
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Sudah dua jam, Seno menunggu kehadiran Zia di depan rumah sakit. Setelah tadi siang Zia mengatakan akan ke rumah sakit karena ada operasi cesar, Seno memutuskan untuk menunggu Zia karena ada sesuatu yang akan Seno bicarakan kepada Zia.
Seno mengeluarkan kotak kecil dari dalam sakunya dan memperhatikan benda indah itu, tidak lama kemudian terlihat dari kejauhan Zia baru saja keluar dari rumah sakit, wajahnya terlihat kelelahan.
Tapi tiba-tiba disaat Zia akan masuk ke dalam mobil, seorang pria menghampiri Zia dan mengobrol dengan Zia membuat keduanya saling tertawa satu sama lain.
Seno melihat Zia bercanda dengan pria itu membuat dia mengepalkan tangannya dan rahangnya pun mengeras. Dengan cepat Seno melajukan mobilnya, Seno turun dari mobilnya dengan emosi yang memuncak.
Seno kemudian menarik tangan Zia dengan kasar membuat Zia terkejut.
"Seno, ngapain kamu disini?"
"Aku ingin bicara sama kamu."
"Maaf, bisakah anda tidak bersikap kasar kepada seorang wanita?" seru pria yang bersama Zia itu.
"Diam kamu, jangan ikut campur urusanku," sentak Seno.
Seno kembali menarik tangan Zia membuat Zia berontak.
"Lepaskan aku Seno!" teriak Zia.
Pria hitam manis yang benama Yogi itu adalah seorang dokter rekan kerja Zia, Yogi mengejar Seno dan menahan pundak Seno membuat Seno menatap tajam ke arah Yogi.
"Jangan kasar, kalau ada masalah kamu bisa membicarakannya baik-baik," seru Yogi.
Seno yang memang sudah dikuasai oleh emosi, menghempaskan tangan Yogi dari pundaknya.
"Jangan sentuh aku, aku tidak suka orang lain menyentuhku dengan sembarangan," sentak Seno.
Bugh..bugh..bugh..
__ADS_1
Seno menghadiahi Yogi dengan pukulannya membuat Yogi seketika terjungkal ke tanah.
"Seno apa yang kamu lakukan!" bentak Zia.
Zia hendak membatu Yogi untuk bangun tapi dengan cepat Seno menarik tangan Zia dan membawanya masuk ke dalam mobilnya. Seno langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi membuat Zia memejamkan matanya karena takut bahkan airmata Zia sudah mengalir dipipi mulusnya itu.
Tidak membutuhkan waktu lama, Seno berhenti di depan hotel miliknya. Seno kembali menarik tangan Zia membuat Zia meringis kesakitan, semua orang yang bisa diam melihat Bosnya menarik-narik seorang wanita yang mereka tahu adalah tunangan sang Bos.
Seno membawa Zia ke sebuah kamar hotel..
"Apa yang ingin kamu lakukan, Seno?" teriak Zia.
Seno sangat terkejut melihat keadaan Zia, dia merutuki kebodohannya yang tidak bisa menahan emosinya membuat wanita cantik itu menangis bahkan pergelangan tangan Zia terlihat memerah.
"Zia, tangan kamu memerah."
Seno hendak menghampiri Zia dan melihat kondisi Zia tapi Zia malah mundur menghindari Seno.
"Jangan mendekat dan jangan sentuh aku!" teriak Zia.
"Zia, aku minta maaf aku hanya ingin bicara denganmu."
"Bukan itu yang mau aku bicarakan, tapi aku mau----"
"Sudah cukup Seno, aku tahu kamu tidak mencintai aku dan kamu melakukan pertunangan itu karena terpaksa, aku akan bilang sama Mommy dan Daddy untuk membatalkan semua ini."
Zia melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Seno tapi lagi-lagi Seno menarik Zia dan mengungkung tubuh Zia di dinding membuat Zia terus berontak.
"Lepaskan aku Seno, aku mau pulang!" teriak Zia.
Seno menatap tajam ke arah Zia hingga akhirnya Seno dengan cepat mencium Zia, Zia memberontak dan berusaha memukul Seno tapi Seno yang merasa sudah dikuasai dengan emosi malah semakin liar menciumi Zia.
Zia terus memukul Seno dengan deraian airmata, hingga akhirnya dengan sekuat tenaga Zia mendorong tubuh Seno.
Plaaakkk...
Zia menampar Seno dengan sekuat tenaga...
"Brengsek kamu Seno, mau kamu apa sebenarnya? aku benci sama kamu dan satu lagi jangan pernah kamu menampakkan diri kamu lagi di hadapan aku!" teriak Zia dengan tangisannya.
Zia langsung berlari keluar dari kamar hotel itu, sedangkan Seno terduduk di atas ranjang dengan pikiran kalutnya.
__ADS_1
"Aaarrrrggghhh...."
Seno berteriak sembari mengacak-ngacak rambutnya.
"Zia aku mencintaimu!" teriak Seno.
Sementara itu, dengan deraian airmata Zia terus berlari dan segera menghentikan taksi. Zia segera masuk ke dalam taksi, selama dalam perjalanan Zia tidak henti-hentinya menagis.
Zia tidak habis pikir, kenapa Seno melakukan semua itu.
"Aku benci sama kamu Seno, aku benci," batin Zia.
Seno dan Zia sebenarnya sudah saling mencintai satu sama lain, Zia yang tidak bisa jujur karena melihat sifat Seno yang cuek dan tidak peduli.
Begitu pun dengan Seno yang tidak bisa mengungkapkan isi hatinya karena terlalu gengsi. Seno sangat menyesal dengan apa yang sudah dia lakukan kepada Zia, Seno terlalu cemburu melihat Zia dekat dengan pria lain.
Tapi lagi-lagi, kelakuannya sudah membuat Zia menangis. Seno yakin kalau kali ini Zia tidak akan memaafkannya.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1