CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Ungkapan Cinta Rayyan


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Setelah kejadian itu, Erika tidak mau keluar kamar dia terus saja diam rasanya sangat malu kalau dia bertemu dengan Rayyan walaupun pada kenyataannya waktu itu Rayyan sudah melihat seluruh tubuhnya.


"Ih menyebalkan, dasar kanebo kering brengsek!" teriak Erika.


Rayyan yang mendengar teriakkan Erika hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung harus melakukan apa.


"Ah sial, pasti Erika semakin marah sama aku. Bodoh kamu Rayyan, kenapa juga kamu harus melihat keindahan itu lagi? jadi pengen kan?" gumam Rayyan dengan mengacak-ngacak rambutnya.


Rayyan hanya bisa berguling-guling dj atas sofa, sedangkan Erika pun sama hanya bisa guling-guling di tempat tidur sembari memegang perutnya.


"Ya ampun, aku lapar banget tapi kalau keluar aku malu bertemu dengan si kanebo kering itu," kesal Erika.


Waktu pun berjalan dengam cepat, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 siang dan Erika sudah tidak bisa menahan lagi perutnya sudah sangat lapar.


Perlahan Erika membuka pintu kamarnya dan itu membuat Rayyan yang sedang mengotak-ngatik ponselnya langsung mematikan ponselnya dan pura-pura tidur.


"Sepertinya si kanebo kering sedang tidur, ini kesempatan aku untuk keluar," batin Erika.


Dengan langkah pelan dan mengendap-ngendap, Erika melangkahkan kakinya menuju pintu dan Rayyan tahu itu hingga akhirnya Rayyan pun bangun.


"Mau kemana kamu?" tanya Rayyan.


Erika menghentikan langkahnya dan hanya bisa terdiam membeku. Perlahan Rayyan menghampiri Erika dan berdiri tepat dibelakang Erika.


"Aku tanya, kamu mau kemana?"


"Apaan sih, bukan urusan kamu," ketus Erika.


Erika pun membuka pintu tapi dengan cepat Rayyan menghentikannya, Rayyan menarik tangan Erika dan menggandengnya keluar dari apartemen. Selama berjalan ke bawah, Erika hanya bisa terdiam dan melihat tangannya yang sedang digandeng oleh Rayyan.


"Kamu lapar kan? kenapa tidak minta anter sama aku? kamu itu baru saja sembuh," seru Rayyan.


Erika tidak mendengarkan ucapan Rayyan karena saat ini pikirannya sedang melayang entah kemana. Merasa tidak ada jawaban dari Erika, Rayyan pun menghentikan langkahnya dan otomatis membuat Erika menabrak punggung kokoh Rayyan.


"Aw, ya ampun kalau mau berhenti itu bilang-bilang dong, memangnya punggung kamu itu empuk apa," ketus Erika dengan mengusap keningnya.


"Kamu yang dari tadi jalannya melamun, aku bicara panjang lebar kamu malah diam saja."


Erika pun melepaskan tangannya dan langsung berjalan mendahului Rayyan.


"Kamu tunggu disini, aku mau ambil mobil dulu."


Tidak lama kemudian, mobil Rayyan pun berhenti di hadapan Erika dan Erika langsung masuk ke dalam mobil Rayyan.


"Mau makan apa?"


"Apa aja yang penting ada nasinya," ketus Erika.


"Judes banget sih, tapi aku suka karena itu artinya kamu sudah kembali menjadi Erika yang selama ini aku kenal."


"Tapi aku ga suka sama kamu yang berubah jadi cengengesan kaya gitu, ga pantes. Kamu itu pantesnya kaya kanebo kering, kaku, mahal senyum, dan yang penting wajahnya kusut kaya cucian yang belum di setrika. Oh iya satu lagi, jangan lupa ucapan kamu yang sangat pedas membuat hati aku sangat sakit," ketus Erika.


"Ya ampun, sudah dong jangan diungkit-ungkit lagi aku tahu aku salah dan ucapanku sangat menyakitkan hati kamu tapi kan aku sudah minta maaf sama kamu, aku akan melakukan apa pun supaya kamu mau memaafkan aku."


"Serius, mau ngelakuin apa pun?"


"Iya, aku akan melakukan apa pun asalkan kamu mau memaafkan aku."


"Kalau aku maunya kita bercerai bagaimana?"

__ADS_1


Rayyan langsung terdiam. "Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu yang satu itu."


"Kenapa? tidak menutup kemungkinan kan, kalau kamu akan melakukan hal yang sama dan mengulanginya lagi."


"Tidak akan, asalan kamu tahu kemarin aku melakukan hal seperti itu karena aku merasa marah pada pria yang mengatakan kalau kamu sedang mengandung anaknya, aku tidak rela kalau kamu sampai mengandung anak dari pria lain."


"Kenapa tidak rela?"


Rayyan langsung menghentikan laju mobilnya, dan menoleh ke arah Erika yang saat ini sedang menatapnya meminta jawaban.


"Karena aku mencintaimu."


"Apa?"


"Aku mencintaimu dan aku cemburu melihatmu dekat dengan pria lain."


Erika terkekeh, dia merasa tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Rayyan.


"Jangan bercanda, kamu itu tidak ahli dalam bercanda jadi jangan dipaksakan karena ujung-ujungnya tidak lucu."


"Kamu pikir aku bercanda?"


"Iyalah, orang seperti kamu itu mana mungkin serius?" ledek Erika.


Rayyan melihat di depannya sedang lampu merah, Rayyan punya ide. Dia keluar dari dalam mobilnya dan berdiri di tengah-tengah jalan membuat Erika melongo melihat kelakuan Rayyan.


"Untuk wanita cantik yang bernama Erika Adelia Abraham, aku mau mengatakan kalau aku mencintaimu. Bule gila, I love you!" teriak Rayyan.


Erika melotot dan menutup mulutnya, dia tidak percaya kalau Rayyan berani melakukan itu. Bahkan sorak-sorai dari pengendara lainnya tidak Rayyan hiraukan, banyak juga diantara mereka yang memvideokan aksi Rayyan dan langsung mengaploadnya di media sosial.


"Kamu dengar itu Erika, aku sangat mencintaimu!" teriak Rayyan.


Erika segera turun dari mobil Rayyan karena sebentar lagi lampu akan berubah menjadi hijau. Dengan wajah yang memerah, Erika menarik lengan Rayyan.


"Apa-apaan sih, malu-maluin aja," gerutu Erika.


"Itu kan sebagai pembuktian kalau aku memang serius dengan ucapanku."


Sementara itu, Bee yang saat ini sedang santai di sofa ruangan Alta sembari mengotak-ngatik ponselnya.


"Whaaaattt!" teriak Bee.


Alta yang sedang fokus bekerja sampai terlonjak kaget dengan teriakan tiba-tiba istrinya.


"Ada apa sih sayang, teriak-teriak?"


"Oppa sini deh."


Alta mengerutkan keningnya dan menghampiri istrinya itu.


"Ada apa?"


"Coba lihat video ini."


Bee menyerahkan ponselnya kepada Alta...


"Lah, bukannya ini si Rayyan."


"Heem...romantis banget ya mereka Oppa, ga kaya Oppa ga pernah romantis sama aku."


"Kamu mau aku melakukan hal kaya gitu? ogah, ga level kalau si Rayyan memang kerjaannya di jalan, jadi dia menganggap jalanan milik sendiri," sahut Alta.


"Ih Oppa mah, suka gitu deh."


Alta yang melihat istrinya berubah menjadi cemberut, langsung mendekapnya dengan erat.


"Sayang, aku itu beda sama Rayyan, Seno, ataupun Gibran. Kamu tahu kenapa aku tidak pernah mengungkapkan isi hatiku?" tanya Alta.


Bee hanya menggelengkan kepalanya..

__ADS_1


"Karena rasa cinta dan sayangku terlalu besar sama kamu jadi sudah ga bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi."


Bee melepaskan pelukannya dan menatap wajah tampan sang suami.


"I love you, Oppa."


"I love you too, My Bee."


Disisi lain, Zia yang saat ini sedang istirahat di ruangannya ikut terkejut juga melihat video Rayyan yang sudah tersebar itu.


"Dasar anak nakal, bucin kan sekarang sok-sokan galak sih," gumam Zia dengan senyumannya.


Begitu pun dengan Alsya yang saat ini sedang berada di kantor Gibran menemani Gibran kerja.


"Akhirnya Kak Rayyan, bucin juga," seru Alsya.


"Rayyan sama Seno gengsinya memang pada gede sayang, ga mau mengakui perasaannya sendiri," sahut Gibran.


"Memang Kakak ga gengsi gitu? perasaan Kakak juga gengsinya gede, kalian berempat itu memang sama-sama punya gengsi gede untung kami para ceweknya sabar menghadapi sikap kalian yang seperti itu."


Gibran bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Alsya dan menciumi pucuk kepala Alsya bertubi-tubi.


"Maaf karena sudah mengabaikanmu selama ini, Sya..."


"Hemmm..."


"Nikah yuk!"


Alsya melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang kekasih kemudian melihat mata Gibran demi mencari keseriusan disana.


"Yuk, kapan?"


Gibran kembali memeluk Alsya dan mereka pun tertawa bersama.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Yuk guys, mampir di karya terbaruku dan jangan lupa dukungannya karena karyaku ikutan lombaπŸ™πŸ™


"PESONA SI GADIS CULUN"


Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalian😍😍


Juara 1 : 100k


Juara 2 : 75k


Juara 3 : 50k


Juara 4-10 : 20k


Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 MaretπŸ’ͺπŸ’ͺ😍😍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen

__ADS_1


TERIMA KASIH


LOVE YOU


__ADS_2