kamu juga seharusnya ikutin gaya Abang biar badanmu sehat," sahut Alta.
"Maunya gitu sih Bang, tapi dari orok diajarinnya sarapan nasi gimana dong? jadi sekarang sudah kebiasaan kalau ga sarapan nasi itu rasanya ada yang kurang apalagi nasi goreng buatan Kak Bee, beuhh...mantap sayqng kalau dilewatkan."
"Kalian adik kakak memang sama saja, ga bisa dibilangin."
"Sudahlah, ga usah mikirin gaya hidup sehat toh sampai sekarang walaupun kita segala dimakan masih tetap sehat bugar, iya kan Rega?" seru Bee.
"Benar banget Kak."
"Setiap makanan yang kita makan itu tidak langsung berefek samping tapi ketahuannya pas kita sudah tua. Kalian tahu banyak orang yang sudah tua baru ketahuan punya penyakit diabeteslah, ginjallah, bahkan sampai komplikasi itu semua akibat dari awalnya dia makan makanan yang tidak sehat dan tidak bisa menjaga pola makan pula."
"Iya-iya Oppa, kalau masalah beginian kita tidak akan menang."
"Oh iya Bee, nanti malam aku dapat undangan dari sahabat aku, kamu ikut ya!" seru Alta.
"Aduh Oppa, aku sudah janji sama Erika mau menemani Kak Zia."
"Mau kemana?"
__ADS_1
"Hmmm...Kak Zia minta temenin buat belanja," sahut Bee gugup.
"Malam-malam?" seru Alta dengan mengerutkan keningnya.
"Ah bukan malam, belanjanya dari sore mungkin akan pulang malam. Boleh ya Oppa?" seru Bee dengan mengedip-ngedipkan matanya.
"Ya sudahlah, tadinya aku mau kamu ikut."
"Maaf, lain kali saja ya Oppa soalnya aku ga enak sudah janji duluan sama Kak Zia."
"Iya ga apa-apa, tapi pulangnya jangan terlalu malam."
"Siap Oppa."
Setelah sarapan, mereka pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Disisi lain, Erika yang tidak fokus karena masih memikirkan kejadian tadi malam, tidak sadar kalau didepannya ada mobil yang berhenti sehingga pada akhirnya Erika menabrak mobil itu.
Bruak...
"Astaga, sial kenapa aku bisa ga fokus kaya gini sih?" gumam Erika.
Pengemudi mobil itu turun dan ternyata yang punya mobil itu adalah Rayyan. Dengan emosinya Rayyan menghampiri mobil Erika dan mengetuk kaca jendela mobil Erika.
"Buka..."
Perlahan Erika menurunkan kaca mobilnya...
"Tepikan mobilnya ke pinggir jalan."
Erika hanya bisa menganggukkan kepalanya, kemudian Erika pun mulai menepikan mobilnya dipinggir jalan dam disusul oleh Rayyan. Erika pun turun dari dalam mobilnya begitu pun dengan Rayyan.
"Kenapa kamu selalu membuat masalah? memangnya kamu tidak bisa apa sehari saja tidak membuat masalah?" bentak Rayyan.
"Setiap melakukan kesalahan hanya kata maaf yang bisa kamu ucapkan, tapi kamu tidak pernah bisa memperbaiki diri kamu sendiri. Kamu tahu aturannya untuk menjadi istri dari seorang Polisi? dia harus mempunyai kelakuan yang baik, selalu berprilaku yang baik, bukan seperti kamu urakan, ga jelas," sentak Rayyan dengan angkuhnya.
Erika yang awalnya menundukkan kepalanya perlahan mengangkat wajahnya dan menatap pria dihadapannya itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maaf, Bapak Polisi yang terhormat kalau anda merasa aku wanita urakan, kenapa tadi malam anda mau menerima perjodohan itu?"
"Aku menerimanya karena terpaksa, aku rela mengorbankan harga diriku daripada harus melihat kedua orang tuaku sakit."
"Mengorbankan harga diri?" tanya Erika bingung.
"Iya, bukannya kamu mau dijodohkan denganku karena tidak ada yang mau bertanggung jawab atas anak yang sedang kamu kandung itu?" sinis Rayyan.
"Apa?"
"Aku itu seorang Polisi, dan aku ingin mempunyai seorang istri yang baik dan penurut, bukan seperti kamu yang sukanya mabuk-mabukkan, gonta-ganti pria, dan berpenampilan seperti wanita murahan, apa kata rekan-rekanku kalau aku menikah dengan wanita sepertimu? tapi aku terpaksa menerimanya karena aku sayang orang tuaku, aku tidak mau melihat mereka sedih," seru Rayyan dengan kejamnya.
Tes...
Airmata Erika pun akhirnya menetes, sungguh Erika merasa sakit hati dengan ucapan Rayyan yang sudah menghinanya seperti itu.
"Aku memang wanita urakan, suka mabuk-mabukkan, bahkan gonta-ganti pria, tapi kamu tidak berhak menyebutku dengan sebutan wanita murahan karena harga diriku tidak semurah itu. Lebih baik seperti aku, penampilan **** dan gonta-ganti pria tapi masih bisa menjaga diri, daripada yang berpenampilan tertutup tapi dalamnya rusak."
Erika mengusap airmatanya dengan kasar, lalu dengan kesalnya Erika masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukannya dengan kecepatan tinggi.
__ADS_1
"Aaarrhhgg...sial."
Rayyan pun masuk ke dalam mobilnya, beberapa kali Rayyan memukul stir mobilnya entah apa yang sudah membuatnya bisa berkata kasar seperti itu kepada Erika.
"Mana ada wanita masih bisa menjaga harga dirinya sementara saat ini dia sedang hamil anak orang, sungguh lucu," gumam Rayyan.
Sementara itu, airmata Erika masih saja mengalir dengan derasnya sungguh hatinya sangat sakit mendengar Rayyan menyebutnya dengan sebutan wanita murahan.
"Pria menyebalkan," kesal Erika.
Mobil Erika pun sampai di parkiran kampus bersamaan dengan mobil Alta.
"Erika, mobil kamu kenapa?" tanya Bee.
"Ah ini, barusan aku nabrak mobil orang."
"Ya ampun, kamu ga apa-apa kan? terus orang yang mobilnya kamu tabrak bagaimana?"
"Tidak apa-apa, kita sudah damai kok."
"Ya sudah, yuk kita ke kelas. Oppa aku duluan ya!"
Alta hanya menganggukkan kepalanya...
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU