CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Kepergian Erika


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Ceklek...


Pintu kamar mandi pun terbuka, mata Erika tampak sembab Erika sudah berganti pakaian.


"Erika..." lirih Rayyan.


Erika tidak memperdulikan Rayyan, Erika pun mengambil tasnya hendak pergi tapi dengan cepat Rayyan menahannya.


"Kamu mau kemana? ini sudah malam."


"Bukan urusanmu."


Erika menghempaskan tangan Rayyan dan pergi meninggalkan rumah. Rayyan kembali mengejar Erika dan menahannya.


"Erika, maafkan aku."


"Terlambat."


Lagi-lagi Erika menghempaskan tangan Rayyan dan segera masuk ke dalam taksi online yang sudah dipesannya. Taksi online itu mulai melaju dan meninggalkan kawasan rumah Dinas Rayyan.


"Erika tunggu!" teriak Rayyan.


Rayyan masuk ke dalam rumahnya, Rayyan melempar semua yang ada di dekatnya sungguh Rayyan sangat berdosa dan bersalah karena selama ini Rayyan sudah membuat Erika sakit hati.


Ucapannya selama ini sudah sangat kejam dan tidak berperasaan. Rayyan segera masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah itu Rayyan segera mengambil kunci mobilnya dan berniat menyusul Erika. Rayyan yakin kalau saat ini Erika pulang ke rumah orang tuanya dan Rayyan siap menanggung semuanya.


Sementara itu, Erika memutuskan untuk menenangkan diri di sebuah hotel. Setelah cek in, Erika pun masuk ke dalam kamarnya. Erika tampak merosot ke lantai, hatinya sungguh sangat sakit Rayyan sudah membuatnya merasa terhina kali ini.


"Kamu jahat Bang, aku benci sama kamu," gumam Erika.


Airmata Erika semakin keluar dengan derasnya, dadanya begitu sesak, hatinya sakit, entah apa yang akan dia lakukan ke depannya.


Mobil Rayyan sampai di depan rumah Erika, Rayyan tampak ragu-ragu untuk turun tapi dia harus menyelesaikan semuanya dan meminta maaf kepada Erika.


Rayyan turun dan seorang satpam menghampiri Rayyan.


"Den Rayyan, ada apa Den? malam-malam kesini?"


"Pak Budi, apa Erika barusan pulang kesini?" tanya Rayyan.


"Tidak ada Den, Non Erika tidak pulang kesini."


"Serius Pak? soalnya barusan Erika bilang mau pulang kesini," dusta Rayyan.


"Serius Den, Bapak tidak bohong Non Erika tidak ada kesini."


"Ya sudah Pak, kalau gitu saya pulang lagi tapi ingat Pak, Pak Budi jangan bicara apa-apa soal saya datang kesini kepada Mommy dan Daddy."


"Baik Den."


Rayyan pun segera masuk ke dalam mobilnya, sungguh saat ini Rayyan merasa sangat cemas dan khawatir.


"Kamu kemana Erika? please jangan melakukan hal yang tidak-tidak," gumam Rayyan.

__ADS_1


Rayyan pun segera melajukan mobilnya, saat ini Rayyan sudah tidak tahu lagi kemana akan mencari Erika. Rayyan menghubungi Bee dan Alsya tapi mereka tidak ada yang tahu keberadaan Erika.


Sementara itu, Erika mengotak-ngatik ponselnya dan menghubungi seseorang.


πŸ“ž"Hallo Daddy, Erika sudah putuskan akan mengurus perusahaan yang Daddy bicarakan tadi pagi di meeting, besok pagi Erika langsung berangkat."


Erika pun langsung memutuskan sambungan teleponnya dan mematikan ponselnya, karena Erika lihat Rayyan terus saja menghubunginya.


Erika kembali menangis, di dalam meeting yang dilakukan tadi pagi, Daddy Edrik mengatakan kalau salah satu anak perusahaannya yang ada di Purwakarta membutuhkan pemimpin karena pemimpin sebelumnya saat ini sedang sakit.


Daddy Edrik memang menyuruh Erika untuk mengurusnya tapi Daddy Edrik tidak memaksanya karena saat ini Erika sudah menikah dan kalau Rayyan tidak mengizinkannya, Daddy Edrik akan mencari orang yang dia percaya untuk memegang perusahaannya itu untuk sementara.


Sudah hampir subuh, tapi Rayyan masih saja berkeliling di jalan mencari keberadaan Erika. Wajajnya tampak frustasi, sungguh Rayyan sangat cemas dan khawatir.


Mata Rayyan sudah sangat merah karena menahan kantuk, hingga akhirnya Rayyan memutuskan untuk menunggu Erika di depan kantornya karena Rayyan yakin kalau besok pasti Erika akan datang ke kantor.


***


Keesokkan harinya...


Rayyan menyipitkan matanya karena silau, ternyata matahari sudah bersinar dengan terangnya. Rayyan tersentak dan melihat jam tangannya ternyata sudah pukul 07.00 pagi dsn biasanya sebentar lagi Erika sampai.


Rayyan langsung mengarahkan pandangannya ke arah perusahaan, memperhatika setiap orang yang datang tapi nihil tidak ada sosok Erika disana hingga akhirnya sebuah mobil masuk halaman perusahaan yang Rayyan tahu itu adalah mobil milik mertuanya.


Tanpa menunggu lagi, akhirnya Rayyan pun keluar dari dalam mobilnya dan segera menghampiri Daddy Edrik.


"Daddy...."


"Rayyan, ada apa? kok pagi-pagi sudah kesini?"


"Daddy, bisa bicara sebentar?"


Daddy Edrik tampak mengerutkan keningnya, hingga Daddy Edrik pun membawa Rayyan ke ruangangannya.


"Terima kasih Daddy."


"Ada apa? dari raut wajahmu sepertinya ada masalah?"


Rayyan gelagapan, dia tidak tahu harus memulai darimana. Rayyan pun akhirnya menceritakan permasalahan antara dirinya dengan Erika, tentu saja Rayyan hanya menceritakan hal palsu karena Rayyan tidak berani kalau menceritakan permasalahan yang sebenarnya kepada Daddy Edrik.


"Ya ampun, anak itu masih saja keras kepala. Maafkan Erika ya Ray, karena dia belum jadi istri yang baik untukmu."


"Tidak Dad."


Keduanya tampak hening, hingga Daddy Edrik mengingat sesuatu.


"Astaga Ray, tadi malam Erika menghubungi Daddy dia akan berangkat ke Purwakarta pagi ini katanya dia sudah minta izin sama kamu."


"Apa? Purwakarta Dad?"


"Iya, perusahaan Daddy yang ada disana sedang membutuhkan pemimpin soalnya orang kepercayaan Daddy yang dipercaya mengurus perusahaan saat ini sedang sakit, dan Erika bilang kalau dia akan mengurusnya untuk sementara."


"Kapan Erika berangkat, Dad?" tanya Rayyan panik.


"Tadi malam sih dia bilang pagi ini."


"Ya sudah Dad, kalau begitu Rayyan pamit dulu mau nyusul Erika mudah-mudahan Erika belum berangkat."


"Baiklah, kamu hati-hati. Satu yang harus kamu ingat Ray, Erika itu kalau ngambek suka lama jadi menurut Daddy kalau kamu mau menyusulnya, biarkan dulu semuanya tenang baru kamu boleh menyusul Erika."


"Iya Daddy."


Rayyan pun mencium punggung tangan Daddy Edrik kemudian dengan cepat-cepat Rayyan masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Transfortasi dari Jakarta ke Purwakarta hanya ada dua kalau tidak naik bus pasti naik kereta api," gumam Rayyan.


Rayyan menuju pangkalan bus terlebih dahulu, sesampainya di pangkalan bus, Rayyan segera mencari bus yang jurusan Purwakarta. Hari ini hanya ada satu bus yang sebentar lagi akan berangkat, Rayyan segera berlari dan meminta izin untuk memeriksa penumpang mudah-mudahan Erika ada disana.


Setelah Rayyan memeriksa satu persatu penumpang, ternyata tidak ada Erika disana. Rayyan segera turun dari bus itu dan tujuannya saat ini adalah stasiun kereta api, Rayyan segera melesat kesana.


Sementara itu, Erika sedang menunggu kedatangan kereta api jurusan Purwakarta. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 09.00 pagi dan jadwal keberangkatannya adalah pukul 09.15 jadi tinggal lima belas menit lagi Erika akan berangkat.


"Untuk sementara aku akan tinggal disana sekaligus menenangkan diri aku, setelah semuanya tenang aku akan minta cerai kepada Bang Rayyan," batin Erika.


Tuuuuuuuttttt....


Suara kereta api datang menyadarkan lamunan Erika, Erika pun segera bangkit dari duduknya dan ikut berdiri bersama yang lainnya. Tidak lama kemudian, kereta api itu pun datang Erika pun dengan mantap segera masuk dan mencari tempat duduknya.


Setelah menemukan tempat duduknya, Erika pun mulai duduk bersantai. Erika mengeluarkan ear phonenya dan segera memasangkannya di telinganya, setelah musiknya berputar Erika pun mulai memejamkan matanya. Tidak lama kemudian, kereta pun mulai bergerak meninggalkan stasiun.


Bersamaan dengan Rayyan yang baru saja sampai, Rayyan tampak celingukkan mencari keberadaan Erika hingga akhirnya Rayyan bertanya kepada petugas stasiun.


"Maaf Pak saya mau tanya, kalau kereta jurusan Purwakarta kapan berangkatnya?"


"Lah, itu baru saja berangkat Mas."


"Apa?"


Lemas sudah kaki Rayyan, dia sudah terlambat dan Erika pun sudah pergi. Rayyan kembali menjambak rambutnya merasa sangat frustasi.


"Erika, maafkan aku...maaf...maaf..maaf."


Rayyan terus saja menggumamkan kata maaf di dalam hatinya, sungguh saat ini Rayyan sangat menyesal.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2