
π
π
π
π
π
Beberapa bulan kemudian, saat ini Bee, Alsya, dan Erika sedang sibuk mempersiapkan untuk wisudanya. Bahkan sudah satu bulan ini, Bee dan Alsya tidak memperdulikan para pasangan masing-masing karena sibuk mengerjakan skripsi.
Berbeda dengan Erika yang tampak santai saja karena memang Erika tidak memperdulikan keberadaan Rayyan.
Saat ini Bee sedang berganti baju karena siang ini, Bee akan mengambil kebaya bersama Alsya dan Erika di butik langganan keluarga Bakrie. Sedangkan Alta tampak cemberut sembari memperlihatkan Bee yang saat ini sedang dandan merias diri.
"Sayang..." rengek Alta.
"Apa Oppa?"
"Sudah satu bulan loh, kamu mengacuhkan aku bahkan benda pusakaku sudah karatan ini," rengek Alta.
"Ya ampun Oppa, aku tidak mengacuhkanmu tapi kan memang sebulan ini aku sibuk menyelesaikan skripsi aku."
"Ya sudah, sekarang kan sudah selesai sini kita bobo," rengek Alta dengan manjanya.
"Ga bisa Oppa, sekarang aku mau pergi sama Alsya dan Erika mau ke butik ngambil kebaya."
"Yaelah masalah kebaya, aku bisa menghubungi pihak butik untuk mengantarkannya ke rumah," seru Alta.
Bee masih sibuk merias dirinya, hingga Alta pun menghampiri Bee dan memeluknya dari belakang lalu mengendus-ngendus leher Bee membuat Bee kesal.
"Oppa, bisa diam ga?"
"Ayolah sayang."
Bee menahan wajah Alta, kemudian Bee membalikkan tubuhnya.
"Nanti malam saja ya, aku janji kalau sekarang aku harus segera pergi soalnya sudah telat Alsya dan Erika sudah sampai di butik."
"Janji ya, awas kalau bohong."
"Iya, makan siang sudah aku siapkan Oppa tinggal makan bareng Rega makan yang banyak ya Oppaku sayang."
Bee pun mengecup bibir Alta sekilas kemudian segera pergi meninggalkan Alta yang masih saja terlihat cemberut.
"Kakak mau kemana?" tanya Rega.
"Mau ke butik ambil kebaya buat besok, kamu makan bareng Abangmu ya. Kakak berangkat dulu, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Tidak lama kemudian Alta pun turun dengan wajah yang sangat kusut.
"Kenapa Bang? wajahmu kusut banget?"
"Kakakmu sungguh membuatku tersiksa."
"Yaelah tiap hari di kekepin masih saja cemberut."
"Kamu itu tidak tahu apa masalahnya, sesak dan ngilu tahu rasanya."
"Apa yang sesak dan ngilu, Bang?"
"Ah bocil, makan saja yang banyak jangan banyak tanya lama-lama aku makan juga kamu."
"Astaga, serem amat."
Setelah beberapa saat, akhirnya Bee pun sampai di butik dan langsung mencoba kebaya yang akan mereka kenakan besok di acara wisuda mereka. Kemudian, setelah dirasa sudah pas dan selesai ketiga wanita cantik itu memutuskan untuk makan siang bersama.
"Bagaimana persiapan pernikahan kamu, Er?" tanya Bee.
"Pusing aku, kemarin aja mana aku sibuk ngurusin skripsi di tambah harus bolak-balik ngurusin surat-surat buat nikah kantor juga, stres aku," keluh Erika.
"Sabar Er, Kak Rayyan gimana apa dia sudah menunjukkan perubahannya?" tanya Alsya.
"Perubahan apaan? makin hari dia semakin menyebalkan, sudah ah jangan ngomongin dia mood makan aku jadi hilang kalau ngomongin si kanebo kering itu."
__ADS_1
"Ah iya, kalian ada rencana kerja ga?" tanya Alsya.
"Kalau aku sudah pasti bantuin Daddy di perusahaan, soalnya dari jauh-jauh hari Daddy memintaku untuk kerja di perusahaan," aahut Erika.
"Aku disuruh jadi sekertarisnya Oppa," sahut Bee.
"Wah, bahaya nih kalau dijadikan sekertaris bukannya kerja malah banyak anu-anunya," ledek Erika.
"Nah itu dia, aku juga sebenarnya ga mau jadi sekertarisnya Oppa tapi Oppa ngancam kalau ga mau, aku ga diperbolehkan kerja."
"Pak Alta memang modus nih kerjaannya."
"Yah, berarti nanti aku bakalan kesepian dong soalnya aku ga diperbolehkan kerja dan aku akan menjadi pengangguran abadi," keluh Alsya.
"Kita kan bisa kumpul kalau weekend," sahut Bee.
"Nah betul itu."
Setelah selesai ke butik dan makan siang, ketiga wanita cantik itu pun berlanjut pergi ke Mall untuk sekedar melepas masa penatnya karena beberapa bulan terakhir ini mereka sudah mati-matian belajar demi mendapatkan gelar sarjana.
Berbeda dengan para wanita yang saat ini sedang bersenang-senang, para pria pun saat ini sedang berkumpul di restoran milik mereka yang biasa mereka jadikan basecamp saat merasa jenuh dengan pekerjaan masing-masing.
"Wajah kalian kenapa, kusut amat?" tanya Seno.
"Sebulan aku sudah ga anu-anu, benda pusaka aku sudah karatan ini," keluh Alta.
"Sama, sebulan ini aku juga jarang ketemu sama Alsya, aku sangat merindukannya," sambung Gibran.
Alta, Gibran, dan Seno kemudian menoleh ke arah Rayyan yang dari tadi diam saja.
"Si Rayyan, pasti sedang memikirkan anu-anu sama si Bule," ledek Gibran.
"Apaan sih, siapa juga yang mikirin si bule gila itu ogah."
"Hai, bukannya beberapa hari lagi kalian menikah? kenapa aura pengantin baru berubah menjadi aura permusuhan," seru Alta.
"Memang tidak ada cinta diantara kami, aku bisa membayangkan bagaimana nantinya setelah menikah, pasti hancur tuh," sahut Rayyan.
"Jangan bilang tidak ada cinta, tapi belum. Aku yakin seribu persen lama-kelamaan kamu bakalan bucin sama si bule, soalnya aku pernah merasakannya dulu pura-pura benci sama Alsya padahal dihati cinta," seru Gibran.
Rayyan hanya bisa diam saja, memang kenyataannya Rayyan saat ini merindukan sosok Erika tapi anehnya setiap bertemu secara langsung, tiba-tiba hati Rayyan berubah menjadi benci dan ucapan Miko masih terngiang-ngiang di pikirannya.
***
Keesokkan harinya...
Bee sudah tampil sangat cantik dan anggun dengan menggunakan kebaya warna pastel dengan rambut yang disanggul membuat Bee semakin cantik dan anggun.
"Wah, istriku cantik sekali."
"Iya dong, sekarang kan hari bersejarah untukku."
Alta pun mengulurkan tangannya dan Bee pun dengan senang hati membalas uluran tangan Alta, dibawah Rega sudah menunggu dengan setelan batiknya membuat Rega semakin tampan.
"Ya ampun Rega, kamu tampan sekali."
Bee menghampiri Rega dan merapikan kerah baju Rega, membuat Alta seketika menarik lengan Bee.
"Sudahlah sayang, dia kan sudah besar benerin sendiri saja."
"Ya ampun Bang, jangan bilang Abang cemburu sama aku? aku adik kandung Kak Bee Bang, masa mau dicemburuin juga," keluh Rega.
"Oppa kok gitu sih, Rega kan adik aku."
"Kak, kalau Kakak merasa tersiksa menikah sama Bang Alta bilang sama Rega."
"Apa kamu bilang? sembarangan saja kalau ngomong," kesal Alta.
"Habisnya menyentuh adiknya sendiri saja sudah marah kaya gitu apalagi kalau Kak Bee menyentuh pria lain bisa-bisa Kakku di----"
Ucapan Rega terhenti karena Bee langsung membekap mulutnya dengan tangannya.
"Sudah-sudah, kalian selalu saja bertengkar. Lebih baik sekarang kita berangkat, aku ga mau ya mood aku hancur gara-gara kalian."
"Jangan dong sayang, ini kan hari spesialmu. Ya sudah, ayo kita berangkat."
Akhirnya mereka bertiga pun berangkat, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mobil Alta pun sampai di kampus. Para orangtua dari Erika dan Alsya pun sudah sampai demi menyaksikan proses wisuda para anaknya.
__ADS_1
Berbeda dengan Bee, Bee mengeratkan genggaman tangannya kepada Alta dan Alta sangat mengerti itu.
"Sayang, jangan sedih disini kan ada aku bahkan Mommy sama Daddy pun sudah ada sekarang mereka juga orang tuamu," seru Alta.
Bee menatap Alta dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Hai, jangan nangis nanti make upnya luntur."
Bee pun kembali tersenyum dan memeluk suaminya itu.
"Yuk kita masuk, sebentar lagi pengumuman."
Alta, Bee, dan Rega pun masuk ke Aula tepat diadakannya acara wisuda. Alta ikut naik ke podium sebagai salah satu Dosen yang nantinya akan ikut dalam acara wisuda itu.
Setelah selesai, waktunya berfoto-foto ria. Ketiga wanita cantik itu sangat heboh, mereka berfoto dengan berbagai gaya membuat para orang tua geleng-geleng kepala.
Ditengah-tengah asyiknya berfoto ria, suara riuh para Mahasiswa membuat ketiga wanita cantik itu menghentikan kegiatannya.
"Ada apaan sih kok berisik banget?" seru Alsya.
"Ga tahu."
Sorak-sorai dan teriakan menggema diseluruh sudut kampus, hingga pada akhirnya terlihat tiga pria tampan dengan masing-masing membawa buket bunga. Ternyata para Mahasiswa itu bersorak karena kedatangan pria-pria tampan nan gagah itu.
Jangankah para Mahasiswa, ketiga wanita cantik itu pun tampak menganga melihat para prianya padahal setiap hari mereka bertemu.
Ketiga pria itu menghampiri wanitanya masing-masing dan memberikan buket bunga yang mereka bawa.
"Happy graduation," seru ketiga pria itu bersamaan.
"Ah..Oppa so sweet."
"Ih, Kak Gibran cantik banget bunganya."
Lain halnya dengan Alsya dan Bee yang tampak bahagia di kasih bunga, Erika justru merasa bingung harus bagaimana karena Erika yakin kalau Rayyan memberikan bunga itu karena terpaksa soalnya ada orang tuanya.
"Pintar sekali aktingmu," bisik Erika.
"Mari, untuk hari ini kita beraktinglah yang bagus," bisik Rayyan.
Erika hanya bisa tersenyum sinis, sungguh bagi Erika Rayyan adalah sosok yang sangat menyebalkan.
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1