CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Rencana Perjodohan


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Rayyan benar-benar mengikuti mobil Erika dari belakang, Rayyan tidak mau sampai Erika kabur lagi karena dia sudah berjanji kepada Mommy Icha untuk menemukan Erika.


Tidak lama kemudian keduanya sampai, Erika tampak ragu-ragu untuk masuk hingga alhirnya dengan terpaksa Rayyan pun harus ikut masuk untuk membawa Erika ke dalam.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam, ya Alloh Erika kamu kemana saja Nak," seru Mommy Icha dengan deraian airmata.


"Maaf Mommy."


Daddy Edrik dan Rayyan hanya diam saja...


"Terima kasih Nak Rayyan, sudah membantu kami menemukan puteri kami," seru Mommy Icha.


"Sama-sama Tante, itu sudah tugas saya sebagai seorang Polisi membantu siapa pun yang membutuhkan," sahut Rayyan.


"Terima kasih Nak."


"Sama-sama Om, kalau begitu Om, Tante, Rayyan permisi dulu soalnya Rayyan masih ada keperluan."


"Iya Nak, sekali lagi terima kasih."


Rayyan kemudian pergi meninggalkan kediaman Erika. Mommy Icha membawa Erika untuk duduk, terlihat sekali raut wajah khawatir dari wajah Mommy Icha.


Sementara itu Daddy Edrik menatap tajam ke arah Erika dan itu membuat Erika menundukkan kepalanya karena merasa takut.


"Erika, Daddy sungguh sangat pusing dengan kelakuan kamu. Harus bagaimana lagi Daddy menasehati kamu? terus, jelaskan siapa pria waktu itu yang mengaku sudah menghamili kamu?" bentak Daddy Edrik.


"Dia Miko Dad, mantan pacar Erika tapi sumpah Dad, Erika ga pernah ngapa-ngapain sama dia waktu di rumah sakit dia memaksa Erika tapi belum juga Erika menjelaskan semuanya Daddy sudah salah faham duluan sama Erika. Erika memang salah Dad, pergaulan Erika terlalu bebas tapi percaya sama Erika kalau Erika belum melakukan hal sejauh itu Dad."


"Tapi kenapa pria itu mengatakan kalau kamu sedang mengandung anaknya?"


"Miko ingin kembali sama Erika tapi Erika ga mau makanya dia bilang seperti itu supaya Daddy mau menikahkan Erika sama dia. Kalau Daddy tidak percaya, Erika bisa minta Kak Zia untuk memeriksa Erika kalau Erika memang tidak sedang hamil."


"Dad, sudahlah Mommy percaya kalau Erika tidak mungkin sampai mengecewakan kita."


"Sepertinya aku harus menikahkan Erika dengan Rayyan, Rayyan seorang Polisi pasti dia bisa tegas menghadapi Erika lagipula sebentar lagi Erika wisuda. Ya, aku harus menemui Pak Zein karena hanya Rayyan yang cocok dengan Erika," batin Daddy Edrik.


***


Keesokkan harinya...


Tok..tok..tok..


"Masuk."


"Maaf Tuan, ada Tuan Edrik."


"Ah, iya suruh masuk."


"Baik Tuan, Tuan Edrik silakan masuk."


"Terima kasih."


Daddy Edrik pun masuk ke ruangan Daddy Zein, Daddy Edrik sudah memutuskan untuk membicarakan masalah perjodohan antara Erika dan Rayyan.


"Apakabar Pak Zein?"


"Alhamdulillah, sehat Pak Edrik."

__ADS_1


Keduanya saling berpelukkan satu sama lain..


"Silakan duduk Pak Edrik."


"Terima kasih."


"Ada apa ini, tumben Pak Edrik yang super sibuk ini menyempatkan diri untuk datang ke kantor saya?"


"Ah tidak apa-apa, saya hanya ingin berbincang-bincang saja dengan Pak Zein."


"Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin Pak Edrik sampaikan."


"Begini Pak Zein, apa putera Bapak Rayyan sudah punya calon?" tanya Daddy Edrik.


"Ya ampun, anak itu susah sekali dibilangin Pak Edrik. Padahal usianya sudah cukup matang untuk menikah, tapi ya begitulah Rayyan itu anaknya dingin dan sangat cuek kepada wanita saya pun sudah sering menanyakan soal wanita tapi jawabannya selalu saja belum ada jodohnya."


"Syukurlah, saya datang kesini ingin menjodohkan puteri saya dengan putra Pak Zein."


"Apa? puteri Bapak, maksudnya Erika?"


"Iya Pak Zein, saya ingin Erika ada yang menjaga dan mengawasi karena selama ini saya dan istri saya terlalu sibuk dengan pekerjaan kami masing-masing jadi kami sedikit melupakan Erika dan alhasil Erika menjadi anak yang susah diatur. Rayyan kan seorang Polisi, dia pasti tegas dalam segala hal jadi jika berkenan saya ingin menjodohkan Erika dengan Rayyan."


"Wah, saya sangat tersanjung sekali keluarga Abraham mau berbesanan dengan kita, secara keluarga Abraham sangat tidak diragukan lagi dalam masalah bisnis, tapi saya merasa tidak enak Pak Edrik."


"Tidak enak bagaimana, Pak Zein?"


"Rayyan, putera saya itu hanya seorang Polisi gajinya pun tidak seberapa saya takut Rayyan tidak akan bisa membahagiaakan Erika. Saya sudah bujuk Rayyan untuk bergabung ke perusahaan tapi tetap saja Rayyan tidak mau. Bagaimana kalau Erika menikah dengan Raihan kembarannya Rayyan?" seru Papa Zein.


"Maaf Pak, tapi saya sudah cocoknya dengan Rayyan. Saya tidak peduli profesi dan gajinya berapa, yang jelas saya ingin menjodohkan Rayyan dengan Erika."


"Tapi bagaimana kalau mereka tidak mau dijodohkan?" tanya Papa Zein.


"Kita paksa saja."


"Caranya?"


Daddy Edrik tampak membisikkan sesuatu kepada Papa Zein membuat Papa Zein tertawa dan setuju dengan ide Daddy Edrik.


Sedangkan di sisi lain, Erika baru sampai di kampus dan langsung disambu haru oleh Bee sahabatnya.


"Ya Alloh Erika, kamu darimana saja seminggu ini tidak masuk ke kampus mana kabur dari rumah segala," sahut Bee.


"Iya maaf."


"Apa kamu punya masalah?"


"Iya, nanti aku bakalan cerita sama kamu."


"Janji ya."


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, Erika dan Bee sedang berjalan menuju parkiran. Tiba-tiba di parkiran terlihat seorang wanita cantik sedang menunggu sembari celingukan.


"Er, bukannya itu Kak Zia ya."


"Lah, iya sedang apa dia disini?"


"Ayo kita samperin dia."


Erika dan Bee pun langsung menghampiri Zia..


"Kak Zia, lagi ngapain disini?" tanya Bee.


"Ya ampun, dari tadi aku lagi nungguin kalian."


"Hah, nungguin kita? memangnya mau ngapain?" tanya Erika.


"Bagaimana kalau bicaranya sembari makan siang," seru Zia.


"Sebentar aku minta izin dulu sama Oppa."

__ADS_1


Bee pun langsung menekan nomor Alta dan langsung menghubunginya dan tidak lama kemudian, Bee pun memutuskan sambungan teleponnya.


"Bagaimana?" tanya Zia.


"Boleh, soalnya hari ini Oppa mau ke kantor katanya."


"Ya sudah, let's go."


Ketiga wanita cantik itu pun segera pergi ke sebuah restoran, entah apa yang akan Zia bicarakan dengan Bee dan Erika. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya mereka pun sampai disebuah restoran yang khusus menghidangkan makanan korea.


"Kak Zia mau bicara apa dengan kita?" tanya Bee.


"Begini, aku itu kan punya sahabat seorang Desainer terkenal dia itu baru pulang dari Perancis karena sudah menghadiri acara fashion show disana. Nah, minggu depan itu dia akan mengadakan fashion show tapi masalahnya ada tiga modelnya yang tidak bisa ikut karena sakit jadi temanku itu memintaku untuk menggantikan model itu dan aku juga memperlihatkan foto kalian dan dia sangat senang sekali karena mereka juga suka sama kalian, bagaimana apa kalian mau menemaniku menggantikan model-model itu?"


Bee dan Erika saling pandang satu sama lain...


"Kalau aku sih oke-oke saja," sahut Erika.


"Yes, kalau kamu bagaimana Bee?" tanya Zia.


"Aku ga bisa fashion show Kak, lagipula aku harus minta izin dulu sama Oppa takutnya Oppa tidak mengizinkanku," sahut Bee.


"Tenang kalau masalah fashion show, biar nanti aku yang ajari tapi kalau masalah berhadapan dengan Pak Alta, aku angkat tangan ga berani aku," seru Erika.


"Sepertinya kamu ga usah bilang sama Alta deh Bee, sudah pasti Alta ga bakalan mengizinkanmu untuk ikutan. Kamu cari alasan apa saja deh, nanti kalau dia marah biar aku yang jelasin," seru Zia.


"Tapi Kak----"


"Bayarannya besar loh Bee, yakin kamu ga mau ikut?" seru Zia dengan menaik turunkan alisnya.


Bee, berpikir sebentar hingga akhirnya sebuah senyuman terbit dibibirnya.


"Kalau masalah uang, ga boleh dilewatkan. Let's go lah aku ikutan Kak."


"Yes, deal ya ga boleh berubah pikiran lagi."


"Deal..." sahut Bee dan Erika bersamaan.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2