
π
π
π
π
π
Kondisi Alsya akhir-akhir ini kurang sehat membuat dia harus bed rest, sebenarnya secara diam-diam Alsya sudah memeriksakan keadaannya kepada Dr.Zidan dan hanya Alsya yang tahu kenapa saat ini kondisinya semakin melemah.
"Mami..."
"Hai sayang, sini."
Gilsya naik ke atas tempat tidur dan memeluk Maminya itu.
"Mami kenapa? mana yang sakit?" tanya gadis mungil itu.
"Mami tidak sakit kok sayang, Mami baik-baik saja," sahut Alsya dengan senyumannya.
"Tapi kata Papi, Mami sedang sakit dan katanya Gilsya ga boleh nakal dan menyusahkan Mami."
Alsya memeluk anak satu-satunya itu dan menciuminya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Gilsya sayang, dengarkan Mami. Kalau suatu saat Mami pergi meninggalkan Gilsya apa Gilsya akan sedih?"
"Mami mau kemana?"
"Mami nanti harus pergi jauh dan Gilsya ga boleh sedih, Gilsya harus nurut sama Papi jangan nakal kalau Papi sedang sibuk, Gilsya bisa tinggal sama Mommy Bee dan Daddy Alta ya," seru Alsya dengan meneteskan airmatanya.
"Kok Mami nangis?"
Tanpa Alsya dan Gilsya sadari, saat ini Gibran sudah berdiri di ambang pintu menyaksikan interaksi kedua wanita yang sangat dia sayangi melebihi apapun.
"Wah, cantik-cantiknya Papi sedang apa?"
Alsya langsung menghapus airmatanya dan mengembangkan senyumannya kepada Gibran.
"Gilsya sayang, di bawah ada Oma tuh katanya mau ngajak Gilsya jalan-jalan."
"Wah beneran Pi?"
"Iya, sana."
"Asyikkk."
Dengan riangnya Gilsya langsung berlari meninggalkan kamar kedua orang tuanya itu. Gibran duduk di samping Alsya dan menatap wajah cantik istrinya itu yang saat ini terlihat sangat pucat.
"Kenapa kamu bicara seperti itu kepada Gilsya?"
"Kak, Kakak pasti sudah tahu bagaimana kondisi aku sekarang. Kak, apa Kakak mau mengabulkan permintaan aku?"
"Permintaan apa?"
"Kalau jika suatu saat nanti aku tidak bisa mendampingi Kakak lagi, Kakak jangan bersedih tolong jaga Gilsya dan jika suatu saat nanti aku harus pergi meninggalkan Kakak, tolong Kakak ikhlaskan aku," seru Alsya dengan deraian airmatanya.
Gibran menatap wajah istrinya dengan mata yang berkaca-kaca dan langsung menarik tubuh istrinya itu ke dalam dekapannya.
"Kamu jangan bicara seperti itu sayang, kamu akan tetap ada di samping aku dan menemani aku serta Gilsya."
Alsya menggelengkan kepalanya. "Tidak Kak, suatu saat aku pasti akan pergi dan aku minta Kakak harus menikah lagi supaya nanti Kakak ada yang ngurus dan aku akan tenang meninggalkan Kakak dan Gilsya."
Tes...
Gibran meneteskan airmatanya, dia tidak sanggup kalau harus kehilangan wanita yang sangat dia cintai itu. Gibran semakin erat memeluk Alsya, keduanya menangis dalam diam dan tidak tahu apa yang harus diucapkan.
Alsya melepaskan pelukkannya dan mengusap airmata Gibran.
"Jangan menangis Kak, terima kasih karena Kakak sudah mau menjadi bagian dari aku. Aku sangat bahagia mempunyai suami seperti Kakak, cinta aku sangat besar untuk Kakak dan tidak akan pernah hilang sampai kapanpun. Hiduplah dengan tenang dan bahagiakan Gilsya."
__ADS_1
Airmata Gibran semakin deras dan Gibran kembali memeluk Alsya dan menciumi pucuk kepala Alsya bertubi-tubi.
"Aku tidak bisa kehilangan kamu Sya, aku sangat mencintaimu dan aku minta maaf karena sempat menolak dan membuatmu sakit hati."
"Tidak Kak, Kakak tidak usah minta maaf Kakak tidak salah kok."
Keduanya saling berpelukkan dan tidak mau melepaskan pelukkan mereka satu sama lain, sungguh keinginan mereka tidak mau terpisahkan tapi takdir berkata lain.
***
Waktu pun berjalan dengan sangat cepat, pagi ini kondisi Alsya semakin mengkhawatirkan tapi Alsya tidak mau dibawa ke rumah sakit walaupun dengan bujukan dari semua orang.
Perlahan Alsya bangun karena dia ingin ke kamar mandi, tapi baru saja beberapa langkah Alsya langsung pingsan tak sadarkan diri membuat Gibran yang masih tertidur langsung terbangun dan betapa kagetnya Gibran yang sudah mendapat istrinya tergeletak tak sadarkan diri.
"Astagfirullah Alsya."
Tanpa menunggu lagi, Gibran langsung membawa Alsya ke rumah sakit. Gibran menghubungi semua keluarganya untuk cepat-cepat datang ke rumah sakit.
"Gib, bagaimana keadaan Alsya?" tanya Alta panik.
"Masih diperiksa sama Uncle Zidan."
Semuanya menunggu dengan perasaan cemas, apalagi Gibran yang terlihat sangat putus asa.
Ceklek...
Dr.Zidan pun keluar membuat semua orang menghampirinya.
"Bagaimana Uncle?" tanya Gibran khawatir.
"Alsya mengalami kebocoran saluran empedu dan saat ini sudah masuk ke dalam rongga perut dan mengakibatkan infeksi."
Semua orang tampak terkejut, bahkan Bee sudah menangis dipelukkan Alta.
"Terus sekarang bagaimana Uncle?"
"Sepertinya saya harus melakukan operasi ulang, tapi----"
"Kemungkinan berhasilnya sangat kecil."
Lemas sudah tubuh Gibran, bahkan saat ini Gibran sudah terduduk di kursi airmatanya sudah mengalir dengan deras membuat semua orang pun hanya bisa menangis.
"Lakukan saja yang terbaik Mas," seru Daddy Alvian.
"Baik, saya akan melakukan operasi ulang tolong do'akan saya semoga operasinya berjalan dengan lancar dan ada keajaiban untuk Alsya."
"Amin."
Dr.Zidan pun sudah bersiap-siap dan membawa Alsya ke ruangan operasi. Semua orang tampak khawatir, bahkan saat ini semuanya sudah berkumpul di rumah sakit menunggu Alsya.
Waktu sudah berjalan dua jam, tapi belum ada tanda-tanda operasi selesai. Sementara itu di dalam ruangan operasi, Dr.Zidan sudah terlihat pucat, keringat sudah membasahi wajahnya, begitu pun dengan Billy hingga pada akhirnya Dr.Zidan dan Dr.Billy hanya bisa saling pandang satu sama lain dengan tatapan putus asanya.
Keduanya lemas dan menggelengkan kepalanya bersamaan. Dr.Zidan mematikan lampu ruangan operasi dan dengan langkah gontai keluar dari ruangan operasi.
Ceklek...
Semua orang tersentak dan langsung menghampiri Dr.Zidan.
"Bagaimana Uncle? Alsya baik-baik saja kan?" tanya Gibran.
Dr.Zidan terdiam dan hanya bisa menundukkan kepalanya membuat Zia yang tahu itu langsung memeluk Seno suaminya sembari menangis.
"Uncle bicaralah," seru Gibran dengan suara yang bergetar.
"Maaf....maafkan kami, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Alloh berkata lain, Alloh lebih menyayangi Alsya."
"Tidak...tidak mungkin, Uncle pasti bohong," seru Gibran dengan deraian airmata.
"Maaf...maafkan kami."
Bruugghhh...
__ADS_1
Bee jatuh pingsan tak sadarkan diri, dan tangisan semua orang pun pecah. Tubuh Alsya dibawa keluar dari ruangan operasi dengan ditutup oleh kain putih, Gibran langsung memeluk istrinya itu.
"Sayang bangun, jangan bercanda kamu tidak boleh tinggalkan aku dan Gilsya."
"Sudah Nak, jangan seperti ini," seru Mommy Rubby.
"Tidak Mom, Alsya pasti sedang bercanda dia itu senang sekali menjahili Gibran."
Mommy Rubby memeluk anaknya itu, sungguh hati Mommy Rubby sakit melihat anaknya hancur seperti ini.
Bruuugghh...
Gibran pun tersungkur ke lantai jatuh tak sadarkan diri dan membuat semua orang panik.
Akhirnya jenazah Alsya pun dibawa ke rumah duka, Gibran tidak pernah jauh dari jenazah istrinya itu bahkan sekarang matanya sudah sembab karena terus-menerus menangis.
Begitu pula dengan Bee membuat Alta khawatir karena saat ini Bee sedang berbadan dua.
"Papi..."
Gibran menoleh dan terlihat Gilsya sudah berdiri dengan airmatanya, Gibran langsung memeluk anak cantiknya itu.
"Mami kenapa di tutup seperti itu, kan lasihan Mami nanti ga bisa nafas."
Semua orang lagi-lagi menangis mendengar celotehan anak perempuan cantik itu. Gibran tidak bisa menjawab apa-apa, dia hanya bisa menangis dan memeluk erat Gilsya.
Gibran ikut turun ke liang lahat untuk ikut menguburkan istri tercintanya itu. Bee tidak bisa menahan airmatanya, dia terus saja menangis tak henti-henti.
Satu persatu, pelayat mulai meninggalkan pemakaman hanya tinggal 4 serangkai dan para istrinya tidak lupa Nasya juga sudah ada disana menggendong Gilsya.
"Sayang, kamu jahat meninggalkan aku dan Gilsya. Tenang-tenang disana, aku selalu mendo'akanmu aku sangat mencintaimu, I love you Alsya," seru Gibran dengan mencium batu nisan Alsya.
Kita tidak tahu kapan ajal menjemput kita, sekarang Gibran dan Alsya harus dipisahkan oleh maut tapi cinta mereka berdua akan tetap abadi selamanya.
π
π
π
π
π
Mampir ke karya terbaruku "PESONA SI GADIS CULUN" dan jangan lupa dukungannyaππ
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1