
π
π
π
π
π
Bee duduk di kursi depan Alta, Alta sangat tidak fokus kalau bekerja dengan Bee di hadapannya soalnya otak Alta langsung mesum hanya dengan melihat wajah istrinya saja.
"Sayang, bisa tidak kamu jangan duduk dihadapanku? aku tidak fokus dan kalau melihat kamu, bawaannya pengen ngamar terus."
"Idih, Oppa mesum."
"Sayang, kamu kenapa? kok dari tadi aku lihat kamu cemberut terus?" tanya Alta.
Bee bangkit dari duduknya dan dengan manjanya duduk di pangkuan Alta membuat Alta menghentikan pekerjaannya.
"Oppa, sepertinya aku mau berhenti bekerja ternyata bekerja itu sangat membosankan," seru Bee dengan tangannya yang tidak mau diam.
"Memang dari awal aku sudah melarangmu kan, kamunya saja yang ngeyel tetap ingin bekerja."
"Aku kira bekerja itu enak, tapi setelah dipikir-pikir lebih enak diam di rumah menunggu suami pulang kerja."
"Sayang, aku sudah bilang uangku itu banyak tidak akan habis sampai tujuh turunan jadi lebih baik sekarang kamu diam di rumah dan habiskan saja uang aku biar aku saja yang bekerja dan mencari uang, kamu tinggal duduk manis saja di rumah rajin olahraga biar kuat melayani aku di ranjang."
"Ishh..Oppa ini kenapa otaknya selalu ranjang mulu," seru Bee dengan memukul dada Alta.
"Tapi kamu juga suka kan? kamu lupa tadi malam siapa yang minta duluan?" goda Alta.
"Hehehe...iya juga sih," sahut Bee cengengesan.
"Kalau begitu kamu sudah bisa lepas KB dong?"
"Aku sudah lepas KB dari sebulan yang lalu Oppa."
"Serius kamu?"
"Seriuslah masa bohong."
Tiba-tiba Alta mengangkat tubuh Bee membuat Bee terkejut.
"Astaga Oppa, apa-apaan sih?"
"Karena kamu sudah lepas KB, kita harus lebih rajin lagi buat dedek bayinya biar cepat tumbuh di perut kamu."
"Bukannya Oppa lagi banyak kerjaan."
"Ada si Edo yang akan menyelesaikannya."
Alta menekan tombol untuk mengunci pintu ruangannya, lalu Alta membawa Bee ke ruangan khusus tempat dimana Alta biasa beristirahat.
Alta pun membawa Bee masuk dan sudah dipastikan apa yang selanjutnya akan terjadi diantara keduanya. Sementara itu, Edo yang baru saja ingin masuk ke dalam ruangan Alta mengerutkan keningnya karena pintunya terkunci.
"Selalu saja seperti ini, pantesan saja kerjaannya ga selesai-selesai dan pada akhirnya aku lagi yang akan menyelesaikannya, nasib-nasib beginilah kalau jadi kacung selalu menderita," keluh Edo.
Dengan langkah gontai, Edo pun kembali masuk ke dalam ruangannya.
***
Di kediaman Bakrie, Mommy Tasya terlihat sangat sibuk karena besok adalah hari pernikahan Alsya dan Gibran. Alsya meminta hanya akad saja tanpa resepsi yang meriah, Alsya ingin seperti Kakaknya dulu lagipula kondisinya yang tidak boleh terlalu capek menjadi faktor utama keluarga tidak akan mengadakan resepsi.
__ADS_1
"Mommy, Alsya mau bertemu dulu dengan Erika dan Bee ya."
"Kamu hati-hati sayang, besok kamu akan menikah dan kamu jangan sampai kelelahan."
"Iya Mommy, Alsya hanya ingin jalan-jalan dulu sebentar sudah lama Alsya tidak jalan-jalan sama mereka."
"Ya sudah, tapi kamu diantar sama sopir ya."
"Tidak Mommy, Alsya sudah pesan taksi online kok."
"Oke..kalau begitu, hati-hati sayang."
"Siap Mommy."
Alsya pun segera masuk ke dalam taksi online dan langsung meluncur ke tempat dimana mereka janjian.
Disisi lain, Bee yang sudah melakukan adegan panas bersama Alta sekarang sudah terlihat rapi dengan dress yang dia pakai. Alta memang sudah menyiapkan banyak baju ganti buat dirinya dan Bee di kantor, karena dia tahu kalau mereka akan sering seperti ini.
"Kamu mau kemana sayang?"
"Aku sudah janjian sama Erika dan Alsya mau ketemuan."
"Buat apa?"
"Oppa, semenjak kita menikah dan mempunyai kesibukan masing-masing, kita sudah jarang jalan bersama apalagi besok Alsya juga akan menikah terus Erika kemarin baru pulang dari Purwakarta, aku rindu kumpul-kumpul sama mereka."
"Ya sudah, tapi jangan sampai malam ya karena aku ingin makan malam di rumah."
"Siap Bos, kalau begitu aku pergi dulu."
Bee mencium pipi Alta dan kemudian langsung pergi untuk menemui Alsya dan Erika. Tidak lama kemudian, Bee pun sampai di sebuah restoran khas makanan korea langganan mereka pas sebelum menikah.
"Maaf-maaf aku telat," seru Bee.
Bee hanya cengengesan...
"Bukannya Kak Alta tadi lagi di kantor, berarti kamu anu-anunya di kantor dong?" sambung Alsya.
"Hehehe...sudah sering kali, bahkan satu jam menjelang meeting pun Oppa suka minta anu-anu dulu, katanya biar semangat," sahut Bee tidak tahu malu.
"Astaga Bee."
Alsya dan Erika geleng-geleng kepala mendengar ucapan Bee, mereka bertiga memang tidak ada rahasia-rahasiaan dalam hal apapun.
"Kalau kamu bagaimana Er? setelah baikkan, apa Bang Rayyan kaya Oppa yang selalu minta dan minta lagi?" tanya Bee.
"Ya sama saja Bee, dia malah ga mau berangkat kerja dan pengen terus," sahut Erika.
"Dasar ya para suami kita memang kayanya sangat semangat terus kalau masalah ranjang," seru Bee.
"Heem."
Alsya hanya tersenyum mendengar ocehan keduanya, tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Mereka makan dengan lahapnya, sembari bercerita banyak hal.
Hingga tak terasa waktu pun sudah sore dan mereka pun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.
***
Keesokan harinya...
Pagi ini Alsya dan Gibran akan melaksanakan akad nikah, Gibran mengucapkan ijab kabul dengan sangat lancar membuat semuanya sangat bahagia akhirnya empat serangkai pun sold out semuanya.
"Akhirnya empat serangkai sold out semuanya," seru Alta.
__ADS_1
"Ga nyangka ya, puluhan tahun menjomblo akhirnya jodoh kita orang terdekat kita ya," sahut Rayyan.
"Dan kita juga ga nyangka, kalau wanita yang awalnya kita benci justru menjadi jodoh kita," sambung Seno.
"Itulah jodoh, kita tidak tahu jodoh kita siapa bahkan aku sudah menganggap Alsya sebagai adikku sendiri karena memang kita tumbuh bersama-sama, apalagi Alsya suka ngerecokin kita kalau kita lagi ngumpul bersama. Eh pada akhirnya justru dia menjadi jodohku," seru Gibran dengan merangkul pundak Alsya.
Saat ini empat serangkai beserta istri-istrinya sedang berkumpul di halaman belakang rumah Alsya, mereka asyik bercerita tentang kisah pertemuan mereka dengan para wanita bar-bar dan unik itu.
"Mas, aku pengen makan opor ayam tadi Tante Tasya kayanya bikin opor ayam," rengek Zia.
"Reza!"
"Iya Tuan."
"Tolong kamu ambilkan opor ayam buat istriku," seru Seno.
"Baik Tuan."
Reza pun segera mengambilkan opor ayam dan tidak lama kemudian, Reza datang dengan nampan berisi opor ayam dan juga air putih.
"Ini Tuan opor ayamnya."
Reza pun menyimpan nampan itu di atas meja..
"Hoooeeeekkkk......"
Erika dan Bee langsung menutup mulutnya bersamaan.
π
π
π
π
π
Mampir ke karya terbaruku "PESONA SI GADIS CULUN" dan jangan lupa dukungannyaππ
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU