CINTA DOSEN GENIUS

CINTA DOSEN GENIUS
Mulai Tumbuh


__ADS_3

🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Setelah kumpul-kumpul bersama, akhirnya mereka semua pun memutuskan untuk pulanh hanya tinggallah Bee dan Alta berdua. Bee tampak sibuk di dapur mencuci piring dan gelas kotor.


"Sini aku bantuin."


"Tidak usah Pak, aku bisa sendiri."


"Ga apa-apa, aku bantuin."


"Ga usah."


Bee dan Alta saling berebut piring kosong, hingga akhirnya...


Praaaaannnggg...


Piringnya jatuh dan pecah...


"Tuh kan jadi pecah, aku kan sudah bilang biar aku saja ga usah dibantuin," ketus Bee.


Alta hanya bisa terdiam. "Sudah sana pergi, mendingan Bapak bekerja atau tidur jangan gangguin pekerjaan aku!" bentak Bee.


Alta sampai terlonjak mendengar bentakkan Bee dan pelototan Bee.


"Tapi----"


"Pergi ga?" acam Bee.


"Astaga kenapa jadi kamu yang ngatur-ngatur, sebenarnya disini itu siapa majikannya aku aa kamu?" protes Alta.


"Pergi....." teriak Bee dengan mengangkat piring seperti yang ingin dilemparkan kearah Alta.


"Oke..oke..aku pergi, ganas banget jadi cewek."


Alta pun langsung melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Bee akhirnya bisa bernapas lega, bukannya Bee tidak mau dibantuin sama Alta tapi kalau Alta dekat-dekat dengan Bee, jantung Bee selalu bermasalah dan itu tidak baik untuk kesehatan.


***


Rayyan tampak mengikuti mobil Erika bukan tanpa alasan Rayyan mengikutinya karena saat ini Erika melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Rayyan merasa khawatir.


Ternyata memang benar dugaan Rayyan, mobil Erika hampir saja menabrak orang yang sedang menyebrang.


"Astaga...."

__ADS_1


Tok..tok..tok..


"Keluar kamu!" bentak orang itu dengan emosinya.


Perlahan, Erika pun turun dari dalam mpbilnya.


"Maaf Mas, saya tidak sengaja," seru Erika.


Pria itu melihat penampilan Erika dari atas sampai bawah membuat Erika merasa risih.


"Saya tidak akan memperpanjang masalah ini asalkan kamu mau menemaniku sekarang."


"Apa?"


"Saya tahu wanita seperti kamu pasti wanita bayaran, dari penamilan kamu saja semua orang sudah tahu kalau kamu adalah seorang wanita panggilan," cibir pria itu.


"Apa anda bilang? jangan sembarangan kalau ngomong!" bentak Erika.


Pria itu langsung menarik lengan Erika dengan paksa.


"Ayo ikut saya, kalau tidak saya akan laporkan kamu ke Polisi karena sudah melajukan mobil dengan kecepatan tinggi dan hampir saja menabrak saya."


"Tidak, lepaskan!" teriak Erika.


Pria itu terus memaksa Erika, hingga akhirnya Rayyan pun keluar dari dalam mobilnya.


"Lepaskan dia!"


Bugh..


Bugh..


Buhh..


"Saya sudah peringatkan anda, lepaskan wanita ini."


"Kurang ajar, memangnya kamu siapanya dia? berani sekali membela wanita salah."


"Saya calon suaminya dia, jadi anda jangan sembarangan kalau bicara. Calon istri saya wanita baik-baik!" sentak Rayyan membuat Erika melongo.


"Sekarang anda pergi dari sini atau saya kasih anda pelajaran lagi," sentak Rayyan kembali.


"Ba--baik, saya pergi."


Pria itu pun segera berlari meninggalkan Erika dan Rayyan. Rayyan pun melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan melewati Erika tanpa melihatnya sedikit pun.


"Terima kasih."


Rayyan menghentikan langkahnya. "Aku sudah bilang, rubah gaya berpakaianmu jangan **** seperti itu karena akan banyak mengundang kejahatan," seru Rayyan dingin.


"Maaf..."

__ADS_1


"Kenapa mesti minta maaf? kamu tidak punya salah padaku, aku cuma memberi tahu saja."


Rayyan pun masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya meninggalkan Erika yang tampak masih terdiam. Ada perasaan malu dihati Erika karena baru pertama kali ini ada seorang pria yang mengingatkan dia dalam cara berpakaian.


Lain halnya dengan Seno, semenjak pulang dari rumah Alta, Seno tampak melamun di balkon kamarnya. Entah kenapa, wajah Zia selalu terbayang di benaknya.


"Astaga, kenapa wajah dokter itu selalu terbayang? wah jangan-jangan aku sudah gila, bisa-bisanya ingat wajah si dokter judes itu," gumam Seno dengan mengusap wajahnya kasar.


"Seno...."


Suara panggilan Maminya membuat Seno tersentak dan tersadar dari lamunannya.


"Seno, minggu depan adalah hari ulang tahun Mami, Mami ingin kamu ajak Bee ya."


"Ah...pasti Mami, Mami tenang saja."


"Mami sangat suka kepada Bee, selain cantik dan jago masak, dia juga wanita yang sopan dan ramah, Mami sangat ingin Bee menjadi menantu Mami. Bagaimana kalau di acara ulang tahun Mami nanti, Mami mengumumkan pertunangan kalian," seru Mami Seno dengan antusiasnya.


Jedaarrrr....


Bagaikan tersambar petir di siang bolong, apa yang harus Seno katakan. Kalau Seno bilang Bee adalah pacar sewaannya pasti Maminya akan marah besar tapi kalau Seno tidak bilang, Seno akan bertunangan dengan Bee.


"Ya sudah, Mami cuma mau bilang itu saja."


Mami Seno pun meninggalkan kamar Seno, Seno mengacak rambutnya frustasi.


"Apa yang harus aku lakukan? aku ga mungkin tunangan dengan Bee, aku ga punya perasaan apa-apa pada Bee," gumam Seno frustasi.


🌍


🌍


🌍


🌍


🌍


Jangan lupa


like


gift


vote n


komen


TERIMA KASIH


LOVE YOU

__ADS_1


__ADS_2