CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ngidam Ala Erika


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Erika bangun pagi-pagi langsung berlari ke kamar mandi, dia kembali muntah-muntah dan mengeluarkan isi perutnya.


"Sayang, kita ke dokter saja yuk!" ajak Rayyan dengan memijat tengkuk leher Erika.


"Ini masih pagi sayang, mana ada dokter yang sudah buka."


Rayyan mengambil tisu dan membersihkan mulut Erika, kemudian Rayyan mengangkat tubuh Erika dan merebahkannya di tempat tidur.


"Aku buatkan susu ya."


Erika menganggukkan kepalanya pelan dan dengan cepat Rayyan menuju dapur untuk membuatkan susu hamil. Tidak lama kemudian, Rayyan kembali dengan segelas susu hangat.


"Ini sayang susunya."


Erika meminumnya dan mengerutkan keningnya.


"Ini susunya rasa apa?"


"Itu rasa mangga."


"Aku ga mau minum."


"Lah, kok ga mau minum? kata Tante Zia kamu harus minum susu biar ada nutrisi yang masuk."


"Aku mau minum susu tapi rasa anggur."


"Hah..memang ada susu hamil rasa anggur?"


"Pokoknya ga mau tahu, kamu harus cari," rengek Erika.


"Ya sudah, aku mandi dulu habis itu aku akan cari jangan ngambek dong."


Rayyan pun segera berlari ke kamar mandi setelah selesai langsung berganti pakaian.


"Aku pergi dulu ya."


Rayyan mencium kening Erika kemudian mengambil kunci mobilnya dan pergi untuk memcari susu hamil rasa anggur. Rayyan mendatangi setiap mini market tapi tidak ada susu hamil rasa anggur.


"Ya ampun, aku harus cari kemana lagi? semua mini market dan super market sudah aku datangi tapi tidak ada satu pun susu hamil rasa anggur," gumam Rayyan frustasi.


Rayyan pun akhirnya menghubungi Zia dan menanyakan mengenai susu hamil rasa anggur dan Zia menjawab dengan tawanya kalau susu hamil tidak ada rasa anggur.


"Sial, kalau tidak ada susu hamil rasa anggur terus bagaimana ini? pasti Erika marah kalau aku pulang tanpa hasil," gumam Rayyan.


Sementara itu saat ini, Erika sedang duduk di teras rumah dinas dan melihat para polisi muda sedang mencari seseuatu dihalaman rumah dinas.


"Mas, kalian sedang apa?" tanya Erika.


"Eh Bu Rayyan, ini Bu kami sedang mencari cacing buat mancing di danau belakang."


"Mancing?"


"Iya Bu, di danau belakang banyak ikannya."


Tidak lama kemudian, mobil Rayyan pun datang dan dengan langkah gontai Rayyan menghampiri Erika.


"Kamu sedang apa sayang?"


"Yang, lihat deh mereka mau mancing katanya di danau belakang sana kamu ikutan kayanya enak makan ikan goreng yang langsung di ambil dari danau," seru Erika dengan antusiasnya.


"Tapi sayang, aku ga bisa mancing."


"Tenang saja Komandan, kami akan mengajarkanmu," seru polisi muda itu.


Rayyan langsung menatap tajam kepada kedua polisi muda itu, sehingga membuat mereka langsung menundukan kepalanya.


"Ayolah sayang, ini juga kan demi calon anak kita," rengek Erika dengan manjanya.


"Ah, ini kesempatanku sepertinya Erika sudah lupa mengenai susu itu," batin Rayyan.


Rayyan pun tersenyum. "Ya sudah, aku mancing dulu."


"Yeayyy, semoga dapat banyak ya ikannya," seru Erika.

__ADS_1


"Amin...hai kalian, buruan kita mancing."


"Siap Komandan."


Hari ini adalah hari minggu jadi Rayyan libur tugas, Rayyan dan kedua polisi muda itu menuju ke belakang untuk memancing.


"Hai, kalian sana yang mancing dan harus dapat nanti saya minta ikannya," seru Rayyan.


"Komandan, bagaimana kalau Bu Rayyan tahu?"


"Ya ga bakalan tahu kalau kalian tidak bawel, sudah sana cepetan aku ga bisa mancing malas banget harus duduk lama disana nungguin ikan nyangkut mendingan beli di pasar," gerutu Rayyan.


Kedua polisi muda itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi, apalagi yang menyuruhnya Komandan mereka sendiri. Rayyan duduk dibawah pohon sembari mengotak-ngatik ponselnya.


"Astaga, cewek ngidam ternyata ribet banget ya. Untung tadi dia lupa masalah susu kalau tidak, bisa-bisa aku tidur di sofa malam ini," gumam Rayyan.


Mata Rayyan mulai sayu, bagaimana tidak dia duduk dibawah pohon rindang dengan tertiup angin membuatnya ngantuk dan benar saja akhirnya dia pun tertidur.


Sementara itu Erika di dalam rumah sedang menonton tv sembari makan bakso yang baru saja dia pesan lewat gofood.


"Ya ampun enak banget ini bakso," gumam Erika.


Erika benar-benar melupakan suaminya dan juga masalah susu, bahkan tadi Erika menghabiskan susunya saat Rayyan pergi.


Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, kedua polisi muda itu menghampiri Rayyan.


"Komandan..."


Rayyan meregangkan kedua tangannya...


"Ada apa? kalian dapat ikannya?"


"Ini Komandan, kita dapat tiga ikan mas."


"Mantap, sini mana ikannya."


Rayyan mengambil ember yang berisi ikan mas itu dan membawanya pergi, kedua polisi muda itu hanya bisa melongo.


"Lah, kok dibawa semuanya kirain Komandan hanya akan bawa satu saja."


"Terus, buat kita mana?"


Kedua polisi muda itu terlihat lemas, sungguh malang nasib mereka. Mereka dari pagi sampai siang menunggu ikan nyangkut dan pas sudah dapat malah dengan enaknya sang Komandan membawanya.


Mau marah tidak bisa, tapi keduanya sangat kesal.


"Amin."


Keduanya pun memutuskan untuk pulang dengan tangan hampa.


"Sayang, ini ikannya!" teriak Rayyan.


Erika membuka matanya, ternyata Erika ketiduran setelah kenyang makan bakso.


"Kamu habis makan bakso, Yang?" tanya Rayyan.


"Iya, mau pesenin buat kamu tapi takut kelamaan jadi aku cuma pesan satu."


"Ga apa-apa, ini ikannya aku dapat tiga," dusta Rayyan.


"Wah, gede-gede banget."


"Terus ini mau diapain?" tanya Rayyan.


"Kamu yang masaklah Yang, masa aku? aku kan ga bisa masak kaya Bee," sahut Erika dengan santainya.


"Hah...aku juga ga bisa masak ikan, aku cuma bisa masak mie dan telor."


"Ih kamu mah, terus ini siapa yang masak?" kesal Erika.


"Sebentar, aku mau minta bantuan."


Rayyan segera berlari keluar dan celingukan, dari kejauhan terlihat kedua polisi muda yang tadi membantu Rayyan mendapatkan ikan.


"Ramdan, Kamil, sini kalian!" teriak Rayyan.


Keduanya saling pandang dan langsung berlari menghampiri Rayyan.


"Siap Komandan, ada apa?"


"Ini, aku kembalikan ikannya."


Ramdan dan Kamil tampak mengembangkan senyumannya.

__ADS_1


"Kalian masak ikan itu, nanti setelah masak aku minta buat istriku."


Senyuman keduanya kembali luntur....


"Sudah sana kalian masak dulu ikannya, istriku ingin cepat memakannya."


"Siap Komandan," sahut keduanya dengan lemas.


Rayyan kembali masuk ke dalam rumah dan memasak mie untuk dirinya sendiri karena perutnya terasa sangat lapar.


"Yang, aku boleh pergi ke kantor ga?"


"Ga boleh, aku ga mau kamu sampai kelelahan."


"Ga bakalan kelelahan karena aku kan kerjanya cuma duduk saja."


"Pokoknya ga boleh."


"Kan bosen kalau harus diam terus seperti ini, apalagi kalau nanti kamu kerja aku bakalan kesepian," kesal Erika.


Rayyan membawa mangkuk mienya dan duduk disamping Erika.


"Sayang, aku ga mau sampai ambil resiko aku takut kamu kenapa-napa tapi kalau kondisi kamu sudah baikan, kamu boleh kembali bekerja tapi dengan catatan tidak boleh lembur apalagi berpikir terlalu keras itu bisa mempengaruhi janin kamu," sahut Rayyan lbut


"Oke..terima kasih sayang."


Rayyan pun menghabiskan mienya, setelah itu Rayyan dan Erika menonton tv bersama.


Tok..tok..tok..


"Komandan, ini ikannya sudah matang."


Rayyan segera bangkit dan mengambil ikan hasil masakan anak buahnya.


"Terima kasih."


"Sama-sama Komandan."


"Sayang, ini ikannya."


Erika mengerutkan keningnya. "Ya sudah kamu saja yang makan."


"Lah, bukannya tadi kamu mau ikan?"


"Iya, tapi itu kan ikan mas sedangkan aku ga suka ikan mas banyak durinya, jadi kamu saja yang makan."


Erika pun bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar, sementara itu Rayyan tampak mengepalkan tangannya.


"Kalau bukan istriku, sudah aku lempar ikan ini ke wajahnya," batin Rayyan.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Mampir ke karya terbaruku "PESONA SI GADIS CULUN" dan jangan lupa dukungannyaπŸ™πŸ™


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2