CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Kebahagiaan Bee


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Selama dalam perjalanan, tidak ada pembicaraan keduanya hening.


Kruuuukkk....


Bee langsung memegang perutnya dan memalingkan wajahnya yang memerah karena merasa malu, sedangkan Alta hanya menahan senyumannya.


Alta pun membelokkan mobilnya ke sebuah restoran jepang yang mewah.


"Ayo turun!"


"Kok, kita berhenti disini sih Pak?"


"Jangan pura-pura, aku tahu kamu lapar kan? ayo buruan masuk, sebelum aku berubah pikiran nih."


"Ah..jangan Pak, oke kita masuk."


Alta sangat suka kalau Bee kembali ceria seperti itu, tidak berlarut-larut dalam menyimpan kesedihannya.


Bee membelalakan matanya saat melihat daftar harga di dalam buku menu itu.


"Pak, apa aku boleh pesan apa saja?" bisik Bee sembari menutup wajahnya dengan buku menu.


"Pesan saja."


"Asyikk..."


Bee dengan semangat memesan beberapa makanan jepang yang terkenal mahal itu membuat Alta lagi-lagi menyunggingkan senyumannya.


Setelah pesanan datang, tanpa menunggu lagi Bee langsung melahap semua makanan yang dia pesan tadi.


"Pelan-pelan makannya, aku ga bakalan merebut makanan kamu."


"Hehehe...habisnya aku lapar Pak."


"Lapar apa doyan?"


"Dua-duanya."


Akhirnya Bee menghabiskan semua makanan itu membuat Bee tampak kekenyangan.


"Mau tambah lagi?"


"Sudah Pak, aku sudah nyerah."


"Sudah maghrib, ayo kita pulang."


Bee dan Alta pun pulang, sesampainya di rumah Bee dan Alta terkejut karena banyak sekali mobil di halaman rumah Alta.


"Bapak, ngundang siapa? kok banyak banget mobil," tanya Bee.


"Ini sepertinya mobil orangtua Seno, Gibran, dan Rayyan."


"Apa?"


Bee yang sudah melupakan kejadian tadi, tiba-tiba kembali teringat dan kembali meremas kedua tangannya. Alta yang melihat Bee kembali ketakutan, langsung menggenggam tangan Bee.

__ADS_1


"Jangan takut, ada aku yang akan menyelamatkanmu."


Bee mengedip-ngedipkan matanya merasa tidak percaya, sedangkan Alta terkekeh melihat tingkah Bee yang menggemaskan.


"Ayo masuk."


"Tapi Pak, aku takut."


"Tidak apa-apa, ayo masuk."


Perlahan Bee pun melangkahkan kakinya dengan ragu-ragu masuk ke dalam rumah. Setelah masuk, ternyata benar saja semua orangtua berkumpul disana bahkan Bee semakin takut dia hanya menundukkan kepalanya tidak berani sedikitpun mengangkat kepalanya.


Bee menggeser posisinya menjadi dibelakang Alta, Bee menyembunyikan dirinya di punggung Alta.


Mommy Rubby, Mama Karren, dan Mami Anita berdiri saat melihat Bee dan Alta sudah datang. Bee semakin ketakutan, Bee sudah berpikir kalau malam ini dia pasti mendapat tamparan dan jambakan dari ketiga Emak-emak itu.


"Bee...." seru Mami Seno.


Bee masih tak bergeming, dia masih berdiri dibelakang Alta. Hingga pada akhirnya Mami Seno menghampiri Bee dan tanpa diduga-duga langsung memeluk Bee membuat Bee kaget begitu pun dengan yang lainnya yang ikut memeluk Bee juga.


"Maafkan Tante Bee, tadi sudah bicara kasar sama kamu," seru Mami Seno.


"Tante juga minta maaf, karena sudah menuduh kamu yang tidak-tidak," sambung Mommy Rubby.


"Kami sudah salah paham, Alsya sudah menceritakan semuanya, maafkan kami ya Bee," seru Mama Karren.


Bee melihat ke arah Alta yang saat ini sedang tersenyum.


"Seharusnya Bee yang minta maaf kepada tante semua karena sudah berbohong."


"Tidak Nak, anak-anak kami yang salah sudah membohongi kami tapi memang kamu anak yang baik tante suka sekali sama kamu," seru Mami Seno.


"Iya, kami yang memang sangat mengharapkan seorang menantu sangat bahagia saat melihat anak-anak kami menggandeng wanita cantik dan baik seperti kamu," seru Mommy Rubby dengan mengusap kepala Bee.


"Hei, kok kamu menangis sayang?" seru Mommy Tasya.


"Bee rindu Mama tante, sudah lama kepala Bee tidak diusap oleh Mama karena memang kebiasaan Mama Bee mengusap kepala Bee\=" sahut Bee dengan deraian airmata.


"Ya Alloh, sini tante peluk."


Mommy Tasya memeluk Bee dan luruh sudah airmata Bee dengan derasnya, sementara itu Mami Seno, Mommy Rubby, dan Mama Karren ikut mengusap punggung Bee dan tidak terasa mereka pun ikut menitikan airmata.


Setelah berbincang-bincang, semua Emak-emak pun pulang ke rumah masing-masing hanya tinggal empat pria tampan beserta Bee dan Alsya.


Bee segera mengambil air es dan kotak P3K untuk mengobati wajah ketiga pria tampan itu yang wajahnya babak belur akibat amukan Emak-emak mereka.


"Sya, sana kamu obati Tuan Gibran, Tuan Seno sama Bang Rayyan biar aku yang obati," seru Bee.


"Siap."


Diantara ketiganya, hanya Gibran yang wajahnya parah karena Mommy Rubby memukuli Gibran dengan membabi buta. Tahulah bagaimana kekuatan Emak yang satu itu, beladirinya jangan diragukan lagi. Jangankan Gibran, Daddy Gerry saja tidak berani macam-macam kepada Mommy Rubby.


"Ya ampun Kak, wajah tampan Kakak jadi babak belur kaya gini," seru Alsya.


"Pelan-pelan Sya, sakit tahu."


"Ini juga sudah pelan-pelan Kak."


Alsya dengan serius mengobati luka diwajah Gibran dan mengolesi wajah Gibran dengan salep secara perlahan. Gibra memperhatikan wajah Alsya yang saat ini sangat dekat dengan wajahnya.


"Kenapa aku baru sadar kalau dia cantik ya," batin Gibran.


Disaat Gibran tampak menikmati wajah cantik Alsya, Alta malah ngerecoki Bee yang saat ini sedang membantu mengobati luka Seno dan Rayyan.


"Bee, ngapain sih pakai bantuin mereka segala? mereka kan punya tangan bisa mengobati dirinya sendiri," ketus Alta.

__ADS_1


"Kasihan Pak, mereka luka-luka kaya gini karena ulah aku juga masa aku mau lepas tanggung jawab, kasihan kan."


"Apaan sih Al? sewot banget, orang Bee cuma bantuin obatin doang," sahut Seno.


"Sudah Tuan, jangan didengerin dia. Ini luka kenapa Tuan? Tuan diapain sama Tante Anita?" tanya Bee.


"Aku dipukul sama spatula, Bee."


"Hah..."


"Buahahaha...rasain," ledek Alta.


Seno yang memang sedang diobati oleh Bee, hanya bisa melayangkan kakinya kepada Alta tapi sayang jarak Seno dan Alta terlalu jauh jadi Seno tidak bisa menggapai Alta.


Setelah selesai mengobati Seno, sekarang giliran Bee mengobati Rayyan.


"Abang diapain sama Tante Karren?"


"Aku dipukul pakai tongkat yang biasa aku pakai kalau lagi razia, bukan hanya wajahku saja yang lebam lihat Bee, tangan aku juga kena cakaran Mama," keluh Rayyan.


"Allohuakbar, kasihan banget sih."


"Hahaha....serem juga ya kalau Emak-emak sudah ngamuk, untung aku ga dapat amukan dari Mommy," seru Alta sombong.


"Yang paling parah Tuan Gibran, pasti Tante Rubby marah banget ya, Tuan?" tanya Bee sembari mengobati luka Rayyan.


"Wah kalau si Gibran, bahaya Bee. Emaknya jago beladiri, Bapaknya aja takut. Sudah dipastikan, pasti dia dijadikan samsak sama Tante Rubby," sahut Seno.


"Wah keren, Tante Rubby jago beladiri aku mau diajari beladiri juga ah," seru Bee.


"Ga usah macam-macam deh, sudah cukup kamu jadi tukang masak saja jangan bertingkah yang aneh-aneh," ketus Alta.


"Memangnya kenapa? kita itu kalau malam hanya tinggal berdua disini, kali aja kan nanti Bapak bakalan macam-macam sama aku, jadi aku harus bisa beladiri supaya bisa menjaga diri aku sendiri," sewot Bee.


"Hai kamu lupa, disini siapa yang suka nyosor duluan? seharusnya aku yang jaga-jaga bukan kamu," ledek Alta dengan senyumannya.


Seketika Bee terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi bahkan saat ini wajahnya sudah memerah menahan malu.


Setelah selesai mengobati Seno dan Rayyan, Bee pun langsung masuk ke dalam kamar membuat Alta terkekeh. Sementara itu ketiga pria tampan itu memilih menginap di rumah Alta karena mereka tidak mau mengambil resiko kalau pulang ke rumah takut Emak-emaknya masih menyimpan dendam dan melampiaskannya saat mereka tidur.


Konyol memang, mereka mempunyai pemikiran seperti itu. Alsya pun memilih menginap dan tidur bersama Bee.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2