CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Seno Dan Zia Wedding


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Satu bulan pun berlalu, saat ini Bee, Erika, dan Alsya sedang berada di sebuah kamar mewah di hotel milik Seno.


"Kak Zia cantik banget sih," puji Alsya.


"Heem, seperti puteri-puteri kerajaan," sambung Erika.


"Kalian ini bisa saja."


"Terus hubungan kamu sama Rayyan bagaimana?" tanya Zia.


"Entahlah Kak, aku ga yakin sama hubungan aku dan dia soalnya semakin hari Bang Rayyan semakin menunjukkan kebenciannya sama aku mungkin karena dia masih mengira aku sedang hamil," sahut Erika.


"Dasar anak itu, tidak pernah berubah," geram Zia.


"Terus kenapa kamu tidak jujur saja sama Bang Rayyan, bukannya nanti juga kebenaran akan terungkap saat kamu melakukan tes kesehatan," seru Bee.


"Tes kesehatan bagi calon istri polisi itu meliputi tes darah, tes jantung, rontgen dada, tes paru-paru, dan tes urine. Kalau masalah tes keperawanan itu tergantung institusinya, ada yang pakai tes keperawanan ada juga yang tidak dan kayanya di institusi dia bekerja ga diwajibkan tes keperawanan," sahut Erika.


"Wuidih fasih amat yang mau jadi istri polisi," ledek Alsya.


"Itu juga aku tanya-tanya, ribet juga ternyata nikah sama Polisi belum urusan yang lain-lainnya tapi semuanya aku serahkan sama Daddy saja."


"Terus kamu masih mau menyembunyikan kebenarannya?" tanya Bee.


"Iya, nanti juga lama-lama ketahuan sama dia kalau perutku ga bakalan buncit-buncit. Nah, kalau sudah ketahuan aku tidak hamil terus dia minta maaf, ga bakalan aku maafin lihat saja nanti," geram Erika.


Alsya, Bee, dan Zia hanya geleng-geleng kepala mereka tidak mau ikut campur urusan mereka biarkan saja mereka yang selesaikan sendiri.


Ceklek...


"Ayo sayang, akad nikah akan segera dimulai," seru Mommy Kinan.


Semuanya pun segera menuju tempat akad akan diselenggarakan. Sebagai pemilik hotel, tentu saja Seno akan menggelar resepsi yang sangat mewah dan megah.


Sementara itu, Alsya, Bee, dan Erika yang menjadi mengiring pengantin wanita tampak terlihat sangat cantik menggunakan kebaya yang senada dengan sang calon pengantin.


Sesampainya di tempat akad, semua mata tertuju kepada pengantin wanita dan pengiringnya apalagi keempat pria tampan yang sudah duduk santai mengembangkan senyumannya melihat wanitanya masing-masing yang terlihat sangat cantik.


Zia tersenyum sangat cantik saat duduk disamping Seno membuat Seno tidak mau memalingkan pandangannya walau sekejap. Sedangkan ketiga wanita cantik yang lainnya duduk disamping pasangan mereka masing-masing.


"Kamu tak kalah cantik sama pengantin wanitanya," bisik Alta.


Bee hanya tersenyum dan merangkulkan tangannya ke lengan Alta. Begitu pun dengan Alsya dan Gibran tampak bahagia, tapi berbeda dengan Rayyan dan Erika mereka bagaikan musuh bubuyutan.


Setelah kata sah terucap, semua orang pun mengucapkan Hamdallah bersama-sama. Akhirnya Seno dan Zia pun sudah sah menjadi sepasang suami istri, mereka sangat bahagia. Setelah selesai akad nikah, semua pun pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan malam resepsi pernikahan Seno dan Zia.


"Sayang, apa kita menggelar resepsi pernikahan kita juga? sekarang kan Alsya sudah sembuh," seru Alta.

__ADS_1


"Tidak usah Oppa, lagipula kita sudah sah juga ngapain lagi menggelar resepsi hanya buang-buang uang saja."


"Memangnya kamu tidak mau seperti Tante Zia, menjadi puteri satu malam."


"Oppa, buat aku yang terpenting aku sudah sah menjadi istri kamu dimata agama dan hukum, aku tidak terlalu memikirkan masalah itu."


"Ya sudah kalau begitu, tadinya aku takut kamu merasa tidak dibahagiakan sama aku karena menikahnya apa adanya tanpa pesta."


Bee hanya tersenyum ke arah Alta, saat ini Bee sedang mengotak-ngatik laptopnya sedangkan Alta terlihat rebahan disamping Bee.


"Kamu sedang apa sih, sayang?"


"Aku sedang cari lowongan pekerjaan, kan sebentar lagi aku wisuda Oppa jadi sesuai keinginan aku, aku ingin kerja dulu."


Alta langsung bangkit dan duduk dihadapan Bee.


"Sayang, apa kamu lupa kalau suamimu ini seorang pengusaha bahkan perusahaannya pun ada dimana-mana. Kalau masalah kerjaan, kamu bisa pilih mau kerja di perusahaan aku yang mana, ngapain susah-susah cari lowongan pekerjaan segala," seru Alta.


Bee langsung menepuk jidatnya sendiri. "Astaga Oppa, kok aku bisa lupa kalau suamiku seorang pemilik perusahaan," sahut Bee.


"Yaelah Bee, kamu mah selalu saja begitu."


Bee menutup laptopnya dan bergelayut manja kepada suaminya itu.


"Kalau begitu aku kerja di perusahaan Oppa saja."


"Iya, tapi dengan satu syarat."


"Apa?"


"Hah...enggak ah, entar yang ada bukannya kerja malah ngamar terus," gerutu Bee.


"Pokoknya tidak ada bantahan, kamu bekerja jadi sekertaris aku atau kamu tidak boleh bekerja sama sekali."


"Haish...Oppa selalu saja seperti itu, baiklah aku akan jadi sekertaris Oppa tapi aku juga punya syarat."


"Apa?"


"Jangan ada yang tahu kalau aku ini istri Oppa."


"Kok gitu, enggak bisa aku ga mau."


"Ya sudah, aku melamar pekerjaan ke perusahaan Bang Gibran atau Bang Seno saja kalau begitu."


"Ishh..ishh..ishh..kenapa aku ga boleh memberitahukan kalau kamu istri aku?"


"Aku ga mau diperlakukan berlebihan, aku inginnya Oppa bersikap biasa saja dan marahi aku kalau aku melakukan kesalahan. Aku juga ga mau karyawan yang lainnya bersikap hormat kepadaku, aku ingin mereka menganggapku sebagai teman mereka tanpa merasa ragu-ragu untuk dekat denganku."


Alta menghembuskan nafasnya kasar, hingga Alta pun menatap Bee dengan seksama.


"Oppa jangan mulai deh, aku tahu dari tatapan itu."


"Istriku memang pintar."


Alta langsung menerkam Bee membuat Bee berontak.


"Oppa, yang pengantin baru itu Bang Seno sama Kak Zia tapi kenapa malah Oppa yang semangat."

__ADS_1


"Kita juga kan masih pengantin baru Bee, aku akan mengabulkan permintaan kamu tapi kamu harus bayar dimuka dulu."


"Haishh..ini mah akal-akalan Oppa saja."


Alta tidak menjawab ucapan Bee lagi karena saat ini Alta sudah melancarkan serangannya, lagi-lagi hal yang diinginkan terulang lagi.


***


Malam pun tiba...


Malam ini adalah resepsi pernikahan Seno dan Zia, resepsi mereka sangat megah dan mewah bagaikan pesta kerjaan di Negeri dongeng.


Tamu undangan datang silih berganti memberikan ucapan selamat dan do'a untuk sepasang pengantin baru itu, tak terkecuali untuk para sahabat Seno dan Zia.


Erika mengambil minuman dan duduk sendirian, tiba-tiba Rayyan pun duduk disamping Erika tapi Erika tidak memperdulikannya.


"Bersikaplah seperti sepasang kekasih jangan seperti ini," seru Rayyan tanpa melihat ke arah Erika.


"Buat apa? maaf, aku tidak pandai berakting."


Erika pun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Rayyan. Erika bergabung dengan Bee dan Alsya yang saat ini sangat heboh berfoto dengan pengantin bahkan mereka tidak memperdulikan para prianya.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2