
π
π
π
π
π
Malam ini Rayyan pulang dengan tergesa-gesa karena Mama Karren menghubunginya katanya Papa Zein mendadak sakit.
Ceklek...
"Bagaimana Ma, dengan keadaan Papa?" tanya Rayyan panik.
"Papa masih lemah, Ray."
"Memangnya Papa kenapa Ma? kok bisa tiba-tiba kondisinya drop seperti ini?"
"Entahlah, Mama juga tidak tahu Ray."
"Ya sudah kalau begitu, kita bawa Papa ke rumah sakit."
Papa Zein menggelengkan kepalanya...
"Ray, sini."
Rayyan pun menghampiri Papa Zein dan duduk disamping Papa Zein berbeda dengan Rayyan yang tampak panik dan khawatir, kedua kembarannya Raihan dan Raina hanya mampu menahan tawanya karena mereka tahu kalau Papa mereka saat ini sedang berakting.
"Ray, Papa sudah semakin tua Papa ingin melihat kamu cepat-cepat menikah."
"Cepat-cepat menikah bagaimana Pa, calon pacar saja tidak punya."
"Papa sudah punya calon untukmu, dia gadis yang baik dan juga cantik dan yang paling penting dia anak dari sahabat Papa. Kamu mau ya menikah dengannya?" lirih Papa Zein.
"Pa, jangan dijodohin dong kaya di novel saja. Banyak cerita tentang perjodohan dan Rayyan ga mau ikut-ikutan dijodohkan seperti itu, lagipula wanita tidak akan habis Pa, masih banyak waktu untuk Rayyan menemukan wanita yang Rayyan cintai," sahut Rayyan.
"Aaarrghh..."
Papa Zein tiba-tiba memegang dadanya dan meringis kesakitan.
"Papa, Papa kenapa? ayo kita ke rumah sakit."
Rayyan semakin khawatir melihat keadaan Papanya yang terlihat sangat kesakitan itu tapi lagi-lagi Papa Zein menggelengkan kepalanya menolak ajakan Rayyan.
"Ray, buat kamu masih banyak waktu tapi buat Papa bagaimana? bagaimana kalau saat ini Papa meninggal dan Papa belum melihat kamu menikah? apa kamu mau melihat Papa mati penasaran?"
"Astaga Pa, Papa jangan ngomong seperti itu Rayyan ingin Papa sehat-sehat saja."
"Kalau kamu ingin melihat Papa tetap sehat, maka kabulkanlah permintaan terakhir Papa. Papa tidak mau apa-apa, Papa cuma ingin melihat kamu menikah dan mempunyai cucu dari kamu."
Rayyan tampak berpikir, apa yang harus dia lakukan. Disatu sisi dia tidak mau melihat Papanya sakit seperti itu tapi disisi lain, Rayyan belum siap untuk menikah lagipula siapa yang akan menikah dengannya.
"Sudahlah Ray, ikuti saja apa keinginan Papa," seru Raihan.
"Ray, Mama yakin kalau kamu adalah anak yang penurut. Kamu sayang kan sama Mama dan Papa?" seru Mama Karren.
__ADS_1
"Sayanglah Ma, kalian adalah segalanya buat Rayyan."
"Maka dari itu kabulkanlah permintaan kami kali ini."
Rayyan tampak termenung, cukup lama Rayyan berpikir membuat semuanya menatap Rayyan dan menunggu jawaban dari Rayyan.
"Baiklah, Rayyan mau dijodohkan dengan anak sahabat Papa tapi dengan catatan Rayyan melakukan semua ini karena Rayyan tidak mau melihat Papa sedih dan sakit-sakitan seperti ini, Rayyan melakukannya karena demi Papa dan Mama," sahut Rayyan.
"Terima kasih Ray, kamu memang anak yang penurut. Papa yakin, kalau masalah cinta dengan seiring berjalannya waktu, cinta itu akan tumbuh diantara kalian."
"Ya sudah, Papa istirahat Rayyan mau ke kamar dulu."
"Iya Nak."
Rayyan pun melangkahkan kakinya meninggalkan kamar Papa Zein. Sepeninggalnya Rayyan, Papa Zein dan Mama Karren terlihat sangat bahagia begitu pun dengan Raihan dan Raina.
"Wah, akting Papa memang hebat sudah mengalahkan Raina saja," seru Raina.
"Iya dong siapa dulu," sahut Papa Zein dengan bangganya.
Papa Zein bangkit dari tidurnya dan membuka syal yang melingkar dilehernya bahkan Raina yang sudah memake up wajah Papa Zein jadi terlihat pucat dan menambah akting Papa Zein semakin sempurna.
"Make up Raina, mantap kan Pa."
"Iya sayang, kamu hebat."
Ceklek...
Suara pintu dibuka membuat semuanya panik, Papa Zein langsung melompat ke tempat tidur sembari memegang dadanya sedangkan yang lainnya kembali berakting dengan wajah yang sedih.
"Ada apa Ray?" tanya Mama Karren.
Rayyan mengambil tasnya yang ketinggalan diatas ranjang, Rayyan menatap wajah Papanya kemudian Mama dan kedua saudara kembarnya membuat jantung keempatnya berdegup sangat kencang.
"Raihan, Raina, ngapain kalian masih disini? sana kembali ke kamar masing-masing biarkan Papa istirahat," seru Rayyan dingin.
"Ah iya, kami akan pergi," sahut Raina.
Raina pun segera menarik tangan Raihan dan membawanya keluar dari kamar itu, begitu pun dengan Rayyan yang kembali keluar dan meninggalkan Papa Zein dan Mama Karren.
"Hufftt...astaga Pa, jantung Mama seperti mau copot saja hampir akting kita ketahuan."
"Iya Ma, Papa juga bisa-bisa punya penyakit jantung beneran kalau begini."
Rayyan masuk ke dalam kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidurnya. Sudah semingguan ini Rayyan tinggal di rumah Dinas, tatapannya lurus ke atas langit-langit.
"Papa ada-ada aja, siapa sih yang mau dijodohkan sama aku?" gumam Rayyan.
***
Sementara itu dikediaman Abraham...
Tidak jauh berbeda dengan Papa Zein, ternyata Daddy Edrik juga melakukan akting yang sama dengan Papa Zein.
"Dad, Daddy jangan sakit dong maafkan Erika," seru Erika dengan deraian airmata.
"Kamu sudah keterlaluan Erika, Daddy sampai sakit seperti ini karena terlalu memikirkan kelakuan kamu yang tidak bisa diatur," seru Daddy Edrik.
__ADS_1
"Iya Dad, maafkan Erika. Erika janji akan berubah dan akan melakukan apa saja asalkan Daddy mau memaafkan Erika."
"Serius kamu akan melakukan apa saja?"
"Iya Dad, apa saja akan Erika lakukan."
"Baiklah, Daddy ingin kamu menikah dengan anak sahabat Daddy."
"Apa? menikah?"
"Kenapa? katanya kamu akan melakukan apa saja, kalau kamu tidak mau ya sudah lebih baik sekarang kamu pergi dan biarkan Daddy mati saja."
"Tidak Daddy jangan bicara seperti itu, baiklah Erika akan menikah dengan anak dari sahabat Daddy tapi Daddy janji jangan bicara seperti itu lagi, Erika ga mau kehilangan Daddy," sahut Erika dengan deraian airmata.
"Daddy hanya ingin melihat kamu berubah dan calon suamimu kali ini adalah pilihan terbaik dari Daddy."
"Iya Daddy, Erika yakin kalau Daddy akan memberikan yang terbaik untuk Erika," sahut Erika pelan.
Daddy Edrik pun memeluk puteri nakalnya itu, Daddy Edrik tampak tersenyum ke arah Mommy Icha bahkan saat ini Daddy Edrik tampak mengedipkan sebelah matanya ke arah Mommy Icha.
Mommy Icha hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya itu, dia tidak habis pikir kenapa suaminya sampai berpikir hal bodoh seperti ini. Tapi Mommy Icha juga yakin kalau keputusan suaminya itu demi kebaikan puterinya.
Sungguh hebat memang akting para Bapak tampan itu, tapi apa jadinya kalau Rayyan dan Erika sampai tahu kalau mereka dijodohkan? apa mereka akan tetap melanjutkannya, apa mereka akan menolak satu sama lain. Apalagi saat ini hubungan antara Rayyan dan Erika sedang tidak baik-baik saja.
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU