
π
π
π
π
π
Keesokkan harinya...
Hari ini Alta libur ke kampus, maka dari itu Alta berada di kantor seharian ini.
Pekerjaan Alta sangat banyak membuat Alta tidak bisa hanya sekedar mengobrol dengan istrinya begitu pun dengan Bee yang sangat sibuk
Tiba-tiba telepon dimeja Bee berbunyi dan memberitahukan ada titipan berkas untuk Alta di resepsionis. Bee segera menuju lobi dan berniat mengambil berkas yang dititipkan itu.
"Maaf aku mau mengambil berkas untuk Pak Alta," seru Bee.
Mona dan Astri tampak menatap malas Bee, dan Mona terlihat sangat santai bahkan saat ini Mona sedang membersihkan kuku-kukunya membuat Bee sedikit kesal.
"Hai kalian tuli ya, aku kesini mau mengambil berkas yang dititipkan, cepetan waktuku tidak banyak karena aku sedang bekerja bukan hanya main-main seperti kalian!" sentak Bee.
Mona dan Asri seketika berdiri dan menatap tajam ke arah Bee.
"Siapa yang main-main, jangan sok deh mentang-mentang dekat dengan Pak Alta kamu bisa seenaknya bentak-bentak kami," seru Asri.
"Masih mending kami seperti ini, daripada kamu kerjaannya hanya molor kalau Pak Alta tahu habis kamu bisa dipecat sama dia," sambung Mona.
"Yakin Pak Alta akan memecatku? aku rasa bukan aku yang dipecat tapi kalian," sahut Bee dengan senyuman sinisnya.
"Apa kamu bilang? berani sekali kamu berkata seperti itu, kami ini karyawan lama dan kamu hanya karyawan baru ya otomatis Pak Alta lebih mempertahankan kami daripada kamu," seru Mona.
"Sudahlah, aku malas berdebat dengan kalian cepat mana berkas itu," seru Bee dengan mengulurkan tangannya.
"Enak saja main suruh orang sembarangan, tuh ambil saja sendiri," seru Mona dengan santainya membuat Bee mengepalkan tangannya saking kesalnya.
Tiba-tiba Bee menjambak rambut Mona, masih untung ada meja yang menghalangi mereka jadi Bee hanya bisa meraih rambut Mona.
"Aw, apa-apaan kamu? kamu gila ya, lepaskan!" teriak Mona.
"Kurang ajar, lepaskan tangan kamu," seru Asri.
Asri berusaha melepaskan tangan Bee tapi cengkraman tangan Bee begitu kuat sehingga Asri tidak bisa melepaskannya, sedangkan Mona sudah berteriak kesakitan.
Semua karyawan tampak memperhatikan ketiganya tapi mereka tidak ada yang berani mendekat karena takut disalahkan.
"Lepaskan wanita sialan," teriak Mona.
"Jangan macam-macam sama aku, kalian itu sama-sama karyawan disini dan kalian harus tahu tugas masing-masing," seru Bee.
Salah satu karyawan memanggil satpam untuk memisahkan Bee dan Mona.
"Mbak lepaskan, jangan buat keributan di kantor ini kalau tidak, saya akan laporkan anda kepada Pak Alta," ancam satpam.
"Aku tidak takut laporkan saja sana, wanita ini harus dikasih pelajaran," sentak Bee.
__ADS_1
Sebuah mobil berhenti di depan kantor dan Mommy Tasya keluar dari dalam mobil itu, semua karyawan tampak terkejut dengan kedatangan Nyonya besar itu.
Berbeda dengan Asri dan Mona yang terlihat tersenyum karena mereka yakin kalau Bee akan segera dipecat dari kantor itu.
"Aw sakit, ampun tolong lepaskan aku," rengek Mona dengan mengeraskan suaranya berharap Mommy Tasya mendengarnya.
Mommy Tasya mengerutkan keningnya karena melihat orang berkerumun. Mommy Tasya menghampiri mereka membuat semuanya menyingkir dengan membungkukkan tubuhnya.
"Ada apa ini?" tanya Mommy Tasya.
Bee yang mendengar suara yang sangat dia kenal akhirnya melepaskan jambakkannya dan membalikkan tubuhnya. Betapa terkejutnya Bee saat melihat Mommy Tasya sudah berdiri disana.
Mona menghampiri Mommy Tasya dengan rambutnya yang acak-acakkan dan memperlihatkan wajah sedihnya.
"Maaf Nyonya, wanita itu tiba-tiba saja menjambak saya tanpa alasan," seru Mona dengan menunjuk ke arah Bee.
"Dia tidak akan menjambak orang sembarangan kalau orang itu tidak membuat gara-gara duluan," sahut Mommy Tasya.
Mona tampak melotot begitu pun dengan semua orang yang ada disana. Mommy Tasya menghampiri Bee dan mengusap pipi Bee dengan penuh kasih sayang.
"Ada apa sayang sebenarnya?" tanya Mommy Tasya lembut.
Lagi-lagi semua orang menganga dengan perlakuan Nyonya Bos itu terhadap Bee.
"Ini Mommy, ada berkas yang dititipkan untuk Oppa di saat aku memintanya dia malah tidak mau memberikannya katanya Bee harus ambil sendiri," sahut Bee.
"Mo---mmy," gumam Mona gelagapan.
"Hai berani sekali kamu menyuruh-nyuruh menantu kesayangan saya, sepertinya saya harus laporkan kamu kepada Alta karena kerja kamu tidak beres," kesal Mommy Alta.
"Ada apa ini?"
"Mona, saya sudah tahu semuanya karena saya sudah lihat lewat cctv."
"Ma--af Pak."
"Sekarang kamu minta maaf kepada istri saya, setelah itu keputusan ada ditangan istri saya apa kamu akan dipecat atau tidak."
Semua orang membelalakkan matanya mendengar ucapan Alta, Alta mendekati Bee dan merangkulnya sudah saatnya semua tahu tentang identitas Bee yang sebenarnya.
"Dia adalah istriku, jadi siapa pun yang berani macam-macam kepadanya itu sama artinya kalian sudah berani kepada saya dan saya tidak akan memaafkan siapa pun yang sudah berani mengganggu istri saya."
Semua karyawan menundukkan kepalanya, apalagi yang sudah sempat mengatai Bee secara terang-terangan membuat mereka sangat takut Alta akan memecatnya.
Mona dan Asri hanya bisa menundukan kepalanya.
"Cepat minta maaf kepada istri saya!" bentak Alta.
Mona segera menghampiri Bee. "Maafkan aku Bu, aku tidak tahu kalau Ibu istrinya Pak Alta jadi aku mohon jangan pecat aku."
"Ibu? memangnya aku kelihatan sudah tua sampai-sampai kamu memanggilku dengan sebutan Ibu," ketus Bee.
"Ah, maksudku Nona. Maaf."
"Bagaimana sayang, apa kamu ingin aku memecat mereka berdua?" seru Alta dengan melihat Mona dan Asri secara bergantian.
"Jangan Oppa, kasihan apalagi mereka berdua kan merupakan karyawan lama disini aku hanya ingin mengingatkan mereka saja jangan sampai terulang lagi kejadian seperti ini."
__ADS_1
"Tidak Nona, kami janji kami tidak akan mengulanginya lagi," seru Asri.
"Kamu yakin sayang, tidak mau memecat mereka?" tanya Mommy Tasya.
"Tidak Mommy kasihan mereka, zaman seperti ini mencari pekerjaan itu sangat susah dan aku tidak mau sampai memutuskan rezeki mereka."
"Ya ampun, kamu baik sekali sayang."
"Kali ini kalian selamat karena istri saya memaafkan kalian, tapi kalau sampai terulang lagi saya tidak akan memaafkan kalian," sentak Alta.
"Iya Pak, maaf. Terima kasih Nona sudah mau memaafkan kami," seru Mona.
"Ayo sayang!"
Alta pun menggenggam tangan Bee dan pergi meninggalkan tempat itu. Sementara itu, Mona dan Asri hanya bisa terduduk lemas mereka tidak menyangka kalau Bee adalah istri Bosnya.
"Aku tidak menyangka kalau dia istri Pak Alta," lirih Mona.
"Pantas saja pulang pergi selalu bersama dengan Pak Alta," sahut Asri.
Keduanya tampak terdiam merenungi nasib, untung saja Bee masih memaafkan mereka.
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1