
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Seperti yang di ucapkan Seno, sore ini Seno mengajak ketiga sahabatnya bertemu di restoran mewah milik mereka.
"Ada apa sih, kamu ngajak kita ketemu?" seru Rayyan.
"Gawat, aku pusing banget ini," sahut Seno.
"Ada apa?" tanya Alta.
"Bulan depan, Mami ulang tahun."
"Terus?" seru ketiganya serempak.
"Mami minta calon mantu," lirih Seno.
"Buahahaha....."
Ketiga sahabatnya tertawa terbahak-bahak membuat Seno semakin emosi.
"Brengsek kalian, bukannya cariin solusi malah tertawa," kesal Seno.
"Kamu tinggal cari sajalah, kamu ga bakalan sulit mencari wanita di luaran sana banyak yang ngejar-ngejar kamu," seru Gibran santai sembari menyesap kopinya.
"Kamu tinggal bayar saja wanita untuk mengikuti apa maumu, pasti wanita itu bakalan senang bahkan tanpa di bayar pun sepertinya para wanita itu tidak akan menolak," sambung Alta.
"Betul itu," sahut Rayyan.
"Masalahnya, Mami ngancam jangan bawa wanita bayaran. Dan yang lebih parahnya lagi, kalau aku sampai ga bawa calon mantu di hari ulang tahunnya, aku bakalan di jodohkan dengan anak sahabat Papi," keluh Seno.
"Busyet, masih ada jodoh-jodohan di zaman sekarang?" seru Gibran.
"Pokoknya, aku harus menemukan wanita yang pintar akting. Berapa pun bayarannya, bakalan aku bayar tuh cewek," seru Seno.
Keempatnya tampak hening dan menyesap kopi mereka masing-masing, hingga tidak lama kemudian Rayyan, Gibran, dan Seno saling pandang satu sama lain, kecuali Alta yang masih santai menyesap kopinya.
"Bee...." seru ketiganya serempak.
"Uhuk..uhuk..uhuk..."
Alta sampai tersedak mendengar seruan ketiga sahabatnya itu.
"Maksudnya?" seru Alta.
"Aku harus sewa Bee jadi pacar bohong-bohonganku, aku yakin Bee pinter berakting," seru Seno.
"Al, coba kamu telepon Bee suruh datang ke sini," seru Gibran.
"Hah...buat apa?"
"Astaga, aku mau nyewa dia buruan hubungi Bee dan suruh ke sini sekarang juga," sahut Seno.
Alta pun dengan malasnya terpaksa menghubungi Bee. Bee yang saat ini sedang bobo cantik, merasa kesal karena suara ponselnya sangat mengganggu.
"Ya ampun, siapa sih yang telepon ganggu saja, ga tahu apa aku lagi bobo cantik," gerutu Bee.
Dengan mata yang sedikit terbuka, Bee menggeser tombol hijau dan mengangkatnya dengan malas.
📞"Hallo...."
📞"Cepat kamu datang ke sini, alamatnya aku share lock sekarang."
Alta langsung menutup teleponnya membuat Bee melongo.
"Ini orang kenapa selalu saja menyebalkan, ga pernah bisa lihat orang senang sedikit," gerutu Bee dengan mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
Dengan langkah gontai, Bee pun masuk menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah selesai, Bee mengganti pakaiannya dan segera melajukan motornya ke alamat yang sudah Alta share.
__ADS_1
Butuh waktu empat puluh lima menit untuk sampai di restoran yang Alta maksud.
"Wuidih, ini kan restoran mewah. Apa Pak Alta mau neraktir aku?" gumam Bee dengan senyum-senyum sendiri.
Bee pun segera masuk tapi sayang, seorang pelayan menahan Bee.
"Maaf Nona, atas nama siapa?"
"Hmmm...Alta Bastian Bakrie."
"Oh..Tuan Alta, mari ikut saya."
Bee tampak celingukkan, di sela-sela dia mengikuti langkah pelayang itu, Bee tmpak kagum dengan design restoran yang sangat mewah dan klasik.
"Nona, itu mejanya silakan."
"Ah iya, terima kasih."
"Ya ampun, kok F4 ada di sini sih? bikin deg-degan saja," batin Bee.
"Hai Bee!" sapa Gibran.
"Hai..."
"Silakan duduk."
"Terima kasih, Tuan. Maaf, ini ada apa ya? kok aku di suruh ke sini?" tanya Bee ragu-ragu.
"Sebenarnya aku butuh bantuanmu, Bee," seru Seno.
"Hah...apa yang bisa aku bantu, Tuan?"
"Bukannya kamu punya kerjaan sampingan menjadi pacar sewaan? aku butuh jasa kamu, aku akan sewa kamu menjadi pacar sewaanku."
"Apa? aku?" sahut Bee dengan menunjuk wajahnya sendiri.
"Iya, aku akan bayar berapa pun yang kamu mau sebutkan saja nominalnya asalkan kamu bisa bersikap profesional dan beraktinglah dengan bagus," seru Seno.
"Bee, kamu minta rumah saja atau mobil keluaran terbaru, pasti si Seno langsung mengabulkannya," bisik Gibran.
"Seriuslah."
"Berarti Tuan Seno lebih kaya dari Pak Alta dong?" sahut Bee dengan polosnya.
"Hai...jangan sembarangan kalau ngomong, kamu belum tahu jumlah kekayaanku," seru Alta dengan sombongnya.
"Bagaimana Bee?" tanya Seno.
"Aku boleh minta apa saja nih untuk bayarannya?"
"Sebutkan saja kamu mau apa?"
"Aku mau rumahku yang di beli Pak Alta kembali lagi padaku," seru Bee.
"Hei...jangan macam-macam kamu, sampai kapan pun rumah itu tidak akan aku jual kembali," sentak Alta.
"Rumah yang lain saja, kamu boleh memilih satu rumah di mana pun," seru Seno.
"Pokoknya rumah itu tidak akan saya kembalikan selama kontrak kerja kamu belum selesai," sahut Alta.
Bee tampak mencebikkan bibirnya, entah kenapa pandangan Alta langsung tertuju pada bibir pink Bee yang sudah dua kali mencium dirinya.
"Sial, kenapa aku jadi ingat hal itu?" batin Alta.
"Ya sudahlah, Tuan Seno aku minta di bayar sama uang saja."
"Berapa? seratus juta?" seru Seno.
Bee melongo bahkan saat ini mulutnya tampak menganga mendengar ucapan Seno. Rayyan dengan gemasnya memasukkan kentang goreng ke mulut Bee, Bee tersadar keempat pria tampan itu tampak tersenyum karena Bee bukannya marah justru dia malah mengambil lagi kentang gorengnya.
"Enak juga kentang gorengnya, Pak Pol," seru Bee.
"Astaga," guman Alta dengan menepuk jidatnya.
"Bagaimana?"
__ADS_1
"Itu terlalu banyak Tuan."
"Tidak apa-apa, selama kamu bisa berakting dengan baik uang segitu ga ada artinya buatku."
"Oke...deal."
Bee dan Seno berjabatan tangan...
Kriuk...kriuk...kriuk...
"Suara apaan itu?" seru Seno.
"Hehehe...itu suara perut aku, Tuan."
"Kamu lapar Bee?" tanya Rayyan.
Bee hanya nyengir...
"Memangnya Alta ga ngasih kamu makan?" tanya Gibran.
"Enak saja, setiap hari yang makan banyak itu siapa? jangan sembarangan kalau ngomong," sergah Alta.
Seno melambaikan tangannya ke arah pelayan.
"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?"
"Nona ini mau pesan makanan."
Pelayan itu menyerahkan buku menu kepada Bee, setelah di buka mata Bee tampak melotot.
"Allohuakbar, harganya mahal-mahal banget satu makanan saja harganya bisa buat bekal aku satu bulan, mana porsinya juga sedikit lagi," seru Bee yang membuat keempat pria tampan itu menahan senyum melihat tingkah Bee.
"Kamu pesan saja yang mau kamu makan, nanti biar aku yang bayar," seru Seno.
"Serius Tuan? aku boleh pesan apa saja?"
"Iya."
Akhirnya, Bee yang memang apa adanya tanpa jaim-jaiman langsung memesan beberapa makanan dan minuman sehingga membuat keempat pria tampan itu lagi-lagi tersenyum dan geleng-geleng kepala.
"Baik Nona, mohon tunggu sebentar."
Pelayan itu pun pergi untuk mengambilkan pesenan Bee.
"Tapi Tuan Seno, bayaran aku jangan di potong ya karena aku sekarang pesan makanan banyak."
"Kamu tenang saja, aku ga bakalan potong bayaran kamu."
Tidak lama kemudian, makanan pesenan Bee pun datang. Tanpa menunggu lagi, Bee langsung melahap makanan itu tanpa malu-malu.
"Astaga kamu itu wanita makannya jangan kaya gitu, pelan-pelan. Makan kok kaya kesurupan," cibir Alta.
Bee hanya mendelikkan matanya ke arah Alta, kemudian Bee melanjutkan lagi makannya. Keempat pria tampan itu membiarkan Bee makan terlebih dahulu sedangkan mereka kembali berbincang-bincang.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU