
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Semuanya makan bersama, terlihat sekali raut bahagia di wajah semuanya. Kebetulan tenda mereka berada di pinggir tebing yang kalau melihat pemandangan ke depan sana sangat indah.
Begitu pun dengan keempat serangkai, mereka yang memang mempunyai kesibukan yang luar biasa merasa tenang dan nyaman bisa menikmati sejenak liburan dan melupakan kesibukan mereka.
"Kak, kita selfi yuk!" ajak Alsya.
"Ga ah males, aku ga suka selfi-selfian," tolak Gibran.
"Ayolah Kak, buat kenang-kenangan."
"Kenang-kenangan apaan, setiap hari juga bertemu. Jangan banyak alasan deh," ketus Gibran.
Alsya tidak mau menyerah begitu saja, hingga akhirnya dengan cepat Alsya merangkul pundak Gibran dan langsung mengarahkan kamera.
Cekrek...cekrek...
Beberapa foto sudah Alsya dapatkan, walaupun ekspresi Gibran tampak tidak bersemangat dan kesal. Tapi Alsya sama sekali tidak memperdulikannya dia terus saja mengambil foto dengan berbagai fose.
Zia dan Erika asyik ngobrol berdua, membuat Seno, Rayyan, dan Alta geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya yang tampak heboh.
Alta celingukkan kesana kemari, dia baru ingat kalau dari tadi dia tidak melihat Bee. Alta pun bangkit dari duduknya.
"Kamu mau kemana, Al?" tanya Rayyan.
"Aku mau cari Bee, kok dari tadi aku ga lihat dia."
"Yaelah Pak Alta, rindu ya sama Bee," goda Erika.
Alta tidak memperdulikan ucapan Erika, Alta pun segera mencari keberadaan Bee. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya Alta menemukan keberadaan Bee.
Bee tampak duduk merenung sendirian, pandangannya lurus ke depan beberapa kali ia menghembuskan napasnya.
"Rega, kamu ada dimana? pulanglah, Kakak sangat merindukanmu," batin Bee.
Perlahan Alta mendekati Bee dan duduk di samping Bee.
"Di tempat seperti ini jangan banyak melamun, nanti kesambet loh."
__ADS_1
Bee menoleh ke arah Alta sekilas kemudian kembali melihat pemandangan indah yang terhampar luas di hadapannya.
"Ada apa?"
"Aku memikirkan Rega, dimana dia sekarang? apa dia hidup dengan layak, apa dia makan dengan baik, aku sangat merindukannya," lirih Bee dengan tatapan sendunya.
"Bukannya adik kamu itu sudah jahat ya, menjual rumah peninggalan orangtua kalian tanpa sepengetahuan kamu."
"Iya dia memang sudah keterlaluan, tapi walau bagaimana pun dia tetap adik aku di dunia ini hanya dia yang aku punya aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Aku sudah janji kepada almarhum Mama dan Papa untuk menjaga Rega, tapi buktinya sekarang aku bahkan tidak tahu dimana dia berada."
Alta menghembuskan napasnya dan mengikuti Bee menatap pemandangan di hadapannya, dia tidak tahu harus berkata apa. Sebenarnya di bisa saja menawarkan bantuan kepada Bee untuk mencari keberadaan Rega karena Alta mempunyai banyak kenalan detektif handal, tapi yang jadi masalahnya Alta tidak mau sampai Bee pergi dari rumah kalau dia sudah menemukan adiknya itu.
Egois, ya Alta memang egois. Masalah rumah Bee, Alta memang sudah memindahkan Pak Guntur ke rumah baru dan sekarang rumah Bee kosong. Alta bisa saja memberi tahu Bee tentang rumah itu masalah uang Alta tidak memikirkannya sama sekali.
Tapi yang menjadi masalahnya, entah kenapa Alta belum siap kalau Bee harus pergi dari rumahnya. Alta sudah terbiasa dengan keberadaan Bee di rumahnya dengan segala tingkah laku Bee yang membuat Alta merasa terhibur.
Bee tiba-tiba menoleh ke samping kanan, dari kejauhan Bee melihat sekelompok anak muda yang sangat Bee kenal. Bee kembali menajamkan penglihatannya, dan benar saja mereka adalah anak-anak yang sudah menjerumuskan Rega sehingga Rega menjadi anak yang brandalan.
"Bani...." seru Bee.
Bee kemudian bangkit dari duduknya dan segera berjalan menghampiri sekelompok anak muda yang saat ini sedang tertawa-tawa bersama dengan santainya.
"Bee, kamu mau kemana?" teriak Alta.
Alta pun segera menyusul Bee, belum juga sampai Bee menghentikan langkahnya membuat Alta pun berhenti mengikuti Bee.
"Kalian tahu, si Rega adalah orang yang paling g*b*o* sedunia, dia mau saja kita tipu dan akhirnya dia menjual rumah peninggalan orangtuanya, lihat nih uangnya saja masih banyak jadi kalian tidak usah khawatir kekirangan uang," seru Bani dengan menunjukan uang didalam ranselnya.
Semuanya tertawa terbahak-bahak, sedangkan Bee sudah mengepalkan kedua tangannya, matanya sudah memerah. Dengan emosinya Bee menghampiri Bani dan teman-temannya kemudian menarik baju Bani sehingga Bani merasa kaget.
"Kalian memang brengsek, dimana Rega sekarang?" bentak Bee.
Bani menghempaskan tangan Bee dengan senyuman sinisnya.
"Wow, ada Kakak Rega yang cantik datang kesini, pasti ingin ikut bersenang-senang dengan kita kan?" seru Bani dengan menatap Bee dari atas hingga bawah.
Alta hanya diam saja, dia melihat apa yang akan Bee lakukan kalau sampai anak-anak brandal itu macam-macam, baru Alta yang akan maju.
"Cepat katakan dimana Rega sekarang?" bentak Bee.
"Sabar dulu dong cantik jangan marah-marah, aku akan kasih tahu dimana Rega tapi Kakak yang cantik ini harus temani kita dulu bersenang-senang baru nanti aku kasih tahu dimana Rega," seru Bani dengan mencolek dagu Bee.
"Jangan kurang ajar kamu, Bani!" bentak Bee dengan menepiskan tangan Beni dengan kasar.
Bani hendak melecehkan Bee tapi Alta dengan cepat menahan tangan Bani.
"Jangan berani-berani kamu sentuh dia," geram Alta.
"Siapa kamu, berani-beraninya ikut campur urusan kita? oh aku tahu, jangan-jangan kamu adalah salah satu teman kencannya wanita ini ya? soalnya dia kan suka kencan dengan para pria kaya," seru Bani meremehkan.
__ADS_1
Alta memutar tangan Bani sehingga membuat Bani berteriak kesakitan.
"Aaarrggghh sakit, ampun-ampun."
"Masih berani kamu macam-macam, aku patahkan tangan kamu," ancam Alta.
"Iya-iya ampun."
Alta pun melepaskan tangan Bani dan Bani tampak meringis.
"Katakan dimana Rega sekarang?" teriak Bee.
"Aku tidak tahu, bisa saja dia sudah dipenjara atau jangan-jangan dia sudah mati bunuh diri."
Bugh...
Bee memukul wajah Bani, airmatanya sudah tidak bisa dibendung lagi.
"Kurang ajar, jadi semua ini ulah kamu. Rega menjadi brandalan gara-gara gaul dengan kalian semua, awas saja kalau sampai kenapa-napa dengan Rega, aku akan cari kalian sampai ke ujung dunia sekalipun!" teriak Bee dengan deraian airmata.
Alta memeluk Bee menenangkan Bee yang saat ini sedang emosi.
"Sudah, lebih baik sekarang kita pergi percuma bicara dengan mereka, mereka tidak tahu dimana keberadaan Rega."
Alta pun dengan paksa membawa Bee pergi menjauh dari tempat itu, sementara itu Bani tampak mengeraskan rahangnya.
"Kamu harus membayar apa yang sudah kamu lakukan padaku hari ini."
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU