
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Saat ini hanya ada Bee, Nasya, Alta, dan Alsya sedangkan Mommy Tasya pulang karena dari kemarin Mommy Tasya sudah menjaga Alsya.
Alsya menceritakan semuanya kepada Bee, mulai dari penyakit dan juga rencananya meminta Nasya untuk berpura-pura menjadi dirinya.
"Bee, aku mohon bantu aku jangan ada yang tahu masalah ini termasuk Erika," seru Alsya.
"Tapi Sya----"
"Bee, please anggap saja ini permintaan terakhir aku."
"Kamu jangan bicara seperti itu, aku yakin kamu akan sembuh jadi kamu harus tetap semangat."
"Tapi sudah bertahun-tahun lamanya, aku belum juga mendapatkan orang yang mau mendonorkan hatinya untukku, Bee. Aku sudah pasrah dengan keadaanku sendiri dan aku sudah ikhlas kalau aku harus pergi dari dunia ini."
"Stop Alsya, aku tidak mau kamu bicara seperti itu lagi. Mana Alsya yang ceria dan kuat, aku akan menemui Dr.Zidan dan memeriksakan keadaan hati aku kalau cocok, aku yang akan mendonorkan hati aku untukmu," sentak Bee.
Bee hendak bangkit dari duduknya tapi drngam cepat Alsya menahan tangan Bee dan menggelengkan kepalanya dengan deraian airmata.
"Jangan Bee, aku mohon."
"Kenapa? bukannya sebagai sahabat sejati harus selalu ada di setiap suka maupun duka, selama ini kamu sudah sering membantuku dan ini adalah saatnya aku membalas semua kebaikkanmu."
"Bee, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Kak Alta aku tidak mau pernikahan kalian tertunda, jadi aku mohon dengan sangat jangan lakukan apa-apa," lirih Alsya dengan bibir bergetar.
Bee kembali memeluk Alsya. "Maaf, maaf karena aku belum bisa menolong kamu tapi aku janji akan mendonorkan hati aku untukmu kalau hatiku memang cocok, dan kamu tidak boleh menolaknya."
Alsya menganggukkan kepalanya dalam pelukkan Bee. Waktu sudah sore, dan Bee pun pamit untuk pulang. Selama dalam perjalanan, Bee tampak terdiam matanya sudah sembab karena terus menangis.
Alta mengusap kepala Bee. "Sudah jangan sedih, Alsya itu anak yang kuat dan aku yakin sekarang juga dia akan kuat. Aku pun tidak tinggal diam, selama ini terus mencari informasi mengenai ketersediaan hati tapi memang transflantasi hati itu sangat banyak yang membutuhkan belum prosedur yang tidak mudah dan cukup lama membuat sulit sekali untuk mendapatkannya," seru Alta.
"Semoga ada keajaiban dan ada yang mau mendonorkan hatinya untuk Alsya, Alsya anak baik aku yakin dia akan segera mendapatkan pendonor hati," sahut Bee.
"Amin."
***
Tiga hari kemudian....
Tidak terasa, tinggal dua hari lagi Bee dan Alta akan sah menjadi sepasang suami istri. Hubungan keduanya semakin hari semakin manis saja, Bee sudah tidak memakai motornya ke kampus tapi Alta yang akan mengantar dan menjemputnya.
"Bee, nanti setelah selesai kuliah kita ke butik untuk fitting baju."
"Oke..."
Sesampainya di kampus, semua mata para Mahasiswi menatap horor ke arah Bee. Bagaimana tidak, Bee sudah berani mendapatkan hati Dosen populer di kampus. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa menerima dengan lapang dada.
Bahkan gosip pernikahan Bee dan Alta pun sudah tersebar ke seluruh penjuru kampus, tidak sedikit juga yang mengucapkan selamat kepada Bee walaupun hatinya tetap tidak rela Bee menikah dengan Dosen tampan itu.
"Bee...."
__ADS_1
"Nasya..."
"Jangan keras-keras Bee, nanti ada yang dengar."
"Oopss...aku lupa."
"Kita ke kelas yuk!"
Nasya sekarang sudah tidak kaku dan canggung lagi, Nasya pun sudah mulai nyaman dengan Bee dan Erika.
"Hai girls!" seru Erika.
"Hai Erika," sahut Nasya.
"Girls, nanti pulang dari kampus ngemall yuk sudah lama nih ga ngemall mumpung Bee belum ada stempel hak milik Pak Alta."
"Sorry guys, nanti pulang dari kampus aku mau ke butik fitting baju sama Oppa."
"Yah, ga asyik ah. Sya, kita berdua saja ke Mall bagaimana?"
"Boleh."
Alta pun dengan semangat masuk ke dalam kelas, semuanya tampak serius mengikuti pelajaran yang Alta berikan termasuk Bee yang sudah membayangkan yang enggak-enggak sama Alta.
***
Sementara itu disisi lain...
Seno terlihat mengotak-ngatik laptopnya di dalam mobil, saat ini sedang dalam keadaan lampu merah. Seno mendongakkan kepalanya dan menoleh ke samping, ternyata tepat di samping mobil Seno ada mobil Zia.
Setelah kejadian malam itu, Seno dan Zia sudah tidak saling bertemu. Zia tidak menyadari kalau Seno sedang memperhatikannya dari dalam mobilnya.
Kemudian Seno merogoh saku jasnya dan mengambil sesuatu dari dalam saku jas itu. Seno memperhatikan cincin berlian yang dulu dipakai Zia, tidak bisa Seno pungkiri cincin itu sangat cantik saat dipakai oleh Zia.
Tidak lama kemudian, lampu pun berubah menjadi hijau mobil Zia melesat duluan.
"Za, kamu bisa mengikuti mobil itu?" seru Seno dengan menunjuk ke arah mobil Zia.
"Baik Tuan," sahut Reza.
Seno menyuruh Reza untuk mengikuti mobil Zia, hingga tidak lama kemudian mobil Zia pun masuk ke halaman rumah sakit dan Seno hanya bisa memperhatikannya dari kejauhan.
Saat ini Zia memakai dress bunga-bunga, dengan jas putih kebanggaannya. Rambutnya yang dia gerai dengan dibuat curly di bawahnya membuat Zia semakin cantik dan anggun.
Senyuman Zia yang tidak pernah luntur dari bibirnya tanpa sadar membuat Seno mengbangkan senyumannya juga. Reza yang melihat Tuannya senyum-senyum sendiri hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Bos..Bos, kalau cinta itu bilang jangan kebanyakan gengsi, sudah direbut pria lain baru tahu rasa kamu Bos," batin Reza.
Setelah dirasa Zia menghilang, Seno pun menyuruh Reza untuk melajukan mobilnya. Moodnya langsung bagus setelah melihat Zia, entah kenapa hati Seno berbunga-bunga hanya dengan melihat Zia saja.
***
Mata kuliah Alta pun selesai, Bee berjalan bersamaan dengan Alta bahkan Alta sudah tidak malu-malu lagi menggenggam tangan Bee membuat semua Mahasiswi mupeng dan hanya bisa gigit jari.
Bee langsung masuk ke dalam mobil Alta sedangkan Erika dan Nasya mereka sudah melesat duluan menuju Mall.
Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Bee dan Alta sampai di butik langganan Mommy Tasya. Alta dan Bee langsung disambut dengan ramah oleh karyawan butik.
"Nona, mari ikut kami soalnya Nyonya. Tasya sudah memilihkan kebaya untuk Nona."
__ADS_1
"Ah, iya."
Sementara itu Alta duduk di sofa yang disediakan di butik itu sembari mengotak-ngatik ponselnya.
Mommy Tasya memilihkan kebaya warna gold untuk akad nikah nanti karena terlihat mewah untuk Mommy Tasya.
"Wah, Nyonya Tasya memang mertua hebat bisa memilihkan kebaya dengan ukuran yang sangat pas di tubuh Nona dan Nona pun sangat cantik dengan kebaya ini."
"Terima kasih."
Karyawan butik pun membuka tirai penutupnya membuat Alta yang sedang fokus melihat ponselnya tampak menoleh, seketika Alta hanya bisa menganga tidak menyangka Bee akan sangat cantik kalau menggunakan kebaya.
"Bagaimana Tuan, apa sudah cocok? kalau Tuan merasa ada yang kurang cocok, bisa dibicarakan sekarang biar kami bisa langsung memperbaikinya."
Alta berdiri dan menghampiri Bee, Alta mengelilingi tubuh Bee dengan matanya yang terus memperhatikan Bee membuat wajah Bee memerah karena malu.
"Perfect."
"Jadi sudah cocok ya, kalau begitu Nona bisa ganti kembali nanti karyawan disini yang akan mengantarkannya ke tempat tujuan."
"Baiklah."
Setelah selesai, Alta dan Bee pun memutuskan untuk mampir dulu ke restoran karena mereka berdua belum makan siang.
Alta membuka tasnya dan memberikan sebuah map ke hadapan Bee.
"Ini akta rumah kamu."
Bee mengambil akta rumah itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Ini seriusan, Oppa mengembalikan akta rumah ini kepadaku? tapi kan kontrak kerjaku juga belum sampai setahun."
"Tidak apa-apa, karena aku akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga daripada rumah itu."
"Terima kasih, Oppa."
Bee memberikan finger love kepada Alta membuat Alta terkekeh.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
__ADS_1
LOVE YOU