
π
π
π
π
π
Alta dan Rayyan langsung menoleh ke arah istri mereka masing-masing begitu pun dengan yang lainnya.
"Kalian hamil," seru Zia dengan antusiasnya.
"Hah...hamil?" sahut Bee dan Erika bersamaan.
Bee dan Erika saling pandang, kemudian mereka menatap suami masing-masing.
"Tante, ayo periksa Erika," seru Rayyan.
"Iya Tante, periksa Bee juga," sambung Alta.
"Bentar, aku makan dulu."
"Ayolah Tante, makannya nanti saja periksa dulu istriku," rengek Rayyan.
"Woi, istriku mau makan dulu. Dimana-mana pasien harus nunggu dokternya jangan maksa seperti itu atau aku tidak akan mengizinkan Zia untuk memeriksa istri kalian!" sentak Seno.
"Wah, cari perkara kamu Sen," seru Alta.
Baru saja Rayyan dan Alta hendak menghampiri Seno, tiba-tiba Bee dan Erika merasa mual kembali dan mereka langsung berlari ke kamar mandi.
"Sayang tunggu."
Alta dan Rayyan pun segera menyusul para istrinya. Di kamar mandi, keduanya terus saja muntah membuat Alta dan Rayyan khawatir.
"Ada apa ini Alta?" tanya Mommy Tasya.
"Ini Mom, Bee mual katanya."
"Lah, Erika juga sama?" tanya Mommy Tasya.
"Iya Tante," sahut Rayyan.
"Mereka hamil Tante," seru Zia yang tiba-tiba datang.
"Hah...hamil?"
Zia pun akhirnya memeriksa Bee dan Erika secara bergantian, dan Zia menyuruh keduanya untuk menggunakan t*****k terlebih dahulu. Sementara itu semua orang tampak menunggu diluar kamar.
Ceklek...
"Bagaimana Tante?" seru Alta dan Rayyan bersamaan.
"Dugaanku tidak akan pernah salah, mereka berdua memang positif hamil."
Alta dan Rayyan langsung masuk ke dalam kamar, terlihat Bee dan Erika sedang membetulkan kebayanya. Alta dan Rayyan langsung memeluk istri mereka masing-masing, bahkan keduanya sudah terlihat meneteskan airmata.
"Kamu hamil sayang."
"Iya Oppa."
"Kau bahagia banget."
Begitu pun dengan Erika dan Rayyan...
"Terima kasih sayang, akhirnya kamu hamil juga."
Semua keluarga terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan calon cucu mereka, sungguh hari ini adalah kebahagiaan bagi seluruh keluarga.
Semua tamu mulai meninggalkan rumah Alsya, bahkan Alsya dan Gibran pun sudah beristirahat di kamarnya. Saat ini Mommy Tasya dan Daddy Alvian mengajak Alta dan Bee untuk berbincang-bincang.
__ADS_1
Mommy Tasya sangat heboh setelah mendengar Bee hamil.
"Alta, pokoknya mulai sekarang kalian harus tinggal disini biar Bee ada yang jagain."
"Enggak bisa Mom."
"Kenapa ga bisa? Mommy ga mau ya, menantu kesayangan Mommy sampai kecapean apalagi nanti disana Bee akan memasak belum lagi malamnya kamu gerayangi," ketus Mommy Tasya.
"Astaga Mommy, kalau masalah menggerayangi itu tidak jadi masalah karena Beenya pun suka. Awww...."
Bee mecubit lengan Alta dengan sangat keras karena sudah berani bicara hal sensitif dihadapan kedua orang tuanya.
"Sakit sayang."
"Mommy, Bee tidak apa-apa kok. Bee janji, Bee tidak akan kecapean palingan cuma masak saja untuk Oppa dan Rega," sahut Bee.
"Enggak, biar Mommy kirim ART kesana untuk masak-masak pokoknya Bee tidak boleh melakukan apa-apa titik."
"Tapi Alta ga bisa makan kalau bukan Bee yang masak," rengek Alta.
"Alah jangan manja deh, nikmati saja deritamu AL," ledek Daddy Alvian.
"Ishh Daddy malah meledek."
"Mommy, Daddy, Bee jamin Bee ga bakalan kecapean, Bee cuma masak saja kok soalnya kan yang bersih-bersih sudah ada ART," seru Bee.
"Ya sudah kalau mau mu seperti itu, kalau ada apa-apa jangan sungkan bilang sama Mommy."
"Iya Mommy."
"Ya sudah Mommy, Daddy, kita pulang dulu soalnya Bee harus istirahat."
"Kalian hati-hati, jaga calon cucu Mommy baik-baik."
"Iya Mommy."
Alta dan Bee pun akhirnya pulang, selama dalam perjalanan Alta tidak henti-hentinya tersenyum Ia sangat bahagia dengan berita kehamilan istrinya itu.
"Kak, bagaimana? apa Kakak beneran hamil?" tanya Rega antusias.
"Iya Rega."
"Alhamdulillah."
Rega langsung memeluk Kakaknya itu dengan penuh haru.
"Selamat ya Kak, akhirnya aku bakalan punya keponakan juga."
Alta menarik paksa Rega...
"Ih Abang, apaan sih?" kesal Rega.
"Peluknya jangan lama-lama, nanti anakku ga bisa nafas."
"Mulai deh, kambuh lebaynya. Kak, pokoknya kalau keponakan aku lahir, aku ingin dipanggil Daddy," seru Rega.
Plettaaakk...
Alta memukul kepala adik iparnya itu membuat Rega meringis kesakitan.
"Woi, dia anakku hasil karyaku setiap malam jadi yang harus dipanggil Daddy itu Abang bukan kamu, enak saja mangkanya nikah dan buat sendiri," ketus Alta.
"Apaan sih, pokoknya Rega ga mau tahu Regaa ingin dipanggil Daddy," seru Rega yang langsung kabur ke kamarnya.
"Ishh dasar ya anak itu."
"Sudah Oppa, kenapa sih kalian selalu saja tidak akur kalau bertemu pusing tahu aku lihatnya juga."
"Habisnya Rega duluan yang buat masalah, sayang."
Bee malas mendengarnya, lebih baik Bee masuk ke kamar dan istirahat.
__ADS_1
***
Tidak jauh berbeda dengan Bee, berita kehamilan Erika disambut bahagia oleh Mommy Icha dan Mama Karren kedua wanita itu berebut Erika harus tinggal dimana.
"Sayang, kamu tinggal di rumah Mommy saja biar Mommy bisa memantau kesehatan kamu setiap waktu," seru Mommy Icha.
"Tidak, lebih baik kamu tinggal di rumah Mama disana ada Raina dan Mama yang akan menemani kamu jadi kamu tidak akan kesepian," seru Mama Karren tidak mau kalah.
"Mommy, Mama, biar adil Erika tinggal di rumah dinas saja ya soalnya Erika baik-baik saja kok jadi kalian tidak usah berlebihan seperti itu," sahut Erika.
"Tapi----"
"Stop Mama, biar Erika tinggal di rumah dinas. Rayyan juga bisa kok menjaga istri Rayyan dengan baik," seru Rayyan.
"Bener ya, awas saja kalau kamu membuat menantu dan cucu Mama kecapean."
"Iya Ma, tenang saja Rayyan ga bakalan buat Erika kecapean kok."
"Ya sudah, kalau kamu merasa ada sesuatu cepat hubungi Mommy ya sayang."
"Iya Mommy."
"Kalau begitu, kita pulang dulu."
Erika dan Rayyan pun segera pulang menuju rumah dinasnya.
"Sayang, apa sebaiknya kamu tinggal dirumahmu dulu? rumah dinas kan kecil, takutnya kamu dan anak kita ga nyaman," seru Rayyan.
"Apaan sih Bang, aku tidak apa-apa kali mau tinggal dimana pun tidak masalah yang penting selalu dekat sama kamu," sahut Erika.
Rayyan tersenyum dan mengusap kepala Erika dengan penuh cinta. Sungguh dibalik musibah pasti ada hikmahnya, Rayyan dengan segala perjuangannya merebut kembali hati sang istri ternyata tidak sia-sia karena Alloh memberikan dia hadiah yang sangat berharga dan tidak ternilai dengan apa pun.
Begitu pun dengan Alta, dia tidak henti-hentinya mengucap syukur atas apa yang sudah Alloh berikan kepadanya.
π
π
π
π
π
Mampir ke karya terbaruku "PESONA SI GADIS CULUN" dan jangan lupa dukungannyaππ
Yuk, guys kasih giftnya yang banyak karena ada hadiah pulsa menunggu kalianππ
Juara 1 : 100k
Juara 2 : 75k
Juara 3 : 50k
Juara 4-10 : 20k
Ayo, semangat waktunya dimulai sekarang sampai tanggal 1 Maretπͺπͺππ
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
TERIMA KASIH
LOVE YOU
__ADS_1