CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Erika Dan Rayyan Part II


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Semuanya saling pandang satu sama lain, ada yang aneh dengan sikap Rayyan.


"Kamu kenapa Ray? ada masalah?" tanya Seno.


"Tidak ada apa-apa, semuanya aku pulang duluan ya besok aku dinas pagi," sahut Rayyan.


Rayyan pun pergi meninggalkan ruangan itu..


"Kenapa dia?" tanya Alta.


"Entahlah," sahut Seno.


"Aku rasa ada masalah, aku tahu wajah Rayyan kalau sudah seperti itu pasti ada sesuatu yang sudah membuatnya seemosi itu," seru Gibran.


"Iya, dan biasanya dia akan bercerita masalah dua hari ke depan," sahut Seno.


"Maka dari itu, biarkan saja dulu dia seperti itu nanti juga dia bakalan cerita sendiri," sambung Alta.


Ting...


Suara notif pesan masuk ke dalam ponsel Bee..


"Siapa sayang?"


"Erika, dia bilang pulang duluan," sahut Bee.


"Lah, ada apa ini kok semuanya seperti lagi ada masalah deh," seru Zia.


Sudah larut malam, semuanya pun pulang karena Alsya dan Gibran yakin kalau mereka berdua tidak apa-apa.


"Oppa, kok aku merasa kalau ada yang tidak beres sama Erika," seru Bee disela-sela perjalanannya.


"Sudahlah jangan ikut campur urusan orang lebih baik urusin saja urusan kita, bagaimana apa malam ini kita akan bertempur?" seru Alta dengan menaik turunkan alisnya.


"Enggak ah aku capek Oppa, besok saja."


"Bee, ga boleh loh menolak ajakan suami malaikat akan melaknatmu sampai besok pagi, memangnya kamu mau?"


Bee menatap malas suaminya itu, entah kenapa suaminya suka sekali bertempur dengannya padahal itu sangat melelahkan.


Berbeda dengan Bee dan Alta yang pembicaraannya tidak jauh-jauh dari ranjang dan bertempur. Seno dan Zia tampak saling terdiam satu sama lain, Seno bingung harus memulainya darimana.


"Zia..."


"Apa?"


"Kalau bulan depan aku menikahimu, bagaimana? apa kamu siap?" tanya Seno.


Zia langsung menatap Seno tidak percaya...


"Apa kamu bilang? jangan bercanda Seno itu tidak lucu, lagipula aku lagi ga mood bercanda sama kamu candaan kamu sangat garing," ketus Zia.

__ADS_1


Seno langsung menghentikan mobilnya dan itu membuat Zia terkejut. Seno menatap tajam ke arah Zia membuat Zia sedikit merasa takut dengan tatapannya.


"Apa kamu lihat dimataku ada ketidak seriusan?"


Zia mengerjapkan matanya dan dengan susah payah menelan salivanya.


"Aku serius ingin menikahimu, aku memang salah selama ini sudah bersikap kasar sama kamu tapi aku baru sadar kalau aku memang menginginkanmu," seru Seno.


Zia memalingkan wajahnya ke arah jendela...


"Kalau kamu memang serius, buktikan dong jangan seperti ini. Masa ngajak nikah, kaya ngajak main ga ada romantis-romantisnya. Ga malu apa seorang pengusaha sukses dan kaya raya ngajak nikah seperti itu," ketus Zia dengan menahan senyumannya.


"Oke..tunggu saja Bu dokter, aku akan menyiapkan lamaran yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidup kamu."


Seno pun kembali melajukan mobilnya, Zia yang dari tadi hanya melihat ke arah jendela wajahnya tiba-tiba memerah dan jantungnya berdegup tak karuan mendengar ucapan Seno.


***


Erika lebih memilih tidur di hotel, ia tidak berani pulang ke rumah ia takut Daddynya akan marah. Ia akan menjelaskan semuanya kalau waktunya sudah pas dan Daddynya sudah tidak marah lagi.


Dilain tempat, Rayyan pun lebih memilih pulang ke rumah dinasnya. Saat ini dia ingin sendiri dulu, entah kenapa walaupun Erika buka siapa-siapanya tapi Rayyan merasa sangat marah saat pria itu mengatakan kalau Erika sedang mengandung anaknya.


"Aarrgghh...sial, seharusnya aku tahu kalau dia adalah wanita bebas tapi kenapa aku kesal saat mendengar dia sedang hamil? padahal bagi pasangan zaman sekarang, itu sudah tidak tabu lagi apalagi dia lama tinggal di luar megeri pergaulan bebas sudah biasa," gumam Rayyan.


Rayyan kembali meneguk minuman soda yang dibelinya di mini market, entah sudah habis berapa kaleng yang dia minum bahkan saat ini Rayyan pun tampak merokok. Rayyan bukan seorang perokok, tapi Rayyan suka merokok saat ada masalah yang menderanya.


***


Satu minggu sudah, sejak kejadian itu Erika bagaikan di telan bumi tidak tahu kabar beritanya sama sekali bahkan dia pun tidak masuk kampus dan ponselnya mati.


Saat ini Gibran dinyatakan sudah bisa pulang tapi setelah pulang dari rumah sakit, Gibran tidak boleh melakukan hal yang berat-berat dia harus istirahat total kurang lebih selama beberapa bulan ke depan.


"Dr.Alisya, ada apa?" tanya Zia.


"Maaf mengganggu. Zia, bukannya keponakan kamu seorang Polisi ya?"


"Iya, ini orangnya namanya Rayyan," sahut Zia dengan menunjuk ke arah Rayyan.


"Nak Rayyan, tolong bantu Tante. Tante sudah bingung harus mencari Erika kemana lagi, bahkan suami Tante pun sudah mengerahkan anak buahnya untuk mencari Erika tapi belum ketemu juga, Tante mohon bantu Tante mencari Erika," seru Mommy Icha dengan deraian airmata.


Rayyan hanya terdiam, sebenarnya Bee juga sudah beberapa kali merengek kepadanya untuk mencarikan Erika tapi Rayyan menolaknya. Sekarang Rayyan harus berhadapan dengan Mommynya Erika dengan deraian airmatanya membuat Rayyan tidak tega juga.


"Baiklah Tante, Rayyan akan membantu mencarikan anak Tante."


"Terima kasih Nak."


Mommy Icha memeluk Rayyan, Rayyan merasa tersentak mendapat pelukkan dari Mommy Icha.


Setelah Gibran pulang, saat ini Rayyan tampak merenung di dalam mobilnya. Bagi dia mudah sekali untuk melacak keberadaan Erika dan saat ini Rayyan sudah tahu dimana keberadaan Erika.


Rayyan tampak ragu, sebenarnya Rayyan sangat malas menemui wanita itu. Tapi entah kenapa Rayyan merasa kasihan kepada Mommy Icha yang memintanya dengan deraian airmata.


Akhirnya dengan pertimbangan yang lama, Rayyan pun segera melajukan mobil ke tempat dimana Erika berada. Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Rayyan pun memarkirkan mobilnya bersamaan dengan Seno yang baru saja sampai.


"Loh, ngapain kamu disini Ray?" tanya Seno.


"Ternyata selama ini wanita itu menginap di salah satu kamar hotelmu."


"Iyakah? astaga."


"Minta cardlock cadangan."

__ADS_1


Seno pun segera menuju resepsionis dan meminta cardlock untuk membuka pintu kamar yang ditempati Erika.


"Mau aku temani?"


"Tidak usah, aku sendirian saja."


Rayyan pun segera melangkahkan kakinya menuju kamar dimana Erika berada. Sesampainya di depan pintu kamar yang dituju, Rayyan tampak ragu-ragu dan menghembuskan nafasnya kasar.


Tok..tok..tok..


Rayyan mencoba mengetuk pintu walaupun dia memegang cardlock untuk membuka pintunya tapi rasanya tidak etis kalau langsung masuk.


Ceklek...


Pintu kamar pun terbuka menampilkan wajah acak-acakkan Erika, sepertinya Erika baru bangun tidur dengan penampilan yang sangat **** pakaian yang super tipis membuat Rayyan langsung membalikan tubuhnya.


"Cepat ganti baju, aku akan bawa kamu pulang," seru Rayyan dingin.


"Apaan sih, enggak aku ga mau pulang," tolak Erika.


"Mau aku bawa baik-baik atau aku paksa?"


"Kamu itu kenapa sih, nyebelin banget jadi orang, pokoknya aku ga mau pulang," kesal Erika.


Rayyan geram dan akhirnya membalikan kembali tubuhnya menghadap Erika, tatapannya sangat tajam membuat Erika pun sedikit takut.


"Mommy kamu memintaku untuk membawamu pulang, apa kamu tidak memikirkan perasaan orang tua mu kalau kamu punya masalah selesaikan dan bicarakan baik-baik. Pokoknya aku tunggu kamu lima belas menit lagi kalau tidak aku akan menyeretmu," seru Rayyan.


Rayyan pun pergi meninggalkan Erika yang masih terdiam, wajah Rayyan tampak tidak bersahabat bahkan Erika tidak berani menggoda Rayyan seperti biasanya.


Erika segera mandi dan mengganti pakaiannya, setelah itu dengan cepat menemui Rayyan di lobi. Terlihat Rayyan sedang berbicara lewat sambungan teleponnya, Erika hanya menunggu dibelakang Rayyan dengan memainkan kakinya.


Setelah selesai, Rayyan pun terkejut saat membalikkan tubuhnya karena Erika sudah ada disana.


"Cepat masuk ke dalam mobilmu, aku akan mengikutimu dari belakang sebagai jaga-jaga supaya kamu tidak kabur lagi."


Erika hanya menganggukkan kepalanya, Erika merasa kalau saat ini Rayyan sama sekali tidak mau menatapnya. Rayyan dan Erika pun masuk ke dalam mobil masing-masing dan setelah itu mereka melajukan mobilnya menuju rumah Erika.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2