CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Erika Dan Rayyan Part I


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Semuanya tampak berbincang-bincang, sembari sesekali menggoda Seno dan Zia membuat Zia kadang-kadang cemberut.


"Ya ampun, ponsel aku ketinggalan di mobil sebentar ya aku ambil ponsel dulu," seru Erika.


"Mau aku antar, Er?"


"Ga usah Bee, aku bisa sendiri."


"Ya sudah, kamu hati-hati."


"Oke...."


Erika meninggalkan ruangan itu dan melangkahkan kakinya menuju parkiran hendak mengambil ponselnya yang tertinggal di dalam mobil.


"Kenapa ponsel aku bisa sampai ketinggalan di mobil sih, dasar Erika ceroboh," gerutu Erika.


Hingga akhirnya Erika harus melewati lorong yang lumayan sepi karena sudah malam juga.


"Oh my god, sepi banget."


Erika mempercepat langkahnya, hingga disaat Erika sedang ketakutan sebuah tangan menarik Erika dan menyudutkannya ke dinding. Erika hendak berteriak tapi mulutnya dibekap oleh tangan seseorang, mata Erika melotot saat tahu siapa orang itu.


"Hallo sayang!"


Orang itu melepaskan tangannya...


"Miko..."


"Apakabar sayang?"


"Kamu ngapain disini? aku kira kamu sudah kembali ke Amerika."


"Aku tidak akan kembali ke Amerika sebelum aku bisa mendapatkanmu, Erika."


"Dasar gila, aku kan sudah bilang hubungan kita sudah berakhir ngapain kamu masih menggangguku."


"Tapi aku tidak mau berpisah denganmu."


"Dasar gila."


Erika mendorong tubuh Miko dan hendak meninggalkan Miko, tapi lagi-lagi Miko menarik Erika dan mengungkung Erika di dinding rumah sakit.


"Lepaskan aku Miko."


"Tidak, aku ingin kamu kembali padaku."


Miko berusaha mencium Erika tapi Erika memberontak, Miko semakin emosi saat Erika menolaknya. Sementara itu, Rayyan yang hendak kembali ke ruangan Alsya dan Gibran dengan membawa satu kantong kopi cup ditangannya merasa terkejut melihat Erika yang sedang dipaksa oleh seorang pria itu.


Rayyan hendak melangkahkan kakinya....

__ADS_1


"Erika...."


Suara teriakkan itu menggema di seluruh rumah sakit, membuat Rayyan menghentikan langkahnya. Begitu pula dengan Miko yang langsung menghentikannya.


Suara langkah kaki menggema di rumah sakit yang terlihat lengang itu.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"


"Dad---Daddy," seru Erika terbata.


Ya, ternyata orang itu adalah Daddy Edrik. Daddy Edrik malam ini pergi ke rumah sakit hendak menjemput Mommy Icha karena Mommy Icha tidak membawa mobil.


Tapi seketika emosi Daddy Edrik meledak saat melihat puterinya sedang melakukan hal yang menurutnya tidak pantas itu.


"Erika, kamu sungguh tidak tahu malu. Apa yang sedang kamu lakukan? ini rumah sakit, bisa-bisanya kamu melakukan hal menjijikan seperti itu!" bentak Daddy Edrik.


"Daddy, Daddy salah paham," sahut Erika dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Maaf Om, kami khilaf soalnya kami sudah lama tidak bertemu makanya saat bertemu kami sangat rindu sampai-sampai kami lupa kalau ini rumah sakit," seru Miko dengan senyuman liciknya.


"Apa kamu bilang? tidak Daddy, dia bohong tadi dia yang----"


Plaaakkkk....


Ucapan Erika terhenti karena Daddy Edrik langsung menampar Erika, membuat airmata Erika seketika mengalir. Rayyan yang saat ini hanya bisa terdiam, tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Erika berlari dengan memegang pipinya...


"Erika tunggu!" seru Miko.


Miko langsung menyusul Erika, sedangkan Daddy Edrik terdiam sembari melihat tangannya yang barusan sudah menampar puteri satu-satunya itu.


Erika hendak masuk ke dalam mobilnya tapi Miko lagi-lagi menahannya.


"Erika, maafkan aku kalau Daddy mu memarahimu lebih baik sekarang kamu ikut denganku kita menikah saja," seru Miko.


Erika menghempaskan tangan Miko. "Ini semua gara-gara kamu, aku sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi sama kamu lebih baik sekarang kamu pergi dan jangan menampakkan wajah kamu lagi dihadapan aku!" bentak Erika.


"Tapi Erika..."


"Kalau dia sudah tidak mau, jangan dipaksa," seru Rayyan.


Miko dan Erika menoleh bersamaan..


"Kamu siapa? jangan ikut campur urusan ku," seru Miko.


"Aku memang buka siapa-siapa, tapi aku tidak suka melihat seorang pria yang memaksa wanitanya."


"Jangan ikut campur, dia wanita ku jadi aku berhak melakukan apapun terhadap dia," seru Miko menunjuk ke arah Erika.


"Stop Miko, kita sudah lama tidak punya hubungan apa-apa lagi jangan pernah kamu ganggu aku lagi," sahut Erika.


"Jadilah pria sejati bro, kalau wanitanya sudah tidak mau jangan dipaksa," seru Rayyan dengan menepuk pundak Miko.


"Jangan sentuh aku."


Rayyan mengangkat kedua tangannya sembari tersenyum.


"Oke...sorry."

__ADS_1


Tiba-tiba Daddy Edrik pun berlari menyusul Erika, ia merasa bersalah dan hendak meminta maaf kepada puterinya itu.


"Erika..."


"Daddy..."


Miko kembali mengembangkan senyumannya, ini adalah kesempatannya untuk membuat orangtua Erika merestui hubungan dirinya dan Erika.


"Om, maaf sebelumnya tapi saya harus mengatakan yang sebenarnya kepada Om sebelum semuanya terlambat," seru Miko.


Erika, Rayyan, dan Daddy Edrik langsung melihat ke arah Miko. Erika sudah was-was karena takut Miko mengatakan hal yang tidak-tidak lagi.


"Apa yang ingin kamu katakan?" tanya Daddy Edrik dingin.


"Sebenarnya saat ini Erika sedang mengandung anak saya Om, jadi saya datang kesini untuk bertanggung jawab," seru Miko.


"Apa?" sahut ketiganya bersamaan.


Bagai disambar petir, Erika sangat terkejut dengan ucapan Miko yang sama sekali tidak benar itu. Begitupun Daddy Edrik dan Rayyan yang tak kalah terkejutnya mendengar ucapan Erika.


"Erika, kamu----"


Daddy Edrik mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras bahkan matanya sudah sangat merah menahan emosi yang ingin sekali meledak tapi Daddy Edrik tahu ini rumah sakit dan tanpa sepatah katapun, Daddy Edrik langsung meninggalkan Erika menuju ruangan Mommy Icha.


Erika menatap Rayyan dengan tatapan sedihnya, Erika ingin Rayyan mempercayainya tapi sayang Rayyan juga sama halnya Daddy Edrik meninggalkan Erika. Erika hanya bisa menangis, dadanya begitu sesak.


"Sudahlah, aku yakin orang tua kamu tidak akan menerima kamu lagi jadi sekarang lebih baik kamu ikut aku ke Amerika dan kita menikah dan hidup bahagia disana," seru Miko dengan tidak tahu malunya.


"Brengsek kamu Miko, sampai kapanpun aku tidak akan menikah denganmu dan aku sudah tidak sudi lagi melihat wajahmu!" bentak Erika.


Akhirnya dengan deraian airmata, Erika pun masuk ke dalam mobilnya dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Entah mau pergi kemana Erika, saat ini dia tidak punya tujuan lagi selain ke hotel.


Rayyan melangkahkan kakinya dengan emosi yang menguasai dirinya, entah kenapa ada perasaan kecewa di hati Rayyan saat mendengar kalau Erika sedang mengandung anak pria tadi.


"Dasar wanita murahan, pantas saja kelakuannya liar seperti itu mabuk-mabukkan, gonta-ganti cowok, aku yakin anak yang dikandungnya pun entah siapa Bapaknya sungguh menjijikan," batin Rayyan.


Rayyan pun segera masuk ke dalam ruangan Alsya dan Gibran, semua orang tampak mengerutkan keningnya karena Rayyan tiba-tiba datang dengan wajah sangarnya dan semua orang tidak ada yang berani bertanya kepadanya.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2