
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Seperti biasa, Bee menyiapkan sarapan untuk Alta.
"Nanti siang kamu tidak usah menyiapkan makan siang karena saya mau langsung pergi ke perusahaan, mungkin pulang malam," seru Alta.
"Baik Pak, kalau begitu saya juga mau izin dan pastinya pulang malam tapi saya janji tidak akan pulang lewat jam sembilan malam."
"Memangnya kamu mau kemana?"
"Saya ada kerjaan, ada seseorang yang menyewa saya untuk jadi pacar sewaannya."
"Apa? siapa?"
"Idih Bapak kepo."
"Bukannya kepo, saya cuma mau memastikan saja kalau orang itu baik."
"Cie..cie..Bapak khawatir ya sama saya," goda Bee dengan menunjuk wajah Alta.
Tapi sayang, Alta justru menunjukkan tatapan horornya kepada Bee membuat Bee menghentikan candaannya.
"Memangnya kalau saya beri tahu Bapak, Bapak akan tahu dengan orangnya."
"Bukannya kamu hanya menerima klient yang seorang pengusaha? kalau masalah pengusaha, saya tahu semuanya."
"Oh...klient saya namanya Simon Sanjaya."
Byuuuurrrrr....
Alta yang lagi minun langsung menyemburkan minumannya tepat ke wajah Bee.
"Astaga, Bapak ini kenapa sih? kenapa aku malah di sembur!" teriak Bee.
"Eh..sorry-sorry ga sengaja."
"Dasar menyebalkan."
Bee segera bangkit dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan membasuh wajahnya.
"Aku tidak boleh membiarkan Bee pergi dengan Simon, aku tahu Simon itu adalah playboy kelas kakap dan aku ga mau Bee menjadi korban berikutnya," gumam Alta.
Tidak lama kemudian, Bee pun keluar dari kamar dengan sudah mengganti pakaiannya.
"Loh, kenapa Bapak masih disini?"
"Bee, saya tidak mengizinkan kamu pergi dengan Simon."
"Kenapa?"
"Simon itu playboy, kamu mau jadi korban dia selanjutnya?"
"Sok tahu, memang Bapak tahu darimana kalau Pak Simon itu playboy?"
"Semua orang tahu siapa Simon, kalau ga percaya kamu tanya saja sama Gibran dan Seno."
"Tapi dia sudah bayar saya dua kali lipat, Pak."
"Saya bisa bayar kamu sepuluh kali lipat, asalkan kamu jangan menemui orang brengsek itu."
"Tapi sayangnya saya tidak tertarik kencan sama Bapak."
"Apa? hai semua wanita berlomba ingin kencan dengan saya."
"Berarti wanita itu matanya pada siwer, hanya saya saja yang matanya normal. Ga kebayang kencan sama Bapak, wajah aja kaya kanebo kering yang ada kalau saya kencan bersama Bapak bukannya bahagia malah tegang kaya yang nunggu lulus skripsi," seru Bee yang langsung ngacir meninggalkan Alta.
"BIANCA ANGGITAAAAA...."
Teriakkan Alta menggema di seluruh ruangan membuat Bee langsung tancap gas motornya demi menghindari amukan singa.
Seperti biasa Bee, melajukan motornya dengan kecepatan sedang sembari nyanyi-nyayi kecil. Sementara itu di sisi lain, Erika dengan percaya dirinya melajukan mobilnya. Dia sama sekali tidak bawa surat-surat kendaraannya, Erika memang orangnya sangat ceroboh.
Erika melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya di saat mobil Erika melewati Rayyan, Erika tidak memperdulikan di sana banyak Polisi.
"Wah, ga bisa di biarkan dia bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain," seru Rayyan.
Rayyan mengambil motor salah satu anak buahnya dan mengejar mobil Erika.
"Woi berhenti!" teriak Rayyan.
Erika pun melihat melalui kaca spion...
"Lah, tuh Polisi ngapain ngejar?" gumam Erika.
Hingga akhirnya di jalan yang lumayan sepi, Rayyan memacu motornya dan bisa menyalip mobil milik Erika. Erika yang terkejut langsung menginjak gas dengan sangat kencang.
"Astaga kayanya tuh Polisi mau cari mati," kesal Erika.
__ADS_1
"Turun," seru Rayyan dengan mengetuk kaca mobil Erika.
Erika pun membuka pintu mobilnya dan turun.
"Ada apa Pak?" tanya Erika santai.
Mata Rayyan membola saat melihat siapa wanita yang turun dari dalam mobil.
"Kamu...! bukannya kamu yang waktu itu tiba-tiba meluk aku," sentak Rayyan.
Erika tampak mengerutkan keningnya merasa tidak kenal dengan Polisi di hadapannya, Rayyan yang melihat kebingungan di wajah Erika, akhirnya membuka masker dan helm yang dia pakai.
"Astaga...." Erika menutup mulutnya.
"Sudah ingat sekarang?"
"Iya Pak, maaf."
"Kamu kenapa melajukan mobil dengan kecepatan tinggi? kamu itu bisa membahayakan diri kamu sendiri dan orang lain," tegas Rayyan.
"Iya Pak, maaf."
"Maaf-maaf, mana surat-suratnya?"
"Aduh Pak, saya lupa bawa surat-suratnya maklumlah Pak saya kan baru pulang dari Amerika jadi ga sempat periksa kelengkapan surat-suratnya," sahut Eriska dengan cengengesan.
"Ga usah cengengesan ga ada yang lucu."
Seketika Erika langsung bungkam dan mengerucutkan bibirnya.
"Ya sudah sekarang kamu saya tilang, mobil kamu saya akan bawa ke kantor dan kamu besok bisa ambil mobilnya dengan bawa surat-surat lengkap."
"Jangan dong Pak, Bapak boleh menilang saya tapi mobilnya jangan di tilang, ini hari pertama saya kuliah, saya ga mau sampai telat," rengek Erika.
"Bodo amat, saya tidak peduli."
Erika tampak menggeretakkan giginya merasa kesal dengan Polisi menyebalkan yang satu ini. Tiba-tiba sebuah ide kembali muncul di otak cantiknya.
Erika mendekati Rayyan yang sedang menuliskan surat tilang, Erikan mengelus lengan kokoh Rayyan membuat Rayyan menaikkan satu alisnya.
"Pak Polisi yang tampan, mobilnya jangan di tilang ya," seru Erika dengan manjanya.
Seketika tubuh Rayyan menegang saat Erika terus saja mengelus lengannya, karena sudah tidak tahan akhirnya Rayyan menghempaskan tangan Erika.
"Jangan coba-coba merayu saya karena saya tidak akan tergoda oleh wanita seperti kamu, bahkan kamu telanjang pun aku ga bakalan tergoda," dusta Rayyan.
Rayyan memang pandai menyembunyikan kegugupannya, jangankan telanjang baru di pegang-pegang lengannya saja tubuh Rayyan sudah menegang bereaksi.
"OMG, ternyata Bapak bengkok. Iyuuuhhh, wajah boleh tampan, tubuh boleh kekar, tapi sayang bengkok," cibir Erika.
"Stop...."
"Eeehhh...apa-apaan ini?" seru Bee.
"Tolong bantuin aku, nanti aku bayar berapa pun yang kamu mau," sahut Erika.
Rayyan pun selesai membuatkan surat tilang, tapi Erika sudah naik ke atas motor Bee.
"Hai mau kemana kamu?" bentak Rayyan.
"Ayo buruan jalan."
"Bee, jangan bergerak!" tegas Rayyan.
"Ayo buruan jalan, aku bakalan bayar kamu berapa pun yang kamu minta," seru Erika lagi.
Bee akhirnya menarik gasnya dan dengan sekejap meninggalkan Rayyan yang tampak emosi.
"Maaf Pak, uang lebih menggiurkan!" teriak Bee.
"Aaarrrggghh...awas kalian berdua," geram Rayyan.
Bee melajukan motornya dengan kecepatan sedang kembali.
"Oh iya, kamu mau kemana?" tanya Bee.
"Aku mau ke Universitas xxx."
"Lah, itu kan kampus aku."
"Wah kebetulan sekali dong."
Akhirnya Bee pun melajukan motornya menuju kampus, tidak membutuhkan waktu lama Bee pun memarkirkan motornya di tempat parkir.
"Terima kasih ya atas tumpangannya," seru Erika.
"Iya sama-sama."
Erika pun merogoh dompet yang ada di dalam tasnya dan mengambil beberapa lembar uang ratusan ribu dan memberikannya kepada Bee.
"Ini, sesuai janji aku akan membayarmu. Apa segini cukup?"
Bee tampak melotot...
"Atau masih kurang?"
__ADS_1
Bee langsung menyambar uang itu...
"Ah tidak, ini juga sudah lebih dari cukup terima kasih ya."
"Oke..."
Eriska pun melangkahkan kakinya meninggalkan Bee, sedangkan Bee setelah mendapatkan uang, dia menuju kelasnya dengan berlari-lari kecil.
"Hai Alsya ku sayang," seru Bee dengan memeluk Alsya.
"Kenapa kamu, bahagia sekali baru dapat lotre ya?"
"Lebih dari itu Sya."
"Memangnya kamu dapat apa?"
Bee mengeluarkan sebuah kartu dan mengibas-ngibaskannya di hadapan wajah Alsya membuat Alsya melongo dan mengambil kartu itu.
"OMG, kamu dapat kartu member salon ternama ini dari siapa? mana VIP lagi."
"Aku dapat klient kelas kakap, Sya. Nanti malam aku di ajak kencan sama pengusaha kaya namanya Simon Sanjaya dan aku di kasih ini, suruh perawatan dulu terus dia juga sudah kirim gaun bagus banget gaunnya," sahut Bee dengan antusiasnya.
"Serius kamu Bee."
"Iyalah..."
"Ya sudah, nanti pulang kuliah aku temenin kamu ke salon."
"Asyik...tapi motor aku bagaimana?"
"Ya kamu pulang dululah, mandi dulu aku juga mau pulang dulu habis itu aku jemput kamu ke rumah Kak Alta."
"Sipp...."
Tidak lama kemudian, Alta pun masuk dan semua anak tampak terdiam. Alta dan Bee saling tatap, tapi tatapan mereka terlihat horor bagi Alsya.
"Bee, kamu lagi musuhan sama Kak Alta?" bisik Alsya.
"Memangnya sejak kapan aku temenan sama dia."
Di saat Alta sedang memberikan penjelasan, tiba-tiba...
Tok..tok..tok..
"Maaf Pak Alta mengganggu sebentar, ini ada Mahasiswi baru yang masuk pindahan dari Amerika."
"Ya silakan masuk."
"Kalau begitu saya permisi Pak."
"Silakan perkenalkan diri kamu," seru Alta dingin.
"Dia kan cewek yang tadi numpang sama motorku," batin Bee.
"Hallo semuanya perkenalkan nama saya Erika Adelia Abraham, saya baru saja pulang dari Amerika jadi mohon bantuannya."
"Oke..silakan duduk, baik Pak Dosen yang tampan."
Alta menaikkan satu alisnya melihat tingkah Erika. Erika duduk di samping Bee...
"Hai, kamu yang tadi nolongin aku kan?"
"Iya."
"Siapa namamu?"
"Namaku Bianca tapi nama populerku Bee jadi kamu bisa panggil aku dengan sebutan Bee."
"Nama aku Alsya."
"Senang berkenalan dengan kalian berdua, semoga kita menjadi teman baik."
Akhirnya ketiga gadis cantik itu pun dengan serius mendengarkan penjelasan Alta.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU