CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Kepulangan Nasya


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Keesokkan harinya...


"Mom, Dad, Alta ke kampus dulu nanti kalau ada apa-apa cepat hubungi Alta."


Mommy Tasya menganggukkan kepalanya, Alta mencium kening Alsya.


"Kak, Bee sama Erika jangan sampai tahu ya keadaan Alsya ya, Alsya mohon."


"Iya, kamu jangan banyak gerak dulu istirahat yang cukup dan jangan lupa makan dan minum obatnya."


"Iya Kak."


Alta pun akhirnya meninggalkan rumah sakit, Alta sebelumnya sudah menghubungi Bee untuk tidak datang ke rumah dan membawakan sarapan ke kampus saja.


Sesampainya di kampus, Alta langsung menuju ruangannya dan mengirimkan pesan kepada Bee. Bee yang baru saja sampai melihat pesan dari Alta langsung senyum-senyum, dengan membawa kotak bekal makanan, Bee pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Alta.


Tok..tok..tok..


"Masuk..."


"Pagi Oppa."


Alta mendongakkan kepalanya, kemudian bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Bee membuat Bee kaget.


"Aku sangat merindukanmu."


"Astaga Oppa, baru saja sehari ga ketemu sudah rindu saja."


Alta melepaskan pelukkannya dan menatap wajah cantik Bee itu.


"Memangnya kamu tidak merindukanku?" seru Alta.


"Tidak tuh, biasa saja."


"Haish....sungguh menyakitkan, kekasihku sendiri tidak merindukanku," keluh Alta.


"Sudahlah ga usah lebay, ayo duduk dan sarapan dulu."


Bee menarik tangan Alta dan menyuruhnya untuk duduk, pagi ini Bee membuatkan roti bakar selai kacang kesukaan Alta.


"Lah, kok selainya ga dibentuk hati lagi?"


"Ngapain ribet ah, lagi pula rotinya juga dibakar susah kalau harus dibentuk hati."


Alta hanya mendengus kesal, tapi karena perutnya sudah lapar Alta pun kemudianelahap roti buatan Bee dengan lahapnya.


"Oppa, Alsya kemana? kok ponselnya ga bisa dihubungi?" tanya Bee.


"Masa?"


"Iya, kemarin sama sekarang juga dia belum kelihatan, apa dia ga bakalan masuk lagi ya."


"Mungkin Alsya lagi ada keperluan."


"Memangnya Oppa ga tahu kalau Alsya kemana?"


Alta hanya mengangkat bahunya pura-pura tidak tahu.


"Kalian mah aneh, masa Adik Kakak tidak tahu kabar satu sama lain," seru Bee dengan kesalnya.


Alta tersenyum melihat kekasihnya itu cemberut, lalu Alta pun dengan jahilnya masukkan roti ke dalam mulut Bee.


"Jangan cemberut terus, kamu lucu kalau lagi cemberut kaya gitu membuat aku ingin menggigitmu," goda Alta.


"Gigit saja kalau berani," sahut Bee dengan santainya.


"Hah...serius nih?"

__ADS_1


Alta mulai mendekatkan wajahnya membuat Bee terkejut dan menggeser tubuhnya menjauh dari Alta.


"Jangan macam-macam."


"Katanya boleh gigit."


"Ckckck...memangnya aku apa digigit-gigit, sudah ah aku mau ke kelas dulu."


Bee pun bangkit dari duduknya tapi Alta menarik tangan Bee sehingga Bee terjatuh dan duduk tepat dipangkuan Alta.


"Ya ampun Oppa, bagaimana kalau ada orang lain yang lihat."


"Siapa? ga bakalan ada yang berani masuk kesini."


"Lepasin Oppa."


"Siapa suruh pergi, temenin aku sarapan dulu baru habis itu kamu boleh pergi."


"Ga mau, aku mau pergi."


"Ya sudah, aku ga bakalan lepasin kamu."


"Ih nyebelin, pasti Oppa mau mesum ya? jangan begitu Oppa belum halal."


Alta menyentil bibir Bee, membuat Bee seketika menutup mulutnya.


"Kalau ngomong itu jangan sembarangan, siapa juga yang mau mesum? jangan-jangan kamu lagi yang mikirin mesum."


"Idih...."


Bee bangkit dari pangkuan Alta, dan hendak melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Alta.


"Jangan lupa lima hari lagi persiapkan diri, kita akan menikah," seru Alta dengan santainya.


Bee menghentikan gerakkan tangannya yang akan membuka pintu, dan langsung menatap tajam ke arah Alta.


"Maksud Oppa apa?"


"Aku kan sudah bilang waktu itu, minggu depan kita akan menikah."


"Oppa sudah gila ya, aku pikir itu cuma bercanda."


Mulut Bee sampai menganga mendengar ucapan Alta itu.


"Sudah sana, katanya mau ke kelas kok malah bengong."


Bee tersentak dari lamunannya dan langsung keluar dari ruangan Alta dengan perasaan yang tidak menentu, sedangkan Alta hanya bisa terkekeh.


"Gila, lima hari lagi dia mau nikahin aku? aku pikir Oppa bercanda waktu itu, gila...gila...ini sungguh gila," gumam Bee dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


***


Sementara itu di rumah sakit....


Seorang wanita cantik berjalan terburu-buru dan mencari ruangan seseorang.


"Alsya, ngapain dia disini?" seru Zia.


Zia hendak menghampiri gadis itu, tapi seorang suster memanggilnya karena ada pasien yang akan melahirkan.


Setelah mengetahui dimana letak ruangannya, gadis itu pun segera berlari menuju ruangan yang dimaksud.


Ceklek....


"Nasya..." seru Mommy Tasya dan Daddy Alvian bersamaan.


Sementara itu, Alsya tampak tersenyum dan merentangkan kedua tangannya. Nasya segera berlari dan memeluk saudara kembarnya itu dengan tangisan yang pecah.


"Sya, maaf aku baru bisa pulang," sesal Nasya.


"Tidak apa-apa Nas, aku ngerti kok."


Nasya melepaskan pelukkannya dan menyeka airmatanya yang sudah mengalir itu.


"Mommy, Daddy, Nasya rindu sekali sama kalian."


Nasya memeluk Mommy Tasya dan Daddy Alvian bergantian.

__ADS_1


"Kami juga rindu sekali denganmu Sayang."


"Oh iya, kamu pulang kesini sama siapa? sama Paman Vanokah?" tanya Daddy Alvian.


"Tidak, Nasya pulang sendiri."


"Ya ampun, ternyata puteri Daddy sudah besar sekarang sudah berani pulang sendirian."


"Ih Daddy, Nasya kan memang sudah besar."


Nasya dan Alsya memang kembar tapi sifat dan kelakuan mereka sangat berbanding terbalik. Alsya, walaupun dia sejak bayi sudah di vonis mengidap Liver tapi Alsya adalah anak yang kuat, mandiri, dan ceria.


Alsya jarang sekali menyusahkan orang tua dan Kakaknya, bahkan saat merasakan sakit Alsya tidak pernah bilang kepada siapapun karena Alsya tidak mau membuat orang tua dan Kakaknya sedih dan khawatir.


"Kak Alta mana?" tanya Nasya.


"Kak Alta jadi Dosen di kampusku, Nas."


"Hah...serius kamu Sya? kok bisa?"


"Kakak kalian memang susah di tebak, entah apa tujuan dia mau jadi Dosen," seru Mommy Tasya.


"Mommy sama Daddy tahu ga, sepertinya Kak Alta pacaran sama Bee," seru Alsya.


"Hah...kamu yakin sayang?" tanya Daddy Alvian.


"Yakin Daddy, soalnya Kak Alta panggil Bee dengan sebutan sayang."


"Wah...ada kemajuan tuh anak, Mommy setuju kalau mereka pacaran, Bee anak yang baik."


"Daddy juga setuju."


Setelah berbincang-bincang dan membujuk kedua orang tuanya, akhirnya Mommy Tasya dan Daddy Alvian mengalah dan pulang. Nasya saat ini yang menjaga Alsya.


"Nas, boleh aku minta tolong sama kamu."


Nasya yang sedang mengotak-ngatik ponselnya seketika menatap wajah Alsya yang sekarang berubah menjadi sendu. Nasya menyimpan ponselnya dan duduk di samping Alsya dengan menggenggam tangan Alsya.


"Kamu mau minta tolong apa Sya?"


"Bisakah kamu berpura-pura menjadi aku," lirih Alsya.


"Apa?"


Nasya tampak terkejut dengan permintaan saudara kembarnya itu.


"Please, aku minta tolong kamu pura-pura jadi aku hanya sampai kondisiku membaik. Saat ini, aku tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasanya dan aku ga tahu sampai kapan kondisiku akan pulih kembali sementara kata Uncle Zidan sama Uncle Billy pun mereka belum bisa menemukan pendonor untukku."


"Tapi, mana bisa aku menjadi dirimu Sya."


"Kamu pasti bisa, hanya kamu yang saat ini bisa membantuku. Aku tidak mau orang-orang yang aku sayangi curiga karena aku menghilang, jadi kalau kamu pura-pura menjadi aku, setidaknya mereka tidak akan curiga. Wajah kita sangat mirip, tidak akan ada yang bisa membedakan antara kita."


"Tapi bagaimana dengan Mommy, Daddy, dan Kak Alta, apa mereka sudah mengetahui remcanamu ini?" tanya Nasya.


"Belum, tapi aku akan memberi tahukan mereka. Aku yakin mereka akan mendukung rencanaku ini, please Nas aku mohon."


Nasya tampak berpikir, tapi setelah melihat wajah sedih Alsya akhirnya Nasya pun menganggukkan kepalanya membuat Alsya mengembangkan senyumannya.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komentar

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2