CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ulang Tahun Mami Seno Part I


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Tidak terasa malam ini adalah pesta perayaan ulang tahun Maminya Seno. Semenjak terbongkarnya akal bulus para anak-anak mereka, semuanya malah semakin menyayangi Bee.


Alsya menceritakan kehidupan Bee kepada semuanya, sehingga semua orang merasa prihatin dengan keadaan Bee.


Sepulang kuliah, Bee dihubungi oleh Zia untuk menemaninya membeli kado untuk Mami Seno.


"Maaf Kak, aku terlambat," seru Bee.


"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai kok. Ayo kita makan dulu, habis itu kita cari kado buat Tante Anita," sahut Zia.


Akhirnya kedua wanita cantik itu pun, makan siang terlebih dahulu. Setelah selesai makan siang, Zia dan Bee pun mulai mencari-cari hadiah yang pas untuk Maminya Seno.


"Bee, menurut kamu, aku harus kasih kadi apa?" tanya Zia.


"Entahlah Kak, aku kurang paham sama kado untuk orang kaya karena kan mereka pasti sudah mempunyai segalanya," sahut Bee.


"Iya juga sih, tapi tetap saja aku harus mencari hadiah untuk Tante Anita."


Zia menarik tangan Bee untuk masuk ke sebuah toko tas ternama yang Bee tahu harganya selangit.


Zia dengan antusias mencari tas yang cocok untuk Tante Anita, sedangkan Bee hanya mengikuti kemana pun Zia pergi.


"Bee, bagaimana dengan tas ini?"


"Bagus banget Kak."


"Ya sudah, aku beli tas ini saja. Kamu mau tas mana, pilih saja nanti biar aku yang sekalian bayar."


"Ah tidak Kak, tidak usah."


Zia dan Bee pun selesai berbelanja dan sekarang Zia mengajak Bee untuk ke salon. Zia ingin melakukan perawatan karena dia sudah lama tidak melakukan perawatan.


"Kak, apa Kakak tidak punya perasaan sama Bang Seno?"


"Apa? Bee, kelihatan banget Seno itu tidak menyukaiku mana ada aku punya perasaan sama pria yang tidak menyukaiku."


"Memang Kakak sudah tanya sama Bang Seno, kalau dia tidak menyukai Kakak?"


"Tidak perlu ditanya pun sudah kelihatan, Bee."


"Tapi kalau menurut aku, Bang Seno itu suka loh sama Kakak cuma Bang Seno gengsi saja makanya dia menutup gengsinya yang gede itu dengan bersikap cuek dan dingin."


"Masa sih? aku ga percaya Bee, sudah ah jangan ngomongin dia mood aku jadi hancur kalau ngomongin dia," ketus Zia.


Bee tersenyum, ia tahu kalau Seno dan Zia itu sama-sama sudah ada perasaan ketertarikan satu sama lain tapi mereka berdua hanya gengsi saja untuk mengakuinya.


Tidak terasa waktu pun sudah sore...


"Bee, makasih ya sudah mau nemenin aku sampai ketemu nanti malam."


"Sama-sama Kak."


Zia pun memeluk Bee sebelum mereka benar-benar berpisah. Bee melajukan motornya dengan santai, tiba-tiba ponselnya berbunyi membuat Bee harus menepikan motornya.


📞"Ha....."


📞"Kamu dimana? cepat pulang!" teriak Alta.


📞"Allohuakbar."


Bee menjauhkan ponselnya dari telinganya...

__ADS_1


📞"Cepat pulang, atau kamu akan tahu akibatnya!" teriak Alta dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Astaga, ini orang kenapa sih? setiap hari kerjaan marah-marah mulu."


Bee pun dengan kesalnya segera melajukan motornya, tidak membutuhkan waktu lama akhirnya Bee pun sampai di rumah.


"Bagus, ini sudah jam berapa? baru pulang."


"Memangnya ada sih Pak?"


"Astaga, kamu bilang ada apa? apa perlu aku tulis di kening kamu kalau kamu itu tukang masak. Aku lapar Bianca Anggita, dari tadi siang belum makan," geram Alta.


"Ya ampun, Bapak itu katanya orang genius tapi kok otaknya ga dipakai buat mikir sih Pak."


"Apa kamu bilang?"


"Bapak itu punya ponsel, tinggal pesan go food atau tidak langsung pergi ke restoran yang Bapak mau, kan bisa? ngapain mesti nunggu aku?" kesal Bee.


"Tapi kan aku maunya cuma masakan kamu," seru Alta pelan tapi masih terdengar oleh Bee.


Bee tidak bisa berkata-kata lagi, akhirnya ia memasak untuk Alta. Alta terlihat sangat senang, diam-diam dia tersenyum dengan wajahnya yang ditutup dengan koran.


Tidak lama kemudian, Bee pun selesai masak. Bee segera menatanya di meja makan.


"Pak, makanannya sudah siap."


"Kenapa kamu masih memanggilku Pak? sedangkan sama Seno, Gibran, dan Rayyan kamu panggil Abang."


"Memangnya Bapak mau aku panggil Abang juga?"


"Enggak, aku ga mau panggilanku sama kaya mereka, aku mau kamu panggil aku dengan panggilan yang berbeda."


"Panggil apa dong?"


"Terserah."


"Hmm...bagaimana kalau aku panggil Oppa saja," seru Bee.


"Astaga Bapak Dosen yang tampan dan genius, maksud aku itu Oppa bukan Opa. Oppa itu panggilan orang-orang Korea dan artinya Kakak."


"Oh...aku pikir kamu menghinaku."


"Makannya nonton drakor biar ga kudet."


Bee pun hendak melangkahkan kakinya meninggalkan Alta.


"Kamu mau kemana? ga ikut makan?"


"Aku sudah makan sama Kak Zia."


"Oh iya, nanti malam kamu pakai baju yang sudah aku siapkan, tadi aku simpan di kamar kamu."


"Hah..."


Alta tidak bicara lagi sekarang dia sibuk melahap masakan Bee. Bee pun segera melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamarnya.


Benar saja, di atas tempat tidur Bee sudah ada kotak berwarna hitam lengkap dengan pita goldnya. Perlahan Bee membukanya dan matanya seketika berbinar melihat gaun yang sangat cantik.


"Wah..indah sekali gaunnya," gumam Bee.


Bee kemudian melihat bandrol yang ada di gaun itu.


"Astagfirullah, mahal banget cuma untuk baju kurang bahan ini harganya sampai puluhan juta. Ckckck...dasar para orang kaya suka sekali menghambur-hamburkan uang," gumam Bee.


***


Malam pun tiba....


Alta sudah siap dan tampan dengan jasnya, saat ini Alta sedang menunggu Bee yang masih belum keluar dari dalam kamarnya.


Ceklek...

__ADS_1


Pintu kamar Bee pun terbuka dan otomatis Alta langsung menoleh.


"Maaf menunggu lama."


Walaupun riasan Bee tampak tipis dan sederhana tapi mampu membuat Alta terpukau, justru karena kesederhanaan Bee yang membuat Alta selalu memuji Bee dalam hatinya.


"Kenapa Oppa, penampilanku aneh ya? ini kan baju yang dibeliin sama Oppa tadi."


"Ah..cantik."


"Apa?"


"Ga apa-apa, buruan lama banget."


"Iya-iya, padahal tadi kalau aku ga salah denger dia bilang aku cantik," gerutu Bee.


Selama dalam perjalanan tidak ada obrolan sama sekali, keduanya tampak sibuk dengan pikiran masing-masing. Alta selalu curi-curi pandang ke arah Bee.


Tidak lama kemudian, mereka pun sampai di hotel mewah milik Seno. Banyak rekan bisnis Alta yang menyapa Alta tapi matanya justru melirik ke arah Bee sehingga membuat Alta jengah.


"Ayo..."


Alta mengulurkan tangannya kearah Bee..


"Apa?"


"Kamu tidak lihat semua mata pria itu menatap lapar kearahmu, kamu mau para pria itu mendekatimu dan menggodamu?"


Bee menggelengkan kepalanya...


"Makanya gandeng tanganku."


Perlahan Bee pun mengalungkan tangannya ke lengan Alta dan itu membuat Alta mengulum senyumnya. Kedatangan Bee sangat disambut oleh semuanya, apalagi Mommy Tasya yang sangat antusias.


"Kamu cantik sekali malam ini, Sayang."


"Terima kasih Tante."


"Bee, kamu jadian ya sama Kak Alta?" bisik Alsya.


"Tidak."


"Tapi kalian tampak serasi, aku sangat mendukung kalian."


"Apaan sih Sya."


Wajah Bee tampak memerah, sedangkan Alta sudah bergabung bersama ketiga sahabatnya.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2