
π
π
π
π
π
Setelah ngopi bersama, Bee dan Edo pun kembali bekerja.
Ting....
Suara ponsel Bee, pertanda ada notif pesan masuk.
π© "Sayang, siang ini aku ada rapat dulu dengan para Dosen jadi kamu makan siang duluan ya soalnya aku akan telat datang ke kantor."
π€ "Oke Oppa sayang."
π© "Makan yang banyak ya, I LOVE YOU MY BEE."
π€ "I LOVE YOU TOO Oppa."
Alta dan Bee senyum-senyum sendiri, mereka seperti ABG yang baru saja pacaran.
Waktu pun berjalan dengan cepat...
"Nona, sudah waktunya makan siang. Nona mau makan dimana biar saya antar."
"Tidak usah, aku makan di kantin kantor saja."
"Tapi kata Pak Bos saya disuruh mengantarkan Nona makan di restoran."
"Nanti aku kasih kabar sama Oppa, aku makan di kantin kantor saja. Ya sudah, aku makan siang dulu ya Kak."
Bee pun dengan semangat melangkahkan kakinya ke kantin kantor, perutnya sudah sangat lapar.
Disaat Bee memasuki kantin, semua mata karyawan menatap ke arah Bee membuat Bee merasa sedikit risih tapi Bee tidak memperdulikannya, Bee langsung menuju stand untuk mengambil makanannya.
Semua orang menatap sinis ke arah Bee, apalagi karyawan wanita yang merasa sudah kecentilan menggoda Alta. Setelah Bee mengambil nasi dan lauk pauknya, Bee pun celingukkan mencari meja kosong setelah Bee menemukan meja kosong, Bee pun langsung melangkahkan kakinya tapi belum juga sampai sebuah kaki menjegal langkah Bee.
Praaaannngggg....
Nampan makanan Bee tumpah semuanya dan membuat semua orang menertawakan Bee.
"Oops, sorry," seru Mona dengan senyum tengilnya.
Bee sudah mengepalkan tangannya tapi Bee berusaha untuk menahan emosi.
"Apa masalahmu sama aku? kenapa kamu selalu cari gara-gara," seru Bee.
"Hai, berani sekali kamu bicara seperti itu sama aku? kamu tidak tahu siapa aku?" bentak Mona.
"Tahu, kamu karyawan disini," sahut Bee dengan santainya.
"Aku karyawan terlama disini, dan aku adalah calon istri Bos disini," seru Mona dengan bangganya.
"Buahahaha...percaya diri sekali anda, memangnya Pak Alta mau sama kamu," ledek Bee dengan melipat tangannya didada.
"Kurang ajar kamu."
Mona hendak melayangkan tangannya ingin menampar Bee tapi Bee dengan cepat menahanya dan mencengkram tangan Mona dengan kuat membuat Mona meringis.
"Jangan coba-coba main fisik sama aku, karena kamu akan menyesal," seru Bee dengan menghempaskan tangan Mona.
Bee pun akhirnya meninggalkan kantin itu, Edo yang memang dari tadi memperhatikan gerak-gerik Bee tampak tersenyum.
"Istri Bos dilawan, lakinya aja takut apalagi hanya curut kaya kamu," batin Edo.
Akhirnya Edo pun memesan makanan lewat go food untuk Bee, karena Edo tahu kalau saat ini Bee pasti sudah sangat kelaparan. Edo tidak mau sampai Pak Bosnya marah gara-gara tahu istrinya belum makan apalagi kalau kejadian barusan diketahui oleh Alta, bisa-bisa semuanya dipecat.
"Nona, ini makanan buat Nona."
"Maaf Kak Edo, sudah merepotkan."
"Tidak apa-apa, lebih baik sekarang Nona cepat makan takutnya Pak Bos keburu sampai dan saya akan dimarahi."
"Iya, Kak tolong kejadian barusan jangan sampai Oppa tahu ya."
__ADS_1
"Baik Nona."
Bee pun segera makan, bersamaan dengan Bee selesai makan pintu lift pun terbuka dan menampilkan sosok Alta.
"Sayang."
"Oppa."
Alta langsung memeluk istrinya itu tentu saja Bee pun membalas pelukkan suaminya.
"Yaelah, lagi-lagi aku harus lihat mereka bermesraan bikin gendok aja," batin Edo.
"Bagaimana hari ini, apa ada masalah?" tanya Alta.
"Tidak kok Oppa, semuanya baik-baik saja."
"Ya sudah, apa jadwalku hari ini?"
"Tidak ada Oppa."
"Ya sudah, ikut aku ke ruanganku."
"Mau ngapain?" seru Bee dengan menyipitkan matanya.
Alta tidak menjawab ucapan Bee, Alta langsung menarik tangan Bee dan membawanya masuk ke dalam ruangannya dan itu lagi-lagi membuat Edo kesal.
"Pak Bos enak-enakkan bermesraan, terus apakabar denganku Bos? setiap hari kerja terus kapan ada waktunya untuk mencari wanita, lama-lama aku bakalan tua disini," gerutu Edo.
Bee duduk dipangkuan Alta...
"Oppa, ternyata fans Oppa serem-serem ya."
Alta mengerutkan keningnya. " Fans apa?"
"Ternyata semua karyawan wanita disini sangat mengagumi Oppa, bahkan ada yang ngaku-ngaku calon istri Oppa."
"Hah...siapa? sembarangan kalau ngomong, siapa dia biar aku pecat tuh orang."
"Apaan sih Oppa, biarkan saja mereka berkata dan menghalu sesuka mereka yang penting sekarang Oppa kan sudah menjadi milikku."
"Mereka tidak macam-macam kan sama kamu?"
"Enggak."
"Enggak kok Oppa, lagipula Oppa tidak kenal sama aku. Aku itu tidak akan pernah kalah sama siapa pun, apalagi kalau masalah hak milik aku akan mempertahankannya sampai sekuat tenaga."
"Iya aku percaya kalau istriku ini sangat bar-bar."
Baru saja Alta mendekatkan wajahnya hendak mencium Bee, tiba-tiba pintu ruangan ada yang mengetuk.
Tok..tok..tok..
"Maaf Pak, sekertaris Pak Hasan dari bagian keuangan datang," teriak Edo.
"Ya ampun, bagaimana ini?" seru Bee panik.
"Kamu kenapa sih sayang, biarkan saja kalau dia tanya jawab saja kamu istriku."
"Tidak Oppa."
Bee tampak panik, hingga akhirnya Bee lebih memilih bersembunyi di bawah meja kerja Alta membuat Alta geleng-geleng kepala.
"Suruh masuk!"
Edo pun mempersilakan wanita **** itu masuk ke dalam ruangan Alta.
"Selamat siang Pak Alta."
"Selamat siang, silakan duduk."
Sekertaris Pak Hasan yang penampilannya selalu **** tampak bertingkah genit dengan menatap Alta, dia berdiri tepat di samping meja Alta.
"Pak Alta ini daftar pemasukan dan pengeluaran bulan ini," serunya dengan gaya yang centil.
Bee yang tahu kalau wanita itu sedang beusaha menggoda Alta hanya bisa cemberut dan Alta bisa melihatnya dari sudut matanya, Alta tampak menahan senyumnya.
Wanita itu sengaja menjatuhkan map yang ada di meja Alta untuk mencari perhatian Alta dan map itu jatuh tepat dihadapan Bee.
"Aduh maaf Pak Alta."
__ADS_1
Wanita itu hendak mengambil map yang jatuh tapi dengan cepat Alta menahannya.
"Sudah tidak apa-apa, biar saya yang ambil lebih baik kamu duduk dan jauh-jauh dariku," seru Alta dingin.
"Ba--baik Pak."
Baru saja Bee akan mengambil map itu, tiba-tiba Alta membungkukkan tubuhnya untuk mengambil, bukannya cepat diambil Alta malah mencium bibir Bee terlebih dahulu membuat Bee kembali melotot.
Setelah itu, Alta mengambil mapnya dan segera memeriksa map itu tapi Bee malah terlihat bengong membuat Alta menjitak keningnya. Sementara itu wanita yang berada di hadapan Alta, merasa salah tingkah dia mengira Alta senyum-senyum karena ada dirinya disana.
"Ya ampun, aku baru melihat senyum Pak Alta tampan banget," batin wanita itu.
"Ini, semuanya sudah saya periksa dan tanda tangani jadi sekarang kamu boleh pergi."
"Ah iya, terima kasih Pak."
Wanita itu tidak langsung pergi, malah terus saja bertingkah seperti cacing kepanasan menggeliat kesana-kemari dengan gaya sensasionalnya berharap Alta akan tergoda olehnya.
"Kenapa masih disini? cepat keluar!" sentak Alta.
"Ah iya Pak, maaf."
Wanita itu pun langsung pergi meninggalkan ruangan Alta dengan wajah yang ditekuk. Bee keluar dari bawah meja dengan cemberut.
"Ya ampun wanita zaman sekarang memang tidak tahu malu menggoda pria dengan terang-terangan," kesal Bee.
"Salah sendiri kamu tidak mau aku perkenalkan jadi mereka berpikir kalau aku ini masih single."
Alta berdiri dan mengangkat tubuh Bee untuk duduk di atas meja kerjanya dan Alta berdiri tepat dihadapan Bee.
"Lihat saja kalau mereka berani bertingkah seperti itu lagi kepada suamiku, aku akan kasih pelajaran mereka."
"Sudah-sudah jangan marah-marah, biarkan saja mereka seperti itu yang penting aku kan aku tidak tergoda."
Bee mengalungkan tangannya ke leher Alta. "Awas ya kalau kamu berani macam-macam, baik disini maupun di kampus," ancam Bee.
"Tidaklah sayang, aku mana berani macam-macam sama kamu."
Cup...
Alta mencium sekilas bibir Bee...
"Sudah jangan marah lagi, mendingan sekarang kita istirahat dulu di ruangan pribadiku," seru Alta dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Noooo..."
Bee segera turun dari atas meja dan langsung berlari meninggalkan ruangan Alta membuat Alta terkekeh melihat kelakuan istrinya itu.
π
π
π
π
π
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU