CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ulang Tahun Mami Seno Part II


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Malam ini banyak sekali tamu yang datang, rekan bisnis Papi Seno dan juga Seno. Termasuk Daddy Edrik dan Mommy Icha juga datang beserta Erika.


Erika yang memang kurang nyaman berada di tengah-tengah rekan bisnis Daddynya memilih untuk pergi keluar gedung berniat ingin menghubungi para sahabatnya.


"Aku selpi dulu ah, mumpung sepi," gumam Erika.


"Narsis banget, ngapain pakai selfi-selfi segala."


Erika menghentikan kegiatannya karena mendengar suara yang sangat familiar. Disaat Erika menoleh, betapa terkejutnya Erika saat melihat Rayyan yang terlihat berbeda dengan setelan jasnya membuat Rayyan semakin tampan.


Rayyan menjentikan jarinya di hadapan wajah Erika.


"Woi, jangan terpesona gitu aku tahu aku sangat tampan," seru Rayyan.


"Nah kan ketahuan siapa yang narsis," ledek Erika.


Erika hendak melangkahkan kakinya tapi dengan cepat Rayyan menahan lengannya.


"Kamu mau bertemu dengan Bee dan Alsya? ayo ikut aku."


Erika pun akhirnya mengikuti langkah Rayyan masuk ke dalam tempat pesta. Terlihat Bee dan Alsya duduk di meja tamu khusus keluarga bersama Alta, Seno, dan Gibran.


"Hallo semuanya!" sapa Erika.


"Hai Er, sini duduk," seru Bee.


Tidak lama kemudian, seorang wanita cantik pun datang menghampiri.


"Malam semuanya!"


"Hai Kak Zia, ya ampun malam ini Kakak cantik banget," seru Alsya.


"Hooh, Bu dokter beda banget ya," goda Bee.


Seno yang awalnya merasa bosan dengan suasana pesta, tiba-tiba merasa bersemangat melihat kedatangan Zia. Apalagi saat ini Seno sama sekali tidak berkedip melihat penampilan Zia yang sangat cantik.


Bee yang kebetulan duduk di samping Seno, menyiku lengan Seno.


"Dr.Zia cantik kan, Bang," bisik Bee.

__ADS_1


"Apaan sih, biasa saja," ketus Seno dengan memalingkan wajahnya.


"Jangan gitu Bang, nanti Dr.Zia diambil orang loh. Lihat deh, semua mata pada memperhatikan Dr.Zia," seru Bee kembali.


"Bodo..."


"Ishh..ishh..ishh..dasar gengsi gede-gedean," cibir Bee.


Tidak lama kemudian, seorang pembawa acara pun mengumumkan kalau acara akan segera dimulai. Setelah menyanyi bersama dan meniup lili, saatnya Mami dan Papi Seno mengumumkan hal penting.


"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu."


"Waalaikumsalam warrahmatullahi wabarrakatu."


"Pertama-tama saya mau ucapkan banyak-banyak terima kasih karena para hadirin semua sudah sudi hadir di acara ulang tahun istri saya tercinta ini, malam ini adalah malam spesial untuk kami karena selain istri saya berulang tahun, saya juga akan mengumumkan acara pertunangan putera semata wayang saya yang bernama Senopati Megantara."


Semua orang tampak bertepuk tangan, tapi berbeda dengan Seno yang lainnya mereka melongo karena tidak tahu dengan siapa Seno akan bertunangan.


"Gila, kamu mau tunangan kok kami ga tahu," seru Gibran.


"Lah, jangankan kalian aku pun ga tahu aku mau tunangan sama siapa? Papi ngaco nih," sahut Seno.


"Seno, Papi mohon untuk naik ke atas panggung."


"Sudah sana naik Bang, jangan cemberut seharusnya Abang senang karena mau tunangan dan dapat jodoh," goda Bee dengan senyuman paling manis.


Seno menyipitkan matanya ke arah Bee. "Kok aku curiga sama kamu Bee, jangan-jangan kamu tahu semuanya," seru Seno.


"Awas kamu Bee, kamu akan tahu akibatnya," ketus Seno.


Seno pun dengan wajah dinginnya akhirnya naik ke atas panggung karena Papinya sudah dari tadi memanggil nama dia.


"Kamu tahu rencana tunangan ini?" tanya Alta.


"Tahu."


Alta menatap tajam kearah Bee, hingga Bee kembali tersenyum dan mengedipkan matanya ke arah Alta membuat Alta kaget tapi tak ayal Alta tersenyum melihat kelakuan Bee.


"Ya ampun, kok aku jadi deg-degan ya siapa wanita yang akan dijodohkan sama Kak Seno," seru Alsya antusias.


Zia hanya cuek saja sembari mengotak-ngatik ponselnya.


"Para hadirin sekalian, kita sambut calon istri Seno dan dia adalah.....Dr.Zia."


"Hah..."


Semua orang menoleh kearah Zia yang saat ini tampak melongo begitu pun dengan Seno yang sangat terkejut.


"Untuk Tuan Zidan dan Ny.Kinan beserta puterinya yang cantik Zia, diharapkan segera menaiki panggung."

__ADS_1


Suara tepuk tangan menggema diseluruh ruangan, membuat Zia merasa salah tingkah.


"Ayo Kak, sana naik," seru Bee.


"Sudah Tante, jangan banyak mikir jodohmu ada di depan mata tuh," goda Rayyan.


"Kamu ini," kesal Zia.


Zia pun akhirnya menaiki panggung bersama kedua orang tuanya.


"Pi, jangan bercanda deh masa tiba-tiba Papi sama Mami mau Seno tunangan, mana kalian tidak membicarakannya terlebih dahulu sama Seno," bisik Seno.


"Jangan banyak membatah, ini hukuman kamu karena kemarin kamu sudah berani membohongi Papi dan Mami," sahut Papi Seno.


Mami Seno pun memberikan kotak cincin kepada Seno, ternyata Maminya sudah mempersiapkan semuanya.


Seno menatap tajam kearah Zia begitu pun dengan Zia, tapi mereka tidak bisa menolak lagi.


"Ayo Seno pakaikan cincin itu ke jari manis Zia," seru Mami Seno.


Perlahan Seno meraih jemari Zia dan Seno melihat ke arah para sahabatnya, terlihat Bee tersenyum mengembang dan mengacungkan kedua jempolnya membuat Seno melotot tapi Bee tidak merasa takut malah Bee semakin terkekeh.


Akhirnya dengan cepat Seno memasangkan cincin di jari manis Zia dan begitu pun Zia yang memasangkan cincin di jari manis Seno. Seketika suara tepuk tangan kembali menggema di ruangan hotel itu.


"Kawin...kawin...kawin..."


Teriakkan para sahabatnya membuat para orang tua dari masing-masing tertawa, tapi tidak dengan Seno dan Zia mereka hanya bisa terdiam.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH

__ADS_1


LOVE YOU


__ADS_2