CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Kebersamaan


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Tidak lama kemudian Alsya dan Erika datang membuat Gibran dan Rayyan serempak menyemburkan kopinya.


"Hallo jodoh masa depanku," seru Alsya.


"Stop memanggilku seperti itu, karena aku bukan jodoh masa depanmu," sahut Gibran dingin.


"Jangan gitu Kak, Alsya sumpahin Kakak bakalan ngejar-ngejar Alsya."


"Idih ogah."


"Kamu ngapain kesini?" ketus Rayyan.


"Apa urusannya sama anda," sahut Erika.


Erika pun dengan santainya duduk dihadapan Rayyan membuat Rayyan salah tingkah dan memalingkan wajahnya.


"Ya ampun, bukannya itu Bee ya? so sweet banget sih Bee sama Pak Alta," seru Erika.


"Wah jangan-jangan mereka pacaran lagi," sahut Alsya.


Alsya duduk disamping Gibran, tapi Gibran menggeser kursinya. Alsya tidak mau kalah, dia pun ikut menggeser kursinya mendekat ke arah Gibran.


"Hai, jangan dekat-dekat," seru Gibran.


"Ih, Kakak kan jodoh masa depanku masa ga boleh dekat-dekat."


Gibran mengetuk-ngetuk jari telunjuk ke kening Alsya.


"Percaya diri sekali anda."


"Lihat saja, nanti Kakak yang bakalan mengejar-ngejar Alsya."


"Oke...kita lihat saja nanti."


Sementara itu, Erika tampak sibuk dengan ponselnya tidak berniat ingin mengajak ngobrol pria tampan didepannya.


"Ini kartu ATM mu, aku sama sekali tidak memakai uangmu," seru Rayyan dengan menyerahkan kartu ATM milik Erika.


"Kenapa ga dipakai? mobil kamu kan rusak."


"Ga apa-apa, sekarang sudah bagus lagi kok."

__ADS_1


Erika pun langsung mengambil ATMnya dan memasukkannya ke dalam tasnya. Rayyan melihat pria disekelilingnya yang tampak memperhatikan Erika.


Bagaimana mata semua pria tidak melotot kalau disuguhkan paha putih nan mulus milik wanita bule itu. Erika saat ini memang memkalai celana pendek sekali membuat Rayyan sedikit kesal.


"Dasar pria hidung belang ga bisa lihat yang mulus pasti langsung melotot," batin Rayyan.


Rayyan pun mengambil jaketnya dan menutup paha Erika dengan jaketnya membuat Erika yang sedang mengotak-ngatik ponselnya langsung menatap Rayyan.


"Bisa tidak kalau berpakaian itu jangan terlalu terbuka? banyak mata pria yang melotot kearahmu seolah-olah ingin menerkam mangsanya," seru Rayyan.


Rayyan pun bangkit dari duduknya dan mulai kembali latihan bersama yang lainnya. Sedangkan Erika tampak terperangah dengan perlakuan Rayyan, ada rasa bangga dalam diri Erika saat ada seorang pria yang tak tergoda dengan pahanya justru malah berusaha menutupinya.


Erika jadi malu sendiri, akhirnya dia memakai jaket denim dan jaket Rayyan dia biarkan menutup pahanya.


"Hai Sya, hai Er!" sapa Bee.


"Cie..cie..yang lagi peluk-pelukkan sama Kak Alta sampai lupa waktu," goda Alsya.


"Mana ada peluk-pelukkan, Kakak hanya mengajarkan Bee cara menembak yang benar saja," elak Alta.


"Bee, maaf ya jangan salah paham tadi aku ga minta Seno buat ngajarin aku kok," seru Zia yang baru saja selesai latihan.


"Tidak apa-apa, santai saja Bu dokter. Oh iya, Bu Dokter kenalkan mereka teman-teman aku," seru Bee.


"Hallo Zia."


"Alsya."


Akhirnya semua berbincang-bincang, Zia dan ketiga wanita cantik lainnya tampak sangat akrab seperti yang sudah kenal lama padahal mereka baru saja berkenalan.


Sementara itu, keempat pria tampan itu hanya memperhatikan kehebohan para wanita yang sedang asyik bercanda itu. Tanpa mereka sadari, keempat pria tampan itu menyunggingkan senyumannya.


"Bagaimana kalau sekarang kita ke rumah Alta, kita suruh Bee memasak untuk makan siang kita semua," seru Gibran.


"Boleh dengan senang hati," sahut Bee.


Zia awalanya tidak mau ikut, tapi Bee memaksanya untuk ikut.


"Pak, tahu tidak kalau wanita yang mau dijodohkan dengan Tuan Seno itu adalah Dr.Zia."


"Apa? serius kamu?"


"Seriuslah, aku kadang-kadang aneh melihat kelakuan kalian dijodohkan sama wanita cantik dan baik pada ga mau."


"Sebenarnya yang kami lihat itu bukan wajahnya, kalau wanita cantik dan **** kami sudah sering bertemu bahkan rekan bisnis kami tidak segan-segan membawa para puterinya dan berusaha menarik perhatian kami lewat puterinya. Tapi yang kami lihat bukan itu semua, kami hanya ingin mendapatkan pendamping yang benar-benar mencintai kami apa adanya bukan karena ada apanya."


Tidak lama kemudian, semua mobil pun sampai di rumah Alta. Bee langsung menuju dapur untuk memasak dan diikuti oleh ketiga teman-temannya.


Sedangkan para pria memilih bermain PS sembari menunggu masakkannya jadi.


"Bee, kamu serius hanya berdua tinggal disini?" tanya Erika.

__ADS_1


"Iya, soalnya para ART hanya bekerja sampai pukul 17.00 sore jadi kalau malam hari, ya aku hanya berdua sama Pak Alta."


"Kamu bisa memanfaatkan situasi dong, asyik tahu malam-malam berdua sama pria tampan," seru Erika dengan genitnya.


Alsya yang gemas, memukul kepala Erika dengan terong ungu yang bakalan Bee masak.


"Ih Alsya bercandanya main kekerasan," keluh Erika.


"Makanya otak kamu itu memang harus di ruqyah biar isinya tidak mesum mulu, memangnya kamu ga bisa lihat pria tampan nganggur langsung diembat," ledek Alsya.


Erika hanya bisa nyengir, sedangkan Zia yang dari tadi diam merasa tidak mengerti dan banyak sekali pertanyaan yang berseliweran diotaknya.


"Bee, apa aku boleh bertanya?" seru Zia.


"Dokter mau tanya apa?"


"Kamu tingga disini sama pria tadi?"


"Iya, aku bekerja disini sebagai tukang masak."


"Lah, kok tukang masak? memangnya si Seno tidak ngasih kamu uang? tega banget dia membiarkan pacarnya bekerja menjadi tukang masak di rumah sahabatnya sendiri," seru Zia.


Bee hanya tersenyum dan tidak memperpanjang lagi, karena Bee tahu sebenarnya Zia ingin bertanya lebih dalam lagi tapi Bee takut Seno marah dan malah tidak mau melanjutkan lagi memakai jasanya.


"Kok aku merasa aneh dengan sikap Bee dan Seno yang sama sekali tidak menunjukkan seperti orang yang berpacaran, malah justru Alta yang sangat perhatian sama Bee," batin Zia.


Tidak lama kemudian, Bee pun akhirnya selesai masak. Semuanya langsung makan dengan lahapnya, bahkan semua orang tampak memuji masakan Bee yang sangat lezat.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2