
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Bee sampai di rumah Alta menjelang maghrib dan terlihat rumah masih sepi.
"Sepertinya Pak Alta masih di kantor," gumam Bee.
Bee pun segera masuk ke dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya. Setelah selesai, Bee tampak berguling-guling di kasurnya melihat ponselnya yang dari tadi sama sekali tidak kunjung berdering.
"Pak Alta kemana sih? kok ga ngehubungi aku? apa dia ga pulang sekarang, syukurlah aku jadi ga susah-susah masak buat makan malam."
Bee pun mulai menyimpan ponselnya dan hendak memejamkan matanya, tapi dia teringat akan janjinya sama Gibran.
Bee pun segera bangun dan berniat untuk menunggu Alta pulang. Dia ingin meminta izin kepada Alta terlebih dahulu.
Bee terus saja mondar-mandir di teras rumah menunggu kepulangan Alta, waktu pun berjalan dengan sangat cepat Bee masih setia menunggu Alta.
Bee terus saja menguap, hingga akhirnya Bee tertidur di kursi teras karena matanya sudah tidak kuat lagi. Alta baru saja sampai rumah pukul 22.00 malam, betapa terkejutnya Alta saat melihat Bee tertidur di kursi teras.
"Ini anak kenapa malah tidur disini?" gumam Alta.
Alta menggoyangkan kaki Bee dengan kakinya membuat Bee menggerakkan tubuhnya.
"Bangun, ngapain kamu tidur disini?"
Bee langsung terbangun dan berdiri dihadapan Alta.
"Aku nungguin Bapak pulang."
Alta menaikan satu alisnya merasa heran, kemudian Alta masuk ke dalam rumah dan Bee segera menyusulnya.
"Kenapa kamu nungguin aku?" seru Alta dengan datarnya.
Alta duduk di sofa dan Bee berdiri di hadapannya.
"Besok malam aku mau izin."
"Izin kemana?"
"Biasalah Pak, ada kerjaan."
"Kali ini siapa yang nyewa kamu?"
"Tuan Gibran."
"Apa?"
Alta melotot dan menatap Bee tidak percaya..
"Untuk apa dia nyewa kamu?"
"Katanya mau ngajak aku ke reunian teman SMAnya, makanya aku mau izin besok pergi."
"Kamu sudah tahu kan apa aturannya."
Alta bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan itu membuat Bee merasa lega karena Alta mengizinkannya pergi.
***
Keesokkan harinya...
Disaat sarapan, Bee tidak henti-hentinya melihat buku tabungannya sembari senyum-senyum sendiri.
"Kamu sudah gila ya, dari tadi senyum-senyum sendiri?" ketus Alta.
"Ckckck...aku itu sedang bahagia tahu Pak, karena saldo di tabunganku sudah semakin banyak dan itu artinya aku bisa cepat menebus rumah itu."
"Percaya diri sekali kamu, memangnya aku akan memberikan rumah itu."
"Pokoknya aku ga mau tahu, setelah uangku terkumpul aku bakalan tebus rumah itu kembali."
Alta hanya geleng-geleng kepala mendengarnya.
"Jam berapa kamu berangkat nanti malam?"
"Ga tahu, soalnya Tuan Gibran belum menghubungiku lagi."
"Ingat, pulangnya jangan terlalu larut malam."
"Siap laksanakan."
Bee dan Alta pun berangkat ke kampus dengan menggunakan kendaraan masing-masing.
"Bee, ini kan malam minggu nanti malam kita nonton yuk!" ajak Alsya.
"Maaf Sya, nanti malam aku ada kerjaan."
"Siapa yang nyewa kamu, Bee?" tanya Alsya penasaran.
"Ah itu seorang pengusaha tidak terlalu terkenal," dusta Bee.
Bee tidak bermaksud membohongi Alsya, tapi Bee tahu kalau Alsya sangat menyukai Gibran jadi Bee tidak mau sampai Alsya salah paham karena Gibran sudah menyewa jasanya.
"Nyewa kamu, maksudnya apa? OMG, apa kamu seorang-----"
__ADS_1
"Jangan berpikiran yang tidak-tidak," seru Bee memotong ucapan Erika.
"Terus maksudnya apa?"
Bee membungkukkan tubuhnya ke arah Erika..
"Aku punya kerja sampingan sebagai pacar sewaan," bisik Bee.
"Pacar sewaan?"
"Iya, siapa pun bisa menyewa aku untuk menemani ke pesta, reunian, acara keluarga, bahkan kebanyakan yang nyewa aku karena si pria menolak dijodohkan," sahut Bee.
"Iyakah? wah ga nyangka ada pekerjaan seperti itu."
"Lumayanlah Er, buat biaya kuliah dan biaya hidup."
***
Waktu pulang pun tiba, Alsya dan Erika sudah pulang duluan. Mereka sudah janjian mau malam mingguan tanpa Bee karena Bee ada kerjaan.
Disaat Bee menghampiri sepeda motornya, terlihat Alta sedang menendang-nendang ban mobilnya.
"Sial, kenapa harus kempes disaat seperti ini sih," gerutu Alta.
"Ada apa Pak?" tanya Bee.
"Ah...kebetulan kamu disini, ayo cepat antarkan aku ke kantor."
"Hah, anterin ke kantor? yang benar saja, Bapak kan bisa naik taksi?"
"Aku lagi buru-buru ada rapat di kantor, ban mobilku kempes kalau naik taksi kelamaan mana macet, tadinya aku mau pesan gojeg tapi sekarang ada kamu disini, buruan anterin aku ke kantor."
Alta langsung naik ke atas motor Bee membuat Bee melongo.
"Buruan, aku bakalan bayar kamu."
"Tapi Pak-----"
"Satu juta, aku bakalan bayar ongkos kamu satu juta plus pelayanam salon bukannya kamu mau jadi pacar sewaannya si Gibran berarti kamu harus perawatan dulu biar penampilan kamu tidak memalukan, aku akan memanggil karyawan salon ternama untuk datang ke rumah dan memberikan perawatan VIP untukmu," seru Alta.
Mata Bee langsung berbinar...
"Kalau seperti itu, baru aku mau," sahut Bee dengan senyumannya.
"Dasar mata duitan," cibir Alta.
Bee langsung memakai helmnya, tapi Bee tampak bingung karena tidak membawa helm cadangan buat Alta. Hingga akhirnya dengan cepat Bee mengambil salah satu helm yang tergantung di atas motor yang terparkir disana.
"Ini Pak, pakai helmnya."
"Hei, kamu ambil helm siapa itu?"
"Tidak apa-apa, cuma pinjam sebentar nanti aku balikin lagi."
"Yang cepat ya jalannya, soalnya waktuku mepet ini ada rapat penting."
"Siap Pak, pegangan Pak jangan sampai Bapak jatuh kan ga lucu."
Alta pun memegang kedua pundak Bee...
"Let's go kita berangkat!" teriak Bee.
"Woooooowwww....."
Bee langsung menancap gasnya dengan kencang membuat Alta ketakutan, seumur-umur baru pertama kali ini Alta naik motor apalagi dibonceng sama wanita.
"Wow..wow..wow..pelan-pelan Bee, kalau nanti celakan bagaimana?"
"Tenang saja, aku ini sudah profesional menggunakan motor, Bapak pegangan saja yang kuat dan banyak-banyak berdo'a supaya kita sampai ke kantor Bapak bukan ke rumah sakit."
Alta reflek menoyor kepala Bee dengan gemasnya.
"Sembarangan kalau ngomong."
Bee hanya mencebikkan bibirnya...
Hingga tidak lama kemudian Bee pun sampai di kantor Alta, Alta langsung turun dan berlari masuk ke dalam kantornya karena sudah sangat terlambat bahkan Alta lupa membuka helmnya.
"Pak tunggu-----"
Bee berteriak tapi sayang Alta sudah terlanjur masuk ke dalam kantornya. Sementara itu, semua karyawan menatap lucu ke arah Alta. Semuanya harus menahan tawa melihat penampilan Alta yang masih menggunakan helm.
Alta mengerutkan keningnya melihat tingkah para karyawan yang seolah-olah menahan tawanya.
"Do, mereka kenapa?" bisik Alta.
"Tuan, kenapa helmnya belum dilepas."
Seketika Alta langsung memegang kepalanya dan benar saja dia lupa melepaskan helm. Alta dengan cepat melepaskannya dan tanpa basa-basi langsung memimpin rapat demi mengalihkan rasa malunya.
Rapat pun berjalan dengan lancar, dan Alta pun menutup rapatnya. Edo tiba-tiba membisikkan sesuatu kepada Alta membuat Alta langsung berdiri dan segera meninggalkan ruangannya.
Dari kejauhan, Alta melihat Bee tertidur di kursi tunggu yang ada di lobi.
"Bangun!" sentak Alta.
Bee yang terkejut langsung bangun dan berdiri..
"Ngapain kamu tidur disini? terus kenapa tidak pulang?"
"Aku nungguin Bapak, Bapak belum bayar ongkosnya."
__ADS_1
"Astaga Bee, aku tidak akan kabur nanti juga di rumah kita akan bertemu," ketus Alta.
"Tidak, aku takut Pak Alta pulang malam lagi terus kalau nunggu sampai besok, nanti Pak Alta pura-pura lupa rugi kan aku."
Pletaakkk....
Alta memukul kepala Bee dengan map yang dia bawa.
"Dasar wanita mata duitan, memangnya kamu pikir aku ada tampang menipu? uang segitu ga bakalan ada harganya buatku."
Alta kemudian mengeluarkan sepuluh lembar uang seratus ribuan dan menyerahkannya kepada Bee.
"Ini."
"Wah, terima kasih ya Pak Alta."
Bee juga tidak lupa mengambil helm yang saat ini sedang Edo pegang.
"Maaf helmnya aku bawa, kalau begitu aku permisi dulu."
Bee segera berlari menuju motornya dan dengan cepat melajukannya menuju rumah. Alta yang melihat kelakuan Bee hanya bisa tersenyum dan itu membuat Edo sang Asisten terheran-heran melihat Bosnya bisa tersenyum seperti itu.
Sesampainya di rumah, Bee terkejut dengan kehadiran dua orang perempuan dengan membawa tas.
"Maaf Mbak siapa?" tanya Bee.
"Kami dari salon kecantikan Maradona, kami disuruh kesini oleh Pak Alta untuk melakukan perawatan."
"Ya ampun, ternyata Pak Alta beneran mengirim orang dari salon," batin Bee.
"Ah iya, silakan masuk."
Bee pun langsung membawa kedua karyawan salon itu masuk ke dalam kamarnya. Tidak lama kemudian, Alta pun sampai di rumah. Alta mendengar beberapa orang sedang mengobrol di kamar Bee dan itu artinya karyawan salon yang dia panggil sudah sampai.
Alta memutuskan untuk melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk mandi. Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Alta pun menuruni anak tangga bersamaan dengan kedua karyawan salon keluar dari kamar Bee.
"Sudah selesai Tuan, kami permisi pamit dulu."
"Iya..."
"Al, Bee mana?"
Alta menoleh sebentar saat Gibran masuk ke dalam rumahnya.
"Masih di kamarnya, kalian mau kemana?"
"Ada reunian, biasalah aku ga punya gandengan dan kalau malam ini aku ga bawa gandengan sudah pasti semua orang bakalan menggunjingku. Masa iya, pria tampan sepertiku ga punya gandengan."
"Lah, memang kenyataannya kamu jomblo."
"Iya juga sih," sahut Gibran cengengesan.
"Pulangnya jangan terlalu malam, Bee besok harus ke kampus mana dia baru sembuh."
"Cielah perhatian banget, jangan-jangan----"
"Jangan-jangan apa?" ketus Alta.
Gibran hendak menjawab ucapan Alta tapi tiba-tiba pintu kamar Bee terbuka membuat kedua pria tampan itu menoleh bersamaan.
Alta dan Gibran sampai melongo melihat penampilan Bee.
"Tuan, ayo kita berangkat!"
"Ah..iya Bee. Sumpah kamu cantik banget Bee," seru Gibran dengan melirik ke arah Alta yang saat ini sedang kesal.
"Terima kasih Tuan, ini berkat salon yang Pak Alta kirim ke rumah untuk merawat aku."
"Wuidih, pengertian banget bro."
Gibran mengulurkan tangan kepada Bee seolah-olah ingin membuat Alta kesal, tentu saja Bee dengan senang hati menyambut uluran tangan Gibran.
"Al, kita pergi dulu."
"Pak Alta, aku pergi dulu."
Bee dan Gibran pun pergi meninggalkan Alta, Alta memukul bantal sofa berulang-ulang.
"Sial, nyesel aku datangkan salon kesini," kesal Alta.
Akhirnya dengan perasaan kesal, Alta pun memutuskan untuk ke ruangan kerjanya karena kalau tidur, sudah dipastikan Alta tidak akan bisa tidur.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU