CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ngambek


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Ceklek....


Pintu ruangan rawat Bee terbuka, menampilkan wajah para sahabatnya.


"Ya ampun Bee, Bee kenapa Kak?" tanya Alsya khawatir.


"Dia pingsan tadi di jalan."


"Loh, bukannya kamu Rega ya. Dasar adik tidak tahu diri, kamu tahu bagaimana Kakak kamu selama ini berjuang mencari uang demi dirinya dan kamu, tapi kamu malah tidak tahu dirinya membuat Bee susah," bentak Alsya dengan menarik-narik baju Rega.


Rega hanya bisa diam saja sembari menundukkan kepalanya, ia sadar kalau selama ini ia memang salah sudah membuat Kakaknya susah.


Gibran menarik Alsya dan menenangkannya....


"Lepaskan Kak, aku harus kasih pelajaran sama anak itu. Asalan kamu tahu selama ini Bee banting tulang mencari uang buat kamu, sampai Bee memberanikan diri bekerja sebagai pacar sewaan tanpa tahu apa akibat dan bahayanya," bentak Alsya.


Erika memeluk Alsya dengan erat. "Sudah Sya, ini rumah sakit kasihan Bee."


Tiba-tiba Bee pun menggerakkan tubuhnya, membuat semua orang langsung menghambur mendekati Bee.


"Re---ga."


"Iya Kak, Rega disini."


Bee merentangkan kedua tangannya sbari matanya sudah berkaca-kaca, Rega dengan cepat langsung memeluk Kakaknya itu. Tangisan keduanya pecah, bahkan Alsya, Erika, dan Zia pun sudah ikut menitikan airmata.


"Kakak sangat merindukanmu Rega, Kakak sayang sama kamu, Kakak mohon jangan kabur-kaburan lagi, Kakak tidak akan memarahi kamu."


"Maafkan Rega Kak, maaf karena selama ini Rega sudah banyak menyusahkan Kakak."


Rega pun melepaskan pelukkannya, Bee mengusap kepala Rega dengan penuh kasih sayang.


"Kakak tidak merasa susah, kamu adalah keluarga Kakak satu-satunya yang Kakak punya, Kakak memang harus membahagiakan kamu."


Rega meraih tangan Bee dan menciumnya berulang-ulang sembari meneteskan airmata.


"Maafkan Rega Kak, maaf. Rega janji Rega tidak akan membuat Kakak susah dan sedih lagi."


Bee hanya tersenyum dengan airmata yang terus mengalir dipipi mulusnya. Begitu pun dengan semua orang yang ada disana, ikut tersenyum melihat Bee bahagia.


"Sekarang Kakak makan ya, biar Rega yang suapin."


Bee menganggukkan kepalanya, Rega pun dengan bahagianya mengambil bubur dan mulai menyuapi Kakaknya itu.


"Bee, kamu tahu tidak saat kamu hilang kemarin si Alta seperti orang gila," seru Gibran.


"Hah..."


"Iya, dia...mmffpptt."

__ADS_1


Gibran tidak bisa melanjutkan ucapannya karena Alta dengan cepat membekap mulut Gibran.


"Jangan didengarkan," seru Alta.


"Alah, kemarin wajahmu pucat sangat saat Bee tidak ada," sambung Rayyan.


"Hooh, mana matanya sudah berkaca-kaca pula seperti yang mau nangis. Bee kamu dimana?" goda Seno dengan menirukan gaya Alta.


Wajah Alta seketika memerah, Alta langsung menghampiri Rayyan dan Seno kemudian Alta memiting leher mereka membuat keduanya berontak.


"Woi, lepaskan kamu mau buat kita mati ya," teriak Seno.


"Alta, lepaskan kamu bisa aku tangkap dengan tindakan pidana yang disengaja dan direncanakan," sambung Rayyan.


"Bodo...yang jelas sekarang kalian harus menerima akibatnya karena sudah membuat aku malu," sahut Alta.


Semua orang hanya tertawa melihat tingkah keempat pria yang kadang-kadang kelakuannya melebihi anak kecil. Begitu pun Bee yang terlihat tersenyum dengan pipi yang bersemu merah.


Tak terasa waktu sudah sore dan semua orang sudah pulang, hanya tinggal Alta dan Rega yang menemani Bee.


"Tuan, lebih baik sekarang Tuan pulang biar saya saja yang jaga Kak Bee," seru Rega.


"Kamu berani mengusirku!"


"Ah bukan begitu Tuan."


Rega merasa takut dengan tatapan Alta sehingga dia lebih memilih diam dan tidak mau bicara lagi.


"Yang dikatakan Rega benar, Oppa sudah terlalu lama disini lebih baik Oppa pulang untuk istirahat, mana Oppa belum makan lagi," seru Bee.


"Makannya kamu cepat sembuh karena aku hanya ingin makan masakan kamu."


"Oppa...."


"Apa?"


"Terima kasih ya, karena selama ini Oppa selalu nolongin aku. Oh iya satu lagi, karena sekarang Rega sudah kembali aku mau izin tinggal di kontrakan saja."


"Apa? kamu lupa kalau kontrak kamu itu satu tahun," kesal Alta.


"Tidak, aku tidak lupa dengan kontrak itu tapi aku tidak enak kalau harus tinggal di rumah Oppa bersama Rega. Aku janji, selama kontrakku masih berlanjut aku akan datang ke rumah Oppa pagi, siang, sore, untuk memasak makanan."


Alta terdiam, hingga akhirnya tanpa bicara sedikit pun Alta mengambil jaketnya dan keluar dari ruangan rawat Bee membuat Bee menatap nanar ke arah pintu.


"Apa dia marah?" batinnya.


"Kak, sepertinya Tuan Alta marah."


"Iya."


***


Dua hari sudah, Bee dirawat di rumah sakit dan rencananya hari ini Bee akan pulang. Selama dua hari ini semua sahabat-sahabatnya rutin datang ke rumah sakit, termasuk Seno dan yang lainnya selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Bee.


Tapi ada yang membuat Bee kecewa, semenjak Bee bicara ingin keluar dari rumah Alta dan memilih mengontrak, Alta tidak pernah datang lagi ke rumah sakit.


Bee menghembuskan napasnya. "Oppa sepertinya benar-benar marah sama aku," batinnya.


"Woi, malah melamun ayo kita pulang!" ajak Alsya.

__ADS_1


Alsya dan Erika memang menjemput Bee dan mereka sudah mencarikan kontrakan buat Bee dan Rega.


"Bee, kamu yakin mau tinggal di kontrakan?" tanya Erika disela-sela menyetirnya.


"Iya Er, kalau aku tinggal di rumah Pak Alta, aku ga enak kan sekarang ada Rega."


"Terus kamu mau berhenti jadi tukang masaknya Kak Alta dong?" tanya Alsya.


"Enggak Sya, aku kan masih ada sisa kontrak aku akan datang pagi, siang, dan sore ke rumah Pak Alta untuk memasak."


"Malah makin ribet, memangnya kamu ga bakalan capek apa kalau seperti itu?"


"Enggaklah, lagipula kan kontrakan aku ga terlalu jauh dari rumahnya Kakak kamu."


"Ya sudahlah, terserah kamu saja."


Alsya memang sudah tahu bagaimana sifat Bee, Bee mempunyai sifat keras kepala dan apa yang dia putuskan tidak akan bisa dirubah.


Bee kembali mengalihkan pandangannya keluar jendela, Bee merasa tidak enak dan memikirkan Alta. Bee yakin kalau Alta memang marah kepadanya.


Tidak lama kemudian, mobil Erika pun sampai di depan rumah kontrakan Bee yang lumayan besar itu karena Erika dan Alsya sengaja mencari kontrakan yang besar untuk Bee dan Rega.


"Wah, kontrakannya besar kalau ini namanya bukan kontrakan tapi rumah, Sya," seru Bee.


"Hehehe...kita memang sengaja mencari rumah yang bisa dikontrakan supaya kalian nyaman tinggal disana," sahut Alsya.


"Terima kasih ya Kak Alsya, Kak Erika," seru Rega.


"Sama-sama, ingat Rega mulai sekarang kamu harus jagain Bee jangan buat Bee sedih lagi," sahut Alsya.


"Iya Kak."


"Ya sudah, ayo kita masuk!" ajak Erika.


Sementara itu, di balkon kamarnya Alta tampak melamun dia tahu kalau hari ini Bee keluar dari rumah sakit tapi Alta tidak datang kesana untuk menjemputnya.


Entah kenapa Alta masih merasa kesal dengan keputusan Bee yang memilih mengontrak padahal bukan itu yang Alta inginkan.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2