
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
"Guys, makan dulu yuk! lapar nih," ajak Erika.
"Hooh, aku juga lapar," sahut Bee.
"Nah, kita makan disana saja," tunjuk Alsya.
Ketiga wanita cantik itu pun memasuki sebuah restoran, mereka tertawa-tawa hingga pandangan Bee tidak sengaja melihat sekumpulan Ibu-ibu dan para pria tampan.
Begitu pun Alta yang saat ini tidak sengaja menoleh kearah Bee, mereka berdua tampak terkejut.
"Mati aku, kenapa semuanya ada disini? mana sama Emak-emaknya," batin Bee panik.
Alta memainkan matanya seolah menyuruh Bee cepat keluar dari restoran itu sebelum semuanya menyadari kedatangan Bee.
"Guys, sepertinya kita pindah tempat makan saja," seru Bee gugup.
"Lah, kenapa Bee? disini makanannya enak-enak kok," sahut Alsya.
"Bukan masalah makanannya, nanti aku ceritakan bahaya kalau aku makan disini," seru Bee semakin panik.
Alsya dan Erika yang melihat wajah Bee panik dan memucat pun bangkit dari duduknya tapi sayang disaat Bee membalikkan tubuhnya, seorang pelayan datang dan menabrak tubuh Bee sehingga Bee terjatuh.
Praaaaannnngggg....
Piring dan gelas yang dibawa pelayan itu jatuh dan pecah berserakan dilantai, Alta yang melihat semua itu hanya bisa menutup wajahnya karena sudah pasti semuanya akan tahu.
"Bee, kamu ga apa-apa kan?" seru Alsya.
"Maaf Mbak saya tidak sengaja."
"Iya tidak apa-apa."
Bee hendak pergi tapi lagi-lagi Emak-emak itu melihat keberadaan Bee.
"Bee....." seru keempat Emak-emak itu.
Bee langsung menghentikan langkahnya, kakinya seakan dipaku hingga berat sekali untuk melangkah. Jangan ditanya keempat pria tampan itu, wajah keempatnya sudah sangat pucat.
Sementara para Emak-emak saling pandang satu sama lain.
"Kalian kenal Bee juga?" tanya Mami Seno.
"Itu pacarnya Gibran," sahut Mommy Rubby.
"Bukan, itu pacarnya Rayyan. Iya kan Ray?" seru Mama Karren.
"Kalian salah orang kali, dia itu tukang masak di rumah Alta dan kandidat kuat calon menantu saya," timpal Mommy Tasya.
"No..no..no...dia calon menantu saya dan bulan depan akan tunangan dengan Seno," sahut Mami Seno.
__ADS_1
Wajah Bee sudah memerah menahan tangisannya, dia takut kalau Emak-emak itu akan mencaci makinya dan menganggap dia sebagai wanita murahan.
"Loh, itu kan Mommy sama Kak Alta," seru Alsya.
Alsya langsung berlari dan menghampiri semuanya.
"Hai Mommy, hai Tante-tante kece!" sapa Alsya.
"Alsya, itu Bee kan?" tanya Mommy Rubby.
"Iya calon Mommy mertua," sahut Alsya dengan senyuman manisnya.
Keempat Emak-emak itu saling pandang satu sama lain, kemudian menatap putera mereka satu persatu dengan tatapan horornya membuat keempat pria tampan itu menundukkan kepalanya.
"Alsya, bawa Bee kesini," seru Mommy Tasya.
"Siap Mommy."
Alsya pun menghampiri Bee yang masih berdiri membeku, sedangkan Erika hanya bisa diam karena memang tidak mengerti dengan apa yang saat ini terjadi.
Alsya menarik lengan Bee, sedangkan Bee hanya bisa menundukkan kepalanya.
"Duduk kalian semua!" sentak Mami Seno.
Seno, Alta, Rayyan, Gibran, dan Bee duduk dikursi sedangkan para Emak-emak dan Alsya serta Erika berdiri seakan-akan mereka akan menghakimi kelima orang itu.
Bee menundukkan kepalanya, meremas kedua tangannya, matanya sudah berkaca-kaca, bahkan tubuhnya pun sudah mulai sedikit bergetar. Alta yang menyadari ketakutan Bee, menoleh kearah Bee.
"Siapa yang bisa jelaskan apa yang selama ini sudah terjadi?" seru Mami Seno dengan dinginnya.
"Maaf Mami, ini semua salah Seno. Mami jangan salahkan Bee karena Bee tidak bersalah," sahut Seno.
"Bee hanya melakukan apa yang kami mau, jadi dia tidak bersalah," sambung Gibran.
Dada Bee semakin sesak, tanpa terasa airmatanya pun sudah menetes.
"Gibran, kamu benar-benar sudah membuat Mommy kecewa. Mommy pikir kamu dan Bee adalah sepasang kekasih karena kalian terlihat sangat cocok," seru Mommy Rubby.
"Tadi Jeng Tasya bilang, kalau Bee tukang masaknya di rumah Alta berarti Bee dan Alta sudah tinggal satu rumah dong. Saya pikir kalau Bee itu anak baik-baik, karena dari wajahnya Bee terlihat polos tapi nyatanya itu hanya topeng belaka," seru Mama Karren.
"Ma, jangan salahkan Bee!" sentak Rayyan.
"Kamu berani membentak Mama, Rayyan."
"Tante tidak menyangka kalau kamu ingin menjadikan anak-anak kami sebagai pacar kamu!" sentak Mami Seno.
"Mami, jangan salahkan Bee. Disini Seno yang salah bukan Bee," sahut Seno.
Airmata Bee semakin deras, hatinya begitu sakit, dadanya begitu sesak. Bee bangkit dari duduknya membuat semua orang menatap tajam kearah Bee.
"Ma--maafkan Bee, Bee hanyalah anak yatim piatu yang miskin tapi Bee tidak pernah memanfaatkan anak-anak tante dan Bee tidak pernah berniat untuk memacari anak-anak tante. Bee memang salah, demi memenuhi kebutuhan hidup Bee, Bee harus bekerja sebagai pacar sewaan yang menyediakan layanan untuk para pria yang tidak punya pasangan tapi Bee juga masih punya akal sehat, Bee tidak pernah melakukan hal sampai melebihi batas karena aturan bagi yang menyewa Bee, hanya sebatas pegangan tangan."
Semua orang menatap Bee dengan perasaan bersalah, apalagi Alsya dan Erika mereka sudah sama-sama meneteskan airmata.
"Bee melakukan semua itu karena tidak ada pekerjaan yang mau menerima orang yang masih kuliah, mengenai menjadi tukang masak dirumah Pak Alta, kami memang tinggal berdua tapi kami tidak pernah melakukan hal yang tidak pantas. Sekali lagi maafkan Bee, kalau Bee sudah menyakiti hati tante-tante semuanya."
Bee menyeka airmatanya dan segera berlari meninggalkan restoran itu dengan deraian airmata.
"Bee, tunggu!" teriak Alta.
__ADS_1
Alta pun segera mengejar Bee...
"Gibran, ayo pulang! Mommy akan membuat perhitungan denganmu."
Gibran mau tidak mauengikuti Mommynya pulang.
"Seno, kita harus bicara," seru Mami Seno.
"Rayyan, kita pulang."
Semuanya sudah pergi, tinggallah Mommy Tasya, Alsya, dan Erika.
"Jangan salahkan Bee, Bee tidak salah Mommy," seru Alsya.
"Kasihan Bee," gumam Erika.
Sementara itu, Bee terus saja berlari dia tidak memperdulikan tatapan orang-orang. Hingga akhirnya Alta bisa menyusul Bee dan menarik lengan Bee kemudian memeluk Bee membuat Bee terkejut.
"Jangan menangis, kamu adalah wanita kuat dan tangguh."
Seketika airmata Bee mengalir dengan derasnya.
"Maafkan aku Pak, semua ini salah aku. Kalian semua jadi mendapatkan masalah gara-gara aku," sahut Bee dengan bibir bergetar.
"Tidak, kamu jangan menyalahkan diri kamu sendiri aku yakin Seno dan yang lainnya akan menjelaskan semuanya kepada orangtua mereka masing-masing, tadi mereka hanya syok saja sebenarnya orangtua mereka itu baik kok."
Bee terus saja menangis dan Alta semakin mengeratkan pelukkannya. Sedangkan dari kejauhan, Mommy Tasya, Alsya, dan Erika tampak menyunggingkan senyuman mereka.
Mereka bertiga memutuskan untuk pulang dan membiarkan Bee dan Alta seperti itu. Setelah cukup lama berpelukkan, Alta pun melepaskan pelukkannya kemudian menyeka airmata Bee.
"Sudah jangan menangis, lihat nih hidung kamu sudah merah kaya gitu," seru Alta.
"Terima kasih, Pak."
"Untuk?"
"Untuk hari ini."
Sesaat keduanya terdiam, hingga akhirnya Alta pun mengajak Bee untuk pulang.
🌍
🌍
🌍
🌍
🌍
Jangan lupa
like
gift
vote n
komen
__ADS_1
TERIMA KASIH
LOVE YOU