
π
π
π
π
π
Setelah cukup lama Rayyan berdiam diri, akhirnya Rayyan pun memutuskan untuk pulang matanya sudah sangat ngantuk bahkan badannya sudah sangat lelah.
Rayyan bisa saja sekarang juga nyusul ke Purwakarta tapi Rayyan ingat akan ucapan Daddy Edrik kalau Erika butuh sendiri dulu dan Rayyan mengerti itu nanti kalau semuanya tenang, Rayyan pasti akan menyusul Erika kesana.
***
Sementara itu di perusahaan milik Alta, seperti biasa Edo harus extra sabar menghadapi Bee tapi sekarang sudah lumayan tidak seperti di awal-awal, Bee sudah sedikit demi sedikit mengerti akan tugasnya.
Alta setiap malam selalu mengajarkan Bee tapi ya namanya juga Alta tidak ada yang gratis, setelah selesai mengajari Bee kegiatan selanjutnya ya belajar diatas ranjang dan itu sangat melelahkan untuk Bee karena setiap malam harus bergadang dan efeknya Bee selalu ngantuk setiap bekerja.
Seperti biasa, pagi-pagi Alta akan ke kampus untuk mengajar dan akan kembali ke kantor setiap jam makan siang.
"Allohuakbar, lagi-lagi tidur," gumam Edo.
Edo baru saja selesai bertemu dengan klientnya, tapi disaat sampai di kantor Bee seperti biasa akan tertidur diatas meja dengan tangan dijadikan bantalnya.
"Setiap malam Pak Bos suka berapa ronde sih? sampai-sampai istrinya selalu ketiduran di kantor," batin Edo.
Ting...
Pintu lift pun terbuka, otomatis Edo langsung menoleh. Mona dengan gaya centilnya berjalan sangat anggun menghampiri Edo.
"Astaga Pak Edo, kok anak baru itu malah molor sih? ini kan waktunya jam kerja, ga bisa dibiarin nih," kesal Mona.
Belum sempat Edo melarangnya, Mona sudah menghampiri meja Bee.
Bruaakkk...
Mona menggebrak meja Bee sehingga membuat Bee langsung terbangun karena terkejut, justru malah Edo yang paling terkejut.
"Hai anak baru, enak ya orang lain sedang bekerja ini malah asyik-asyikkan molor!" bentak Mona.
"Ah iya, maaf aku ketiduran soalnya ngantuk banget," sahut Bee dengan santainya.
"Mona, sudah-sudah sebenarnya kamu mau apa kesini?" tanya Edo.
"Ini Pak Edo, ada titipan berkas buat Pak Alta."
"Oh, sini berikan padaku dan setelah itu kamu cepat kembali bekerja," seru Edo.
"Memang Pak Altanya tidak ada ya? padahal aku ingin memberikannya langsung kepada Pak Alta, rasanya aku sangat rindu melihat wajah tampan Pak Alta," sahut Mona dengan gaya centilnya.
Bee menatap Mona dengan bingung, sedangkan Edo sudah terlihat berkeringat karena bisa-bisanya Mona mengatakan hal yang tidak pantas didepan istri bosnya.
"Hai anak baru, aku tidak tahu ya kenapa Pak Altaku mempekerjakan orang sepertimu di perusahaan ini, bahkan wajahmu pun masih jauh sama aku masih cantikkan aku, tapi satu hal yang harus kamu tahu jangan coba-coba mendekati Pak Altaku karena Pak Alta calon suami masa depanku," seru Mona dengan bangganya.
"Yassalam, mati kamu Mona aku yakin besok kamu akan mendapatkan surat pemecatan," batin Edo dengan mengusap wajahnya kasar.
__ADS_1
"Pak Altamu? calon suami masa depanmu?" seru Bee dengan bingungnya.
"Iya, sudah sejak lama aku mengejar-ngejar Pak Alta dan aku yakin lambat laun Pak Alta pun akan menerima cintaku."
"Oh begitu ya," sahut Bee dengan santainya.
Edo dengan cepat mengambil berkas di tangan Mona dan kemudian menarik Mona supaya segera masuk ke dalam lift dan pergi dari sana karena Edo tidak mau sampai ada angin ****** beliung menerjang ruangannya.
"Apaan sih Pak Edo, aku belum selesai bicara dengan anak baru itu," ketus Mona.
"Sudah lebih baik sekarang kamu kembali bekerja."
"Tapi Pak----"
Edo segera mendorong tubuh Mona untuk masuk ke dalam lift dan kemudian dengam cepat menekan tombolnya supaya Mona cepat pergi dari ruangan itu.
"Hmm...Nona maaf, ucapan si Mona barusan jangan dimasukan ke dalam hati dia memang orangnya seperti itu," seru Edi dengan menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa Kak, santai saja aku ga apa-apa kok."
"Nona tidak marah?"
"Ngapain marah, aku sudah terbiasa menghadapi fans garis keras suamiku malahan di kampus lebih banyak lagi yang mengidolakan suamiku, tapi aku ga pernah ambil pusing karena yang terpenting saat ini Oppa sudah menjadi milikku," sahut Bee dengan senyumannya.
"Ah, iya."
"Sebentar ya Kak, aku mau ke pantry dulu mengambil kopi soalnya aku ngantuk banget."
"Mau saya yang ambilkan Nona?"
"Tidak usah Kak, kalau Kakak mengambilkan kopi untukku apa kata orang-orang. Sudah tidak apa-apa, aku buat sendiri saja sekalian jalan-jalan dulu menghilangkan rasa kantuk, boleh kan Kak?"
Bee pun kemudian melangkahkan kakinya menuju pantry.
"Memangnya aku bisa melarang Bu Bos? bisa di pecat aku kalau melarang kemauan Bu Bos," batin Edo.
Bee pun masuk ke dalam pantry dan segera membuat kopi untuk dirinya sendiri dan juga Edo.
"Aku sekalian buatkan untuk Kak Edo juga ah, kasihan pasti dia juga belum ngopi," gumam Bee.
Disaat Bee sedang asyik membuat kopi, tiba-tiba dua orang karyawan wanita masuk dan hendak membuat kopi juga.
"Bukannya dia sekertaris baru Pak Alta ya? dengar-dengar setiap berangkat dan pulang kerja, dia selalu naik mobil Pak Alta," bisik salah satu dari mereka.
"Wah serius kamu?"
"Iya, karyawan disini sudah tahu semuanya tapi aneh saja, Pak Alta yang selama ini terkenal cuek dan dingin terhadap wanita kenapa tiba-tiba sekarang wanita itu sangat dekat dengan Pak Alta, apa jangan-jangan dia pelet Pak Alta ya?"
"Bisa jadi, ih ga banget ya hari gini masih main pelet-peletan kaya yang ga laku aja."
Bee hanya tersenyum mendengar bisikan dua karyawan di belakangnya. Walupun berbisik, tapi Bee masih bisa mendengar ucapan mereka. Tidak lama kemudian, Bee pun sudah selesai membuatkan kopi dan Bee pun hendak meninggalkan pantry itu.
Tapi sebelum Bee pergi, Bee menyempatkan diri untuk tersenyum ke arah keduanya tapi kedua wanita itu malah mendelikkan matanya kepada Bee membuat Bee hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Astaga, ternyata karyawan disini fans garis keras Oppa," batin Bee dengan senyumannya.
Bee pun kembali ke mejanya dan membawakan kopi ke ruangan Edo.
__ADS_1
Tok..tok..tok..
"Kak Edo, ini aku buatkan kopi buat Kak Edo."
Edo terkejut dan langsung mengambil nampan yang dibawa oleh Bee.
"Ya ampun Nona, jangan begini saya bisa suruh OB untuk buatkan kopi nanti kalau Pak Bos tahu, aku bisa dimarahi habis-habisan."
"Tidak apa-apa Kak, tadi aku sekalian saja. Oh ya Kak, memangnya semua karyawan wanita disini sangat mengagumi Oppa ya?" tanya Bee.
"Iya Nona, mereka itu selalu berlomba-lomba menarik perhatian Pak Bos tapi sayang Pak Bos tidak pernah melirik mereka."
"Kasihan juga ya mereka, Oppa kejam banget."
"Nona tidak marah, kalau semua karyawan disini menyukai Pak Bos?"
"Ngapain marah Kak, toh sekarang Oppa sudah menjadi milikku kok, aku cuma lucu aja melihat kelakuan mereka."
"Nona harus hati-hati soalnya ucapan mereka itu pedas banget kaya bon cabe level tiga puluh."
"Selama mereka tidak main fisik, aku sih santai-santai saja kecuali kalau mereka main fisik, aku tidak bisa diam saja."
Bee dan Edo pun tampak tersenyum dan menyesap kopinya masing-masing.
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU