
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00 malam, Alta baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya. Alta merentangkan kedua tangannya dan mulai bangkit dari kursi kerjanya.
"Apa anak itu sudah baikkan ya," gumam Alta.
Alta pun menuruni anak tangga dan melangkahkan kakinya menuju kamar Bee. Perlahan Alta membuka pintu dan dilihatnya Bee sudah terlelap.
Alta menghampiri Bee dan menyentuh kening Bee.
"Lah masih panas, padahal dia sudah meminum obat."
Alta kembali mengambil air hangat untuk mengompres Bee tapi kebiasaan Bee kalau tidur ga pernah bisa diam akhirnya handuk itu jatuh lagi-jatuh lagi.
"Astaga ini anak kenapa tidurnya kaya cacing kepanasan ga bisa diam," gumam Alta.
Alta pun mencari-cari di kotak obat dan dia menemukan alat kompres untuk balita entah siapa yang beli. Alta pun menempelkan alat itu ke kening Bee.
"Nah kalau begini kan aman."
Alta tersenyum senang, Alta berpikir sejenak dia sudah sangat ngantuk tapi dia juga tidak tega kalau harus meninggalkan Bee. Akhirnya Alta tertidur di kursi kayu yang ada di kamar Bee.
Keesokkan harinya...
Mommy Tasya, Daddy Alvian, dan Alsya datang ke rumah Alta. Terlihat para ART sedang bekerja sesuai pekerjaannya.
"Kenapa rumah sepi?" seru Mommy Tasya.
"Pasti Kak Alta masih tidur, Mommy. Alsya mau ke kamarnya Bee dulu ya."
Dengan semangatnya Alsya pun masuk ke dalam kamar Bee, tapi di saat Alsya masuk betapa terkejutnya Alsya saat melihat Alta tidur satu ranjang bersama Bee.
"Mommy...Daddy....!" teriak Alsya.
Bee dan Alta kaget dan langsung terkejut, sementara itu Mommy Tasya dan Daddy Alvian tampak melongo di depan pintu.
Bee dan Alta saling pandang satu sama lain sehingga reflek Bee berteriak dan menendang Alta sampai Alta terjungkal ke bawah.
"Aaaaaaaa.....kenapa Bapak tidur di ranjang aku!" teriak Bee sembari menutup tubuhnya dengan selimut.
"Astaga, pantat aku sakit," keluh Alta.
Alta menoleh ke arah pintu, Mommy Tasya dan Daddy Alvian tampak melipat kedua tangannya di atas dada dengan tatapan yang sangat menyeramkan sedangkan Alsya hanya cengengesan.
Alta dan Bee saat ini sedang duduk di sofa dengan menundukkan kepalanya, Daddy Alvian duduk dengan melipat kakinya sedangkan Mommy Tasya berdiri dan mondar-mandir di hadapan Bee dan Alta. Alsya jangan di tanya, dia malah sibuk dengan buah-buahan yang ada di tangannya.
"Alta, coba jelaskan apa yang sudah kalian lakukan tadi malam?" tanya Mommy Tasya.
"Mommy ga usah lebay deh, Bee itu tadi malam sakit dan Alta hanya ingin menjaga Bee saja karena khawatir. Alta tidur di kursi, tapi badan Alta sakit semua jadi Alta pindah saja ke ranjangnya Bee. Kita ga ngelakuin apa-apa kok, Mom," seru Alta.
__ADS_1
Sementara Bee hanya bisa menundukkan kepalanya dengan jantung yang bersetak sangat kencang. Bagaimana tidak berdebar, Alta mengatakan kalau dia khawatir kepada dirinya.
"Hayo loh, kawinin aja Mom mereka," seru Alsya.
"Alsyaaaaa...." sahut Alta dan Bee bersamaan dengan tatapan yang sangat mematikan.
"Hehehe....pis," sahut Alsya cengengesan dengan mengangkat tangannya.
"Tidak mungkin kalian tidur satu ranjang itu sampai tidak terjadi apa-apa? Daddy saja yang sebagai pria normal merasa tertarik melihat Bee yang cantik," seru Daddy Alvian.
"Daddyyyyyyy......"
Kali ini Mommy Tasya, Alta, dan Alsya yang menatap tajam ke arah Daddy Alvian.
"Jadi sekarang Daddy suka daun muda?" seru Mommy Tasya dengan gigi yang menggeretak.
"Ah bukan itu maksud Daddy, Sayang."
"Terus apa?"
"Maksud Daddy, Bee itu cantik masa iya Alta tidak tertarik apalagi sampai tidur seranjang seperti itu. Masa iya tidak ada apa-apa? kecuali kalau Alta bukan pria normal," sahut Daddy Alvian dengan santainya.
"Apa? jadi Daddy menuduh Alta tidak normal?" geram Alta.
"Kalau kamu normal, buktikan. Masa iya sampai saat ini kamu belum mengenalkan seorang wanita pun kepada kami, katanya genius tapi mendapatkan hati seorang wanita saja tidak becus," sindir Daddy Alvian.
"Wah Daddy meremehkanku, lihat saja Daddy Alta akan segera mengenalkan seorang wanita kepada Daddy."
"Daddy tunggu."
Alta pun beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya, sementara itu Bee masih terlihat menundukkan kepalanya.
Bee sungguh gugup bahkan saat ini Bee tampak meremas tangannya satu sama lain saking gugupnya.
Mommy Tasya duduk disamping Bee dan mengusap kepala Bee membuat Bee tersentak dan menoleh ke arah Mommy Tasya.
"Jangan takut, kami percaya kalian tidak melakukan apa-apa tadi kami hanya ingin melihat reaksi Alta saja," seru Mommy Tasya lembut.
"Hahaha...kamu takut kan Bee di kawinin sama Kak Alta," ledek Alsya.
"Memangnya kamu ga mau menikah dengan puteraku?" tanya Daddy Alvian.
Bee membelalakkan matanya mendengar pertanyaan dari Daddy Alvian, lidahnya begitu kelu tidak tahu harus menjawab apa.
"Daddy, sudah jangan godain Bee terus lihat wajahnya sudah pucat kaya gitu," sahut Alsya.
Bee hanya meringis..
"Ehmm...Tuan dan Nyonya apa mau sarapan disini? biar saya yang buatin sarapan," seru Bee gugup.
"Kamu kan masih sakit."
"Tidak Nyonya, saya sudah sehat kok sebentar ya saya buatkan sarapan dulu."
Bee pun segera menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
"Astaga, jantung aku hampir saja copot," gumam Bee.
__ADS_1
Bee segera mengganti pakaiannya dan langsung menuju dapur untuk membuatkan sarapan. Tidak lama kemudian, Alta pun sudah rapi...
"Kamu tidak usah masuk kuliah dulu."
"Tapi Pak, aku sudah sehat kok."
"Jangan membantah, aku bilang istirahat ya istirahat."
"Cie...Kak Alta perhatian banget," goda Alsya.
"Bukannya perhatian, kalau dia sakit aku juga yang susah mana ga ada yang masak lagi. Kan rugi masa harus bayar orang yang tiduran, gaji buta dong," seru Alta dengan tatapan sinisnya.
Gubrakkkk.....
Bee merasa terhempaskan ke dasar samudera, setelah tadi Alta memujinya Bee kira Alta ikhlas tapi nyatanya Alta hanya memikirkan masalah masak memasak.
"Ya ampun Bee, apa yang sedang kamu pikirkan? kamu itu hanya tukang masak disini, mana mungkin Pak Alta menyukaimu. Dasar bodoh..bodoh..." batin Bee dengan memukul-mukul kepalanya sendiri.
Setelah selesai masak, Bee pun menatanya diatas meja makan.
"Tuan, Nyonya, sarapannya sudah siap."
Semuanya pun mulai duduk dan Bee hendak melangkahkan kakinya.
"Kamu mau kemana, Bee?" tanya Mommy Tasya.
"Saya mau ke kamar, Nyonya."
"Sini sarapan bareng, kamu kan masih sakit."
"Iya Bee, ayo sarapan dulu," sambung Alsya.
"Tapi......." Bee melirik ke arah Alta dan Mommy Tasya tahu itu.
"Sudah ayo duduk."
Bee pun dengan ragu-ragu, duduk disamping Alsya. Bee mengambil nasi goreng buatannya dan mulai melahapnya dengan menundukkan kepalanya. Sementara itu, Alta mulai curi-curi pandang ke arah Bee entah kenapa wajah Bee begitu sangat lucu sehingga membuat Alta tampak mengangkat sudut bibirnya.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU